"Apa kah karena pria yang kemarin ?" Tanya tetua itu dengan telak.
"Ha ha ha apa yang dia lakukan dan bisa memperngaruhi ku ?" Tanya nya dengan tawa sumbang.
"Kau sebaik nya tidak membohongi diri mu sendiri, bukan nya aku yang terlalu mencampuri urusan mu. Hanya saja aku melihat sebuah bakat tersembunyi dari mu, kau setiap kali membaca dengan rajin. Ini membuat ku sedikit kagum dengan mu. " Kata tetua itu sambil memberi kan nya sebatang dupa.
"Terima kasih banyak senior atas perhatian mu, aku baik baik saja. " Ucap nya sambil menerima dupa tersebut dan berjalan menuju rak paling ujung.
Dia menyeringai kala memikir kan apa yang akan terjadi di rumah.
"Akan ada pertunjukan baik, akan sangat sayang jika di lewat kan. Aku akan membaca sebentar saja. " Gumam nya, dia mengambil salah satu buku yang menceritakan tentang titik akupuntur yang di miliki manusia.
"Ha ha, bahkan aku tidak dapat menghapal semua nya dengan baik di masa lalu. " Ucap nya dengan senyum pahit kala mengingat ujian nya untuk titik akupuntur selalu yang paling buruk.
Sedang kan dalam bidang meracik obat dia adalah yang paling baik. Ingatan nya tentang titik manusia sangat terbatas, ini lah yang menghalangi nya.
Dia membaca dengan serius dan menghafal kan setiap titik akupuntur, tidak terasa dupa sudah habis yang menandakan sudah hampir setengah jam dia berada di sini.
Dia merapikan buku yang telah di baca nya, lalu berjalan keluar.
"Senior aku pulang terlebih dahulu dan tidak yakin apa kah besok akan datang atau tidak. " Ucap nya dengan senyum tipis di balik cadar nya.
"Hm, yang penting kau datang 20 hari dalam sebulan maka aku akan memberi kan mu sebuah buku untuk seni bela diri. " Kata tetua penjaga itu.
"Terima kasih banyak senior. " Ucap nya sambil menunduk dan berjalan keluar.
Begitu keluar dia melihat Xing Feng masih berdiri di sana dengan wajah bersalah, mata nya memancar kan kilat dingin.
Dia berjalan seolah olah tidak melihat Xing Feng, pria itu tampak menatap nya dengan sedih.
"Fenghuang, maaf kan aku. Aku tidak akan muncul lagi di depan mu. " Kata Xing Feng dengan suara pelan.
"Aku sudah memaafkan mu. Mungkin kita tidak berjodoh, kau dan aku memiliki jalan yang berbeda. Jaga diri mu baik baik. " Ucap nya sebelum berjalan pergi dengan cepat.
Xing Feng yang melihat itu merasa sangat menyesal, dia sangat jarang melihat wanita seperti Xue Fenghuang yang sangat tangguh di dalam bidang.
Dia merasa kalau dia mulai menyukai Fenghuang. Tapi, benar yang di kata kan oleh Xue Fenghuang, mereka tidak berjodoh dan tidak berada di jalan yang sama.
Di sisi lain, Xue Fenghuang berjalan ke rumah nya dengan mengendap endap. Sesampai nya di rumah, para pelayan nya langsung menyambut nya.
"Nona, anda sudah pulang. Baru saja tuan pulang dan anda di cari oleh tuan besar. " Kata Le Ning dengan khawatir.
"Ayo pergi. " Ucap nya tanpa basa basi.
Dia mengganti pakaian paling luar nya dan berjalan keluar dengan tampang lemah lembut. Dia menggunakan cadar berwarna ungu, sesuai dengan pakaian nya.
Banyak sekali pelayan yang menatap kedatangan nya , dia hanya menatap datar sampai ke arah aula pertemuan.
Di sana sudah ada, Xue Longque dan Lin Yi serta Xue Ling yang sedang di rawat oleh tabib.
"Salam kepada Tuan Wali Kota, Nyonya Lin Dan kakak perempuan. Maaf kan Fenghuang karena terlambat menyambut kalian. " Kata nya sambil menunduk.
"Fenghuang, apa kau sakit ? Kenapa wajah mu sangat pucat ?" Tanya Xue Longque.
"Tidak apa apa ayah, hanya saja belakangan ini aku mengingin kan beberapa makanan. " Kata nya dengan malu malu.
"Kalau kau ingin suatu makanan kenapa tidak menyuruh para pelayan mu untuk membelikan sesuatu ?" Tanya Xue Longque dengan bingung sambil menjulur kan tangan untuk memeriksa dahi nya.
"Ehm itu, aku aku tidak memiliki uang ayah untuk membeli makanan. " Kata nya sambil menunduk.
Di dalam hati nya, dia terkekeh ringan karena berhasil memukul 2 hal sekaligus.
"Apa ? Lin Yi ! Apa kau tidak memberi Fenghuang uang ?!" Tanya Xue Longque dengan dingin pada Lin Yi.
Lin Yi tampak salah tingkah ketika di tanya begitu oleh Xue Longque.
"Itu, itu -" Dia memotong ucapan Lin Yi dengan ekspresi yang menyedihkan.
" Nyonya telah memberi ku 3 perunggu setiap bulan nya, harap ayah tidak memarahi Nyonya Lin. " Ucap nya seolah olah sangat bersyukur dengan kebaikan Lin Yi.
"Apa ?! Hanya 3 perunggu ! Bahkan pelayan di bayar 3 Perak setiap bulan nya ! Tenang putri ku, aku akan memberi kan mu banyak uang. " Kata Xue Longque sambil menahan emosi.
1 Perak : 100 perunggu
1 Emas : 100 Perak
"Pelayan ! Kirim 500 Keping Emas kepada Nona Kedua !" Perintah Xue Longque.
"Ayah, itu terlalu banyak. " Ucap nya.
"Tidak putri ku, memang ini lah yang pantas kau dapat kan. Jika kurang maka kau bisa meminta nya lagi pada ku. " Kata Xue Longque.
"Tidak, aku tidak berani ayah. " Ucap nya.
"Jangan sungkan, kau adalah salah satu putri ku. " Kata Xue Longque sambil menepuk nepuk bahu nya.
Dia mendengus di dalam hati ketika mendengar kan ini.
'Anda mengatakan ini ketika putri anda sudah tiada ? Anda terlambat ! Tapi jika anda berbuat baik maka tidak ada salah nya untuk menyelamatkan nyawa anda.' Pikir nya.
Para pelayan mengambil satu peti Emas dengan beberapa perhiasan untuk nya.
"Terima kasih banyak ayah. " Ucap nya.
"Kau tidak perlu terlalu sungkan, jika di masa depan menemukan kesulitan maka kau hanya perlu meminta nya dengan ku. " Kata Xue Longque.
"Baik ayah, kalau begitu Fenghuang tidak akan sungkan. " Ucap nya, Xue Longque tersenyum.
Memang tidak salah kalau menyebut kediaman Xue adalah nomor 3 paling kaya di Kekaisaran Zhu.
Jika Kekaisaran nomor 1 dan Kediaman Adipati Yuanzheng adalah nomor 2 maka nomor 3 adalah milik kediaman Xue.
Setiap bulan nya, lebih dari 10.000 keping emas masuk ke dalam keluarga Xue. Belum lagi berbagai perhiasan yang di beri oleh para keluarga penjilat untuk tetap berada di bawah Keluarga Xue.
"Tuan, Fenghuang tampak nya belakangan ini sangat melunjak. Dia bahkan berani mengusir ku kemarin. " Kata Lin Yi.
"Fenghuang, apa benar yang di kata kan oleh ibu mu ?" Tanya Xue Longque sambil mengerut kan dahi.
"Hah ? Apa yang di maksud kan oleh Nyonya Lin. Lalu ayah, ada satu hal yang harus anda ketahui, ibu ku sudah meninggal. Jika aku memanggil orang lain ibu, maka aku takut aku akan di kutuk sebagai anak yang durhaka. " Ucap nya dengan nada yang menyedihkan.
"Apa yang kau maksud ?! Pelayan mu jelas jelas berlaku buruk pada ku kemarin !" Kata Lin Yi dengan nada tinggi.
"Nyonya Lin, pelayan itu berasal dari anda. Seharus nya itu sudah di latih bukan ? Anda seharus nya tidak memberikan saya pelayan rendahan bukan ? Lagi pula, apa yang anda maksud ? Anda bahkan tidak ada datang ke kediaman saya kemarin. " Kata nya dengan nada tak bersalah.
"Tuan, jika anda tidak percaya maka anda harus memanggil pelayan saya. " Kata Lin Yi hampir menangis.
Pelayan setia Lin Yi di panggil dan di paksa berlutut di depan Xue Longque.
"Tuan, saya bersaksi kalau Nyonya pergi semalam selama 1 jam lebih dan pulang dengan wajah murung." Kata pelayan itu.
"Apa kah anda melihat kemana nyonya anda pergi ?" Tanya nya.
"Tentu saja tidak, nyonya tidak memperbolehkan ku untuk mengikuti nya. " Kata Pelayan itu.
"Bagai mana anda bisa tahu kalau nyonya anda datang ke tempat saya ? Ayah, jika anda tidak percaya maka anda bisa memanggil 5 pelayan yang di beri kan oleh Nyonya Lin untuk bersaksi. " Kata nya dengan senyum tipis.
Ke lima pelayan nya di panggil dan memberikan kesaksian yang sama dengan nya. Wajah Lin Yi pucat pasi.
"Tu tuan aku tidak bohong, memang aku datang ke tempat nya. " Kata Lin Yi dengan terbata bata.
"Ayah, jangan memarahi Nyonya Lin. Mungkin dia benar benar membutuh kan nama ku untuk bertemu seseorang yang 'misterius'. Hanya saja, yang aku tidak habis pikir kenapa harus pergi tanpa pelayan ?"
"Jika itu memang ke tempat Fenghuang, kenapa tidak membawa pelayan. Lalu Nyonya Lin pulang setelah satu jam lebih, padahal tidak perlu 10 menit untuk pergi dan pulang ke tempat ku jika memang Nyonya Lin di usir di tempat Fenghuang. Yang lebih mencurigakan lagi, kenapa Nyonya Lin pulang dengan kondisi yang berantakan ?" Tanya nya dengan ambigu.
Dia ingin membuat Xue Longque berpikir kalau Lin Yi berselingkuh dari nya.
"Kau ! Kau , dasar gadis beracun !" Teriak Lin Yi sambil menunjuk nunjuk nya.
Plakk
Wajah Lin Yi di tampar yang membuat wanita itu terdiam, dia menutup mata nya seolah olah dia takut dengan pemandangan ini.
"Fenghuang, kau pergi lah dulu. Ini tidak baik untuk di lihat oleh mu. " Kata Xue Longque dengan perhatian.
"Baik ayah, terima kasih atas kepedulian mu. Semua nya, ayo kembali !" Perintah nya pada pelayan nya.
"Baik nona. " Jawab mereka serempak.
Dia berjalan melewati Lin Yi yang menatap nya dengan penuh kebencian.
"Sudah aku bilang, jangan bermain main dengan kum" Bisik nya dengan sangat pelan yang membuat hanya mereka berdua yang bisa mendengar nya.
Rambut nya di tarik, dia meringis dan tampak tidak bisa melawan. Tapi diam diam dia mereka beberapa titik akupuntur Lin Yi, yang membuat wanita itu tidak dapat menggerakkan tangan nya.
"Ah ! Sangat sakit sekali !"Teriak nya dengan pura pura dan dengan mata yang memerah untuk menambah kesempurnaan akting nya.
"Apa yang kau lakukan ?!" Teriak Xue Longqur sebelum menarik Lin Yi secara paksa.
Tangan nya menyenggol titik akupuntur kembali yang membuat Lin Yi bisa kembali menggerakan lengan nya.
"Ayah, saya pulang dulu. " Ucap nya dengan gugup.
Sesampai nya di halaman nya, dia mendengus ketika melihat rambut nya ada yang sedikit rontok.
"Nona, kenapa anda tidak melawan ?" Tanya pelayan nya.
"Lin Yi mungkin memang seorang nyonya rumah tanpa kekuatan tapi jangan remeh kan kedua anak nya. Aku masih belum bisa melawan mereka, aku masih harus berhati hati. Lagi pula, dengan beberapa helai rambut ini aku bisa menukar nya dengan hukuman Lin Yi. Aku tidak akan keberatan untuk hal itu. " Ucap nya.
Dia melempar cadar nya sembarangan, yang langsung di tangkap oleh salah satu pelayan nya.
"Nona, apa yang anda ingin kan dengan emas emas ini ?" Tanya Le Ning.
"Ayo pergi, kalian semua guna kan pakaian ku lalu guna kan cadar. Kita akan membeli senjata. " Kata nya dengan senyum tipis.
"Benar kah ?! Ayo pergi ! "Kata para pelayan nya dengan bersemangat.
Dia terkekeh, mereka pergi lewat jendela. Penampilan mereka cukup menarik perhatian, tatapan nya teralih pada sebuah bangunan yang di tulis di jual di depan nya.
"Le Ning, setelah pulang dari sini cari pemilik bangunan itu. Kita akan segera menjual beberapa hal." Ucap nya.
"Apa kau yakin nona ?" Tanya Le Ning.
"Hm, ayo pergi. Toko senjata berada di ujung jalan. " Ucap nya.
Sesampai nya di ujung jalan, mereka bisa melihat bangunan mewah. Ini adalah Toko Senjata paling besar di Kota Kuwei.
"Selamat datang nona nona, kalau boleh saya tahu, apa yang kalian ingin kan ?" Tanya salah satu pelayan dengan sopan.
"Aku ingin membeli pedang lentur. Apa kau memiliki nya ?" Tanya nya.
"Tentu saja kami memiliki nya, hanya saja itu sangat langka sehingga kami hanya memiliki satu." Kata pelayan itu.
"Bawa keluar dan biar kan aku melihat nya. " Ucap nya dengan dingin.
Pelayan itu mengangguk dan membawa keluar sebuah kotak kayu yang berukuran sedang, itu sangat berdebu.
Ketika di buka menunjuk kan sebuah pedang udang, tapi itu tidak langsung membuat nya menyerah. Dia mengangkat itu dan memeriksa kelenturan nya.
"Aku ingin ini. Biar kan aku melihat jenis jenis cambuk. " Ucap nya.
"Karena pedang lentur hanya ada satu maka aku akan memberi kalian cambuk saja. Tidak ada yang berbeda terlalu jauh. " Kata nya pada para pelayan nya.
"Kami ikut dengan nona saja. " Kata Le Ning mewakili yang lain.
Lebih dari 10 kotak di bawa keluar dan di dalam nya ada banyak cambuk.
"Pilih salah satu yang kalian ingin kan, utama kan untuk nyaman baru hiasan. "Saran nya.
"Baik nona. " Kata para pelayan nya.
Tatapan nya tertuju pada Cambuk Merah yang sangat indah dengan hiasan Phoenix. Ini serasi dengan pedang tadi yang memiliki tulisan 'Fenghuang' yang arti nya adalah Phoenix.
Itu sesuai dengan nama nya, dia memastikan apa kah kualitas nya baik atau tidak. Setelah memastikan kalau kualitas nya baik, dia memutus kan untuk mengambil nya.
"Aku ambil ini juga. " Ucap nya sambil menyerah kan nya pada pelayan itu.
Beberapa cambuk lain di ambil oleh pelayan nya.
"Nona, semua nya berjumlah 15 Keping Emas dan 57 Perak. " Kata pelayan itu menghitung semua nya.
"Karena kami membeli banyak, maka kau harus memberi ku harga yang lebih murah. " Ucap nya dengan kekehan ringan.
"15 Keping Emas adalah harga yang paling rendah nona. " Kata pelayan itu dengan serba salah.
Dia mengangguk dan memberikan 15 Koin Emas.
"Nona, aku bisa memberi mu sebuah hadiah sebagai ganti nya. " Kata pelayan itu sambil mengeluarkan sebuah cincin dan memberikan cincin itu pada nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 347 Episodes
Comments
Indah Hidayat
kalimat: tapi diam diam dia mereka titik akupunktur....kalimat itu apa artinya thor?? juga penggunaan kata ganti: nya....tdk jelas.
2023-07-30
1
Mocca
sukaa akan tokoh utama nya karna perempuan tidak lemah
2022-03-30
3
Alpi Al
trus lah, aku masih ngikut dg ceritanya.
2021-11-08
6