"Eh, apa ini ?" Tanya nya dengan bingung kala melihat cincin biru itu.
"Ini adalah cincin ruang yang berguna untuk menyimpan benda benda. Anda hanya perlu mengalir kan Qi anda ke dalam nya. " Kata pelayan itu.
"Ah terima kasih atas hal ini, aku akan mencoba nya. " Dia mengambil cincin itu dan mencoba untuk mengalir kan Qi.
Lalu pemandangan di depan nya telah berubah menjadi tempat dengan rak rak kecil, dia menaruh kedua senjata nya di dalam sana.
"Wah, semua nya bisa di simpan. Sekali lagi terima kasih. " Ucap nya.
"Tentu saja, jangan lupa untuk datang kembali nona. " Kata pelayan itu dengan ramah.
"Nona, selanjut nya apa lagi yang harus kita lakukan ?" Tanya Le Ning.
Hari sudah mulai gelap dan dia sudah merasa kalau tubuh nya mulai lelah.
"Le Ning, lakukan perintah yang ku minta tadi. Yang lain pulang lah terlebih dahulu dan siap kan air hangat untuk ku. " Ucap nya.
"Baik nona, jaga diri mu baik baik. " Kata para pelayan itu dan mengundur kan diri.
Dia mengangguk dan berjalan pergi, dia pergi menuju toko obat tentu saja. Dia membeli beberapa macam obat untuk penjagaan serta beberapa macam ramuan untuk di buat menjadi racun.
Jalan pulang sangat ramai yang membuat nya harus mengambil jalan pintas, jalan pintas sangat sepi dan membuat nya merasa merinding karena hembusan angin malam yang sangat dingin.
Bukk
Suara jatuhan terdengar dan dia segera mengeluarkan pedang lembut nya, dia maju dengan perlahan dan melihat kalau seorang pria dengan tubuh yang bersimbah darah sedang sekarat.
Dia menyimpan pedang nya dan berjongkok mendekati pria itu.
"Siapa kau ? Jangan mendekat. " Kata pria itu dengan lemah.
"Turun kan pedang mu, biar kan aku memeriksa luka mu. " Kata nya dengan dingin, entah bagai mana pria itu percaya.
Dia membuka pakaian pria itu dan mengambil sedikit darah pria itu dengan jari telunjuk nya lalu mencium nya.
"Kau di racuni, racun ini sangat berbahaya. Kau bisa mati jika terlambat. Aku tidak memiliki obat obatan yang lengkap dan hanya bisa menggunakan jarum untuk menyembuh kan mu. " Ucap nya, pria itu diam saja dan ketika dia melihat lagi ternyata pria itu sudah pingsan.
Dia dengan kesulitan membalik kan tubuh pria itu lalu menusuk kan beberapa jarum di punggung nya, darah hitam mengalir dengan cukup deras.
Keringat mengalir deras di dahi nya, pria itu memuntah kan darah. Dia mengeluarkan pil penambah darah yang baru di beli nya.
Lalu memaksa pria itu untuk menelan nya, dia mengoles kan obat di luka luka nya. Pria itu tampak nya sudah sadar dan meringis pelan kala obat tersebut terkena di kulit nya.
"Tahan sedikit, kau bisa sembuh setelah ini. Siapa yang akan menggunakan racun berbahaya dan langka seperti ini untuk diri mu ?" Tanya nya.
Pria itu diam saja, dia tidak bertanya lebih lanjut dan membalut luka pria itu.
"Nah sudah selesai, biar aku bantu kau cari kan penginapan. " Kata nya.
"Apa kau bisa berjalan ?" Tanya nya pada pria itu.
Pria itu mengangguk, dia tersenyum di balik cadar nya dan mengangkat pria itu lalu memapah nya untuk mencari penginapan terdekat.
Sampai akhir nya dia menemukan sebuah penginapan yang lumayan untuk di tinggali.
"Nona, kami ingin satu kamar. " Kata nya pada pelayan itu.
"Ya, nona, harga nya 2 perak. " Kata pelayan itu, dia memberikan uang nya dan pelayan itu memberikan kunci nya.
Dia membantu pria itu untuk naik ke lantai dua penginapan dan membantu nya untuk berbaring.
Dia menyerah kan kunci pada pria itu dan berjalan pergi, ketika tangan nya telah menyentuh pintu.
"Apa kau tidak takut kalau aku jahat ?" Tanya pria itu.
"Ha ha ha, aku tidak percaya kalau kau jahat. Kalau pun kau memang jahat, itu berarti sudah takdir. Hati manusia berubah dengan cepat, maka aku hanya bisa menyalah kan diri ku sendiri karena memberikan penilaian yang salah. " Jawab nya dengan tenang.
"Siapa nama mu ?" Tanya pria itu, dia berpikir sejenak.
"Fenghuang." Ucap nya, dia tidak menyebut kan marga nya.
Lagi pula pria ini masih belum di ketahui apa kah jahat atau baik, di daratan ini ada ribuan orang dengan nama yang sama dengan nya.
Lagi pula nama nya tidak terlalu terkenal jika di banding kan dengan putra putri Xue Longque yang lain.
Dia berjalan keluar, cahaya bulan menutupi seluruh tubuh nya dan membuat nya tampak seperti Dewi yang turun ke dunia fana.
Xue Fenghuang pulang sambil bersenandung pelan dan tak terasa sudah sampai di kediaman nya, dia memanjat lewat jendela dengan mudah.
"Nona, anda akhir nya telah pulang. Pemilik bangunan sudah setuju untuk bertemu dalam waktu 3 hari untuk membahas harga dengan anda. " Kata Le Ning sambil menunduk pada nya.
"Hm, apa kah air hangat ku sudah di siap kan ? Aku sangat lelah. " Ucap nya dengan kelelahan luar biasa.
"Apa kah ada yang menganggu nona di perjalanan ?" Tanya Le Ning dengan khawatir.
"Tidak ada, hanya saja aku membantu orang yang terluka parah tadi nya dan itu membutuh kan banyak tenaga. " Ucap nya.
Dia berjalan menuju bak mandi sambil melepas kan pakaian nya.
Bak mandi ini berbeda dengan yang di ingat nya, jika dulu dia menggunakan Bathup yang panjang maka ini terbuat dari kayu dan berbentuk lingkaran.
Di dalam nya ada air hangat dengan beberapa jenis bunga yang menambah harum, dia masuk ke dalam bak mandi dengan memerlukan sedikit usaha karena bak mandi itu setinggi perut nya.
Di dalam sudah di sedia kan sebuah kursi pendek untuk di duduki oleh nya, selama waktu 1 dupa dia berendam dia memutus kan untuk keluar.
( 1 dupa : 20 - 30 menit )
"Nona, anda sudah selesai berendam ?" Tanya pelayan nya.
"Ya sudah, apa kalian siap untuk pergi latihan ?" Tanya nya dengan dingin.
"Sudah nona. " Kata mereka dengan serempak.
"Ayo pergi ke halaman depan. " Ajak nya.
Sesampai nya di halaman depan, dia berdiri di depan mencontoh kan gerakan gerakan yang di pelajari nya.
"Lakukan posisi kuda kuda seperti ini, lalu langkah kan kaki kanan kalian. " Dia mencontoh kan dan beberapa gerakan lain juga.
Mereka berlatih sampai pagi dan ketika pagi telah tiba mereka melakukan peningkatan kultivasi. Untuk hitungan di dalam Kediaman Xue maka kekuatan mereka saat ini masih belum ada apa apa.
Di sisi lain, seorang pria bangun dari tidur nya dan di samping nya ada pria lain.
"Tuan, maaf kan aku karena datang terlambat. Tim kami di halangi oleh orang lain. " Kata pria yang sedang berdiri dengan rasa bersalah.
"Tidak apa apa, kau selidiki orang ini. Nama nya adalah Fenghuang, cari tahu semua nya tentang wanita ini. " Kata pria yang duduk di kasur dengan dingin.
"Baik tuan, dalam waktu 3 hari aku akan memberi kabar lanjutan. " Kata pria yang berdiri sebelum menghilang.
"Kau sangat menarik Fenghuang, aku akan balas budi di masa depan. " Kata pria itu, itu adalah ketua Sekte Lingyun, Liu Long.
Pria itu memiliki wajah yang halus dan sangat menawan di bawah sinar matahari yang indah. Jubah hitam nya berkibar kala di terpa oleh angin.
Banyak sekali orang yang terpesona pada nya. Semalam, dia di serang oleh sebuah kelompok misterius.
Dan itu hanya bisa dia hubung kan dengan orang paling kaya di tempat ini, Kekaisaran. Untung lah ada gadis itu yang menolong nya dari bencana.
Jika tidak maka tidak akan ada yang tahu seperti apa dia nanti.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 347 Episodes
Comments
Anyaaa
lanjut
2021-06-29
8
Anonim • Lika
Xue Fenghuang, aku padamu
2021-05-27
16