Xue Fenghuang yang menerima berbagai pujian di sepanjang jalan, tidak berubah ekspresi sedikit pun. Dia berjalan mendekati seorang wanita yang sedang menatap nya dengan tatapan terpanah.
"Nona, di mana tempat membeli obat obatan ?" Tanya nya.
"Ah, nona cantik, anda tinggal berjalan lurus dan di bagian ujung jalan ada toko yang bernama Toko Obat Tuan Liu. " Kata wanita itu sebelum menutup wajah nya yang memerah.
"Terima kasih. " Dia menggeleng geleng kab kepala nya pelan melihat orang itu yang terlalu berlebihan.
Dia melanjut kan langkah nya menuju ujung jalan dan di sana memang ada Toko Obat Tuan Liu. Langkah nya masuk ke dalam dan karena keramaian toko ini, dia pun tersenggol dan terdorong ke sudut.
Dia meringis tanpa suara , jika bukan karena ini maka dia akan melupakan fakta kalau lengan nya terluka parah.
"Nona, apa yang kau ingin kan ?" Tanya pelayan yang tiba tiba menghampiri nya.
"Ah, beri kan aku seikat Rumput Bulan Perak, seratus gram akar Mawar Darah dan 3 lembar ginseng tanah." Ucap nya langsung.
"Oh ya tolong beri kan aku obat untuk luka terbuka serta alat jahit. " Pemuda itu mengangguk dan langsung berlari ke dalam untuk mengambil benda yang di ingin kan nya.
Dia menatap toko yang sangat ramai ini dengan sedikit kekaguman , tapi itu semua menghilang ketika melihat orang yang sangat di kenal nya.
Itu adalah Xue Ling yang di kelilingi oleh 10 penjaga. Xue Ling memang cantik bagai kan merak yang indah dan anggun.
Dia pun memiliki ide untuk sedikit mengerjai Xue Ling, dia berjongkok dan mengambil sebuah kerikil yang berada di depan pintu masuk.
Semua ini dia lakukan dengan hati hati, tapi tanpa dia sadari dua pasang mata sedang memandang aksi nya tersebut.
Xue Fenghuang yang tidak mengetahui pandangan dua pasang mata itu terus melanjut kan aksi nya. Dia melempar batu ke arah kaki Xue Ling.
Xue Ling langsung terjatuh saat menginjak batu yang di lempar kan oleh nya, dia yang melihat itu tertawa di dalam hati dan langsung berlari masuk ke dalam kerumunan.
Xue Ling yang menginjak batu, kehilangan keseimbangan dan jatuh ke pelukan seorang pria sangar dengan wajah mesum.
"Ah sayang ku, kau ternyata menyukai ku ya ?" Tanya pria itu dengan wajah mesum nya, sedang kan Xue Ling yang melihat itu cepat cepat berdiri tapi ternyata kaki nya terkilir.
Bukan nya menjauh kan diri justru jauh lebih dalam, Xue Ling berusaha untuk lepas dari pelukan pria mesum itu.
Sedang kan pengawal nya yang melihat itu hanya terdiam dan tak bisa bereaksi banyak.
"Apa yang kalian lakukan ?!" Teriak Xue Ling dengan wajah marah pada para pengawal nya.
Pengawal yang baru di teriaki oleh Xue Ling baru sadar dan langsung membantu nona muda mereka untuk lepas dari pelukan pria mesum itu.
"Ayo pergi !" Kata Xue Ling dengan wajah memerah karena malu dan marah.
Begitu banyak orang menertawai gadis itu, dengan begitu reputasi nya telah ternoda sebagai anak seorang pejabat.
Di sisi lain, Xue Fenghuang yang berada jauh dari posisi itu tertawa ringan dan hampir tidak terdengar.
"Xue Ling, aku ingat kalau reputasi seorang gadis murni sangat penting di sini. Aku ingin kau merasa kesulitan secara perlahan lahan !" Ucap nya dingin.
"Nona, ini pesanan mu yang berharga 3 emas 5 perak." Kata pelayan itu tiba tiba mengejut kan nya.
"Ah iya, ini dia uang nya. " Kata nya dengan gugup.
Dia tak menyangka kalau itu semahal ini, karena seluruh uang tabungan pemilik tubuh ini hampir habis.
Dia dengan gemetar mengambil barang itu dan segera pulang, hari sudah mulai gelap dan dia takut dia akan segera di cari.
Dia adalah putri nomor dua di kediaman Tuan Wali Kota Kuwei, tapi kehidupan nya bahkan lebih buruk di banding kan seorang pelayan.
Xue Ling adalah putri pertama dan memiliki bakat yang tinggi sehingga di terima oleh perguruan Tianwen.
Perguruan Tianwen adalah sebuah perguruan tinggi di Kekaisaran ini, selain Kekaisaran, ada 3 Perguruan yang bisa menentang perintah Kaisar.
Yaitu, Perguruan Tianwen , Perguruan Lingyun dan Perguruan Longtian. Jadi karena Xue Ling serta adik keempat nya yang merupakan satu satu nya tuan muda di kediaman tuan wali kota dapat masuk ke dalam Perguruan Tianwen, langsung saja dia tersingkir kan.
Tidak terasa, dia sudah sampai rumah nya atau tepat nya kediaman tuan wali kota. Tatapan terarah pada sepapan kayu yang berada di belakang 'kamarnya'
Dia mengangkat papan kayu itu dan melempar nya ke dalam lewat jendela yang sudah di pecah kan oleh nya.
Lalu dia memanjat masuk, setelah itu dari dalam dia menutup jendela dari dalam menggunakan papan yang di lempar nya.
Ketika dia baru saja duduk di atas tumpukan jerami, suara pintu di buka paksa pun memasuki indera pendengaran nya.
"Xue Fenghuang ! Kau tampak nya menjadi lebih baik setelah aku tidak bermain main dengan mu belakangan ini. " Kata Xue Ling dengan wajah muram.
"Apa yang kau maksud dengan itu kakak perempuan ? Hati mu tidak senang dan kau melampias kan nya pada ku, bagai mana jika ini di dengar oleh orang lain ? Apa kau di permalukan oleh orang lain ?" Tanya nya dengan nada sinis.
Wajah Xue Ling tampak menjadi lebih gelap dari biasa nya, Xue Ling mengangkat tangan nya dan berniat untuk menampar wajah nya.
Dengan sigap dia menahan tangan itu dan tersenyum manis.
"Kakan perempuan, apa kah layak untuk di dengar jika seseorang berbakat seperti anda hanya bisa menindas orang lemah seperti saya dan menjilat kaki orang kuat ?" Tanya nya sambil menyeringai.
"Kau ?! Tampak nya keberanian mu telah meningkat sedemikian rupa , kau tidak akan mendapat kan makan untuk 3 hari ke depan !" Teriak Xue Ling.
"Terima kasih kakak perempuan karena tidak memberikan ku makanan anjing itu lagi. " Sindir nya pada Xue Ling yang sudah pergi.
Xue Ling terlihat mengepal kan tangan nya dan pergi dari sana dengan cepat.
"Hmph, anda ingin bermain main dengan saya. Anda harus membayar untuk itu. Tunggu lah sebentar dan kau akan menyesal. " Ucap nya dengan senyum.
Dia menutup pintu gudang dan duduk di atas jerami, baru saja mau istirahat dan 'hantu gantung' telah menganggu nya lagi.
Untung lah ia kekurangan uang, kalau tidak dia berniat untuk tinggal di penginapan selama beberapa hari.
Dia membuka pakaian luar nya dan menyisakan kain putih tipis yang membalut tubuh malnutrisi nya, bagai mana tidak ?
Makanan nya adalah makanan bekas yang sudah lewat hari, bahkan nasi pun sudah seperti batu.
Saat ini dia sedang memikir kan, sebaik nya kematian macam apa yang harus di berikan nya pada orang orang ini.
Dia diam diam menjahit luka nya sendiri, dia mengigit bibir nya hingga berdarah karena menahan untuk tidak berteriak karenadi jahit.
Setelah 2 jam, dia merasa kalau langit di luar sudha sepenuh nya menggelap dan dia sudah selesai menjahit seluruh luka nya.
Dia mengoles kan obat dan rasa perih menjalar ke seluruh tubuh nya, tapi tetap saja tidak ada suara apa pun yang keluar dari mulut nya.
"Nah sudah selesai. Sekarang aku akan pergi mencari makanan. " Ucap nya.
Xue Fenghuang membuka pintu gudang nya dan melihat kalau jalan sudah sepi meski pun lorong nya selalu sepi.
Pelayan pelayan takut untuk melihat wajah nya sehingga selalu mengambil jalan memutar agar tidak melewati tempat ini.
Dengan cadar nya dia berjalan menuju dapur, awal nya dia sedikit bingung tapi setelah beberapa saat dia berhasil menemukan dapur.
Dia bisa melihat kalau banyak makanan enak yang siap untuk di sajikan untuk keluarga Tuan Wali Kota, tentu saja kecuali untuk nya.
Dia tiba tiba mendengar suara pelayan dari belakang nya dengan cepat dia menunduk dan masuk ke sudut ruangan dan bersembunyi di bawah meja.
"Besok adalah hari di mana Putra Mahkota akan datang, seperti nya bukan tidak mungkin untuk nonea pertama di angkat menjadi tunangan Putra Mahkota." Kata salah satu pelayan.
"Tentu saja itu bisa, apa yang kurang dari nona muda pertama. Bukan seperti nona kedua yang cacat. " Kata pelayan yang lain sambil mengejek nya.
"Besok adalah hari yang sibuk, kita harus memastikan semua nya baik baik saja. " Kata pelayan yang lain lagi jika di dengar dari suara nya yang sedikit serak.
"Apa yang kalian lakukan di sini ?! Tuan Besar sudah menunggu makanan !" Tegur suara lembut tapi tegas, dia mengetahui suara siapa ini, Nyonya rumah kediaman tuan wali kota, Ling Yin.
Dia mendengus dingin ketika mendengar suara ini dan menutup telinga nya.
Para pelayan buru buru membawa makanan secara bertahap dan dalam sekejap dapur sepenuh nya kembali hening.
Dia mengambil kesempatan ini dan mengambil sepiring makanan lezat lalu segera berlari ke dalam gudang nya tanpa ketahuan.
Dia memakan nya dengan rakus di dalam gudang nya, keesokan hari nya , dia diam diam pergi ke perpustakaan.
Xue Fenghuang membawa seluruh obat obatan yang di beli nya kemarin ke dalam perpustakaan. Malam ini, Putra Mahkota akan datang dan dia akan di undang juga.
Dia akan menyembuh kan wajah nya dan memberi kejutan pada orang orang jahat itu.
"Hadiah yang tak akan terlupakan bagi kalian semua." Ucap nya dengan senyum dingin.
Perpustakaan kota memiliki beberapa peraturan seperti, jika datang ke perpustakaan lebih dari 20 kali dalam sebulan maka akan mendapat kan kartu perak perpustakaan yang akan mendapat kan teknik latihan kultivasi.
Tawaran ini sangat menggiur kan bagi nya, dia segera mengambil kesempatan ini dan berjalan masuk.
"Gadis kecil, apa yang kau lakukan di sini ?" Tanya orang tua yang duduk di meja penjaga.
"Senior, aku datang kemari untuk belajar kultivasi." Ucap nya dengan sopan.
"Apa kau yakin gadis kecil ? Jangan merusak buku yang ada dan keluar lah ketika dupa telah habis. " Kata tetua itu sambil menyerah kan nya sebuah dupa.
"Baik , terima kasih senior. " Ucap nya sambil menunduk kan kepala dan menerima dupa tersebut.
Dia memilih bagian tempat kultivasi, dan baru sadar kalau kultivasi di bagi menjadi beberapa tingkat, mulai dari :
-Kondensasi Qi
-Kristalisasi Qi
- Penempaan Qi
-Penempaan Tulang
-Penempaan pondasi
Semua nya di bagi menjadi 9 tahap dan semua energi terkumpul di dantian, yang berada di 3 inci di bawah pusar.
Dia ingin mencoba mempraktikkan nya saat berada di rumah nanti. Dia duduk di paling pojok dan mengeluar kan obat herbal nya.
Setelah itu dia menghancurkan mereka menjadi bubuk, ini bisa menjadi racun yang membuat nya tampak seperti wajah nya atau menyembuh kan.
Setelah menjadi bubuk, dia memasuk kan nya ke dalam botol Giok tanpa sepengetahuan orang orang. Dia menyeka keringat yang berada di dahi nya dan langsung berjalan menuju rak buku dan mengembalikan buku yang di ambil nya.
Dupa yang di beri kan pada nya sudah hampir habis yang arti nya , waktu nya sudah hampir habis. Dari pada telat lebih baik lebih cepat.
Dia datang menghampiri meja senior tadi dan memberikan dupa nya.
"Apa kau sudah selesai membaca gadis kecil ?" Tanya tetua itu.
"Ya, aku sudah selesai membaca. Kita akan bertemu lagi besok senior !" Ucap nya dengan tenang sebelum mengundur kan diri.
Dia kembali dalam keadaan langit yang sangat terang yang arti nya sedang jam 12 siang dan ini adalah waktu paling baik untuk menyembuh kan wajah nya.
Ini akan sedikit sakit menurut nya tapi bisa langsung hilang setelah dia meminum bubuk ini. Racun ini, hanya bisa sekali terkena di wajah dan jika meminum racun yang serupa, itu tidak akan berfungsi lagi.
Sesampai nya di rumah dia meminum sedikit racun itu dan rasa panas menjalar ke seluruh tubuh nya, dia merasa tubuh nya akan segera terbakar.
Jika sesuai dengan novel yang ia buat di kehidupan sebelum nya, maka seharus nya , sisa dari racun ini bisa di olah sebagai kultivasi.
Dia memejam kan mata nya dan mencari cari posisi Dantian nya dan akhir nya menemukan nya, dengan cepat dia merasa kan kalau dantian nya sangat kosong.
Dia mengalir kan racun itu ke dalam dantian nya, dan rasa nya sebuah kekuatan mengalir ke dalam nya dan itu berwarna hijau tua.
"kenapa tidak sesuai dengan yang ku baca ? Bukan kah biasa nya Qi berwarna putih atau Merah ? Kenapa berwarna hijau tua ? Apa kah aku salah ? Tapi rasa nya sesuai dengan yang di deskripsi kan. " Gumam nya dengan sedikit bingung.
Boom
Dia merasa suara ledakan kecil di dalam dantian nya dan dia segera memeriksa, betapa terkejut nya dia ketika melihat kalau dia sudah naik ke tingkat 1 Kondensasi Qi.
"Ternyata memang benar, aku sekarang memiliki kekuatan meski pun tidak besar. " Gumam nya dengan senang.
(Hello ! Semoga suka dengan cerita Xue Fenghuang, di sini ada Kondensasi Qi dan Kristalisasi Qi yang berada di bawah Penempaan Qi untuk memperkuat pondasi kultivasi mereka.
Jadwal Update : Setiap hari, 15.00)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 347 Episodes
Comments
Dhika Ahmad
iseng2 mampir......hmmmm........sepertinya ceritanya cukup menarik
2022-07-08
3
Dhika Ahmad
kekurangan uang, kok untung..??
2022-07-08
2
Dhika Ahmad
terpanah.............?????.......mati dong..!!!
2022-07-08
2