BAB. 2

Setelah selesai shalat subuh Arya Wiguna betah duduk berlama-lama di atas sejadahnya seolah enggan untuk beranjak. Entah mengapa hatinya diliputi perasaan cemas yang sulit untuk dijelaskan.

tok tok tok

"Arya,,,,,,kamu udah shalat kan, nak ???? yuk sarapan supaya kita bisa siap-siap " ajak Bella mama Arya sang calon mempelai .

"Ma,,,,kok tiba-tiba aku ragu untuk melaksanakan pernikahan ini, firasat ku mengatakan akan terjadi sesuatu yang buruk ". ucap Arya khawatir

"Apa karena hatimu belum bisa mencintai Willona ??? tapi kenapa kamu gak menolaknya sejak awal, nak,,,," tanya Bella tak mengerti dengan anak sulungnya

"Arya memang belum bisa mencintai Wilona ma, tapi bukan karena hal itu,,,,entahlah aku hanya ragu " jawab Arya bingung dengan keadaan dirinya.

"Mungkin hanya karena gugup aja,,,,,gak usah dipikirin,,,lagian kenapa juga kamu harus ragu ketika sudah hari pernikahan, jangan buat malu papa sama mama nak, sekarang kita turun semua sudah menunggu untuk sarapan ". kata Bella kemudian turun kelantai satu untuk bergabung dengan para kerabat

"Ma,,,,bukan seperti itu maksudku, aku seorang prajurit dan firasat ku sangatlah kuat dan selama ini belum pernah salah" ujar Arya memburu langkah Bella berusaha menjelaskan namun tetap diabaikan oleh Bella.

"Kali ini firasatmu  pasti salah,,,,,lebih baik kita sarapan dan segera bersiap, mama udah gak sabar lagi pingin membawa menantu mama pulang kerumah " kata Bella dan langsung bergabung dengan kerabat yang lainnya

Suasana meja makan sangat ramai, kerabat dekat keluarga Sony Akbar Wiguna tengah berkumpul sedangkan kerabat dekat Bella akan hadir pada saat resepsi karena mereka semua berdomisili diluar negeri karena Bella memang berdarah campuran.

Hari ini Arya Wiguna hanya akan melaksanakan ijab qabul terlebih dahulu karena disamping berkas pengajuan nikah mereka belum dilengkapi oleh Wilona sehingga Arya tidak bisa mengajukan permohonan nikah sedangkan  dua hari lagi Arya Wiguna akan melaksanakan tugas memimpin pasukan perdamaian dan ini berarti pernikahan mereka belum terdaftar dikantor dimana Aya bertugas.meskipun secara agama mereka sudah sah.

"Kok wajah calon mempelai kusut bener,,,,santai lah bang,,," ledek Sony Akbar Wiguna

"iya nih, mempelai itu harus selalu tersenyum,,,,," timpal Lily adik Sony papa Arya

"Deg degan dia, dek,,,,padahal menghadapi musuh yang berbahaya dianya tenang " Bella ikutan meledek putranya dan disambut tawa oleh semua kerabat. Arya hanya mendengus kasar.

Sony akbar Wiguna juga merupakan salah  seorang petinggi TNI dengan pangkat Jenderal dan bersahabat dengan Doni Kusuma sejak mereka duduk disekolah menengah atas dan kini menjadi seorang pengusaha yang sukses. Sedangkan adik Arya Wiguna yang bernama Ariel Wiguna seorang anggota kepolisian di kota C.

Setelah menyelesaikan sarapan paginya, masing-masing kemudian melakukan persiapan untuk mengantar calon mempelai pria menuju rumah calon mempelai wanita.

Diwaktu yang sama dirumah calon mempelai wanita, semua kerabat Doni Kusuma dilanda kepanikan pasalnya Wilona menghilang dan baru mereka ketahui ketika pihak MUA datang untuk merias sang mempelai.

Zafirah hanya bisa menangis meratapi kepergian putrinya entah kemana. Rasa malu yang Wilona torehkan pada kedua orang tuanya tak akan pernah hilang dan akan menjadi bahan pergunjingan.

Doni Kusuma pun tak jauh berbeda dengan istrinya, hanya saja Doni masih berusaha menemukan keberadaan putrinya dengan mengerahkan anak buahnya meskipun hal itu tak berarti banyak karena rombongan pihak mempelai pria telah tiba di rumah mereka.

Doni langsung mengajak sahabatnya masuk ke dalam kamar setelah terlebih dahulu mempersilahkan rombongan mempelai pria untuk duduk, Sony dan Bella mengikuti langkah Doni sedangkan Arya semakin merasa cemas dan gelisah.

Seorang gadis cantik yang baru saja tiba dan langsung masuk kamar pengantin untuk menemui Wilona karena semalam mereka belum sempat bertemu namun alangkah terkejutnya karena menyaksikan pembicaraan sengit antara pamannya dengan sepasang suami istri yang belum dikenalnya.

Om Doni dan tante Bella serta sepasang suami istri itu menatap gadis itu tanpa berkedip dan langsung tersenyum lebar saking bahagianya.

"Om Doni,,,,,mana kak Lona ???? kenapa acaranya belum dimulai ???? apa bener kak Lona menungguku ??? dua hari yang lalu dia bilang tidak akan menikah jika aku belum datang,,,,,semalam aku datang hanya saja aku masih capek jadi langsung tidur " cerocos Davina.

"Don,,,,,,siapa gadis cantik ini ,,,,,," tanya Sony tersenyum banding terbalik dengan wajahnya beberapa detik yang lalu

"Pikiran papa sama denganku kan ????' timpal Bella bertanya pada suaminya dan dibalas dengan anggukan mengiyakan

"Maksud kalian apa ??? " tanya Doni tak mengerti dan saling bertatapan dan Zafirah istrinya yang sama bingungnya dengan suaminya

"Namanya Devania, di anak dari adik perempuanku,,,,memangnya kenapa ????" lanjut Doni dan kembali mengulang pertanyaannya

"Mungkin Wilona bukanlah jodoh Arya anak kami tapi biarlah ijab qabul hari ini tetap berlangsung dan Wilona diganti dengan Devania lagi pula kerabat kami belum pernah melihat Wilona dan yang paling penting ijab qabul ini belum terdaftar dikantor jadi identitas istri masih bisa diganti tanpa mengurangi makna penting dan sakralnya ijab qabul  itu sendiri ". kata Sony tak mempersoalkan hilangnya Wilona.

"Vania sayang,,,,mau kan kamu menolong kami dengan menggantikan kakakmu,,,,,," dengan wajah memelas Doni meminta kesediaan Devania

Wajah Devania seketika memucat mendengar permintaan pamannya yang sudah seperti ayah kandung baginya apalagi dengan wajah memelas seperti itu, Devania sungguh tak tega namun haruskah dia mempertaruhkan masa depannya sendiri ???? Devania melihat kearah ibunya yang berdiri tak jauh darinya dengan tatapan yang sulit diartikan, Melva pun memberikan tatapan yang sama putri dan kakaknya.

Pergolakan batin Devania semakin memuncak ketika salah seorang kerabat menghampiri mereka dan memanggil kedua orang tua calon mempelai segera keluar.

"Mas Sony,,,,tolong segera keluar ijab qabul akan segera dilaksanakan karena penghulunya juga di tunggu ditempat lain " ucap pria yang memanggil mas pada Sony

"Baiklah,,,,sebentar lagi kami akan menyusul " balas Sony kembali menatap Devania dengan penuh harap

"Tolonglah kami nak,,,,hanya kamu yang bisa melakukan ini karena seandainya masih ada sepupu Wilona seumuran denganmu tentunya kami akan mempunyai pilihan, tapi saat ini hanya kamu yang bisa menggantikan kakakmu " ucap Doni meneteskan airmatanya.

"Mbak Mel,,,,,tolonglah kami bujuk Vania agar bersedia menikah dengan Arya dia pemuda yang baik, selamatkan nama baik keluarga kita " timpal Zafirah dengan wajah sendu

"Sayang,,,,,,kamu harus memutuskan sekarang, apapun itu ibu akan mendukungmu, Vania sudah dewasa kan ??? sudah bisa melihat dan menilai segala sesuatunya dengan bijak " kata Melva sambil memeluk hangat putri  tunggalnya

Mendapatkan pelukan hangat dari ibu yang sangat disayanginya seolah memberinya kekuatan dan kepercayaan dirinya kembali.

"Baiklah om, tante,,,,biarlah Vania yang akan menggantikan posisi kak Lona tapi apapun yang terjadi dikemudian hari, Vania harap kalian jangan mempertanyakan nya." kata Vania tersenyum meskipun  didalam hatinya tidak yakin.

Bella dan Zafirah memeluk Vania dengan bahagia sedangkan Doni mencium pucuk kepala Vania dengan penuh kasih sayang, sementara Sony segera keluar dari kamar menghampiri bapak penghulu.

Tak lama kemudian pihak MUA menggantikan baju Devania yang seharusnya dipakai oleh Wilona beruntungnya Devania dianugerahi wajah cantik sehingga tak perlu lagi memoles wajahnya dengan make up tebal.

Sesaat Devania termenung didepan cermin melihat bayangannya dan tersenyum miris, sungguh bukan pernikahan  seperti ini yang diimpikannya. Menjadi istri pengganti dari pria yang belum pernah dilihatnya dan yang lebih parahnya diantara mereka tidak ada kata cinta.

'kak Lona,,,,,kamu dimana,,,,,rupanya inilah rencanamu hingga memaksaku datang padahal ujian tutupku minggu depan' batin Devania menjerit.

Diruang tamu dimana penghulu dan calon mempelai pria duduk menunggu ijab qabul, Arya menautkan alisnya melihat wajah kedua orang tuanya secara bergantian karena mengambil pulpen dan menuliskan sesuatu pada keras  yang nantinya akan dibaca olehnya.

Setelah selesai menuliskan sesuatu, Sony kemudian berpindah tempat duk disamping putranya sambil menepuk pundaknya dan tersenyum.

"Maafkan papa nak,,,,,," ucap Sony semakin membuat Arya tak tenang

mungkin Wilona bukanlah jodoh yang tepat untukmu nak,,,,,tapi papa yakin Devania adalah gadis yang baik dan tepat untukmu ' batin Sony

🌈🌈🌈🌈🌈🌈

Semoga suka dengan ceritanya,,,,,,tapi kalo pun gak suka tolong jangan menghujat karena akan mematikan khayalan othor,,,,,,

jangan lupa dukungannya dengan like, favorit, boom, vote atau komen seperti biasa

salam hangat selalu dari othor

dan terima kasih atas dukungannya

Terpopuler

Comments

Mebang Huyang M

Mebang Huyang M

salam sehat selalu thor. ini udh kebeberapa kali sy baca kisah ini, da bosan hehehe.

2024-06-29

2

PANJUL MAN

PANJUL MAN

semoga tidak ada konflik yg berat

2024-03-27

1

FUZEIN

FUZEIN

Menarik

2024-03-14

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!