Keesokan hari nya, dia berjalan dengan santai menuju pintu dan tidak mengantri dengan orang orang.
"Apa kah orang itu gila ?" Tanya orang di sebelah nya sambil menunjuk nunjuk nya.
"Dia berpikir diri nya bisa masuk tanpa mengantri ?" Tanya yang lain dengan sinis.
Dia diam dan terus melanjut kan jalan nya, sampai melihat musuh nya, Yun Xiang
"Apa yang kau lakukan nona Xue ? Apa kah anda berpikir kalau anak Tuan Xue tidak perlu mengantri ?" Tanya Yun Xiang dengan sinis.
"Nona Yun, apa yang anda maksud ? " Tanya nya pura pura tidak tahu.
"Anda harus mengantri dari belakang, tidak peduli apa pun yang kau kata kan. " Kata Yun Liuning sambil tertawa puas.
Dari belakang, datang seorang pria paruh baya dengan wajah angkuh.
"Nona Xue, saya pikir anda benar benar pintar seperti kakak perempuan anda. Ternyata anda sangat berbeda dengan nya. " Kata pria paruh baya itu.
Jika dia tidak salah maka itu seharus nya adalah Yun Liuning.
"Tetua Yun, tentu saja kami berbeda. Aku dengar dari seseorang kalau aku tidak perlu mengantri lagi ?" Tanya nya.
"Ha ha ah, anda pasti telah di tipu oleh orang itu. Kami akan mengusut siapa yang mengatakan itu pada mu, tidak ada murid yang bisa masuk tanpa penilaian ku !" Kata Tetuan Yun dengan angkuh.
"Apa maksud mu ?! Apa kah aku tidak bisa membawa murid tanpa penilaian mu ?!" Tanya suara pria halus dari belakang Tetua Yun.
Tentu saja dia sudah tahu kalau Jing Luyan sudah datang sejak tadi, dia ingin melihat reaksi pemuda itu terhadap sikap sombong Tetua Yun.
"Siapa itu ?! Berani nya -" Ucapan Tetua Yun terpotonh kala melihat kedatangan Jing Luyan dengan wajah marah.
"Maaf kan aku Ketua karena sudah tidak sopan. " Kata Tetua Yun langsung berlutut di depan Jing Luyan.
Orang orang di sebelah nya langsung berbisik bisik saat melihat penampilan Jing Luyan yang bagai kan seorang pahlawan.
"Nona Xue, aku terlambat menjemput anda. " Kata Jing Luyan.
"Tuan Jing terlalu sungkan, seharus nya aku yang berterima kasih pada Tuan Jing karena sudah menjemput ku secara pribadi. "Kata nya sambil memberi hormat.
"Tetua Yun, Xue Fenghuang adalah seseorang yang aku undang secara pribadi. Dia tidak perlu penilaian mu lagi bukan ?" Sindir Jing Luyan.
"Te tentu saja Ketua Sekte, maaf kan kelancangan aku dan anak ku terhadap nona Xue. " Kata Tetua Yun dengaan gemetar.
"Ya, kau pasti kan dengan baik penilaian hari ini. Jika aku melihat ada kesalahan, maka kau harus siap siap mengambil hukuman mu ,Tetua Yun. " Kata Jing Luyan dengan halus tapi tegas.
Dia berjalan mengikuti Jing Luyan dari belakang.
"Nona Xue, dengan temperamen anda maka seharus nya anda bisa menyelesaikan masalah tadi dengan mudah bukan ?" Tanya Jing Luyan.
"Tuan Jing, anda sudah datang. Bukan kah tidak baik jika aku mengacuh kan mu ?" Tanya nya sambil tersenyum tipis.
"Nona Xue, aku dengar dari teman ku kalau wajah mu sudah sembuh. Kenapa kau tidak melepas kan cadar mu ?" Tanya Jing Luyan.
"Apa kah pertanyaan ini adalah ujian ku untuk masuk ke dalam sekte ?" Tanya nya balik dengan tenang tapi penuh dengan ancaman.
"Tentu saja tidak, jangan tersinggung Nona Xue. Perkembangan kultivasi anda tampak nya semakin baik dalam waktu belakangan ini. " Kata Jing Luyan.
"Tentu saja, saya harus melawan salah satu murid dalam anda dalam waktu 11 bulan. Lalu dalam waktu 12 bulan lagi adalah ulang tahun ku dan 14 bulan lagi adalah waktu untuk perburuan Kekaisaran. 15 bulan lagi adalah waktu pangeran Mahkota untuk mencari pendamping. " Kata nya dengan tenang.
Wajah Jing Luyan tampak sedikit menegang sebelum kembali tenang dengan senyum menyejukkan nya.
"Apa kah nona Xue berniat untuk mencalonkan diri sebagai calon putri Mahkota ?" Tanya Jing Luyan.
"Apa kah Tuan Jing penasaran ? Mendekat lah. " Ucap nya.
Dan dengan bodoh nya, Jing Luyan mendekat kan telinga nya ke bibir nya.
"Bukan urusan anda. " Bisik nya lalu terkekeh.
Wajah Jing Luyan tampak cemberut sebelum kembali ceria seperti biasa nya.
"Nona Xue, aku tahu kalau kau tidak mungkin ingin menjadi Putri Mahkota. Bagai mana kalau kau menjadi calon istri ku saja ?" Tanya Jing Luyan dengan senyum nakal nya.
"He he he, sayang nya aku tidak tertarik Tuan Jing. " Ucap nya dengan santai.
Wajah Jing Luyan tampak terluka yang di buat buat.
"Anda benar benar kejam Nona Xue, bahkan menolak dengan langsung. Apa kah anda tahu berapa banyak orang yang ingin menjadi istri ku ?" Tanya Jing Luyan lagi.
"Tidak dan tidak ingin tahu. Tuan Jing, kenapa anda terus bertanya tentang istri ? Apa kah anda jatuh cinta pada ku ?" Goda nya balik pada Jing Luyan.
"A aku tidak !" Kata Jing Luyan dengan wajah memerah.
Dia tertawa lepas, baru kali ini dia tertawa lepas setelah sampai di dunia yang penuh darah ini.
"Aku tidak tahu kalau Ketua Sekte Tianwen yang terkenal dengan ketegasan nya sangat mudah untuk di goda. " Goda nya lagi pada Jing Luyan.
"Sudah lah, nona kecil, anda terlalu nakal. Untung lah saya adalah pria yang terhormat. " Kata Jing Luyan mengalihkan perkataan nya.
"Ck, anda hanya malu untuk mengakui itu semua. Itu adalah hal yang umum, banyak orang yang sering melakukan itu dengan biasa saja. " Ucap nya dengan sinis.
"Nona kecil, ayo lah. Kita akan pergi membuat tanda identitas mu. " Kata Jing Luyan.
Jing Luyan menarik tangan nya yang membuat perhatian terarah pada mereka semua. Tapi pemuda itu tampak nya tak peduli dengan reaksi orang orang dan terus menarik nya.
Jing Luyan mengajak nya ke sebuah meja yang ada seorang pria tua.
"Hormat kepada Ketua sekte. " Kata tetua itu dengan sopan.
"Tetua Ling, siap kan identitas untuk nya. Dia akan menjadi murid dalam sejak sekarang. " Kata Jing Luyan.
Dia terkejut dengan ini, kekuatan nya baru tingkat dua penempaan tulang.
"Tuan Jing, saya baru tingkat dua penempaan Tulang, bagai mana mungkin saya bisa langsung masuk ke murid dalam ?" Tanya nya.
"Anda mengatakan kalau saya salah ? Umur anda baru berumur 13 tahun nona kecil. Lalu, anda harus berkultivasi bukan ?" Tanya Jing Luyan dengan dingin.
"Ya, tapi kan ini tidak adil dengan yang lain, bukan ?" Tanya nya.
Dia tidak ingin mencari masalah untuk sementara, jika dia benar benar langsung masuk ke murid dalam maka mungkin dia akan mendapat kan banyak masalah yang tidak di butuh kan.
"Dengar kan perkataan ku, aku sudah mempertimbangkan semua nya dengan baik. Jika aku ingin maka aku bisa membawa mu sebagai murid inti sekarang juga. " Kata Jing Luyan dengan gila.
"Dasar gila, terserah diri mu saja. Aku tidak peduli lagi. " Ucap nya dengan kesal.
Bagai mana tidak kesal, pria di sebelah nya ini benar benar tidak memikir kan perasaan nya.
"Nona Xue, karena mulai sekarang anda adalah murid dalam maka anda mendapat kan satu rumah untuk anda sendiri. Lalu, anda bisa berkultivasi di Pagoda Kultivasi lantai 3 ,1 jam setiap hari. " Kata tetua Ling.
"Pagoda Kultivasi ?" Tanya nya dengan bingung.
"Pagoda Kultivasi adalah sesuatu yang hanya di miliki oleh Sekte Tianwen kami. Kau tidak akan bisa menemukan tempat lain dengan Pagoda Kultivasi di daratan ini. Tempat itu di penuhi dengan Qi yang sangat baik untuk berlatih, jika anda ingin berkultivasi di sana maka akan di sedia kan gratis untuk lantai 1 dan 2. Sedang kan lantai 3 harus membayar 100 poin setiap jam nya, lantai 4 harus membayar 150 poin setiap jam nya, lantai 5 harus membayar 200 poin. " Kata Jing Luyan dengan penuh kebanggaan.
"Poin hanya bisa di dapat kan jika kau mengerjakan misi yang berada di pusat misi. " Lanjut Tetua Ling menjelaskan.
"Ah ternyata begitu, aku mengerti. Terima kasih tetua Ling dan Tuan Jing. " Ucap nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 347 Episodes
Comments
Indah Hidayat
agak lebay fasilitas yg didpt si mc yg masih bocil...dan godaannya kok spt wnt dewasa yg nakal. sbg wanita tdk anggun
2023-07-30
0
Yen
...
2023-03-06
0
Do'a Suchi
Aku Kira ketua Jing itu kakek" ternyata msh lajang Masih Muda 🤣🤣🤣
2022-12-13
0