"Xing Feng, apa kau mau tahu berapa banyak yang ku dapat kan kali ini ?" Tanya nya dengan semangat.
"Berapa banyak nona ?" Tanya Xing Feng ikut semangat.
"7 Emas dan 100 perak !" Ucap nya dengan senang sambil tertawa.
"Wah ! Dari siapa kau mencuri nona ? Aku takut itu akan bahaya ?" Tanya Xing Feng tidak bisa tidak merasa khawatir.
"Tenang saja, aku belum pernah dengar nama nya. Lagi pula dia tidak akan tahu soal ini, kalau tidak salah nama nya siapa ya ? Adipati..... engh siapa ya ?" Ucap nya sambil mengingat ngingat .
Wajah Xing Feng langsung pucat pasi ketika mendengar itu.
"Jangan bilang kalau Adipati Yuanzheng ?" Tanya Xing Feng dengan gemetar.
"Ya ! Kau benar , nama nya Adipati Yuanzheng. Siapa itu ? Kenapa aku belum pernah mendengar kan nya ?"Tanya nya dengan bingung.
"Nona, anda berada dalam masalah besar. Adipati Yuanzheng adalah paman Kekaisaran, dia memiliki otoritas sama besar nya dengan Kaisar !" Kata Xing Feng dengan panik.
"Hah ? Tapi kenapa dia tidak naik kereta kuda ? Malah berjalan kaki, mungkin salah orang. " Kata nya.
"Berharap saja begitu, jika benar benar Adipati Yuanzheng maka kita akan dalam masalah besar. " Kata Xing Feng sambil menenangkan diri.
"Xing Feng tenang lah, aku yakin dia tidak tahu. Aku akan pulang ke tempat ku karena sudah larut malam, ini adalah setengah dari hasil kita saat ini. Jangan di guna kan sampai habis, mana tahu berguna. " Ucap nya sambil menyerah kan setengah dari uang curian nya.
"Nona, kau pegang saja semua nya. Aku akan baik baik saja bahkan tanpa uang ini. Besok ayo pergi lagi ke perpustakaan, dengan begitu kita bisa belajar snei bela diri. " Kata Xing Feng dengan bersemangat.
"Apa kau yakin ?" Tanya nya saat memegang uang di tangan nya.
"Ya, sangat yakin. "Kata Xing Feng.
"Baik lah, aku akan pergi. Jaga diri mu baik baik Xing Feng. " Ucap nya sebelum menghilang.
Di sisi lain, di belakang Xing Feng ada seorang pria dengan wajah dingin yang memancar kan aura mematikan.
"Tuan." Kata Xing Feng dengan ketakutan dan langsung berlutut.
"Awasi gadis itu dengan baik, dia telah mencuri uang ku. Kau harus merawat nya dengan baik, perhatikan apa saja yang di lakukan nya. " Perintah pria yang menggunakan tudung hitam.
"Baik tuan, tapi untuk apa ? Dia hanya seorang putri yang di asing kan. Kenapa kau begitu ingin tahu dengan nya ?" Tanya Xing Feng penasaran.
"Apa semua keinginan ku harus ku lapor kan pada mu ? Siapa tuan nya ? Aku atau kau ?" Tanya pria itu dengan dingin.
"Maaf kan Xing Feng karena terlalu banyak bicara, Xing Feng mengaku salah. Tuan Muda, aku akan lakukan apa saja yang kau lakukan. Tapi tuan muda, aku sudah bersumpah untuk menjadi pelayan setia nona Xue. " Kata Xing Feng dengan ragu ragu.
"Hm, aku tahu itu. Menurut mu bagai mana dia ?" Tanya pria itu.
"Dia adalah seseorang yang tegas dan berpikiran cerdik. Aku rasa, dia berbeda dari beberapa rumor. Tuan, aku senang karena kau tertarik dengan nya, aku bahkan takut kalau kau tidak akan pernah tertarik dengan siapa pun. " Kata Xing Feng dengan semangat.
"Hmph ! Mulai lagi penyakit cerewet mu itu, aku hanya penasaran dengan nya. Dia memancar kan suatu aura yang tidak biasa. Dari yang aku dengar, dia harus nya tidak dapat ber kultivasi tapi bukti nya dia telah memiliki kekuatan. "Kata Adipati Yuanzheng, Yuanzheng Yuwen.
"Tuan, dia berniat untuk membuka klinik kecil untuk membantu beberapa warga yang kesulitan. " Kata Xing Feng.
"Oh ? Benar kah ? Bukan kah itu cocok dengan mu ? Kau juga ahli pengobatan bukan ?" Tanya Yuanzheng Yuwen pada Xing Feng.
"Benar tuan, tadi nona Xue beberapa kali memberi tahu ku pengetahuan umum. Ku akui penjelasan nya sangat rinci seolah olah dia sangat paham tentang itu sehingga bisa menjelaskan nya pada ku dengan kata kata yang mudah di mengerti. " Kata Xing Feng yang menceritakan kegiatan mereka di perpustakaan.
"Hm, aku tidak pernah mendengar kalau nona kedua belajar pengobatan. Ini membuat ku menambah alasan untuk memperhatikan nya. " Kata Yuanzheng Yuwen.
Di sisi lain, Xue Fenghuang tidak bisa tidak mendengus kesal.
"Baru saja masuk ke dunia ini dan sudah di khianati lagi. " Ucap nya dengan kesal.
Saat dia akan kembali mengumpat, dia mendengar keributan dari luar.
"Cepat buka kan pintu untuk melihat Fenghuang !" Kata suara wanita yang sangat di kenal nya.
"Nyonya, nona kami sedang tidak enak badan. " Kata salah satu pelayan nya dengan tegas.
"Kalian ! Akan ku lapor kan pada Tuan kalau kalian membantu Fenghuang untuk melakukan kejahatan !" Teriak Lin Yi di depan.
Dia membuka pintu dan tepat ketika tangan Lin Yi akan menampar salah satu pelayan nya, dia keluar dan tersenyum tipis di balik cadar nya.
"Nyonya Lin, apa yang kau lakukan di sini larut malam begini ? Kondisi tubuh ku buruk sejak kecil dan kau membuat ku harus mendengar kan keributan yang tidak perlu. " Ucap nya dengan halus.
"Xue Fenghuang ! Kau pasti adalah orang yang membuat anak ku di dalam penjara ! Aku akan membunuh mu !" Kata Lin Yi dengan marah.
"Nyonya Lin, jika anda ingat dengan baik, maka tuan di sini adalah Ayah. Semua yang ada di sini adalah kekuasaan Ayah, apa bila kau membunuh seseorang di bawah hidung nya. Maka, kau akan di anggap sebagai apa ? Pemberontak ?" Tanya nya dengan sinis.
"Lagi pula Nyonya Lin, kau harus tahu kalau anak mu di tangkap karena menyimpan racun. Bagai mana mungkin itu berkaitan dengan ku ? Tubuh ku lemah, bagai mana mungkin aku masih bisa menjebak orang lain ? Lagi pula, kakak perempuan masih lah saudara ku. Aku bukan lah seseorang yang kejam, bisa menyiksa saudara sendiri tanpa perasaan. " Ucap nya membela diri sambil menyindir sikap tanpa ampun milik Xue Ling.
"Kau ! Anggap diri mu beruntung, aku akan pergi sekarang !" Kata Nyonya Lin dengan wajah kesal.
"Nyonya Lin, sebaik nya anda melarang bawahan anda untuk terlalu dekat. Aku tahu hubungan mu sangat baik dengan pengawal mu bahkan sampai membuat nya masuk ke dalam kamar dan baru keluar setelah 2 jam kemudian, lebih baik berhati hati atau anda akan membuat suami anda menggunakan topi hijau. " Ucap nya sambil terkekeh.
(Topi hijau arti nya di selingkuhi. )
"Fenghuang ! Aku akan membawa Tuan dan mengatakan kalau kau memfitnah ku !" Kata Lin Yi dengan geram.
"Silakan saja, tidak ada bukti. Aku tanya pada kalian ? Apa kalian mendengar aku mengatakan sesuatu ?" Tanya nya pada pelayan nya.
"Tidak, kami tidak mendengar apa pun. " Kat para pelayan itu dengan cepat.
"Kau dengar sendiri nyonya rumah ?" Tanya nya sambil menyeringai.
Lin Yi memerah dan mengepal kan tangan sebelum pergi dari tempat itu dengan ekspresi kesal.
"Silakan pergi nyonya Lin, aku tidak akan mengantar. " Ucap nya.
Lin Yi pergi dengan ekspresi marah sedang kan dia tidak peduli dan menoleh pada para pelayan nya.
"Kalian bekerja dengan sangat baik, ini aku memberikan kalian beberapa hadiah. " Dia memberikan mereka masing masing 3 perak.
" Terima kasih banyak nona. " Kata mereka dengan serempak.
"Kalian, apa kah ingin berlatih kultivasi dengan ku ?" Tanya nya.
"Kami tidak pantas nona." Jawab salah satu sambil menunduk.
"Tidak pantas apa nya ? Ayo masuk ke dalam, kita akan berlatih bersama. Selama kalian setia maka aku akan merawat kalian dengan baik. " Kata nya dengan ekspresi serius.
"Nona, kami tidak berani mengkhianati mu. Selama kau memerintah kan apa pun kami akan melakukan nya meski pun mempertaruh kan nyawa, anda mungkin tidak percaya tapi kami akan membuktikan nya di masa depan. Dapat berlatih kultivasi merupakan hal baik karena dengan begitu kami dapat melindungi anda. " Kata salah satu dari mereka dengan tulus.
"Baik, aku percaya dengan kata kata kalian. Jangan mengecewakan ku. " Kata nya.
' Xing Feng, aku sangat kecewa dengan mu. Aku tidak tahu kalau kau masih bisa berbohong meski pun sudah bersumpah demi langit. Kenapa tidak jujur saja dari awal kalau kau merupakan anak buah Adipati Yuanzheng ?' Gumam nya dalam hati.
Dia sebenar nya tidak akan menyadari ini kalau dia tidak teliti. Saat dia menabrak tubuh Adipati Yuanzheng, pria itu memiliki harum yang sangat unik.
Sehingga dalam sekejap dia bisa mengingat nya dengan jelas, ketika dia pulang dia merasa kan kalau ada harum yang sama di tubuh Xing Feng dan itu sangat samar.
Awal nya dia ragu dan berpikir kalau penciuman nya salah sehingga dia berjalan mendekati dinding dan menghirup dalam dalam.
Hasil nya sama, ini membuat nya menyimpulkan satu hal yaitu, Xing Feng merupakan anak buah Adipati Yuanzheng yang di suruh untuk mengamati nya.
Dia tidak akan membiar kan siapa pun mengkhianati nya lagi. Dia merasa kecewa berat padahal dia sudah merasa cukup dekat dengan Xing Feng.
Pemuda itu sangat mudah di ajak bicara, dia harus nya sadar. Seseorang yang bisa bertahan dengan tempat seburuk itu dan tidak mengingin kan uang hanya memiliki dua pilihan, yaitu benar benar setia atau dia tidak membutuh kan uang sama sekali.
"Nona, nona, apa kah anda mendengar kata kata saya ?" Tanya salah satu pelayan dengan pelan.
"Eh, maaf karena aku tidak mendengar mu. " Ucap nya meminta maaf.
"Tidak apa apa nona, kami sudah siap. " Kata pelayan yang di ketahui kalau nama nya adalah Le Ning.
"Pejam kan mata kalian semua dan rasa kan sesuatu di bawah pusar anda 3 inci. Rasa kan dengan baik lalu tarik energi yang berkeliling di sana. " Dia terus menerus memberi instruksi.
Lalu semua tenggelam ke pelatihan mereka masing masing, kultivasi nya kembali meningkat. Kali ini tidak hanya 1 kali menerobos melain kan langsung 2 tingkat !
Kekuatan nya sekarang sudah berada di tingkat 3 Kondensasi Qi. Pagi telah datang dan matahari telah menunjuk kan diri.
Tapi mereka ber enam masih belum menunjuk kan tanda tanda akan berhenti kultivasi.
Para pelayan ternyata memiliki bakat yang lumayan, mereka berhasil menjadi kultivator semua dalam waktu singkat.
Jam 12 siang
Xue Fenghuang memejam kan mata nya kalau merasa kalau dia akan menerobos lagi.
Buurrrrr
Suara ledakan kecil terdengar di dantian nya, dia telah naik tingkat.
"Selama untuk kalian semua, terutama kau, Le Ning karena berhasil menerobos ke tingkat 2." Kata nya memberi selamat pada mereka.
"Terima kasih nona atas pujian nya, kami bisa seperti ini juga berkat nona. " Kata mereka dengan serempak.
"Aku akan pergi sebentar kali ini ke perpustakaan, lalu kita akan latihan di halaman depan. Bagai mana ?" Tanya nya.
"Tentu saja kami setuju nona, kami akan menutup pintu kamar agar nona tidak ketahuan. " Kata Le Ning.
"Baik, aku akan pergi sekarang. Ketika aku pulang, siap kan air hangat, aku akan segera membersihkan diri. " Perintah nya.
"Baik nona, hati hati di jalan. " Kata para pelayan itu dengan sopan.
Dia mengangguk dan meloncat dari jendela, tubuh nya lumayan ringan karena latihan nya dari masa lalu.
Pasar hari ini sangat ramai, lebih ramai dari biasa nya.
"Lihat ! Itu adalah Tuan Xue dengan putri pertama nya yang di kata kan berusaha untuk membunuh putra Mahkota !" Teriak salah satu orang dengan semangat.
Tatapan nya beralih pada kereta kuda yang di kerumuni oleh banyak orang, dia segera mengalihkan pandangan kalau Xue Longque melihat ke arah nya.
Dia tidak berniat untuk melihat lebih lanjut, ini adalah sesuatu hal yang sangat tidak penting dan tidak berguna.
Sesampai nya dia melihat Xing Feng yang berdiri di depan Perpustakaan dengan wajah cemas. Dia langsung masuk tanpa menyapa atau apa pun.
Bukan apa, dia terlalu takut dengan sesuatu yang nama nya pengkhianatan sehingga dia memiliki trauma tentang itu. Dia dua kali lebih waspada dari sebelum nya.
Grepp
Tangan nya di tahan oleh Xing Feng dengan erat.
"Tuan, aku sudah menunggu mu dari tadi. Apa aku ada menyinggung mu ?" Tanya Xing Feng dengan khawatir.
"Xing Feng, apa kau tidak lelah bersandiwara terus terusan ?" Tanya nya dengan jengah.
"Apa maksud tuan ?" Tanya Xing Feng.
"Xing Feng, bukan aku tidak tahu kalau kau adalah bawahan Adipati Yuanzheng. Kenapa kau tidak jujur dari awal ? " Tanya nya dengan tatapan tajam.
"A aku, bagai mana kau bisa tahu soal ini ?" Tanya Xing Feng dengan pucat.
"Tidak perlu kata kan lebih lanjut, aku tidak memerlukan sumpah mu lagi. Anggap saja kalau kita tidak pernah bertemu, ini kembali kan pada tuan mu. " Ucap nya sambil melempar kan kantung uang.
Xing Feng menangkap kantung uang itu dengan tatapan rumit dan tatapan sedih.
Di sisi lain, Xue Fenghuang yang sudah berjalan masuk dengan wajah yang sedikit murung langsung dengan mudah di tebak oleh tetua penjaga.
"Kenapa kau terlihat murung kali ini ?" Tanya tetua itu.
"Tidak ada apa apa senior, hanya ada beberapa hal yang tidak menyenang kan. " Ucap nya dengan ringan sebelum mengubah seluruh ekspresi nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 347 Episodes
Comments
Indah Hidayat
si thor sdh lumayan, tdk mengulang ceritra dan tdk ngancam2 utk dpt like. seperti di seri 1
2023-07-30
1
Ajanitha Nitha
baca nya agk binggung,crita nya kurang nyambung 😔
2022-06-29
1
Mocca
yahuutt
2022-03-30
2