Tanpa dia sadari , dia sudah berada di ladang yang di penuhi ginseng darah. Sekte Tianwen hanya ingin bagian akar dan tidak memerlukan bagian atas.
Dia akan mengambil bagian atas akar ginseng. Beberapa mungkin menganggap nya sebagai sesuatu yang tak berguna.
Tapi dia masih bisa mengolah semua nya menjadi hal yang berguna. Bahkan dia bisa mengubah hal yang tidak berguna menjadi lebih berguna.
Dia menghabis kan waktu untuk memetik Ginseng darah. Energi nya terbuang banyak hanya untuk hal ini.
Rasa lelah menjalar ke seluruh tubuh nya, dia benar benar lelah.
"Xiao Hei, kita sudah selesai. Ayo kita berjalan ke depan dan mencari tempat yang lebih aman untuk bermalam. " Ucap nya.
Karena apa bila ingin pergi ke kota maka memerlukan beberapa jam untuk mencari penginapan. Kuda itu menanggapi nya dengan suara yang lemah.
Hari sudah mulai gelap, keringat mengalir deras di tubuh kedua nya. Xiao Hei yang sebelum nya sangat bersemangat menjadi sangat lemas.
Dia menarik tali kekang milik Xiao Hei dan berjalan ke depan, semakin dalam maka semakin banyak monster tapi menjadi lebih aman.
Tatapan nya teralih kan menuju sebuah gua yang tampak di balik air terjun.
"Xiao Hei, berjuang lah sedikit lagi lalu kita akan mendapat kan tempat tinggal yang nyaman. " Ucap nya menyemangati.
Kuda hitam itu hanya bisa pasrah dan mengikuti nya. Dia melihat tebing terjal di depan, untuk masuk ke dalam gua mereka harus melewati tebing terjal ini terlebih dahulu.
Jika mereka tidak ingin melewati tebing terjal itu maka mereka harus naik lewat air terjun, itu adalah pilihan yang lebih buruk.
Dia dengan kesulitan menarik Xiao Hei untuk berhati hati dan tidak salah menginjak.
Setelah melewati beberapa jam yang melelahkan, mereka akhir nya berhasil sampai ke mulut gua.
"Xiao Hei, ayo masuk. Aku akan memberikan mu arak dan makanan. " Ucap nya sambil mengelus surai kuda hitam itu dengan lembut.
Dia berjalan masuk sambil membawa Xiao Hei dan bisa melihat dua orang pria.
Dia tidak peduli dan duduk di bagian luar gua, tidak terlalu dekat dengan kedua pria itu.
"Nona, kami sudah terlebih dahulu berada di sini. " Kata pria muda dengan pakaian serba hitam, sama seperti diri nya.
"Gua ini luas, aku tidak akan menganggu kalian. " Ucap nya dengan acuh tak acuh.
"Tapi tetap saja, kami sudah datang lebih dulu. " Kata pria itu lagi.
"Lalu ? Apa kah gua ini milik mu ? Atau gua ini milik kediaman Adipati Yuanzheng yang terhormat ?" Tanya nya dengan sinis sambil memberikan Xiao Hei minum arak.
"Nona, kau sudah mengetahui identitas kami. Kenapa kau masih keras kepala ? Lagi pula, di dalam gua ini hanya diri mu sendirian yang wanita. Bukan kah tidak akan baik jika sampai ke telinga banyak orang ?" Tanya pria berbaju hitam itu masih tidak menyerah.
"Di gua ini hanya ada kita bertiga, jika itu sampai di telinga orang lain maka itu pasti lah salah satu dari kalian yang memberi tahu kan nya. Lagi pula, jika itu tersebar, aku lah yang merasa di rugi kan. Jadi, lebih baik tutup mulut mu. " Ucap nya dengan dingin.
"Xiao Hei, istirahat lah dulu. " Ucap nya sambil mengelus kuda itu.
Xiao Hei yang mengerti dengan perintah nya langsung menutup mata dan tertidur dengan perut kenyang.
Dia meminum arak yang sudah di beli nya dari beberapa hari lalu untuk cadangan.
"Nona, kau meminum arak ? Bukan kah umur mu masih kecil ?" Tanya pria berbaju hitam itu terkejut.
"Urus saja diri mu sendiri. " Ucap nya.
Dia menatap sekilas pada pria berbaju putih yang sedang memejam kan mata dan menyender kan kepala ke batu.
Dia mengikuti pria itu dan memejam kan mata nya, tubuh nya terasa seperti ingin remuk karena sudah berjalan dalam waktu yang sangat lama.
Pria berbaju putih itu tidak lain tidak bukan adalah Adipati Yuanzheng, Yuanzheng Yuwen. Orang yang paling membuat nya kesal setelah dia datang di sini.
Dia tidak memiliki masalah dengan pria itu, tapi secara tiba tiba pria itu menaruh mata mata di sekitar nya.
Ini saja sudah membuat nya memiliki pandangan buruk pada pria itu. Tapi dia tidak peduli, dia akan tidur di sini.
Dengan cepat dia tertidur pulas dan tidak peduli lagi dengan sekitar nya, dia cukup percaya dengan reputasi baik baik milik Yuanzheng Yuwen yang di kenal tidak pernah bermain wanita.
Bagai mana mau bermain dengan wanita? Pria itu adalah orang yang sangat sibuk. Bisa bertemu dengan nya untuk kedua kali adalah keajaiban.
Tapi meski pun keajaiban, dia tidak mau merasa kan nya lagi. Dia lebih berharap untuk tidak bertemu dengan pria ini lagi di masa depan.
Keesokan hari nya
Harum makanan menyeruak ke dalam indra penciuman nya, dia membuka mata nya dan tatapan nya masih sedikit kabur.
Dia bisa melihat pria berbaju hitam itu sedang bertelanjang dada dengan rambut setengah basah dan memanggang ikan di atas kayu bakar.
Dia mendengus dingin kala melihat pemandangan itu, dia bisa memperkirakan kalau pria itu baru selesai menangkap ikan.
Tatapan nya teralih kan menuju Yuanzheng Yuwen yang tetap duduk dengan kaku dan wajah dingin seperti patung.
"Pendekar muda, jangan salah paham dengan kondisi ku ini. " Goda pria yang bertelanjang dada itu.
"Siapa yang salah paham ? Bukan kah hanya kau yang berpikiran lebih ?" Tanya nya dengan sinis pada pria bertelanjang dada itu.
Pria itu tampak merasa malu dengan kata kata nya sendiri sebelum menunduk kan kepala nya dan fokus untuk memanggang ikan.
Dia mengeluarkan roti daging dari dalam cincin ruang nya dan memakan nya dalam gigitan besar sambil mengeluarkan arak.
"Arak yang bagus. " Puji Yuanzheng Yuwen.
"Kau mau ? Aku tidak yakin kalau kau tidak memiliki nya ? Aku membeli nya dari toko milik mu. " Ucap nya.
Dia merasa ingin makan ikan ikan yang di panggang itu karena bagai mana pun , di kehidupan sebelum nya ikan adalah makanan favorit nya.
Yuanzheng Yuwen tidak menjawab pertanyaan nya dan hanya tersenyum sangat tipis sebelum kembali menutup mata.
Dia bingung dengan kedua pria aneh di depan nya ini, tidak menunjuk kan wibawa sedikit pun. Lebih mirip seperti pendekar yang mengelilingi dunia di banding kan seorang Paman Kekaisaran yang Agung.
"Pendekar muda, kami bisa memberikan beberapa ikan panggang kami jika kau memohon pada kami. " Kata pria yang merupakan bawahan Yuanzhenh Yuwen itu dengan kekehan.
"Lupakan, aku bahkan tidak berniat untuk meminta nya pada kalian. " Ucap nya dengan kesal.
Dia memberi minum pada Xiao Hei yang sudah kembali bersemangat dan berniat untuk pergi ke luar.
"Pendekar muda, di luar sedang badai salju. Anda seperti nya tidak dapat pergi secara langsung. " Kata pria bertelanjang dada itu dengan nada penuh ejekan.
Dia mendengus kala melihat apa yang di kata kan oleh pria itu adalah kebenaran. Pantas saja udara menjadi sedikit lebih dingin di dalam gua.
Air terjun juga mulai setengah membeku, dia menghela nafas dan kembali masuk ke dalam gua.
"Xiao Hei, seperti nya kita tidak dapat pergi hari ini. " Ucap nya sambil memeluk kuda hitam itu.
Xiao Hei tampak memasang wajah memelas sebelum berbaring di tanah dengan kesal.
Dia membiar kan itu dan duduk menempel di dinding gua sambil berkultivasi, dia memakan beberapa bubuk obat milik nya.
Sebenar nya, jika dia keluar sekarang maka dia akan baik baik saja. Dia tidak akan mati kedinginan, karena pada dasar nya elemen alami milik nya adalah es.
Tapi, Xiao Hei berbeda. Kuda itu meski pun merupakan hewan yang bisa kultivasi, tapi masih belum di latih.
Tanpa keraguan, dia bisa memastikan kalau Xiao Hei akan mati membeku setelah 1 jam berada di luar gua dan dia tidak mau itu terjadi.
Tidak ada yang bisa ia lakukan selain menunggu badai salju selesai bersama dengan dua orang aneh di bagian dalam gua.
Gua ini tidak terlalu besar tapi tidak kecil juga, tinggi nya mungkin 5 meter, dengan lebar 8 meter dan panjang 12 meter.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 347 Episodes
Comments
Risna Murni
13 thn thor.bukankah msh bocil
2024-07-26
1
Indah Hidayat
si thor nulisnya lompat2 perlu byk belajar
2023-07-30
0
Indah Hidayat
si thor logikanya tdk jln, ceritra loncat2, spt baru belajar nulis
2022-07-01
1