Xiuhuan dan Xiao Liu diantar oleh seorang pelayan wanita menuju kamar mereka. Pelayan itu membawa mereka ke lantai ketiga dan kamar paling ujung.
"Semoga mimpi indah tuan dan nyonya ...." Pelayan itu tersenyum mempersilahkan mereka masuk.
"Hehehe tau saja kau kami akan ...." Xiuhuan bercanda pada pelayan itu.
Xiao Liu menatap tajam padanya, namun Xiuhuan tak peduli akan hal itu.
"Hahaha Dewa ternyata memihak padaku ...." Xiao Liu lansung melompat ke atas tempat tidur, ternyata ada dua kasur dalam kamar itu.
"Ah, mengecewakan! Padahal aku nanti malam mau berpura-pura mengigau dan memeluknya," guman Xiuhuan Lesu.
Xiao Liu menyadari Xiuhuan kecewa akan hal ini, ia kemudian menjulurkan lidahnya mengejek Xiuhuan. Xiuhuan hanya tersenyum masam saja.
"Aku minum-minum dulu ke bawah, kamarnya jangan dikunci ya ...." Xiuhuan pergi ke lantai bawah, sedangkan Xiao Liu memutuskan tidur lebih awal, karena ia merasa sudah kelelahan.
Ternyata makin larut malam, semakin ramai pengunjung penginapan Bai Bao ini. Terutama di restorannya, ada banyak Pendekar Pedang yang minum arak ditemani oleh gadis-gadis penghibur.
Xiuhuan duduk dipojokkan dan memesan segelas kopi, ia tak minum arak karena takut nanti mabuk dan malah berbuat seronok pada Xiao Liu.
Sambil makan kacang goreng, lihat memperhatikan satu persatu para Pendekar Pedang itu dan tiba-tiba seorang gadis Pendekar Pedang tahap 15 memasuki restoran dengan wajah cemas.
"Kenapa murid Sekte Pedang Naga Surgawi itu ketakutan, bukannya Sekte mereka terkuat disini," guman Xiuhuan memperhatikan gadis itu yang tampak berusia sekitar 16 tahun.
"Seseorang tolong aku!" teriak gadis itu, kemudian para pengunjung menoleh padanya.
"Ada apa gadis kecil ...."
"Ada yang bisa kami bantu?"
"Siapa yang mengganggumu, biar Abang sikat!"
Para Pendekar Pedang pria mulai mengerumuninya. Mereka tak ingin melewatkan kesempatan ini, karena ia tampak pasrah sekali.
"Boommmmm duarrrrrrrrrrr!" Pintu penginapan Bai Bao hancur ditendang oleh Pendekar Pedang tahap 80.
"Tinggi sekali levelnya!" guman Xiuhuan memperhatikan Pendekar Pedang tersebut.
"Dia adalah tetua Sekte Pedang Naga Surgawi!"
Para Pendekar Pedang yang mengerumuni gadis itu panik, mereka kemudian menjauh darinya.
"Tolong aku ... aku akan menyerahkan kesucianku padamu!" Gadis itu meminta pertolongan pada Pendekar Pedang didekatnya, namun Pendekar itu menjauh. Dia tak ingin berurusan dengan tetua itu.
"Paman tolong aku ...." Gadis itu meraih tangan Pendekar Pedang lainnya.
"Maaf Nak, aku memang tergiur dengan hadiah yang kau berikan, namun kalau berurusan dengan tetua gila, aku tak mau." Dia mendorong gadis itu hingga terjatuh ke lantai.
"Tetua gila?" Xiuhuan bingung.
"Dia itu melakukan praktik menyimpang dengan menyerap Roh Pedang gadis-gadis perawan." Wanita penghibur di dekat Xiuhuan memberitahu alasan kenapa gadis itu ketakutan.
"Kenapa Sekte Pedang Naga Surgawi membiarkan hal ini?" Xiuhuan merasa aneh, berarti sudah banyak gadis-gadis yang dibunuhnya, mengingat levelnya yang sudah tinggi.
"Mereka justru menyediakan banyak gadis-gadis untuk dilahapnya, karena dia adalah orang terkuat kedua di sekte," jawab wanita penghibur itu lagi.
"Ternyata ada praktik menyimpang begitu, Roh Pedang apa yang dimilikinya sehingga bisa melahap Roh Pedang lainnya?" tanya Xiuhuan lagi penasaran.
"Roh Pedang Lintah," jawabnya.
"Aish ... pantaslah! Ternyata parasit toh!" ucap Xiuhuan santai.
"Hei jangan keras-keras nanti dia marah lho!" Wanita penghibur itu ketakutan dengan ucapan Xiuhuan, takut nanti tetua gila itu meratakan seluruh Penginapan Bai Bao.
Gadis kecil itu berusaha meminta pertolongan, satu persatu ia datangi Pendekar Pedang yang ada dalam penginapan Bai Bao, namun semuanya menolak.
Tetua gila nampak tertawa terkekeh-kekeh melihatnya, ia sangat menikmati wajah pasrah dari gadis itu.
"Tetua ... tolong ampuni aku, aku tak ingin mati! Jadikan saja aku pemuas nafsumu!" Gadis itu bersujud di lantai.
"Hahaha aku suka dengan momen ini, wajah pasrah begitu sangat nikmat sekali!" Tetua gila mulai melangkahkan kakinya dari pintu penginapan Bai Bao menuju gadis yang bersujud itu.
Gadis itu ketakutan dan merangkak menuju ke arah Xiuhuan yang ada dipojokkan. Dia kemudian memperhatikan jubah Sekte yang dikenakan oleh Xiuhuan.
"Ini dari Sekte luar kota Yan Luo," guman gadis itu memandangi Xiuhuan yang menyeduh kopi.
Gadis itu kemudian merangkak kesana dan memeluk kaki sebelah kanan Xiuhuan.
"Senior tolong aku, aku akan melakukan apa saja jika kau menolongku!" Dengan wajah memelas gadis itu menatap Xiuhuan.
Xiuhuan memandangi wajahnya," kau memang cantik, Dik ... siapa namamu?"
"Liu Ya senior, tolong aku senior! Aku akan merelakan kesucianku padamu!" Gadis itu makin erat memegang kaki Xiuhuan, sebab tetua gila makin mendekatinya.
"Liu Ya berdirilah!" seru Xiuhuan.
Liu Ya yang bingung kemudian berdiri, "Apa senior mau menolongku!" Liu Ya tersenyum bahagia, karena masih ada yang tergerak hatinya untuk menolongnya.
"Tidak ..." jawab Xiuhuan singkat.
Semua pengunjung Bai Bao sontak kaget, mereka mengira Xiuhuan akan membantunya, ternyata ia cuma menanyakan namanya saja.
"Tidakkkkk ... senior tolong aku!" Liu Ya menggoyang-goyang tangan Xiuhuan, karena tetua gila sudah dekat.
"Maaf, Dik ... kau tahu aku cuma Pendekar Pedang tahap 50, sedangkan dia jauh diatasku." Xiuhuan memalingkan wajahnya.
"Hahaha ...." Gadis itu tertawa, namun air matanya mengucur deras. "Setidaknya aku ingin melepaskan ciuman pertamaku sebelum mati, walaupun bukan pada pria yang kudambakan."
Liu Ya menarik wajah Xiuhuan dan mengecup bibirnya. Semua pengunjung melongo, sempat-sempatnya gadis itu berciuman padahal sebentar lagi akan mati.
"Terimakasih ..." ucapnya pelan.
Liu Ya kemudian duduk dilantai, "tidakkkkk ... kenapa dunia ini tak adil!"
Semuanya terdiam, tak ada yang bisa mereka lakukan dalam menghadapi tetua gila.
"Hahaha nah gitu dong, dasar gadis nakal!" Tetua gila mengangkatnya di pundak.
Liu Ya hanya pasrah saja, dia berhenti menangis dan pandangannya kosong. Tetua gila meninggalkan penginapan Bai Bao. Sedangkan Xiuhuan kembali ke kamarnya, karena ia sudah tak mood lagi.
Bersambung ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 488 Episodes
Comments
Indah Hidayat
si mc mang eror ya lihat ada org yg hrsnya ditolong malah minggat.
2024-08-14
1
Dhika aja
kasian gadis itu
2023-10-17
0
kang Deden
dapat rejeki nomplok nih wkwkwk
2023-09-28
0