...Happy reading beloved readers...
Beberapa menit kemudian pasangan suami istri yang tidak saling kenal tiba di sebuah kompleks perumahan tepatnya disebuah rumah minimalis dengan halaman yang cukup luas, sangat nyaman kesan pertama yang Vania rasakan.
"Rian,,,, kamu pulang aja pakai motor yang di garasi ". titah Arya
"Siap ndan,,,," balas Rian patuh
Tanpa menunggu Devania keluar dari mobil, Arya terlebih dahulu melenggang memasuki rumahnya dan Devania mengekori dari belakang.
"Silahkan duduk !!!!!" dengan nada memerintah, sebelum Arya memasuki sebuah ruangan
'Astagaa nih orang kaku amat ya,,,,,suruh istirahat kek atau ganti baju,,,,,gak tau apa kalo aku ini capek dan gerah seharian pake baju begini ' dumel Devania dalam hati
Lima menit kemudian Arya keluar dengan dua lembar kertas putih ditangannya dan memberikan pada Devania.
"Ini kamu baca dan tanda tangani !!! silahkan ganti baju dan istirahat dikamar itu !!!!" dengan nada datar menunjukkan kamar tamu
"Baik,,," balas Devania dingin kemudian langsung masuk kedalam kamar tamu sesuai perintah tuan rumah.
'gila juga pria ini,,,,baiklah kamu jual, aku beli,,,,,aku bukanlah wanita seperti dalam novel yang akan suka rela menanggung derita demi mempertahankan pernikahan ini,,,,kamu salah pak Arya. Hidupku sangat berguna dan tak akan aku sia-siakan '. batin Devania tersenyum.
Devania lalu mengganti bajunya setelah membaca kertas yang telah ditandatangani oleh Arya terlebih dahulu, lalu Devania pun membubuhkan tanda tangannya tak lupa menulis surat untuk Arya sebelum pergi.
Sedangkan didalam kamarnya Arya tertidur pulas karena kelelahan dan tak menyadari jika Devania telah pergi
Tiga puluh menit Devania habiskan untuk tiba dirumah ibunya dan langsung bergegas menemui wanita yang telah melahirkannya.
"Lho nak,,,,kok udah pulang, mana suamimu,,,," tanya Melva khawatir
"Bu, maafkan Vania ya,,,,," ucap Devania tanpa menjawab pertanyaan Melva kemudian menggeret kopernya keluar kamar
"Nak, kamu mau kemana ???? tolong cerita apa yang terjadi sebenarnya " kembali Melva bertanya dengan lembut namun menuntut penjelasan
"Vania mohon ibu jangan syok dengan semua ini, Vania gak apa-apa. Sungguh bu. Jika tante Bella besok atau lusa datang tolong perlihatkan kertas ini tapi ibu kasi fotocopynya aja, ya,,,,karena itu adalah bukti yang satu-satunya Vania punya " sambil menyodorkan kertas yang telah ditandatangani oleh Arya dan Vania.
Vania kemudian menceritakan semuanya secara singkat hingga tiba dirumahnya dan kembali pada rencana awal untuk segera pulang ke kota C mengurus ujian tutupnya yang hanya menunggu jadwal
"Maaf bu, Vania gak punya banyak waktu, dua jam lagi pesawat berangkat, kan Mubazir jika tiket hangus " lanjut Devania tersenyum manis pada Melva, ibunya.
Devania memang memesan tiket pulang pergi untuk kembali ke kota C setelah ijab qabul Wilona. Melva memeluk erat putri semata wayangnya sambil menangis setelah membaca kertas tersebut. Melva sangat menyesal ikut membujuk putrinya untuk melakukan pernikahan konyol tersebut.
"Airmata ibu sangat berharga bagi Vania,,,tolong jangan menangis karena persoalan ini, masa depan Vania masih panjang. Beberapa hari lagi Vania ujian tutup dan wisuda dan kini saatnya melanjutkan hidup " lanjut Vania dengan senyum manis tanpa beban.
Devania adalah gadis pintar dan ceria namun cuek dan selalu berpikiran positif. Melva sangat bersyukur memiliki putri seperti Devania yang tak pernah menyusahkan dirinya.
Kemudian kembali memeluk ibunya dengan hangat sebelum akhirnya Devania menaiki taksi online yang dipesannya menuju bandara. Tiba dibandara Devania melakukan boarding pass dan langsung berjalan kearah pesawat yang akan membawanya kembali berkutat dengan skripsinya.
Sementara itu Arya yang baru terbangun kemudian keluar dari kamar dan segera mencari keberadaan Devania dikamar tamu karena hari sudah gelap.
Tok tok tok
Ceklek
Arya mengitari pandangannya dalam kamar namun tak menemukan keberadaan Devania kemudian lanjut membuka pintu kamar mandi tetap tak menemukan orang yang dia cari. Selanjutnya matanya tertuju pada kertas yang tadi diberikan pada Devania dan sebuah surat. Arya kemudian duduk ditepi tempat tidur membaca surat yang ditinggalkan Devania.
Yang terhormat pak Arya.....
Hai pak Arya,,,,,kalo bapak menemukan surat ini berarti bapak mencari saya,,,hehehe maaf pak narsis sedikit gak apa-apa kan,,,,
Oh ya pak,,,,surat cerainya sudah saya tanda tangani dan saya membawanya satu lembar sebagai bukti dan pegangan saya,,,,
Maaf karena saya bukanlah tipe wanita seperti pada novel -novel yang akan bertahan dan memperjuangkan pernikahannya.
Tolong sampaikan permohonan maaf saya yang sebesar-besarnya pada tante Bella **dan om Soni. Maaf juga karena saya gak bisa menunggu sampai besok karena ada urusan masa depan yang lebih penting sedang menanti. Lagipula tinggal seatap dengan laki-laki yang bukan muhrim hukumnya dosa
Terima kasih karena telah memberiku dua status dalam satu hari dan semoga hidup bapak dilimpahkan kebahagiaan.
Satu harapan terbesarku setelah ini semoga kita tidak akan pernah bertemu lagi
Selamat tinggal
Hormatku
Devania Chantika Salsabila
Setelah membaca surat Devania, kemudian Arya melipat surat tersebut dan membawanya keruang kerjanya bersama dengan surat cerai yang sudah mereka tanda tangani.
'wanita berani dan mandiri,,,,hmm menarik. Aku salah menilainya ' batin Arya tersenyum dan meringis dalam waktu yang bersamaan
🍎🍎🍎🍎🍎🍎
Segitu dulu up_nya,,,,
Sebenarnya othor ingin crazy up tapi apalah daya othor juga manusia biasa yang punya keterbatasan,,,
Selamat menikmati cerita dari negri halu
Salam hangat dari othor
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
sharvik
kok judul y pak tara sih . .
2025-01-02
1
Rima baharudin
cakep devania........ jangan pernah nangis untuk hal yang ga berguna
2024-08-03
1
murni l.toruan
Woiii mantul.....cewek cantik yang tegas dan berani.
2024-06-26
1