...happy reading beloved readers...
Sang mentari pagi perlahan mengeluarkan sinarnya pertanda pagi akan segera menyapa seisi alam semesta, Vania yang masih setia menutup matanya merasa terganggu dengan bias cahaya yang masuk lewat celah-celah jendela kamarnya.
"Hooaaammm,,,,selamat pagi Vania " ucap Vania pada dirinya sendiri kemudian segera kekamar mandi membersihkan diri.
Hari ini Devania hanya ingin menikmati harinya dengan bermalas-malasan di kostan karena jadwal ke kampus hanya untuk mengambil toga karena setelah ujian Devania dan Farah langsung mendaftar wisuda.
Setelah sarapan Devania dan Farah memilih duduk di ruang tamu kostan mereka sambil menonton televisi karena mahasiswi yang merupakan teman kostan mereka telah ke kampus menjalankan rutinitasnya sebagai mahasiswi.
"Van,,,,apa rencanamu setelah wisuda,,,," tanya Farah sambil matanya menatap televisi
"Bergabung dengan pak Subagja di kota kelahiran ku " jawab Vania terkejut melihat berita di televisi
"Wiiiiihh,,,gagah bener pimpinan pasukan perdamaian kita , kira-kira masih bujang gak ya " ucap Farah tak memperhatikan perubahan wajah Vania
'ternyata dia tentara ???? pimpinan pasukan ??? pantas saja supirnya waktu itu mengatakan siap ndan,,,,aku kira hanya om Sony yang tentara,,,,pantas saja suaranya tegas ' batin Vania bermonolog
"Van,,,,Vania,,,kenapa???? jangan katakan jika kamu terpesona dengan komandan pasukan tadi "lanjut Farah karena tidak mendapat respon dari Vania.
"Enggaklah,,,,ngapain terpesona sama orang yang kita gak kenal " balas Vania sewot
"Kali aja kan,,,yang namanya jodoh siapa tau " ucap Farah santai.
"Daripada bahas orang yang tidak dikenal lebih baik merencanakan masa depan ". kata Vania mengalihkan pembicaraan dan berusaha menetralkan keterkejutannya
" Kok kamu gak siap-siap,,,,ujianmu jam berapa,,,," tanya Vania melihat sahabatnya masih duduk santai
" Lebih cepat dari waktu ujianmu kemarin,,,jam 11.00 " jawab Farah santai
"Van,,, kamu ikut ke kampus, ya,,siapatau dengan melihatmu pak Subagja juga menawarkan pekerjaan buatku " lanjut Farah dengan puppy eyes andalannya
"Emangnya aku pawangnya pak Subagja ,,,,,kalo skripsimu bagus dan cara menjawabmu juga baik serta kamu menguasainya dengan baik pasti pak Subagja dengan senang hati mengajak bergabung " jelas Vania panjang lebar
"Tapi kamu ikut ke kampus ya,,,,kemarin kan aku datang memberimu semangat " rengek Farah seperti anak kecil meminta mainan pada ibunya
"Baiklah,,,," ucap Devania menghembuskan napasnya kasar
Demi memenuhi keinginan sahabatnya selama tiga tahun ini, Devania rela mengorbankan waktu istirahat yang telah direncanakan hari ini.
Devania dan Farah merupakan mahasiswi tercepat selesai pada angkatannya hanya butuh waktu tiga tahun untuk menyelesaikan sarjananya.
Waktu terus bergulir hingga jam menunjukkan pukul 10.00 pagi, saatnya bersiap-siap bagi kedua gadis cantik itu. Yang satunya meskipun nampak santai namun ketegangan nampak menghias wajah cantiknya sementara yang lainnya bener-bener santai dan fresh. Mereka kemudian berjalan bersisian menuju tempat mereka menuntut ilmu.
Tiba dikampus keduanya lalu menuju ke ruang ujian, Farah langsung bergabung dengan beberapa seniornya yang juga akan ujian, sedangkan Vania memilih duduk dibangku tak jauh dari Farah sambil mengutak atik ponselnya dan selanjutnya berselancar didunia maya.
Tak terasa giliran Farah memasuki ruangan ujian, ruangan yang luas dan nyaman namun terasa sumpek dan menyesakkan bagi yang sedang berhadapan dengan beberapa pasang mata dosen penguji yang siap memberikan pertanyaan pada peserta ujian.
Jika kemarin Devania hanya menghabiskan waktu tiga puluh menit untuk menjawab semua pertanyaan dosen penguji namun Farah menghabiskan waktu yang lebih lama entah apa yang terjadi didalam sana. Devania terus berdoa agar sahabatnya mengulang sukses dirinya.
Pintu ruangan ujian terbuka dan Farah tersenyum gembira menandakan dirinya sukses dalam ujian, Devania langsung mendekati Farah dan memeluknya dengan bahagia
"Selamat ya,,,,akhirnya kita bener-bener bersamaan wisuda " kata Devania mengurai pelukannya
"Iya dan tau gak,,,," belum selesai Farah berbicara, Devania sudah memotong dengan cepat membuat Farah menatapnya kesal
"Enggak,,,," balas Vania sebelum Farah menyelesaikan ucapannya
"Aku serius Vania,,,,dengerin dulu dong " rajuk Farah
"Cepat katakan jangan merajuk kayak anak kecil " balas Vania tak sabar
"Pak Subagja juga menawariku bergabung dengan kantornya di kota D,,,," ucap Farah gembira
"Kayaknya kita ditakdirkan untuk selalu bersama seandainya aku laki-laki pasti akan sangat bahagia hidup bersamamu " lanjut Farah dengan dramatis dan mendapat pukulan dari tangan lentik Devania.
"Alhamdulillah,,,,aku turut senang mendengarnya,,,," balas Devania tak kalah gembiranya
"Kita tinggal di rumahku saja, kan aku hanya berdua sama ibu. Ibu pasti senang mendengarnya " lanjut Devania antusias
"Ok deh,,,,sekarang kita ambil toga dulu mumpung kita disini, jadi besok kita bisa bersantai sebelum wisuda minggu depan " ucap Farah sambil menarik tangan Devania.
🎶🎶🎶🎶🎶
Up,,,,,,up,,,,,up,,,,,selamat menikmati jika suka tinggalkan jejaknya ya,,,,,tapi jika tidak suka tinggalkan aja ceritanya jangan komen yang mematikan daya imajinasi othor 🤭🤭🤭
Salam hangat dari author di negeri dongeng
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
Yuliati
lanjut tambah seru
2024-03-01
0
Siti Aminah
jgn bilang nanti farah sahabatny jd licik gara2 jth cinta sm mantan suami ny vania
2024-02-13
0
Ferdiani Ice
author dah pengalaman nih senang bacanya tulisannya bersih nga belepotan
2021-11-03
1