"Ayo, aku akan mengantar mu nona kecil. " Kata Jing Luyan setelah Tetua Ling menyerah kan sebuah tanda pengenal serta kunci rumah dengan tulisan 312.
Di perjalanan , mereka di tatap aneh dan iri oleh banyak orang.
"Nona kecil, kau tinggal menunjuk kan tanda pengenal milik ku pada orang orang yang menganggu mu. Ingat, jangan membunuh seseorang dan melukai seseorang terlalu ekstrim. " Kata Jing Luyan.
"Tergantung, jika mereka kelewatan maka aku tidak akan keberatan membuat mereka menderita. Bahkan melebihi rasa sakit akibat kematian. " Ucap nya dengan seringaian.
"Ha ha ha kau sangat menarik nona kecil, aku menunggu pertunjukan yang akan kau ada kan, nona kecil. " Kata Jing Luyan sambil terkekeh.
"Sayang sekali Tuan Jing, aku bukan penghibur mu. " Ucap nya dengan dingin.
Jing Luyan hanya terkekeh sebelum dia melihat banyak rumah dengan tulisan angka di atas nya, dia mencari rumah dengan tulisan 312.
"Tuan Jing , terima kasih karena telah mengantar ku. " Ucap nya dengan sopan.
"Ya, aku akan pergi sekarang. Jaga diri mu baik baik atau aku mungkin akan di potong oleh kedua sahabat ku. " Kata Jing Luyan sambil terkekeh sebelum sepenuh nya menghilang.
Setelah memastikan kalau Jing Luyan sepenuh nya telah pergi, dia membuka jendela kala melihat burung merpati putih yang sedang terbang ke arah nya dengan sangat cepat.
Tidak lama, merpati putih itu memberikan surat yang di gigit nya. Dia membuka surat itu dan melihat kalau ada segel cap yang bergambar phoenix.
'Nona, Kekaisaran mulai melakukan pembatasan terhadap perdagangan kita. Kami mendengar kalau Kekaisaran akan mengirim kan pasukan untuk mempersulit perdagangan kita yang baru berkembang ke 3 kota lain. ' Begitu lah tulis pesan tersebut.
"Zhu Renming ! Aku tidak pernah berselisih dengan mu. Tapi, karena kau benar benar menginginkan kematian maka aku tidak akan keberatan !" Ucap nya dengan geram sebelum membakar surat itu.
Zhu Renming adalah ayah Zhu Xinglian yang merupakan Kaisar Zhu.
Tidak ada yang bisa menghalangi rencana sempurna nya, bahkan jika itu adalah kaisar sendiri !
Dia berjalan keluar dengan pakaian serba hitam nya menuju pusat Misi. Banyak sekali orang orang yang menatap nya dan membicarakan nya.
"Dia adalah orang yang Ketua Sekte sambut secara pribadi. " Kata salah satu dengan suara besar.
"Dia pasti menggoda Ketua sekte. " Kata yang lain dengan sinis, dia hanya diam sampai akhir nya ada seseorang yang menghalangi langkah nya.
"Hei murid baru ! Apa yang kau lakukan pada Ketua sekte ? Apa kau menggoda nya ? Aku lihat kau tidak lebih baik dari ku. " Kata seorang wanita sambil menunjuk nunjuk nya.
"Apa kau iri ? " Tanya nya dengan dingin.
"Hmph ! Iri dengan mu ? Bahkan kau tidak layak untuk menjilat sepatu ku !" Kata wanita itu dengan marah.
"Ck, seseorang kampungan. Benar benar menghabis kan waktu untuk menghabis kan waktu dengan mu. " Dengus nya, dia menabur kan beberapa bubuk secara sembunyi sembunyi.
"Kau ! Kau ! Arghhh, kenapa dada ku sangat sakit ? Kenapa wajah ku sangat panas ?!" Teriak wanita itu.
"Selamat tinggal orang kampungan, aku tidak punya waktu untuk mengurusi mu. Jika aku bertemu dengan mu di masa depan maka aku akan mematahkan setiap inci tulang mu dengan cara yang mengerikan. " Ucap nya dengan kekehan lalu berjalan pergi.
"Kau ! Ayah ku adalah tetua di sini ! Aku akan membunuh mu !" Teriak wanita itu.
"Urusi diri mu sendiri, aku takut, kau yang akan mengemis di bawah kaki ku. " Ucap nya lalu berjalan pergi dan menghilang sepenuh nya.
Dia pergi ke pusat misi dan melihat kalau ada sangat banyak misi yang tertera, dia mengambil 3 misi sekaligus.
Misi pertama : mengumpul kan 100 inti monster
hadiah : uang dan 100 poin
Misi kedua : Memetik 100 Akar Ginseng Darah
hadiah : uang dan 100 poin
Misi Ketiga : Bantu Desa Hujan yang sedang mendapat kan serangan dari monster.
hadiah : Uang dan 150 poin
Masing masing di beri waktu 1 bulan kecuali yang misi ketiga, waktu nya hanya 15 hari.
"Tetua, aku mengambil 3 tugas ini. " Ucap nya.
"Hm, serah kan tanda pengenal mu. " Kata tetua itu dengan datar.
Dia menyerah kan tanda pengenal nya dan berjalan pergi setelah tanda pengenal nya di kembali kan. Sesampai nya di luar, dia mengambil kuda nya terlebih dahulu.
"Hei, kau tampak nya menjadi lebih baik. " Ucap nya pada kuda hitam itu.
Kuda hitam itu hanya meringkik dengan lesu seolah olah tidak senang dan menempel kan kepala nya di bahu nya.
"Ayo, jangan manja lagi. Kita akan berpetualang. " Ucap nya, kuda hitam itu langsung bersemangat.
Dia menaiki kuda nya dan kuda nya membela murid murid yang berniat berjalan keluar dengan jalan kaki.
"Mau kemana ?" Tanya penjaga.
"Tugas !" Ucap nya sambil menunjuk kan 3 kertas misi yang di ambil nya.
"Silakan !" Kata mereka dan membuka gerbang dengan segera.
Dia memacu kuda nya untuk lebih cepat, pakaian serta rambut nya berkibar dengan anggun seolah olah dia adalah Dewi Kematian yang datang ke dunia untuk mencabut nyawa orang orang.
Jalur perdagangan milik nya berada di dekat Sekte Tianwen, hanya perlu waktu 1 jam sebelum akhir nya sampai ke jalur itu.
Memang, dia berniat untuk membuka cabang di kota Mu Jin ( Kayu Emas ) , mungkin perkembangan toko nya yang terlalu pesat telah menarik perhatian dari Kaisar.
"Kuda Hitam, percepat langkah mu !" Ucap nya , kuda itu mengangkat kedua kaki nya sebelum berlari lebih cepat.
Monster monster tidak ada yang berani mendekati nya dan kuda hitam. Tidak lama, dia merasa kalau mendengar suara dentingan pedang.
"Kuda Hitam ! Ambil jalur Utara !" Perintah nya, kuda itu tampak nya mengerti dan segera mengubah arah jalan nya.
Dia bisa melihat dari balik semak semak kalau ada seseorang yang menggunakan pakaian dengan lambang Phoenix yang sangat mengkilat.
Itu sangat kecil tapi menarik perhatian, itu sudah cukup untuk nya membuktikan kalau orang di depan benar benar anak buah nya.
Dia menyuruh kuda hitam untuk meloncat, Xue Fenghuang mengeluarkan pedang nya dan menebas kepala seseorang.
"Nona Ketua !" Teriak para pengikut nya dengan terkejut dan segera berlutut.
"Kalian semua bangun, aku tidak menyangka kalau Kekaisaran Zhu menggunakan cara yang begitu kotor. " Ucap nya sambil terkekeh pada seseorang dengan pakaian serba hitam dan penutup wajah.
"Siapa kau ?! Apa kau Ketua Toko Phoenix Salju ? Aku tidak menyangka kalau Ketua nya adalah seorang wanita. Apa yang bisa di lakukan oleh wanita seperti mu ?" Tanya seseorang dengan meremehkan.
"Tentu saja aku tidak bisa melakukan apa apa, paling paling hanya bisa menebas kepala kalian saja. " Ucap nya dengan tenang dan tidak marah.
"Kami tidak akan sungkan meski pun kau seorang wanita ! Kalian, tidak mengetahui yang mana yang baik ! Kaisar sudah berbaik hati ingin melepas kan kalian dengan syarat menyerah kan kendali toko pada Kekaisaran tapi kalian bahkan tidak memberi nya wajah !" Kata orang itu.
"Ck, memang nya wajah Zhu Renming kemana ? Apa kah bajingan itu sudah memotong wajah nya dan memberikan nya sebagai makanan anjing ? " Tanya nya dengan sinis.
"Kau ! Kaisar kami pasti tidak akan melepas kan mu, dasar wanita murahan !" Teriak pria itu dengan marah.
"Yang aku ejek adalah Zhu Renming, kenapa kau yang tersinggung ? Sekarang aku tanya pada mu, jika kau mati, apa kah Kaisar yang sangat kau sayang itu akan memerdulikan keluarga mu ?" Tanya nya.
"Tentu saja Yang Mulia pasti akan peduli !" Kata pria itu tanpa ragu ragu.
"Menurut mu, berapa banyak ada orang yang setia dengan Kaisar ? Pasti lebih dari seribu bukan ? Jika semua nya mati , apa kah dia akan peduli dengan keluarga mu ? Aku yakin, Kaisar pasti lebih sayang uang nya untuk mengembangkan kekuatan militer nya. Jika kau tidak percaya maka kita bisa mencoba nya sekarang, aku akan membunuh mu dan kau lihat apa yang terjadi dengan keluarga mu dari dunia akhirat. Bagai mana dengan tawaran ku ?" Tanya nya dengan dingin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 347 Episodes
Comments
Indah Hidayat
si mc seolah olah merasa dirinya Tuhan...dan utk anak 13 th dgn kemudahan yg fi dpt terasa lebay, malah tfk ada tantangan.
2022-07-01
2
Mocca
hehehe
2022-03-30
3
senja
Kaisar kek gt karna gak mau disaingi lagi ya?
2021-11-06
5