3 Hari berlalu dan kekuatan Xue Fenghuang telah mencapai Penempaan Qi, meski pun kekuatan nya masih belum berarti banyak bagi orang orang seperti ayah nya.
Tapi ini adalah kemajuan. Karena, Xue Ling yang 2 tahun lebih tua dari nya baru saja berada di tingkat 1 penempaan Pondasi.
Tingkatan Kultivasi :
- Kondensasi Qi
- Kristalisasi Qi
- Penempaan Qi
- Penempaan Tulang
- Penempaan Pondasi
- Ranah Jiwa
- Ramah Bela Diri
Ayah nya berada di tingkat Ranah Jiwa tingkat 3 sedang kan orang orang seperti Kaisar, Adipati Yuanzheng, dan pemimpin 3 sekte besar maka mereka pasti lah berada di puncak Ranah Bela Diri.
"Nona, apa kah anda yang ingin membeli bangunan milik saya ?" Tanya pria tua di depan nya.
Dia menggunakan pakaian hitam dengan rambut yang di kuncir kuda bahkan cadar nya juga berwarna hitam.
"Ya, berapa harga yang akan kau beri kan ?" Tanya nya dengan dingin.
"Nona, aku akan menjual dengan harga 12 keping emas dan anda akan mendapat kan 3 pelayan yang sudah lama mengikuti ku. " Kata pria tua itu.
"Baik, tidak masalah. Apa kah kesetiaan mereka bisa di pasti kan ?" Tanya nya.
"Nona tenang saja, mereka sudah ku besar kan sejak mereka berumur 3 tahun, meski pun semua nya pria tapi mereka adalah orang yang pemalu. Belakangan ini, aku merasa kalau umur ku tidak panjang lagi dan takut tidak bisa menemukan Tuan baru untuk mereka. " Kata pria tua itu dengan sedih.
"Mereka cukup berbakat di umur 18 tahun bisa berada di tingkat akhir kristalisasi Qi dan aku berharap kalau mereka bisa mendapat sumber daya yang lebih baik. " Kata pria tua itu.
"Tuan, aku dengar anda dulu adalah pebisnis handal tapi dengan jebakan dari teman mu, anda menjadi bangkrut ?" Tanya nya.
"Ya, aku dulu akan melebar kan toko ku ke 3 kota besar lain tapi sayang nya sebelum bisa mewujud kan itu, aku sudah lebih dulu jatuh bangkrut. " Kata pria tua itu dengan senyum pahit.
"Bagai mana kalau aku memberi kan mu penawaran, kau yang mengatur semua penjualan dan hasil dari ini akan di bagi kan. Sepertiga untuk mu, sepertiga lain nya untuk membayar pegawai dan bahan dan sepertiga terakhir untuk ku. Bagai mana ?" Tanya nya.
"Nona, aku tidak keberatan. Tapi bukan kah ini agak tidak adil ? Kau membeli bangunan ini tapi aku masih mendapat kan satu pertiga sama seperti milik mu. Bagai mana kalau sepertiga untuk ku dan pegawai, sedang kan sepertiga lain nya untuk bahan dan sisa nya di tabung kalau kalau ada keadaan darurat. " Kata pria tua itu dengan bijak.
"Baik, kalau kau sudah setuju maka kita resmi bekerja sama. " Ucap nya dengan senyum tipis, dia mengulur kan tangan nya dan mereka berjabat tangan.
Le Ning yang menggunakan cadar membawa seperti kecil yang berisi 12 keping emas.
"Ayo, kita pergi ke tempat nya. " Ajak nya, semua nya mengangguk.
Di dalam toko, sedikit berdebu tapi masih di penuhi dengan rak rak sehingga dia tidak perlu membeli rak lagi.
Ini melebihi perkiraan nya, kalau begitu maka pasti uang yang di beri kan oleh ayah nya akan berguna banyak untuk kultivasi nya.
"Kalian bersih kan bagian sana, dan aku akan bersih kan bagian sini. " Dia membagi tugas.
"Anda belum mengenal kan diri tuan. " Ucap nya dengan canggung.
"Ah iya, nama ku Yun Wang, sedang kan ini adalah Yun Long, Yun Qin, Yun Xing. Semua nya adalah anak yatim piatu sehingga menggunakan nama ku. " Kata Yun Wang dengan malu karena tidak memberi tahu nama sejak awal.
"Salam kenal kepada kakak Yun Long, kakak Yun Qin, dan kakak Yun Xing. " Ucap nya dengan ramah.
"Nona anda terlalu sopan, anda dapat memanggil kami dengan nama. " Kata Yun Long dengan canggung.
"Jangan begitu, mulai sekarang kita semua adalah keluarga. " Kata nya.
Mereka terkekeh dan membersihkan ruangan berdebu itu sambil menceritakan pengalaman pengalaman lucu mereka masing masing.
Dia tersenyum ringan, tidak ada pengalaman lucu di hidup nya yang bagus untuk di cerita kan.
Semua nya sudah selesai dan dia pun mengambil papan kayu dan menulis ' Toko Phoenix Salju'
"Nama nya sangat indah, sesuai dengan nama mu Fenghuang. " Kata Yun Wang dengan penuh kasih sayang.
Dalam waktu singkat, mereka seperti pasangan kakek dan cucu. Mungkin karena kedua nya adalah orang jujur sehingga mudah untuk menjadi akrab.
Yun Xing dan Yun Qin dengan sigap menggantung papan nama yang telah di tulis nya, dia menyusun botol botol racikan nya.
"Kalian jaga toko ya, aku akan pergi sebentar. " Ucap nya, keramaian mulai terjadi kala melihat toko baru di toko yang sudah lama tutup.
Dia menyelinap pergi menuju toko obat.
"Nona, apa kah anda ingin membeli sesuatu ?" Tanya pelayan itu dengan ramah.
"Aku ingin membeli Akar Ginseng Darah, Mawar Merah Darah serta herbal lain nya yang ada di dalam kertas ini. " Ucap nya.
"Baik nona. " Kata pelayan itu.
"Tunggu sebentar, apa kalian menjual tungku pil dan pil yang sudah jadi ?" Tanya nya.
"Untuk hal itu, nona harus naik ke lantai dua. Aku akan menemani nona untuk melihat lihat. " Kata pelayan itu membimbing nya untuk naik ke lantai dua.
Sesampai nya di lantai dua, dia merasa kalau ini menjadi lebih sepi dan di penuhi dengan bau obat obatan.
Dia melihat berbagai variasi tungku, selama 3 hari belakangan ini dia dengan rajin pergi ke Perpustakaan kota untuk mempelajari pengobatan.
" Tungku mana yang paling baik ?" Tanya nya.
"Kemari nona, di jajaran sini adalah tungku terbaik yang kami miliki. " Kata pelayan itu.
Dia menatap dengan mata Phoenix nya pada Tungku yang memiliki dua warna, sisi kiri berwarna biru dengan Phoenix es sedang kan di sisi lain adalah berwarna merah api dengan Phoenix api.
"Berapa harga nya ini ?" Tanya nya.
"125 keping emas nona. " Kata pelayan itu.
Wajah nya mengerut kala mendengar harga itu.
"Nona tenang saja, kami memberikan 10 Pil penambah Kultivasi, 10 Pil penambah Qi, 10 Pil Penambah Darah, 10 Pil peningkat Tulang, kami juga akan memberikan beberapa bahan untuk nona. Tidak lupa untuk buku yang berisi kan beberapa resep sederhana dan panduan nya. " Kata pelayan itu buru buru.
"Hm, bungkus itu untuk ku. " Ucap nya.
Dia menyerah kan kantung yang berisi 130 emas, itu bayaran untuk tungku dan barang yang dibeli nya di bawah tadi.
"Silakan datang kembali nona. " Kata pelayan itu dengan ramah.
Dia tidak menanggapi dan menyimpan tungku nya ke dalam
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 347 Episodes
Comments
Indah Hidayat
si thor tdk teliti dlm menuliskan kalimat
2023-07-30
1
Indah Hidayat
pemakaian kata: nya membingungkan.
2023-07-30
0
Indah Hidayat
kalimat spt tdk utuh ada kata yg kurang shg membingungkan
2022-06-30
2