Bugghhhhh
"Apa yang sudah kalian lakukan hah! Dimana otak kalian, brengsek!" amuk Falcon sembari menghajar anak buahnya.
"Maaf bos, kami tidak tahu kalau dia, dia...
"Dia apa? Memangnya matamu tidak bisa membedakan mana orang yang bisa kalian ganggu dan mana orang yang tidak boleh bisa kalian sentuh! Jelas-jelas kegelapan membayanginya, bagaimana bisa kalian tetap berbuat seperti itu!" sentak Falcon semakin emosi. "Pokoknya aku tidak mau tahu. Kalau dia sampai mendatangiku, maka nyawa kalian lah yang akan kuserahkan padanya. Aku tidak mau mati konyol gara-gara perbuatan kalian semua. Ingat itu!.
Setelah mengamuk pada anak buahnya, Falcon melangkah cepat ke ruangannya. Dia butuh minuman untuk membasahi kerongkongannya setelah mendengar kabar buruk yang baru saja terjadi. Memikirkan siapa yang telah di singgung oleh anak buahnya membuat pikiran Falcon sedikit kacau. Dia tentu saja tahu resiko seperti apa yang kemungkinan besar akan dia terima.
"Awas saja kalian. Kalau sampai mereka meminta pertanggungjawaban dariku maka aku ak...
Deg.. deg.. degg
Belum selesai Falcon berbicara, mulutnya langsung terkatup rapat begitu masuk ke dalam ruangan. Nafasnya seperti terhenti saat dia melihat seseorang tengah berdiri sendirian di dekat jendela. Dia tahu, sangat tahu kalau orang yang tadi di singgung oleh anak buahnya sudah datang. Ya, orang misterius itu benar-benar mendatanginya.
"T-tuan...."
Tak ada jawaban. Orang berhodie yang wajahnya selalu di tutup dengan masker itu diam tak bergeming ketika Falcon memanggilnya. Tapi Falcon bisa merasakan amarah yang di bawa olehnya. Karena sekarang suhu ruangan ini sudah berubah menjadi begitu dingin seperti di kutub utara.
"Tuan, ini salah paham. Aku sama sekali tidak terlibat dengan apa yang di perbuat oleh anak buahku. Jadi aku harap kau tidak mengincarku untuk membalas dendam" jelas Falcon memberanikan diri meluruskan masalah yang ada.
Masih tetap tidak ada jawaban. Seperti yang selama ini di ketahui oleh banyak kelompok, orang berhodie ini tidak akan pernah bicara sepatah katapun meski kita bertanya hingga ratusan kali. Namun kebungkaman dari orang berhodie ini cukup membahayakan karena di belakangnya ada sebuah organisasi yang sangat rahasia. Tidak ada yang tahu dimana dan bagaimana rupa dari anggota organisasi tersebut. Yang semua orang tahu organisasi tersebut bernama Ma Queen dimana orang berhodie ini adalah sebagai ketuanya. Sungguh satu kesialan jika ada kelompok yang sampai di datangi oleh pria ini. Karena itu tandanya mereka sudah membuatnya menjadi sangat marah. Dan sekarang nyawa Falcon sedang berada dalam bahaya karena kecerobohan anak buahnya sendiri.
Srraaakkkk
Saat Falcon sedang ketakutan, tiba-tiba orang berhodie itu menyibak tirai. Lalu muncullah dua orang pria yang juga memakai masker masuk ke dalam ruangan. Kedua orang itu tampak membawa sebuah kotak besar yang langsung di lemparkan ke hadapan Falcon.
"Ini adalah kepala anggotamu yang sudah berani mengusik ketenangan ketua kami. Aku harap hal ini bisa kalian jadikan pelajaran agar ke depannya kau dan anak buahmu lebih berhati-hati lagi jika ingin bermain dengan seseorang. Untung saja dia tidak terluka, nyawamu bisa menjadi gantinya kalau ketua kami sampai menemukan sedikit saja luka di tubuhnya. Benar-benar ceroboh!" tegur Resan dengan tatapan dinginnya.
"Katakan pada ketuamu aku minta maaf. Tapi sungguh kejadian itu tidak ada hubungannya denganku. Anak buahku bilang mereka juga tidak tahu kalau kedua gadis itu ada hubungannya dengan ketua kalian. Mereka pikir kedua gadis itu sama seperti gadis-gadis lain yang suka keluyuran malam, makanya mereka menggodanya!" ucap Falcon berusaha menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi.
"Kami tidak peduli. Berani membuat ketua kami tidak senang, maka bersiaplah berurusan dengan Organisasi Ma Queen. Ini peringatan terakhir untukmu dan juga kelompokmu, Falcon. Jika nanti kami masih melihat anak buahmu berbuat ulah pada kedua gadis itu, maka bersiaplah untuk kehilangan nyawa!.
Falcon jatuh terduduk di lantai setelah ketiga orang itu pergi dari sana. Tulang-tulang di kakinya seperti berubah menjadi jelly, lemas dan tidak bertenaga.
"Brengsek! Sebenarnya gadis seperti apa yang bisa memiliki hubungan spesial dengan ketua Queen Ma. Mungkinkah gadis itu adalah alasan kenapa organisasi mereka menggunakan nama Queen dan bukan King? Arrggghhhh, sialan!.
Saat Falcon sedang bertanya-tanya tentang gadis yang di ganggu oleh anak buahnya, di dalam sebuah mobil ada tiga orang yang sedang duduk sambil mengawasi kediaman Falcon. Orang berhodie yang sejak tadi terus memakai masker kini membukanya. Salah besar jika Falcon memanggilnya tuan, karena sebenarnya dia adalah seorang wanita. Ya, ketua Organisasi Queen Ma sebenarnya adalah seorang wanita. Namanya Rose, gadis dingin yang jarang sekali bicara dalam kehidupan sehari-harinya.
"Kita pergi!" ucap Rose datar.
"Nona, apa tidak sebaiknya kita habisi saja Falcon dan semua anak buahnya" tanya Resan sambil mulai melajukan mobil. "Rasanya tanganku benar-benar sangat gatal ingin melenyapkan para bedebah itu dari dunia ini."
"Jangan dulu. Falcon memiliki koneksi yang cukup luas, Resan. Suatu saat kita bisa saja menekannya jika kita mengalami masalah. Cukup teguran seperti ini saja untuk memberinya pelajaran" jawab Rose.
Queen Ma adalah sebuah organisasi yang sangat tersembunyi dan hanya orang tertentu saja yang bisa berhubungan dengan mereka. Semua anggota mereka sangat terseleksi karena hanya orang-orang yang mempunyai bakat hebat saja yang bisa menjadi bagian dari Quuen Ma. Bisnis mereka bergerak di bagian jual beli senjata api, baik itu ilegal maupun legal. Juga secara diam-diam Rose menanamkan saham di beberapa perusahaan besar. Namun Rose tidak mau identitasnya di ketahui oleh orang-orang, jadi dia menggunakan nama Mr.X sebagai gantinya, sedangkan data aslinya dia sembunyikan dalam sebuah file yang sangat sulit untuk di tembus. Dia lebih suka hidup sederhana dengan bekerja sebagai karyawan di sebuah restoran. Padahal jika di periksa dengan benar, kekayaan Rose sangatlah banyak. Dengan uang yang dia miliki sekarang Rose bahkan bisa mendirikan perusahaan sendiri. Namun lagi-lagi kembali pada kepribadian Rose yang tidak terlalu suka berinteraksi dengan orang banyak.
"Oh ya Nona, apa kita akan membiarkan Nona Mona tetap mengingat kejadian saat di taman tadi? Aku khawatir dia akan mencurigaimu" tanya Lorus.
"Tidak apa-apa. Mona tidak akan berani mengatakan pada siapapun tentang apa yang terjadi di taman. Dia penakut."
Sudut bibir Rose berkedut saat dia teringat Mona yang terus merengek ketakutan saat mereka sudah sampai di kost. Bahkan Rose di paksa untuk menemaninya tidur saking traumanya Mona dengan kejadian yang dia lihat di taman. Terkadang Rose merasa kalau Mona itu seperti adiknya sendiri, padahal usia mereka terpaut satu tahun dimana Mona lebih tua darinya. Meskipun jarang bicara, Rose sangat menyayangi gadis culun itu. Dia merasa nyaman berteman dengannya.
"Baiklah kalau itu tidak akan menimbulkan masalah."
Lorus kemudian ingat dengan pesan seorang petinggi kepolisian yang meminta di buatkan beberapa senjata api pada mereka. Segera saja dia menyampaikan kabar tersebut pada nonanya.
"Nona, siang tadi ada seorang petinggi polisi menghubungiku. Dia memesan senjata cukup banyak dari kita, dan dia juga berani membayar mahal tanpa melakukan penawaran. Haruskah kita mengabulkan keinginannya?.
"Selidiki dulu. Kalau dia memesan senjata itu untuk para pengkhianat negara, tolak! Tapi jika dia membelinya untuk kepentingan lain, maka turuti saja. Meskipun kita bukan dari organisasi yang baik, setidaknya kita tidak mendukung para pengkhianat negara yang ingin menyengsarakan banyak orang. Aku tidak suka itu!" jawab Rose tegas.
"Baik Nona!.
"Bangunkan aku jika sudah sampai" pesan Rose kemudian memejamkan mata sambil menyender ke kursi mobil.
Lorus dan Resan mengangguk. Mereka tak lagi bicara karena tak ingin mengganggu istirahat nona mereka.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
...🌹Jangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss 🔪🔪🔪...
...🌹 Ig: rifani_nini...
...🌹 Fb: Rifani...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 280 Episodes
Comments
Triharyanti Hary
aku sangat suka sekali crita ini, sangat suka
2024-06-19
0
Azzahro shofiya Ramadhani
wah...wah...wah....cepres....ternyata oh ternyata....is the best....
2023-02-23
1
epifania rendo
ternyata rose ketua mafia astga suka suka
2022-11-22
0