...happy reading beloved readers...
🎵
🎵
🎵
Hari terus berganti dan hampir setiap hari mama Bella mengunjungi rumah ibu Melva untuk sekedar mengetahui keadaan Devania, hal ini telah berlangsung sejak kejadian itu. Namun semua itu tentu saja tanpa sepengetahuan Devania, seperti halnya hari ini, mama Bella bertandang ke rumah Melva.
"Ayo masuk, bu,,,,,," ucap Melva yang kebetulan sedang di halaman menyiram tanaman.
"Apa kabar hari ini bu Melva,,,,,dan apa kabar menantuku ". Tanya Bella tersenyum dan memeluk Melva dengan hangat.
"Baik bu,,,,,Alhamdulillah ". Jawab Melva membalas pelukan hangat Bella
Meskipun ada rasa kecewa didalam hati Melva namun semua itu dia singkirkan karena anaknya sendiri tak mempermasalahkan hal tersebut dan bahkan tak pernah membicarakannya walaupun hanya sekali. Terlepas dari semua itu Bella dan suaminya selalu berbuat baik padanya. Hanya saja yang menjadi beban pikiran bagi Melva adalah karena sampai saat ini Devania tak pernah terlibat hubungan dengan pria manapun selain dengan pak Subagja sebagai atasannya di kantor dan Melva yakin hubungan mereka hanyalah sebatas atasan dan bawahan mengingat selain pak Subagja sudah tua, Melva juga mengenal baik pak Subagja karena pria itu adalah sahabat mendiang suaminya.
"Ada apa bu Melva ?????? Ada masalah ???? "Tanya Bella membuyarkan lamunan Melva
"Gak ada apa-apa, bu,,,,,mari silahkan duduk ". Jawab Melva dan mempersilahkan Bella duduk kemudian berjalan kedapur mengambil minuman untuknya dan Bella.
Sementara itu diaula milik Kodam, kerjasama antara kantor Kodam dan kantor Advokat milik pak Subagja pun selesai dengan meninggalkan perasaan yang tidak nyaman bagi Devania. Bagaimana tidak, jika sejak Devania mulai membawakan materi hingga selesai, sepasang mata elang terus saja menatapnya tanpa berkedip dan Devania harus bersikap profesional sehingga tetap bertahan dan berusaha mengabaikannya.
"Terima kasih bu Devania dan bu Farah,,,kalian sangat sempurna sebagai pemateri". Puji Arya tulus dan apa adanya
"Terima kasih pujiannya, komandan ". Balas Farah tersenyum sedangkan Devania hanya memutar bola matanya malas.
"Saya harap lain kali kita masih bisa bekerjasama ". Kata Arya menatap lembut pada Devania
"Maaf,,,,,tidak akan ada lain kali !!!" Balas Devania dingin
"Permisi,,,,". Lanjut Devania meninggalkan keduanya.
"Maafkan sikap teman saya, komandan ". Ucap Farah tak enak hati
"Gak apa-apa bu Farah,,,,,oh ya boleh saya minta nomor ponsel bu Devania,,,," . Pinta Arya sopan hingga Farah terpaksa memberikan nomor ponsel Devania.
'Maafin aku Van,,,aku gak bisa menolaknya, lagian beliau juga calon komandanku ' batin Farah meringis mengingat bagaimana sikap mengerikan Devania jika mengetahuinya.
"Terima kasih bu Farah,,,,". Kata Arya sebelum meninggalkan Farah yang juga bersiap untuk pergi.
Sambil berjalan Arya tersenyum menyimpan nomor ponsel Devania dengan nama yang istimewa, sedangkan Devania telah duduk dikursi kerjanya dengan wajah kusut. Tak lama kemudian Farah datang namun tak dipedulikan oleh Devania.
"Van,,,,,aku perhatikan tadi sepertinya pak Komandan ada perasaan sama kamu, deh,,,,," ucap Farah dengan senyum lebar.
"Kalo dia gak punya perasaan berarti dia udah gak bernyawa, Far,,,,". Balas Devania cuek
"Bukan perasaan seperti itu, Devania Chantika Salsabila,,,,,". Gemes Farah dengan sahabatnya
"Emang kamu mau jadi perawan tua ????? Masa sampe sekarang belum juga ada gandengan ". Lanjut Farah bersungut-sungut
"Mungkin saat reuni angkatan dikampus, aku akan menemukan tambatan hati ". Balas Devania tersenyum manis.
Meskipun baru satu tahun lebih mereka meninggalkan kampus, namun angkatan mereka sepakat mengadakan reuni yang bertempat diaula kampus mereka. Angkatan Devania dan Farah terkenal dengan kekompakan mereka dan sejak menyelesaikan studi mereka masih tetap berhubungan karena mereka membentuk grup WhatsApp dan didalamnya beranggotakan perwakilan setiap jurusan.
"Aku harus memberitahukan mas Rendy agar bisa menemaniku nanti ". Kata Farah bersemangat
"Biasanya juga pergi sendiri,,,dasar manja ". Cibir Devania
"Dulu pergi sendiri karena gak punya gandengan, lagian kan tiketnya bisa gratis,,,,memanfaatkan sumber daya manusia ". Balas Farah terkekeh.
"Itu namanya morotin anak orang ". Ketus Devania yang tak habis pikir dengan kelakuan sahabatnya yang tiba-tiba berubah.
"Sebagai latihan buat dia menafkahi istri ". Balas Farah tak mau kalah
"Sebahagianya kamu deh,," ucap Devania kemudian mulai serius dengan pekerjaannya yang sempat tertunda.
Ting ting ting
Ponsel Devania berbunyi pertanda pesan masuk . Devania mengerutkan alisnya menerima pesan dari nomor tak dikenal. Kembali Devania bekerja tanpa membuka pesan tersebut.
Ting ting ting
Kembali ponsel Devania berbunyi.
"Kok gak diangkat, Van,,,,kali aja penting ". Kata Farah karena merasa terganggu konsentrasinya
"Gak penting. Nomor asing, lagian itu hanya pesan dibacanya nanti aja kalo sempat". Balas Devania cuek membuat Farah memucat karena sudah bisa menebak siapa yang mengirim pesan tersebut.
'Semoga saja bukan pak Komandan,,,ya Tuhan bantu aku ' batin Farah cemas.
Devania setiap saat mengingatkan Farah agar jangan memberikan nomernya pada orang yang tidak ada hubungan pekerjaan dengannya karena menurut Devania hanya akan mengganggu jika tiba-tiba menelpon atau mengirim pesan yang tidak perlu dan disaat yang tidak tepat.
Devania terus tenggelam dengan pekerjaannya hingga waktu pulang tiba. Sedangkan diruangan Arya sedang mengerang frustasi karena pesannya tak direspon, jangankan dibalas dibaca saja tidak.
'Jangan salahkan aku sayang,,,,,,,' smirk Arya membayangkan wajah cantik Devania.
Devania dan Farah kini berada dijalan raya. Devania terlebih dahulu mengantar Farah ke apartemennya karena sudah beberapa bulan yang lalu Farah memilih tinggal sendiri katanya tidak enak jika harus merepotkan ibu Devania. Meskipun berat namun Devania dan Melva tidak bisa memaksa Farah untuk terus bersamanya karena mereka tau jika Farah juga butuh privasi.
🎶🎶🎶🎶🎶🎶
Selamat menikmati,,,,semoga bisa menghibur para readers
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang berpuasa
Salam hangat selalu dari othor
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
Puspita Sari
beuhhh mas Arya udh manggil sayang.... usaha dulu donk dapetin hatinya vania wkwkwkk
2024-03-06
0
Siti Aminah
aku suka othor bikin Arya frustasi krn Vania
2024-02-13
0
Anne Paendong
sayang sayang...dasar gak jelas...
udah kasih yg terbaik...malah di cerai...rasain loh...makan itu BuCin...
2024-01-29
1