Xue Fenghuang yang melangkah dengan anggun dan indah, setiap gerakan nya tampak seperti burung merak yang indah.
Riasan nya sangat tipis tapi cukup untuk membuat nya menjadi pemeran utama di balik makan malam kali ini.
Mata nya memancar kan belas kasih dan lemah lembut. Tapi hati nya dan otak nya lain dengan tatapan nya.
Sesampai nya di aula makan semua nya sudah tiba kecuali Putra Mahkota.
"Maaf kan keterlambatan saya. " Ucap nya dengan sopan dan membungkuk di depan semua orang.
"Huh, kenapa kau menggunakan cadar ? Kenapa tidak menunjuk kan wajah jelek mu saja ?!" Tanya Xue Ling dengan sinis.
"Kakak perempuan, bagai mana mungkin anda begitu kasar dengan saya ? Saya tidak akan mengambil hati dengan kata kata kakak perempuan. "Jawab nya dengan tenang.
Jika itu Xue Fenghuang sebelum nya maka, itu seharus nya dia sudah murka dan mencabik cabik Xue Ling.
Tapi dia bukan lah Xue Fenghuang yang asli, seorang sampah kecil seperti Xue Fenghuang bahkan tidak pantas untuk membuat nya marah.
"Xue Ling ! Apa maksud kata kata mu pada adik kedua mu ?!" Tegur Xue Longque dengan tidak senang.
"Ayah, baik lah. " Kata Xue Ling sambil cemberut ketika melihat ekspresi ayah nya.
Tiba tiba kegaduhan terdengar dan masuk lah seorang pria tampan dengan aura Agung dan di belakang nya adalah pria tua.
"Hormat kepada Putra Mahkota !" Kata Xue Longque memimpin dan menunduk kan kepala nya.
"Paman Xue , anda terlalu sungkan. Kita masih memiliki hubungan darah. Ibu saya adalah anggota Keluarga Xue anda. " Kata Putra Mahkota.
Permaisuri saat ini adalah Xue Rongrong yang merupakan adik dari Xue Longque. Ini lah yang membuat Xue Longque memiliki reputasi yang sangat baik.
Tatapan nya menajam kala melihat Putra Mahkota dan wajah nya berubah menjadi muram. Tapi itu hanya sementara sebelum kembali berubah seperti biasa.
Itu adalah Putra Mahkota, Zhu Xinglian.
"Paman Xue, aku dengar anda akan mengirim kan nona pertama Kediaman Tuan Wali Kota untuk mengikuti pemilihan menjadi permaisuri ku. " Kata Zhu Xinglian.
Dia merasa terkejut, mereka masih bisa di bilang sebagai sepupu tapi kenapa mereka boleh menikah ? Seharus nya jika berada di dunia sebelum nya, ini seharus nya di larang bukan ?
Apa kah semua nya terbalik ? Dia tidak bisa memikir kan hal lain. Ini benar benar menakuti nya sampai setengah mati.
"Ah, benar. Tapi tidak tahu apa kah Ling'er pantas untuk hal itu. " Kata Xue Longque dengan tenang.
"Tentu saja pantas, wajah nya cantik dan sudah memasuki perguruan Tianwen di umur yang masih muda. " Kata Zhu Xinglian terus menerus bertatapan dengan Xue Ling sebelum tatapan pria itu tertuju pada nya.
"Paman, siapa ini ? Kenapa kecantikan nya tidak kalah dari Ling'er ?" Tanya Zhu Xinglian tanpa rasa malu.
Dia mengumpat di dalam hati, karena pria ini masih sama saja dengan dulu. Sama sama bajingan !
"I ini adalah putri kedua ku, Xue Fenghuang. " Kata Xue Longque.
"Senang bertemu dengan mu nona Fenghuang, aku dengar nona memiliki banyak bintik hitam di wajah mu. Apa karena itu anda memakai cadar ?" Tanya Zhu Xinglian.
"Menjawab Putra Mahkota, aku takut akan merusak selera makan mu karena melihat wajah ku yang buruk rupa ini. Maaf kan atas kelancangan ku karena menggunakan cadar di hadapan mu. " Dia menangkup kan tangan di depan dada sebagai permintaan maaf.
"Tidak apa apa, aku senang dengan perhatian mu. " Kata Zhu Xinglian tampak tidak kecewa.
Padahal dia Ingin membuat laki laki di depan nya ini kecewa dengan wajah nya yang jelek sehingga pergi menjauh dengan nya.
Dia takut akan melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan rencana nya bila berdekatan dengan pria gila ini.
"Pelayan, siap kan makanan !" Teriak Xue Longque memecah kan keheningan.
Para pelayan buru buru menghidang kan berbagai makanan yang nampak sangat lezat. Putra Mahkota di persilakan untuk makan terlebih dahulu.
Sedang kan dia, berpura pura kalau kaki nya terasa gatal dan tidak langsung makan. Tiba tiba, semua nya menjadi histeris ketika melihat wajah Putra Mahkota yang tampan berubah menjadi di penuhi bintik merah.
"Ah !! Apa yang terjadi ?!" Teriak pria tua yang ikut dengan Putra Mahkota.
"Racun ! Racun !" Teriak salah satu pelayan.
"Geledah seluruh rumah Tuan Wali Kota !" Perintah pria tua itu.
"Putra Mahkota, ayo kita pulang dan membiar kan tabib Kekaisaran menyembuh kan wajah anda. " Kata pria tua itu dengan buru buru.
"Tuan Wali Kota, jika ada apa apa dengan Putra Mahkota maka anda harus siap untuk menerima hukuman !" Teriak pria tua itu.
"Tidak mungkin, kami akan segera mengusut hal ini segera. " Kata Xue Longque dengan wajah pucat.
Dia hanya duduk dengan tenang dan menyesap teh nya sebelum berdiri.
"Astaga ! Apa yang terjadi dengan wajah anda kakak perempuan ?!" Teriak nya dengan suara lantang sehingga semua orang bisa mendengar nya.
"Hah ? Astaga ! Apa yang terjadi dengan ku ?!!!" Teriak Xue Ling dengan histeris sebelum jatuh pingsan saat melihat bayangan nya sendiri di kolam.
Lin Yi pun segera membawa anak nya dengan wajah sedih.
"Tuan, anda harus segera mencari tabib atau wajah Xue Ling akan segera cacat !" Kata Lin Yi dengan air mata yang segera mengalir.
"Baik, baik kau tenang saja. Aku pasti akan segera mencari tabib untuk nya !" Kata Xue Longque ikut panik dan memerintah kan beberapa anggota nya untuk mencari tabib ternama.
Orang orang sibuk dengan urusan nya sendiri, dia merasa tidak ada urusan lagi di sini.
"Ayah ,aku akan segera beristirahat. " Ucap nya dengan wajah yang menunjuk kan kelelahan yang luar biasa.
"Istirahat lah dan kunci pintu kamar mu untuk mencegah orang jahat. " Kata Xue Longque dengan khawatir.
"Ayah ,anda tenang saja aku akan baik baik saja. Lagi pula, jika anda lupa, pintu 'kamar' saya tidak memiliki kunci. "Ucap nya sambil menekan kan kata kamar.
"Fenghuang, tidur lah sementara di dalam Paviliun Teratai. Di sana memang belum di bersih kan dan di rapih kan tapi pasti akan lebih baik. Besok akan ku suruh mereka untuk membersihkan . " Kata Xue Longque sambil menyerah kan kunci pada nya.
"Terima kasih banyak ayah, aku senang sekali karena bisa tinggal di kediaman mendiang ibu ku. " Kata nya berpura pura senang.
"Ya, istirahat lah lebih dulu. Aku tahu kau sangat elah. " Kata Xue Longque dengan iba.
Dia menunduk sebelum membalik kan tubuh nya, setelah itu seluruh wajah menyedihkan nya telah sepenuh nya hilang.
Dia berjalan menuju Paviliun Teratai, di sini tidak terlalu kotor hanya sedikit berdebu. Berbagai peralatan yang di guna kan oleh mendiang ibu nya masih sangat utuh.
Dia membaringkan tubuh nya yang merasa sangat lelah di kasur empuk milik mendiang ibu nya, seluruh tubuh nya terasa nyaman dan hangat.
Di sisi lain, Tuan Wali Kota semakin di gempar kan oleh keberadaan racun bubuk yang serupa berada di dalam kamar Xue Ling.
"Tuan Wali Kota, anak anda harus di masuk kan di dalam penjara untuk sementara. " Kata Menteri Hukum.
"Tuan Liu, mohon keringanan anda. Anak ku, Xue Ling tidak pernah melakukan hal jahat seperti ini apa lagi dia juga di racuni oleh racun yang serupa. " Kata Xue Longque.
"Tidak ada alasan, ini adalah perintah dari Kaisar secara langsung. Anda dapat pergi ke pengadilan dan meminta pengampunan Kaisar besok. " Kata Tuan Liu tanpa ingin bantahan dan menyeret Xue Ling dengan paksa.
Xue Ling yang sedang pingsan tidak mengetahui kalau dia akan di seret ke dalam penjara. Lin Yi yang melihat nasib putri nya menangis dengan histeris sebelum pingsan dan di bawa ke kamar untuk di rawat.
"Kalian, bawa nyonya kalian untuk beristirahat. " Perintah Xue Longque dengan wajah muram pada pelayan nya.
"Baik tuan. "
"Tuan Liu, aku mohon anda pertimbang kan baik baik. Dia adalah keponakan ku, bagai mana mungkin aku berniat meracuni nya ? Lagi pula, Xue Ling sudah lama bersama dengan Putra Mahkota. " Kata Xue Longque masih berusah meminta pengampunan.
"Anda dapat menjelaskan nya besok di pengadilan di hadapan Kaisar dan Permaisuri. " Kata Menteri Hakim tidak peduli dan pergi sambil menyeret Xue Ling.
Xue Longque jatuh terduduk di kursi dengan lemas melihat kondisi putri tertua nya yang masuk ke dalam penjara.
Dia merasa kalau seluruh reputasi nya yang telah dia bangun dengan susah payah hancur dalam sekejap.
Keesokan hari nya, Xue Fenghuang bangun dengan wajah segar. Pintu nya di ketuk oleh seorang pelayan dan dia membiar kan pelayan itu masuk.
"Selamat pagi nona kedua, kami berempat adalah pelayan yang di utus oleh Nyonya Lin. " Kata pelayan itu dengan sopan.
"Hm, langsung saja. aku ingin tahu, kesetiaan mu ada pada siapa ?" Tanya nya dengan dingin.
"A apa maksud anda nona ?" Tanya pelayan itu dengan gugup.
"Anda bilang anda di kirim oleh Nyonya anda. Lalu yang menjadi tuan anda siapa ? aku atau Nyonya anda ?" Tanya nya sambil memukul meja dengan pelan.
"I itu...... "Pelayan tidak bisa menjawab lagi.
"Ketahui lah yang mana yang baik dan yang mana yang buruk atau kau akan jatuh ke dalam jurang. Ingat, bagai mana cara pelayan sebelum nya mati ? Kalian ingin hal yang sama terjadi dengan kalian ?" Tanya nya, nada nya halus dan lembut tapi menusuk.
"Ka kami tidak ingin, kami hanya akan tunduk pada Nona kedua. " Kata salah satu langsung bersujud.
"Baik , aku akan melihat. Aku akan mengetahui apa bila ada yang berkhianat. Yang berkhianat pantas mendapat kan 50 cambukan atau bahkan kematian !" Ucap nya dengan tegas.
Para pelayan itu membentur kan kepala mereka lebih kuat dan terus memuji nya.
"Keluar !" Perintah nya.
Semua pelayan langsung berbondong bondong keluar dari kamar nya, dia menghela nafas melihat ini.
"Kau sangat licik sekali Lin Yi, bahkan tidak ingin melepas kan ku. Hati hati, aku akan membuat mu mengigit diri sendiri. " Ucap nya dengan dingin.
Dia membuka jendela belakang dan ada banyak pemandangan indah untuk di lihat, ini adalah halaman belakang dekat dengan gudang yang dulu ia tinggali.
"Pelayan !" Teriak nya.
"Ya, nona kedua ! " Kata salah satu pelayan dengan buru buru masuk.
"Jangan biar kan siapa pun untuk masuk, kata kan kalau aku sendiri yang melarang nya dan aku edang tidak enak badan, jika kalian tidak dapat melakukan ini dengan baik maka siap siap untuk hukuman kalian. "
"Ya, kami mengerti nona kedua. Meski pun ada orang yang mengancam kami, kami tetap akan melarang mereka untuk bertemu dengan nona Kedua. " Kata pelayan itu dengan cepat dan segera pamit keluar.
Dia mengunci pintu dan kabur dari jendela, dia memanjat dinding yang setinggi dada itu lalu berlari dengan hati hati.
Setelah masuk pasar, baru lah dia tenang karena pasar sangat ramai, dia tidak akan dengan mudah di kenali.
Saat dia masuk ke salah satu lorong, dia melihat seorang pria bertubuh kekar sedang ingin merampok gadis kecil.
Pria itu menggunakan pakaian serba hitam dan menggunakan topeng putih.
"Hei, apa yang kau lakukan ?" Tanya nya pada pria bertubuh kekar itu.
"Wanita Cantik, untuk apa kau ke sini ?! " Teriak pria kekar itu.
"Tentu saja ingin menghajar mu. " Ucap nya sambil tersenyum.
"Hmph ! Lebih baik kau pulang dan bermain dengan anak anak seumuran mu !" Ejek pria bertubuh kekar itu.
Dia tidak membalas dan maju memukul pria bertubuh kekar itu dengan tangan nya, dia dulu sudah memenangkan berbagai perlombaan wushu.
(Wushu secara harafiah berarti "seni bertempur/bela diri". Ini merupakan istilah lain dari kung fu yang lebih dahulu populer, yang berarti "ahli" dalam bidang tertentu, sehingga dalam bela diri sering ada istilah wingchun kungfu, hunggar kungfu dan lain-lain, yang artinya ahli wing chun, ahli hunggar dan sebagainya. Wikipedia)
Dia dulu adalah ahli berpedang lentur dan memenangkan berbagai kejuaraan dunia. Tentu saja tubuh nya dulu dan sekarang berbeda.
Tubuh ini sangat kaku sehingga membuat nya sedikit kesulitan, tapi itu bukan masalah besar. Dia memukul perut pria kekar itu sampai menghantam ke tanah.
Jika biasa nya tidak boleh memukul wajah maka dia tidak memerdulikan itu karena ini bukan di tempat nya dulu.
Di sini, jika tidak membunuh maka dia yang akan di bunuh oleh orang lain.
"Nona, kau pergi lah terlebih dahulu. Jangan beri tahu kan pada siapa pun, apa kau mengerti ?" Tanya nya pada wanita yang di selamat kan nya.
"ya, Terima kasih banyak nona ! Hati hati !" Teriak wanita itu sebelum berlari.
"Nah sekarang waktu nya bersenang senang. " Ucap nya sambil menyeringai.
Pria kekar itu merasa ngeri dan berjalan mundur dengan ketakutan.
Buk
Kaki nya dengan tepat menghantam hidung pria kekar itu sampai mimisan, beberapa kali dia menempatkan serangan di wajah sampai pria itu babak belur.
"Aku memberi mu dua kesempatan, tunduk pada ku atau kau memilih untuk mati ?" Tanya nya dengan dingin.
"A aku akan ikut dengan mu !" Kata pria itu tanpa ragu ragu.
(Note : Xue Fenghuang melatih kekuatan bela diri untuk mengisi waktu luang di antara jadwal menulis nya, tapi tidak menyangka kalau dia ternyata berbakat dalam wushu sehingga bisa mengikuti berbagai macam perlombaan. )
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 347 Episodes
Comments
Diah Susanti
mereka kan sepupuan, karena walikota dan permaisuri bersaudara. emang boleh mereka menikah 🧐🧐🧐🧐🧐
2024-07-23
0
Dhika Ahmad
lieeeuuuurr aing....anjirr.
2022-07-08
2
☆chika
apa mereka bertiga
tranmigrasi sama²
2022-04-24
2