SEASON 1 Part 18. Minum Obatmu...

"Ohh Sandra, duduklah." Vincent yang menjawabnya. Dia langsung terlihat senang. Di satu meja panjang ini bisa menampung 6 orang dan dia tak segan langsung merapat di sebelah Vincent.

"Thanks..." Dia tidak membawa makanannya, tampaknya dia hanya ingin bergabung untuk ngobrol.

"Ini Sandra, spesialis kardiotoraks baru." Kami masih bicara English agar Dr. Joshua bisa mengikuti pembicaraan kami.

"Aku sudah pernah bertemu Dokter Andreas, yang ini dokter... " Dia mencoba mengingat-ingat apa dia bertemu dokter Joshua..."

"Saya Joshua,..." Dr. Joshua yang ramah mengenalkan diri dan bagian dia bekerja.

"Ohhh kau dokter yang ada di banner, kupikir aku melihatmu dimana. Kau Korean?" Dokter Joshua mengiyakannya.

"Ini Melisa, Head Finance."

"Ohh hai Melisa. Senang bertemu." Dia tersenyum padaku dan langsung kembali memusatkan perhatiannya ke Vincent.

"Vincent Sayang, Mama bilang sudah lama tak bertemu denganmu. Dia mengundangmu ke rumah..." Saat dia manggil honey, Joshuà tersedak makanannya sendiri, Andreas tersedak minumannya. Aku diam saja dan menghela napas.

"Kenapa kalian, ... Kami teman lama sudah biasa memanggil sayang. Ya kan sayang. Lagipula dia ini single, kupanggil sayang tak mengapa..."

"Ohhh tidak, ada lada pedas tadi." Andreas mencari alasan tidak jelas.

"Maaf...maaf...maaf." Sementara Joshua membungkuk kecil minta maaf.

"Jangan memanggilku sayang Sandra, aku bersama seseorang sekarang."

"Siapa?"

"Melisa,..."

"Ohh Bu Melisa?! Yang disampingmu ini?" Wanita cantik menunjukku dan aku cuma tersenyum padanya.

"Maafkan aku, kami teman lama dari sejak kuliah, sejak dia masih belasan tahun yang lalu. Kalian sudah mau menikah?" Dia langsung bertanya hal yang pribadi di meja makan. Dia memang benar terus terang ya.

"Sandra. Mari kita bicara yang umum saja."

"Ohh yang umum. Baiklah. Tapi apa aku diundang, kalian tidak mengundangku. Kau kejam sekali." Dia mendorong bahu Vincent. Mereka benar-benar teman akrab heh. Aku saja belum berani seakrab itu.

"Kami belum berencana menikah..." Aku yang menjawabnya sekarang.

"Ohh begitu rupanya." Sekarang mungkin dia mencium kesempatan. Tapi mungkin dia seumur dengan Vincent. Aku tak tahu mungkin juga adik kelasnya. Dia terlihat masih muda.

"Baiklah-baiklah, maafkan aku." Dia minta maaf dan mengubah topik pèmbicaraan kemudian. Dan dia senang mendominasi pembicaraan. Senang bercerita tentang dirinya, tapi dari pembicaraannya dia mengambil topik khusus, kebanyakan dia memakai istilah khusus yang hanya dimengerti oleh orang yang punya pendidikan kesehatan, plus menyombongkan dia yang meniti karier di rumah sakit terkenal di Singapura. Mungkin dia sengaja ingin menyisihkanku dari pembicaraan. Aku tak perduli, aku makan dan mataku melihat ke layar ponsel.

"Aku masih punya kerjaan, aku kembali dulu." Mendengar dokter Sandra berceloteh cukup menyebalkan. Dia berisik. Aku minta diri dari meja makan. "Dokter Joshua, Andreas, dokter Sandra, saya duluan."

"Jangan lupa dosis obatmu." Vincent mengingatkanku. "Aku juga harus kembali. Ayo..." Tapi akhirnya si Bambang mengikutiku juga. Mungkin dia takut aku marah.

"Aku juga harus kembali" Menyusul Andreas yang juga pergi.

"Saya juga masih ada pekerjaan, mari Dokter Sandra..." Giliran Joshua yang pamit. Semua orang cabut dari sana. Nampaknya sudah cukup mendengarkan dia menceritakan tentang dirinya.

"Ayo, aku juga harus kembali." Kami bersama-sama menuju lift akhirnya. Kantorku dan Vincent terletak di lantai paling tinggi, kami tinggal berdua karena mereka semua sudah ke lantai mereka masing-masing.

"Kau marah?" Vincent mengikutiku ke ruangan. Mungkin dia bertanya karena aku mendiamkannya sepanjang perjalanan. Sebenarnya karena aku ingin dia bercerita sendiri siapa Sandra.

"Tidak, kenapa aku harus marah."

"Karena aku dipanggil sayang..." Dia duduk di meja didepanku. Dia senang sekali duduk disana.

"Siapa Sandra, kalian punya hubungan khusus nampaknya. Dia salah satu teman mesramu kan..."

"Dulunya, sudah lama, sebenarnya mungkin sudah 10 tahun aku tak bertemu dengannya."

"Kenapa dia kesini? Tampaknya dia punya pekerjaan bagus di Singapore."

"Kepala Unit Bedah jantung menawarinya bergabung karena dia menguasai metode baru bedah jantung non invasive, kita akan jadi rumah sakit pertama yang menerapkannya di Indonesoa dan dia bilang orang tuanya sekarang sudah sering tak stabil kondisinya."

"Ohh begitu...Nampaknya dia masih sedikit menyukaimu." Aku tersenyum.

"Kau cemburu?" Aku cuma tersenyum kecil mendengar pertanyaannya. Aku belum menerimanya, sebenarnya aku tak punya hak untuk cemburu. "Aku senang kau cemburui..."

"Aku tak tahu kau adalah perayu ulung, sana pergilah aku masih punya banyak pekerjaan." Dan aku menghindar, aku masih ingin melihat apa aku bisa mempercayainya dengan adanya wanita itu.

"Obatmu mana."

"Iya nanti aku minum. Itu ada disana" Aku menunjuk sebuah kotak obat.

"Sekarang saja, nanti kau lupa..."

"Kenapa kau jadi bawel sekarang."

"Itu antibiotic kau harus meminumnya. Kau tak ingin infeksi terjadi dan kau harus disuntik antibiotic yang lebih keraskan?" Otakku berkata caranya mengatakan itu menyiratkan hal lain. Mungkin otakku saja yang terlalu banyak berpikir tak benar sekarang, tapi tetap saja mukaku langsung panas. Sial! "Kenapa mukamu merah?" Dan dia memajukan wajahnya melihat wajahku yang bersemu.

"Tak ada... Kau salah lihat. Pergilah keluar, aku sedang sibuk." Aku berdiri dan mendorong bahunya menjauh supaya pergi dengan satu tangan yang kubisa. Dia membuatku malu.

"Aku hanya berkata tentang suntikan antibiotic yang lebih keras." Tiba-tiba wajahnya mengatakan dia nampaknya mendapatkan kesimpulan. "Apa yang sebenarnya kau pikirkan." Dia tersenyum lebar.

"Tidak ada, apa yang kupikirkan. Pergilah sana!" Dia menangkap satu tanganku yang mendorongnya. Menyisipkan tangannya ke pinggangku. Membuatku tak berdaya dan mengunci pinggangku ke dekatnya. Jantungku langsung berdebar keras.

"Dok...." Napasku terhenti sekarang.

"Sayang jangan mendorongku nanti tanganmu sakit." Dia duduk dimeja dan dengan lengannya mengunci pinggangku, aku tak bisa bergerak, dia terlalu dekat, tangan yang satunya dengan terampil membuka kotak obat kecilku.

"Kau terlalu banyak berpikir sayang. Katakan saja dengan berani apa yang ada di pikiranmu itu dan kau akan mendapatkannya." Dia berkata dengan pelan sambil menatapku. Kurasa aku perlu kejut jantung setelah ini untuk menormalkan irama jantungku. Aku akan ke dokter Sandra. Mukaku sekarang pasti sudah semerah tomat. "Buka mulutmu..."

"Ak...aku bisa ...aku bisa minum sendiri." Terbata-bata menjawabnya.

"Aku tak akan berkata sekali lagi..." Kata-kata tenangnya membuat nyaliku ciut. Aku membuka mulutku.

"Gadis pintar..." 3 jenis pil itu masuk ke mulutku.

"Minum..." Dia memberikan air minumku. Aku tak punya pilihan selain menurutinya.

"Dok..." Dia benar-benar akan memberiku serangan jantung saat jarinya menyentuh bibirku dan membersihkan sedikit air yang tersisa. Kurasa kakiku lemas sekarang. Aku berusaha menahan tubuhku tak terlalu dekat, lenganku membuat pertahanan terakhir dengan menekan dadanya

"Sayang, jangan berpikir macam-macam, pikiranmu itu berbahaya." Apa yang harus kujawab. Otakku buntu, sementara wangi parfumnya tercium samar olehku. Apa dia akan menciumku.

"Aku ...tidak... Lepasin." Dia tersenyum kecil.

"Tidak lepasin? Oke aku disini. Kenapa kau sangat takut, kau bukan gadis 17 tahun lagi, atau karena sudah lama..." Dia menaikkan alisnya meminta penjelasan dan aku terkunci dimatanya sekarang.

"Dok...lepasin, aku gak bisa napas." Dia tersenyum lebar mendengar rengekan putus asaku.

"Napas sayang..." Tapi tetap tidak mau melepaskanku.

"Kan udah minum obatnya. Lepasin."

"Aku menikmati sekali menyuapimu obat. Kenapa kau begitu kaku... itu hanya minum obat."

"Dok..."

"Apa..."

"Deg-degan..." Dia ngakak.

"Sini kupeluk. Kenapa kau mengemaskan sekali." Dan itu berakhir dengan aku dipelukannya. Akhirnya aku bisa bernapas. Kupikir tadi dia akan menciumku. Itu dekat sekali...

"Udahan lepasin." Sekarang dia melepaskanku. Sambil masih mengulum senyum.

"Aku ada meeting sampai malam diluar, kita ketemu besok lagi oke."

"Iya, pergilah."

Dia pergi dan sekarang aku kehilangan. Dia benar-benar bukan perayu ulung lagi, tetapi perayu veteran. Aku tak punya cara menghadapinya...

Eitss jangan ngehalu kamu jadi Melisa ya.

Udah minum obat? Sono pergi cuci kaki terus bobo... Ntar disuntik kalo bandel ya ama Dokter Bambang.

😅🤣 Vote, Hadiah , plus jempol jangan lupa 🥳🥳🥳

Terpopuler

Comments

roempoet liar soe

roempoet liar soe

hey.. kamu bukan lagi 17 tahun
😀😀😀😀

2022-10-17

1

Aurora

Aurora

Dokter aku ga suka disuntik, big no😥😓😢

2022-08-29

0

𝔔𝔲𝔢𝔢𝔫 𝔅𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔯𝔞𝔱𝔲

𝔔𝔲𝔢𝔢𝔫 𝔅𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔯𝔞𝔱𝔲

klo bisa g usah visual kak author,,ambyar haluq gara² visualnya😁🤣🤣

2022-05-01

0

lihat semua
Episodes
1 SEASON 1 Part 1. Kiamat Sudah Datang
2 SEASON 1 Part 2. Janda Tua Bawel!
3 SEASON 1 Part 3. Apa Kamu Baik?
4 SEASON 1 Part 4. Perjuangan Masih Panjang.
5 SEASON 1 Part 5. Bencana Emosional Yang Harus Dihindari
6 SEASON 1 Part 6. Bencana Emosional Yang Harus Dihindari 2
7 SEASON 1 Part 7. Terserah
8 SEASON 1 Part 8. Masalah Lagi
9 SEASON 1 Part 9. Pulanglah
10 SEASON 1 Part 10. Sasaran Kemarahan
11 SEASON 1 Part 11. Malam ini Saja
12 SEASON 1 Part 12. Dokter-dokter Ganteng
13 SEASON 1 Part 13. Dokter-dokter Ganteng
14 SEASON 1 Part 14. Insident 1
15 SEASON 1 Part 15. Insiden 2
16 SEASON 1 Part 16. Will Miss You
17 SEASON 1 Part 17. Hanya Teman
18 SEASON 1 Part 18. Minum Obatmu...
19 SEASON 1 Part 19. Mantan Yang Terlalu Mengharapkan 1
20 SEASON 1 Part 20. Mantan Yang Terlalu Mengharapkan 2
21 SEASON 1 Part 21. The Real Me
22 SEASON 1 Part 22. Yang Pertama
23 SEASON 1 Part 23. Tentang Sandra
24 SEASON 1 Part 24. Tak Bisa Diarahkan.
25 SEASON 1 Part 25. Ingatkah Kau Padaku?
26 SEASON 1 Part 26. Terima Kasih
27 SEASON 1 Part 27. I'm Unstoppable (1)
28 SEASON 1 Part 28. I'm Unstoppable (2)
29 SEASON 1 Part 29. Pertemuan Kembali yang Menyebalkan.
30 SEASON 1 Part 30. Karma Yang Manis
31 SEASON 1 Part 31. Karma yang Manis
32 SEASON 1 Part 32. Menyelesaikan Perselisihan
33 SEASON 1 Part 33. Bertemu Keluarga
34 SEASON 1 Part 34. Pas Gak Sibuk
35 SEASON 1 Part 35. Aku Siap
36 SEASON 1 Part 36. END SEASON 1
37 SEASON 2. Part 1. Joshua Woo
38 SEASON 2. Part 2. Pasien Pertama
39 SEASON 2. Part 3. Segelas Soju
40 SEASON 2. Part 4. Pesta Kecil
41 SEASON 2. Part 5. Yang Sebenarnya Terjadi
42 SEASON 2. Part 6. Perasaan Yang Tak Mungkin Terbalas
43 SEASON 2. Part 7. Kesempatan Kecil Yang Terbuka
44 SEASON 2. Part 8. Bersemangatlah
45 SEASON 2. Part 9. Show Off!
46 SEASON 2. Part 10. Let's Play Nice
47 SEASON 2. Part 11. Teman Sekongkol
48 SEASON 2 Part 12. Harapan Mama
49 SEASON 2 Part 13. Menikmati Waktu
50 SEASON 2 Part 14. Little Princess with Unicorn
51 SEASON 2 Part 15. Bersemangatlah
52 SEASON 2. Part 16. Hyo-rim 1
53 SEASON 2. Part 17. Hyo-rim 2
54 SEASON 2. Part 18. Pandangan Erwin
55 SEASON 2. Part 19. Father Figure
56 SEASON 2. Part 20. Berapa Banyak Ex-mu?
57 SEASON 2. Part 21. Yuna Yang Tersinggung Berat
58 SEASON 2. Part 22. Kita Harus Bicara 1
59 SEASON 2. Part 23. Kita Harus Bicara 2
60 Hi sorry ini masih pending
61 SEASON 2. Part 24. Antara Kita Saja
62 SEASON 2. Part 25. Apa Dia Akan Cemburu
63 SEASON 2. Part 26. Melangkah Bersamamu
64 SEASON 2. Part 27. Gadis Nakal
65 SEASON 2. Part 28. Korean Social Dinner 1
66 SEASON 2. Part 29. Korean Social Dinner 2
67 SEASON 2. Part 30. Pesan Mama
68 SEASON 2. Part 31. Pesan Mama 2
69 SEASON 2. Part 32. Dibenturkan Masalah 1
70 SEASON 2. Part 33. Dibenturkan Masalah 2
71 SEASON 2. Part 34. Dibenturkan Masalah 3
72 SEASON 2. Part 35. Bertengkar Akhirnya
73 SEASON 2. Part 36. Bertengkar Akhirnya 2
74 SEASON 2. Part 37. Gadis Licik Yang Kucintai 1
75 SEASON 2. Part 38. Gadis Licik Yang Kucintai 2
76 SEASON 2. Part 39. Gadis Licik Yang Kucintai 3
77 SEASON 2. Part 40. Compulsive Behaviour 1
78 SEASON 2. Part 41. Compulsive Behaviour 2
79 SEASON 2. Part 42. Korea 1
80 SEASON 2 Part 43. Korea 2
81 SEASON 2. Part 44. Korea 3
82 SEASON 2. Part 45. Korea 4
83 SEASON 2. Part 46. Korea 5
84 SEASON 2. Part 47. Korea 6
85 SEASON 2. Part 48. Korea 7
86 SEASON 2. Part 49. Teman Lama Yang Datang Berkunjung
87 SEASON 2. Part 50. Aku Masa Depanmu
88 SEASON 2. Part 50. Sandra Yang Marah
89 SEASON 2. Part 51. Aku Mencintaimu 1
90 SEASON 2. Part 52. Aku Mencintaimu 2
91 SEASON 2 Part 53. 사랑해 너만을 saranghae neomaneul - I love you, only you 1
92 SEASON 2 Part 54. 사랑해 너만을 saranghae neomaneul - I love you, only you 2
93 SEASON 2 Part 55. ENDING SEASON 2
94 PENGUMUMAN SEASON 3
Episodes

Updated 94 Episodes

1
SEASON 1 Part 1. Kiamat Sudah Datang
2
SEASON 1 Part 2. Janda Tua Bawel!
3
SEASON 1 Part 3. Apa Kamu Baik?
4
SEASON 1 Part 4. Perjuangan Masih Panjang.
5
SEASON 1 Part 5. Bencana Emosional Yang Harus Dihindari
6
SEASON 1 Part 6. Bencana Emosional Yang Harus Dihindari 2
7
SEASON 1 Part 7. Terserah
8
SEASON 1 Part 8. Masalah Lagi
9
SEASON 1 Part 9. Pulanglah
10
SEASON 1 Part 10. Sasaran Kemarahan
11
SEASON 1 Part 11. Malam ini Saja
12
SEASON 1 Part 12. Dokter-dokter Ganteng
13
SEASON 1 Part 13. Dokter-dokter Ganteng
14
SEASON 1 Part 14. Insident 1
15
SEASON 1 Part 15. Insiden 2
16
SEASON 1 Part 16. Will Miss You
17
SEASON 1 Part 17. Hanya Teman
18
SEASON 1 Part 18. Minum Obatmu...
19
SEASON 1 Part 19. Mantan Yang Terlalu Mengharapkan 1
20
SEASON 1 Part 20. Mantan Yang Terlalu Mengharapkan 2
21
SEASON 1 Part 21. The Real Me
22
SEASON 1 Part 22. Yang Pertama
23
SEASON 1 Part 23. Tentang Sandra
24
SEASON 1 Part 24. Tak Bisa Diarahkan.
25
SEASON 1 Part 25. Ingatkah Kau Padaku?
26
SEASON 1 Part 26. Terima Kasih
27
SEASON 1 Part 27. I'm Unstoppable (1)
28
SEASON 1 Part 28. I'm Unstoppable (2)
29
SEASON 1 Part 29. Pertemuan Kembali yang Menyebalkan.
30
SEASON 1 Part 30. Karma Yang Manis
31
SEASON 1 Part 31. Karma yang Manis
32
SEASON 1 Part 32. Menyelesaikan Perselisihan
33
SEASON 1 Part 33. Bertemu Keluarga
34
SEASON 1 Part 34. Pas Gak Sibuk
35
SEASON 1 Part 35. Aku Siap
36
SEASON 1 Part 36. END SEASON 1
37
SEASON 2. Part 1. Joshua Woo
38
SEASON 2. Part 2. Pasien Pertama
39
SEASON 2. Part 3. Segelas Soju
40
SEASON 2. Part 4. Pesta Kecil
41
SEASON 2. Part 5. Yang Sebenarnya Terjadi
42
SEASON 2. Part 6. Perasaan Yang Tak Mungkin Terbalas
43
SEASON 2. Part 7. Kesempatan Kecil Yang Terbuka
44
SEASON 2. Part 8. Bersemangatlah
45
SEASON 2. Part 9. Show Off!
46
SEASON 2. Part 10. Let's Play Nice
47
SEASON 2. Part 11. Teman Sekongkol
48
SEASON 2 Part 12. Harapan Mama
49
SEASON 2 Part 13. Menikmati Waktu
50
SEASON 2 Part 14. Little Princess with Unicorn
51
SEASON 2 Part 15. Bersemangatlah
52
SEASON 2. Part 16. Hyo-rim 1
53
SEASON 2. Part 17. Hyo-rim 2
54
SEASON 2. Part 18. Pandangan Erwin
55
SEASON 2. Part 19. Father Figure
56
SEASON 2. Part 20. Berapa Banyak Ex-mu?
57
SEASON 2. Part 21. Yuna Yang Tersinggung Berat
58
SEASON 2. Part 22. Kita Harus Bicara 1
59
SEASON 2. Part 23. Kita Harus Bicara 2
60
Hi sorry ini masih pending
61
SEASON 2. Part 24. Antara Kita Saja
62
SEASON 2. Part 25. Apa Dia Akan Cemburu
63
SEASON 2. Part 26. Melangkah Bersamamu
64
SEASON 2. Part 27. Gadis Nakal
65
SEASON 2. Part 28. Korean Social Dinner 1
66
SEASON 2. Part 29. Korean Social Dinner 2
67
SEASON 2. Part 30. Pesan Mama
68
SEASON 2. Part 31. Pesan Mama 2
69
SEASON 2. Part 32. Dibenturkan Masalah 1
70
SEASON 2. Part 33. Dibenturkan Masalah 2
71
SEASON 2. Part 34. Dibenturkan Masalah 3
72
SEASON 2. Part 35. Bertengkar Akhirnya
73
SEASON 2. Part 36. Bertengkar Akhirnya 2
74
SEASON 2. Part 37. Gadis Licik Yang Kucintai 1
75
SEASON 2. Part 38. Gadis Licik Yang Kucintai 2
76
SEASON 2. Part 39. Gadis Licik Yang Kucintai 3
77
SEASON 2. Part 40. Compulsive Behaviour 1
78
SEASON 2. Part 41. Compulsive Behaviour 2
79
SEASON 2. Part 42. Korea 1
80
SEASON 2 Part 43. Korea 2
81
SEASON 2. Part 44. Korea 3
82
SEASON 2. Part 45. Korea 4
83
SEASON 2. Part 46. Korea 5
84
SEASON 2. Part 47. Korea 6
85
SEASON 2. Part 48. Korea 7
86
SEASON 2. Part 49. Teman Lama Yang Datang Berkunjung
87
SEASON 2. Part 50. Aku Masa Depanmu
88
SEASON 2. Part 50. Sandra Yang Marah
89
SEASON 2. Part 51. Aku Mencintaimu 1
90
SEASON 2. Part 52. Aku Mencintaimu 2
91
SEASON 2 Part 53. 사랑해 너만을 saranghae neomaneul - I love you, only you 1
92
SEASON 2 Part 54. 사랑해 너만을 saranghae neomaneul - I love you, only you 2
93
SEASON 2 Part 55. ENDING SEASON 2
94
PENGUMUMAN SEASON 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!