Malam Hari nya.
Tok tok
Pintu gudang di ketuk dengan kasar dan tidak sana sebelum di buka tanpa izin.
"Hei ! Ini pakaian mu dan jangan membuat malu kediaman tuan wali kota ! Tuan rumah mengundang anda untuk makan bersama putra Mahkota. " Kata pelayan itu dengan kurang ajar.
"Ck, apa kah seperti ini cara pelayan memperlakukan nona mereka ? Kalian benar benar tidak memiliki sopan santun. " Ucap nya dengan ringan sambil menatap pakaian yang di antar kan.
"Apa maksud mu ?! Jangan bermimpi ! Kau tampak nya sedikit berbeda dengan biasa nya. " Ejek pelayan itu.
"Tampak nya aku telah melebih lebih kan kediaman tuan wali kota, kain ini bahkan lebih jelek dari pada pakaian milik mu. " Ucap nya dengan tenang.
Pah !
Dia mengambil tali dan mencambuk punggung pelayan itu dengan kuat. Pelayan itu di paksa untuk jatuh berlutut di hadapan nya.
"A apa yang kau lakukann?" Tanya pelayan itu dengan gugup.
"Aku ? Panggil aku nona kedua !" Ucap nya dengan nada rendah sebelum kembali mencambuk pelayan itu.
"No nona kedua, tolong jangan cambuk aku lagi. Aku yakin akan mengganti pakaian mu dengan yang lebih baik, tolong lepas kan aku. Aku berjanji tidak akan mengatakan ini pada nyonya rumah. " Kata pelayan itu dengan muka yang menyedihkan.
Dia melayang kan satu cambukan lagi yang membuat pelayan itu jatuh telungkup.
"Kau, lepas kan pakaian mu dan ganti dengan pakaian yang kau bawa ini. " Ucap nya dengan tenang.
"Baik, baik. " Pelayan itu segera mengganti pakaian nya dengan pakaian usang yang akan di berikan pada nya.
"Sekarang anda boleh pergi. " Ucap nya dengan senyum miring di balik cadar nya.
"Baik baik terima kasih banyak nona kedua !" Kata pelayan itu sebelum berlari keluar.
"Akan ada bayaran untuk bermain main dengan ku. Lebih baik aku melakukan dari mana ?" Gumam nya.
Di sisi lain, pelayan yang tadi di cambuk oleh Xue Fenghuang berlarian dengan pakaian usang menuju kediaman Lin Yi, nyonya rumah.
"Nyonya ! Nyonya ! Anda harus memberi saya keadilan !" Kata pelayan itu dengan wajah yang di penuhi air mata.
"Apa yang terjadi pada mu ?" Tanya Nyonya Lin.
"Gadis sialan itu ! Xue Fenghuang yang melakukan ini pada ku !"Kata pelayan itu dengan tangisan tersedu-sedu.
"Apa ?! Aku akan mencari tuan untuk memberi keadilan pada mu. " Kata Nyonya Lin dengan bersemangat karena menemukan kesempatan untuk menjatuhkan Xue Fenghuang di depan Tuan Wali Kota, Xue Longque.
Di tempat Xue Fenghuang, gadis itu sedang diam diam menabur kan racun di dalam makanan yang akan di saji kan untuk pangeran mahkota termasuk dengan milik nya juga.
Tubuh nya kebal racun itu sekarang dan racun itu tidak akan berfungsi lagi terhadap tubuh nya.
Dia kembali ke kamar nya dan duduk tenang seolah olah sedang menunggu tamu yang di tunggu tunggu oleh nya.
Brakk
Pintu di tendang dan menunjuk kan seorang pria paruh baya yang di ikuti oleh seorang wanita dengan seorang gadis.
Itu adalah Xue Longque, Lin Yi dan pelayan tadi.
"Tuan Wali Kota dan Nyonya Wali Kota, aku tidak menyangka kalau kalian akan datang. Maaf kan aku karena tidak bisa memberi kan jamuan yang baik, kalian harus bisa melihat kalau kondisi ku sendiri kurang baik. " Ucap nya dengan pura pura menyedihkan sambil menyindir halus.
"Xue Fenghuang ! Apa benar kau melukai pelayan ini ?" Tanya Xue Longque dengan pelan dan tidak berapi api seperti tadi setelah mendengar kata kata nya.
"Pelayan ini ? Tuan Wali Kota, anda seharus nya sadar kalau pakaian yang di guna kan oleh nya adalah milik ku bukan ? Itu akan ku guna kan nanti malam sesuai dengan yang di siap kan oleh Nyonya rumah. " Ucap nya dengan pelan tapi penuh jebakan.
"Kau !-" Ucapan pelayan itu di potong oleh bentakan Xue Longque.
"Diam ! Aku tidak menyuruh mu bicara !" Pelayan itu langsung pucat pasi ketika di bentak seperti itu.
"Lanjut kan kata kata mu. " Kata Xue Longque pada nya.
"Dia merebut pakaian itu setelah itu, aku bahkan di dorong sampai terbentur ke dinding. Aku tidak memiliki kekuatan, dia merebut pakaian ku aku sudah ikhlas kan bahkan dia berniat untuk memfitnah ku juga. Ini sangat kejam, bagai mana pun aku tahu kalau dia iri dengan pakaian yang di beri kan pada ku." Kata nya dengan tajam.
"Siapa yang kau bilang iri ?! Aku tidak iri pada mu !" Teriak pelayan itu dengan marah.
"Bagai mana mungkin kau tidak iri dengan ku ? Meski pun aku sedang dalam masa hukuman tuan Wali kota, aku masih lah seorang nona kedua kediaman ini. Pasti lah pakaian ku masih memiliki kualitas yang lebih baik dari pakaian pelayan, bukan kah begitu Nyonya ?" Tanya nya sambil melempar kan tanggung jawab pada Nyonya rumah.
Lin Yi, Sang Nyonya kediaman tampak pucat pasi ketika dia bertanya soal itu sebelum dengan cepat menjawab.
"Ya, tentu saja ! Dasar pelayan tidak tahu diri ! Sudah mencuri pakaian nona kedua, bahkan memfitnah nya !" Kata Nyonya rumah dengan buru buru menyalah kan pelayan nya.
"Lagi pula, anda berkata jika aku melukai anda. Di mana bukti nya ?"Tanya nya dengan wajah tersakiti.
Ketika pelayan itu akan menjawab, Nyonya rumah memberi tamparan kuat pada pelayan nya.
"Kau akan di hukum 30 cambukan !" Kata Nyonya rumah dengan keras.
"Tuan Wali Kota, bukan kah itu agak tidak adil ? Dia melakukan dua kesalahan, yaitu mencuri dan memfitnah anggota keluarga kediaman anda. Bagai mana mungkin hanya di hukum 30 cambukan ? Mungkin saja hal ini akan terjadi di masa depan jika di biar kan dengan hukuman yang ringan. Menurut peraturan kediaman kalau aku tidak salah, maka pelayan ini seharus nya di beri kan hukuman mati bukan ?" Tanya nya pada Xue Longque yang diam sejak tadi.
"Kau benar, aku akan menghukum mati orang ini. Lin Yi, siap kan pakaian baru yang lebih layak untuk Xue Fenghuang dan siap kan orang untuk menata rias wajah nya. " Perintah Tuan Wali Kota.
Lin Yi tampak terkejut dan segera patuh dan pergi dari tempat itu.
"Fenghuang, aku akan menyiapkan tempat baru untuk mu. Kau sekarang sangat mirip dengan ibu mu, maaf kan aku karena menelantar kan mu. " Kata Xue Longque dengan tatapan rumit.
"Apa yang kau bicara kan Tuan Wali Kota ? Aku selalu hidup dengan baik, tapi akan lebih baik jika anda memberi kan tempat tinggal yang lebih indah. " Ucap nya dengan halus.
"Tenang saja, aku akan segera menyiapkan paviliun Teratai yang merupakan tempat mendiang ibu mu. " Kata Xue Longque dengan tatapan yang tak bisa di baca dan langsung berjalan pergi.
Dia tetap berdiri di tempat nya dan hanya mendengus dingin.
"Anda menyesal ? Sudah terlambat ! Xue Fenghuang telah mati karena kedinginan oleh istri sah anda. Kesalahan anda dan ibu nya membuat nya menderita, anda memperlakukan Selir An bagai kan emas dan membuang putri mu dengan Selir An bagai kan sampah. Hukuman apa yang harus ku beri pada orang seperti ini ?" Gumam nya sambil memandang bintang.
Dia masuk dan duduk dengan berbagai pikiran yang berkecamuk di dalam pikiran nya. Dia merasa diri nya ingin bersorak ketika Xue Longque mengatakan kata kata dengan lembut.
Itu bukan diri nya atau lebih tepat nya reaksi alami pemilik tubuh yang asli karena selalu di bentak oleh ayah nya seumur hidup bahkan sampai dia meninggal.
"Apa kah sehaus perhatian itu diri mu pada kasih sayang seseorang ? Aku bahkan bisa hidup tanpa kasih sayang yang kau dambakan itu. " Ucap nya dengan lirih.
Tidak lama datang lah beberapa pelayan yang mengganti pakaian nya. Rambut nya di rapih kan dan dia di dandani dengan indah.
"Nona kedua, boleh kah kau membuka cadar mu terlebih dahulu ?" Tanya wanita tua di sebelah nya dengan ragu ragu.
"Tidak, kau hias yang tidak tertutup cadar saja. " Ucap nya dengan dingin.
Masih belum waktu nya untuk semua orang mengetahui kalau luka di wajah nya sudah sembuh. Itu akan membuat musuh menjadi waspada.
Dia dengan anggun berjalan keluar menuju aula makan, sambil menyeringai di balik cadar nya.
"Akan ada pertunjukan besar. " Gumam nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 347 Episodes
Comments
Mocca
seru
2022-03-30
2
Angelia Lie
bahasanya koq susah dipahami ya
2022-02-07
3
Vin Lee
apa karena otak aku yg kurang jenius 😭 apa hanya perasaan ku saja, kok kata2 nya byk typo dan gak nymbung gitu 🙄
2021-10-26
5