"Kenapa tubuh kalian bergetar seperti itu ?" Tanya nya dengan bingung.
"No nona, apa yang anda lakukan ? Kenapa anda menjilat darah pelayan itu ?" Tanya Le Ning dengan gemetar.
"Oh soal itu, tidak ada alasan khusus. Dulu , aku memiliki sahabat dengan hobi yang sama, beda nya jika aku meminum darah musuh maka dia meminum darah sahabat nya sendiri. " Ucap nya sambil terkekeh. Tentu saja yang dia sindir di sini adalah Xue Ling di Abad ke 21.
"Lain kali, kalian harus terbiasa dengan hobi ku yang satu ini. Ayo pergi, jangan tinggal kan jejak. " Ucap nya dengan tenang.
Para pelayan nya memaksakan diri untuk berjalan karena perintah nya, tiba tiba jalan mereka kembali di halangi oleh seseorang.
Kali ini ada sekitar 10 pria, yang sedang menodong kan senjata ke arah mereka tapi dia tidak panik.
"Nona nona, kami tidak akan mengatakan sesuatu yang tidak pantas, tapi tolong beri kami beberapa uang atau makanan. Belakangan ini, kelompok kami terus terusan di kejar oleh monster yang membuat kami kelaparan. " Kata salah satu pria.
"Kalian kelaparan ? Bagai mana kalau membuat perjanjian ?" Tanya nya dengan ide cemerlang.
"Apa itu ?" Tanya pria itu tidak sabaran.
"Kalian menjadi bawahan ku dan aku akan memberikan tempat tinggal serta makanan. " Kata nya.
Pria itu tampak merenung sebelum mendiskusi kan nya dengan saudara saudara nya yang lain.
"Kami setuju, dengan syarat kau tidak boleh menyiksa salah satu saudara ku. " Kata pria itu.
"Baik, tidak masalah. Aku hanya ingin kalian melindungi sebuah toko. Ini, datang lah ke toko Phoenix Salju, besok. " Ucap nya sambil melempar sebungkus yang berisi beberapa puluh keping perak.
"Terima kasih nona, kami pasti akan membalas kebaikan anda. " Kata Kepala bandit itu sebelum berjalan pergi.
"Nona, bagai mana kalau mereka tidak datang ke toko ?"Tanya Le Ning.
"Jika mereka benar benar tidak datang, maka anggap saja kalau aku sedang bersedekah. " Ucap nya dengan acuh tak acuh lalu melanjut kan perjalanan mereka.
Mereka pulang ketika malam sudah sepenuh nya menghampiri. Tidak ada yang sadar akan pergerakan yang mereka lakukan.
"Nona, air hangat sudah siap untuk anda. " Kata Le Ning.
"Baik." Jawab nya, dia melepas kan pakaian luar nya dan hanya menyisakan pakaian dalam sebelum melangkah ke dalam bak mandi.
Keesokan hari nya, dia datang seperti biasa dan mulai meningkat kan kultivasi nya dengan giat. Para bandit gunung itu datang ke Toko sesuai janji.
Dari sini saja dapat di lihat kesetiaan mereka, tidak buruk untuk menjadikan mereka sebagai bawahan.
"Bagai mana dengan perkembangan toko ?" Tanya nya.
"Semua nya baik nona. " Kata Le Ning.
1 Bulan Kemudian
Sudah waktu nya untuk masuk ke dalam Sekte Tianwen, dia sudah mendapat kan satu salinan Seni Bela Diri yang bernama Pedang Es Tajam.
Memiliki 12 gerakan yang indah dan membentuk Phoenix.
"Nona, cepat lah kembali. Jika, anda membutuh kan sesuatu maka hanya perlu meminta nya di Toko Phoenix Salju. " Kata Paman Yun.
"Ya, aku pasti akan datang kemari dalam waktu seminggu sekali untuk mengisi stok barang. " Ucap nya.
"Sampai ketemu lagi nanti. " Ucap nya, dia berjalan dengan sebuah cincin di tangan nya.
Itu adalah cincin ruang, dia mendapat kan informasi kalau Xue Ling dan si Yun itu sudah memasuki tingkat murid dalam.
Tingkat murid di dalam Sekte:
murid luar
murid dalam
murid inti
Murid inti berjumlah tidak banyak dan hanya orang orang yang berada di Ranah Jiwa bisa masuk ke dalam murid inti.
Kekuatan nya sudah berada di tingkat 2 Penempaan Tulang. Masih ada banyak waktu untuk menyamakan kekuatan nya dengan si Yun itu.
Dia berjalan menuju Sekte Tianwen dengan kuda, sekte ini agak tersembunyi dari tempat tempat umum sehingga harus naik kuda.
Dia bisa melihat banyak monster serta banyak orang yang berjalan dengan arah yang sama dengan nya. Ini adalah waktu pembukaan daftar bagi Sekte Tianwen.
Sekte Tianwen hanya membuka pendaftaran 2 kali tiap tahun dan hanya 10 murid yang di Terima. Dia menggunakan cadar dengan pakaian hitam kesayangan nya.
Dia mendengus kala melihat banyak orang yang datang di kawal.
"Bahkan aku yang seorang putri tuan Wali Kota tidak mendapat kan kawalan yang layak. " Dengus nya.
"Semua nya terlalu buruk dan berlebihan, yang mendaftar hanya 1 orang tapi yang ikut bahkan lebih dari 10 orang. " Ucap nya, dia mempercepat laju kuda nya.
Meski pun baru dua kali berkuda tapi kemampuan berkuda nya sangat baik, hanya perlu 3 jam untuk sampai ke sekte Tianwen.
Sesampai nya di sana, dia bisa melihat banyak sekali tuan muda atau nona muda yang berniat untuk mendaftar.
Kemungkinan untuk bertemu dengan Xue Ling juga besar jika dia masuk di sini. Tapi dia tidak mempunyai pilihan lain bukan ?
Untuk melebar kan kekuasaan nya, dia harus pergi dari kediaman Xue agar lebih bebas untuk melebar kan sayap nya.
Dia berjalan menuju kota, masih ada waktu 1 hari untuk pendaftaran benar benar di buka. Dia akan mencari penginapan dan memberi makan kuda nya.
"Hei, apa yang kau lakukan ?" Tanya nya pada kuda hitam di samping nya.
Kuda nya ini sangat manja dan menginginkan makanan enak serta arak berharga. Benar benar menghabis kan uang , tapi mau bagai mana lagi.
"Ingat, kau baru makan tadi. Jika kau masih merengek maka aku tidak akan segan untuk memotong mu. " Gertak nya pada kuda hitam.
Kuda hitam itu tampak memasang wajah menyedihkan sebelum kembali tersenyum dengan riang.
Dia menghela nafas, belakangan ini, rutinitas nya selalu sama dan itu membuat nya sangat bosan. Dia menarik tapi kuda menuju sebuah penginapan yang tampak sangat ramai.
Ini adalah ibu kota Sekte Tianwen. Mereka mendapat kan uang dari sini dan mereka mendapat kan informasi dari sini.
Harus dia akui kalau kemampuan Tuan Jing sangat hebat dalam mengelola ekonomi, bahkan bisa membuat pasar di tengah hutan seperti ini menjadi sangat ramai.
"Nona, apa kah anda ingin penginapan ?" Tanya seorang pelayan menghampiri nya.
"Ya, beri kan aku satu kamar. " Ucap nya.
"Baik nona, harga nya satu keping emas. " Kata pelayan itu.
Dia memang sudah mendengar kalau barang di sini jauh lebih mahal, tapi tidak menyangka kalau akan semahal ini.
Tapi mau tidak mau dia masih mengeluarkan uang nya dan membayar nya.
"Ini nona kunci kamar nya dan beri kan kuda anda pada saya. Penginapan menyediakan tempat untuk Kuda, kuda akan di beri makan 3 kali sehari. " Kata pelayan itu menjelaskan.
Dia mengangguk dan menyerah kan tapi kuda pada pelayan itu. Kuda hitam tampak agak tidak rela dengan perpisahan mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 347 Episodes
Comments
Anonymous
hebat,kuda minum arak🤔gk mabuk gitu kudanya😁
2021-10-03
4
EL CASANDRA
kudanya gaul mintanya makanan enak sama arak, emang beda dari yang lain...pantes aja kalo nih kuda gk akan rela pisah sm Fenghuang😌
2021-09-03
8
el_shiraz
terusss semangatt ... 👍
2021-07-05
9