Ular Cobra Salju menatap nya dengan dingin sebelum mengeluarkan bola salju dari mulut nya. Dia mengeluarkan pedang nya dan membelah bola salju itu.
"Kau ingin menyerang ku dengan trik murahan itu ? Jangan harap !" Ucap nya sebelum melangkah maju dan menyerang ular itu dengan pedang nya.
Ular itu menangkis serangan nya menggunakan ekor nya yang besar.
"Jika kita terus menerus bertarung maka kita akan terluka parah, bagai mana kalau kita buat kesepakatan ? Sebut kan keinginan mu !" Kata Ular Cobra Salju.
"Aku datang kemari untuk bunga Udumbara 1000 warna. " Ucap nya.
"Ah itu, aku bisa memberikan itu pada mu. Tapi, kau tidak boleh mengambil anak anak ku. " Kata Ular Cobra Salju itu dengan tatapan garang nya.
"Siapa juga yang ingin anak mu ? Aku ingin Bunga Udumbara 1000 warna untuk menyembuhkan teman ku. " Ucap nya.
"Baik lah kalau begitu, ikuti aku. Lebih baik tinggal kan kuda mu di luar, itu akan menakuti anak ku. " Kata Ular Cobra Salju itu dengan lembut.
Dia berjalan masuk mengikuti Ular Cobra Salju setelah menyuruh Xiao Hei untuk diam diam di depan dan jangan membuat kekacauan.
Tatapan nya membulat kala merasa kan rasa dingin yang menusuk tulang ketika masuk ke dalam gua persembunyian milik Ular Cobra Salju.
"Kau memiliki tubuh dengan ketahanan yang baik nona. " Kata Ular Cobra Salju dengan kagum.
"Aku memiliki elemen es bawaan lahir yang lumayan baik, sehingga bisa bertahan di tempat ini tanpa pakaian tebal. " Ucap nya.
"Kau salah, kau memiliki ketahanan yang sangat sangat baik. Apa kau tahu kenapa tidak banyak orang yang datang kemari ?" Tanya Ular Cobra Salju.
"Karena mereka tidak tahu tempat ini. " Ucap nya tanpa berpikir.
"Kau salah, sebagian besar orang sudah tahu tempat ini sebagai tempat dengan Udumbara 1000 warna. Tapi, tidak banyak orang yang bisa bertahan bahkan tidak jarang ada yang mati. Untuk bulan ini saja ada lebih dari 10 orang yang mati. " Kata Ular Cobra Salju sambil mendesis.
"Benar kah ? Pantas saja di sini banyak tumbuh bunga Udumbara 1000 warna. Semakin banyak orang yang mati maka semakin tebal elemen Yin bukan ?" Tanya nya dengan antusias.
"Hm, kau benar. Hati hati, di sana banyak telur telur ku. Kau tidak boleh menginjak nya. " Kata Ular Cobra Salju dengan penuh peringatan.
"Tenang, aku masih belum buta dan bisa melihat dengan jelas. Lagi pula, yang kau sebut dengan anak dan telur itu bahkan hampir setinggi pinggang ku. Bagai mana mungkin aku bisa menginjak nya ?" Keluh nya pada Ular Cobra Salju.
"Ya, hanya pengingat saja. Kemarin, ada beberapa orang yang ingin membawa lari anak anak ku, aku sangat marah sebelum memakan mereka semua. " Kata Ular Cobra Salju.
"Bagai mana cara mereka membawa telur sebesar ini ? Lagi pula untuk apa mereka membawa telur ular ?" Tanya nya dengan bingung.
"Kau tidak tahu ? Tentu saja untuk di pelihara dan di besar kan. " Kata Ular Cobra Salju sambil mendengus.
Semakin dalam berjalan ke dalam gua maka semakin dingin udara yang ada, tubuh nya sedikit bergetar karena elemen Yin yang sangat tebal sekali.
"Makan sendiri saja sulit, masih ingin membawa telur mu. Sungguh aku tidak habis pikir. " Ucap nya sambil menepuk kepala nya.
"Hei, ras ular Cobra Salju sangat langka dan tidak muda untuk di temukan. Kami memiliki kekuatan yang hebat dan memiliki bakat yang baik. " Kata Ular Cobra salju itu dengan bangga.
"Anak anak ku terlalu banyak, bagai mana kalau aku memberi mu satu ?" Tanya Ular Cobra Salju.
"Tidak tidak, jangan. Nanti dia memakan kuda ku ketika besar. " Ucap nya dengan tatapan penuh teror.
"Berapa umur mu ?" Tanya Ular Cobra Salju.
"Baru berulang tahun ke 13." Ucap nya dengan jujur.
"Hm, kekuatan mu sudah sama dengan ku. Berarti kau memiliki bakat yang baik atau kau hanya mengandalkan sumber daya saja ?"Tanya Ular Cobra Salju dengan penuh selidik.
"Aku ? Aku memang lahir di keluarga ternama, tapi itu tidak mudah juga. Kau tahu istilah putri terbuang ? Itu lah aku. " Ucap nya dengan senyum pahit di balik cadar nya.
"Oh ternyata begitu, ah iya kita sudah sampai di depan bunga Udumbara yang kau ingin kan. " Kata Ular Cobra Salju.
Dia terkejut, karena sibuk menjawab pertanyaan Ular Cobra Salju dia tidak sadar kalau di sekeliling nya adalah Bunga Udumbara 1000 warna.
Ketika dia melihat salah satu bunga, itu berwarna putih halus dan lembut, tapi ketika dia melihat nya lagi, bunga itu berubah menjadi warna ungu.
Dan terus begitu, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak berdecak kagum setelah melihat pemandangan luar biasa seperti ini.
"Apa ini pertama kali nya kau melihat Udumbara 1000 warna ? Kau terlihat seperti orang yang tinggal di dalam gua. " Ejek Ular Cobra Salju.
"Kau tidak boleh mengejek ku begitu, selama ini aku di kurung di dalam rumah. Untung untung aku bisa keluar dan menunjuk kan bakat ku. " Kata nya sambil terkekeh.
"Hm, kau cukup baik. Bunga ini tidak boleh di petik secara langsung -" Ucapan Ular Cobra Salju terhenti kala melihat Xue Fenghuang yang sudah mulai mencabut Bunga Udumbara 1000 warna.
"Tenang, racun yang mereka miliki tidak akan melukai ku. "Jawab nya sambil memetik bunga Udumbara 1000 warna lalu memasuk kan nya ke dalam kain.
"Bagai mana bisa seperti itu ?" Tanya Ular Cobra Salju dengan terkejut.
"entah lah, dengan berbagai proses yang panjang dan menyakit kan. Aku berhasil mendapat kan tubuh kebal racun. " Ucap nya dengan acuh tak acuh.
"Kau memang hebat, aku akan memberi mu salah satu telur ku yang paling kecil. Dia sangat imut kau tahu ? Tapi aku rasa dia akan lebih senang jika bisa hidup dengan bebas di luar gua membosankan ini. " Kata Ular Cobra Salju dengan semangat.
"Siapa yang ingin membawa anak mu ? Aku tidak mau ! Nanti aku tidak bisa mengurus nya dan dia mati, aku akan merasa bersalah dengan mu. " Ucap nya sambil menggelebg keras.
Dari kehidupan sebelum nya, dia memang tidak suka memelihara hewan karena ajaran sejak kecil. Paling paling dia hanya membawa beberapa hewan yang terluka lalu mengobati nya.
Setelah sembuh, dia akan mengembalikan mereka lagi ke alam liar. Beberapa kali dia membeli banyak makanan kucing dan anjing untuk memberikan nya pada hewan jalanan yang kelaparan.
Dari kecil, dia di ajar kan untuk tidak memelihara hewan karena jika hewan itu mati maka akan repot dan merasa bersalah.
Lebih baik membantu hewan dan melepas kan mereka kembali ke habitat nya, jika mereka mati setelah itu maka itu sudah menjadi takdir mereka.
Mengingat masa lalu nya membuat nya tenggelam dalam lamunan sebelum kembali di sadar kan oleh Ular Cobra Salju.
"Apa yang kau lamun kan anak muda ? Kau tenang saja, anak anak ku adalah penurut dan tidak akan mati dengan mudah. " Kata Ular Cobra Salju sambil menyerah kan sebuah telur dengan seukuran telapak tangan nya.
Dia menerima telur itu dan mengamati dengan seksama.
"Kenapa ini kecil sekali di banding kan yang lain ?" Tanya nya dengan bingung.
"Ini ? Ini masih kecil, jika yang itu sudah ingin menetas sedang kan yang ini masih membutuh kan satu tahun panjang untuk menetas. " Jelas Ular Cobra Salju.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 347 Episodes
Comments
Indah Hidayat
dialog dgn binatang2 bagus, wajar spt anak2....
2023-07-30
0
urblood
malah jd bestie 😫
2023-01-19
0
Indah Hidayat
kok bisa telur membesar???.
2022-07-01
1