Rose: Keluarga Clarence

"Zidane, teman arisanku mempunyai seorang anak gadis yang baru saja kembali dari Aussy. Bagaimana kalau kita mengenalkannya pada Adam? Aku rasa mereka berdua sangat cocok" ucap Vanya sembari mengambilkan lauk untuk suaminya.

Zidane Clarence, pendiri Group CL, ayah kandung dari Adamar Clarence, atau lebih biasa di kenal dengan sebutan Adam Clarence, hanya diam saja tanpa mempunyai niat untuk menjawab perkataan istrinya. Dia malas jika harus membahas masalah perjodohan putranya yang dingin itu. Zidane paham betul bagaimana watak putranya yang tidak suka di atur-atur, apalagi jika itu mengenai kehidupan pribadinya. Anak sulungnya akan menjadi sangat keras kepala dan hampir tidak bisa di ajak bicara dengan baik jika masalah pribadinya di recoki. Tapi meskipun begitu, istrinya ini tetap saja kekeh mencarikan jodoh untuk anaknya itu. Padahal Zidane sudah pernah memperingatkannya.

"Kenapa kau hanya diam saja? Ayo cepat berikan komentarmu" desak Vanya tak sabar.

"Ma, kenapa sih Mama ini suka sekali menjodohkan Kak Adam dengan anak dari teman arisan Mama. Mama kan tahu sendiri kalau Kak Adam itu tidak suka hidupnya di ganggu."

Gracia Clarence, anak bungsu di Keluarga Clarence tampak menimbrung percakapan orangtuanya begitu dia masuk ke dalam rumah. Dia yang baru saja kembali dari Universitas langsung duduk dan meminta pelayan untuk mengambilkan makan malam untuknya.

"Kau ini tahu apa, Grace. Urusi saja kuliahmu yang tidak selesai-selesai itu" omel Vanya sambil menatap tajam kearah putrinya.

"Ck, tidak usah menyinggung tentang kuliahku, Ma. Aku tahu apa yang harus aku lakukan" kilah Grace kesal.

"Ini meja makan, tempatnya orang untuk menyantap makanan. Kalau kalian hanya ingin mengobrol silahkan cari tempat lain. Seperti tidak pernah di didik saja!" tegur Zidane tak suka dengan kelakuan anak dan istrinya.

"Maaf Pa, tapi Mama yang mulai duluan."

"Grace..!.

Brraaakkkk

"Vanya, Grace, keluar kalian!.

Amarah Zidane memuncak. Dia sangat kesal jika ada orang yang mengobrol di meja makan. Sambil memelototkan mata Zidane memberikan nasehat tegas pada kedua wanita yang kini terdiam dengan wajah masam.

"Sudah berapa kali aku katakan pada kalian kalau aku sangat tidak suka ada yang melakukan aktivitas lain ketika kita sedang berada di meja makan. Ini adalah salah satu sikap yang perlu kalian jaga sebagai keluarga konglomerat. Mau di taruh dimana muka Keluarga Clarence kalau kebiasaan buruk kalian sampai terbawa di hadapan para tamu penting? Kalian mau nama keluarga kita tercoreng? Iya?!.

Grace tak jadi menyahut perkataan sang Papa ketika ibunya memelototkan mata kearahnya. Sambil mendengus kesal dia melipat tangan di dada, memanyunkan bibir ke depan saat ayahnya kembali menebar petuah yang menurutnya sangat tidak penting.

"Dan kau Grace. Kapan kau akan membuat Papa dan Mama bangga dengan gelar sarjanamu? Ini adalah tahun terakhirmu berada di sana, tapi kenapa Papa masih belum mendapat kabar baik juga dari para dosen? Mau jadi apa kau kalau hanya bermain-main seperti ini? Pria dari keluarga mana yang akan menerimamu sebagai menantu kelak?" marah Zidane tak puas dengan kelakuan putri bungsunya.

"Zidane, jangan terlalu keras pada Grace. Kalaupun tidak ada keluarga yang bersedia menerimanya sebagai menantu, maka kita sebagai orangtua haruslah membelikan seorang suami untuknya. Kita ini kaya raya, tidak akan ada pria yang sanggup untuk menolak tumpukan uang yang kita berikan" bela Vanya tak terima putrinya di sudutkan.

Lagi. Lagi-lagi Vanya memperlihatkan kesombongannya akan harta yang ada di keluarga ini. Sebagai istri seorang konglomerat, sudah pasti kearoganan dan juga kepongahan mendarah daging di tubuhnya. Vanya bahkan memiliki niat tersembunyi untuk merebut seluruh hak waris yang berada di tangan anak tirinya dengan cara menjodohkannya dengan wanita yang sudah dia pilih, dimana nantinya wanita itu akan membuat Adam melepaskan seluruh hak waris dan memberikannya pada Gracia. Namun sayangnya rencana itu sampai sekarang masih belum berhasil karena Adam selalu menolak para wanita yang dia kirim. Padahal Vanya sudah ingin segera pergi dengan bebas untuk memburu para brondong tampan yang berkeliaran di luar sana. Jujur, Zidane tak lagi bisa memberikan kepuasan di atas ranjang semenjak dia menderita sebuah penyakit. Membuat Vanya akhirnya mencari kehangatan dari para daun muda yang membutuhkan uang.

"Ibu macam apa kau ini, Vanya. Kau jangan selalu mengukur semuanya dengan uang!" teriak Zidane murka.

"Ma, Pa, aku bosan mendengar pertengkaran kalian. Aku jadi tak berselera untuk makan" kesal Grace kemudian pergi meninggalkan meja makan.

"Mama ikut Grace!.

Zidane mendengus jengkel sepeninggal anak dan istrinya. Dia lalu memutuskan untuk makan malam seorang diri. Dia lelah mengadapi kelakuan Vanya dan juga Grace yang semakin menjadi-jadi setiap harinya.

Vanya yang kini sudah berada di dalam kamar putrinya langsung merebahkan diri di atas ranjang. Rasanya kesal sekali setelah berdebat dengan suaminya yang impoten itu.

"Ma, Mama yakin ingin menjodohkan Kak Adam dengan anak teman arisan Mama?" tanya Grace penasaran. Dia ikut berbaring di samping ibunya.

"Iyalah. Mama mana mungkin membiarkan kakakmu menikah dengan wanita pilihannya sendiri. Bisa-bisa dia merebut semua harta warisan milik Papa-mu. Memangnya kau mau hidup miskin? Tidak kan?" jawab Vanya.

"Ya tidak sih. Tapi kan Kak Adam selalu menolak semua perjodohan yang Mama lakukan. Atau jangan-jangan Kak Adam sudah mempunyai kekasih di luar sana. Kira-kira dari keluarga mana ya kekasihnya itu?.

Aura kebencian langsung menguar di wajah Vanya ketika Grace menyinggung kemungkinan yang bisa saja terjadi. Tak ingin kecolongan, dia segera menghubungi seseorang untuk mencari tahu apakah benar Adam sedang menjalin hubungan dengan seorang wanita atau tidak. Dia tidak mau Adam menikah dengan seseorang yang tidak bisa dia kendalikan.

"Ada apa, Nyonya Vanya?.

"Cari tahu apakah Adam mempunyai kekasih atau tidak. Laporkan padaku sesegera mungkin jika kalian mendapatkan informasi tentang hal itu" ucap Vanya. "Masalah bayaran kalian tidak perlu risau. Aku akan langsung mentransfernya setelah ini. Ingat ya, periksa dengan teliti karena aku tidak mau kecolongan!.

Setelah berkata seperti itu Vanya langsung mematikan panggilan. Dia lalu menoleh kearah Grace yang sedang menatapnya.

"Kenapa menatap Mama seperti itu?.

"Mama benar-benar sangat licik, tapi aku bangga menjadi anaknya Mama. Haha.. akhirnya aku tidak perlu repot-repot meraih gelar sarjana untuk bisa mendapat hak waris harta keluarga kita, Ma. Huffttt!" jawab Grace sembari membuang nafas lega. "Rasanya aku benar-benar muak setiap hari harus mengikuti pelajaran yang sangat membosankan itu. Belum lagi si anak desa itu, membuat moodku selalu rusak setiap harinya."

"Si anak desa? Siapa itu Grace?" tanya Vanya penasaran.

"Rose, dia adalah mahasiswa pedesaan yang mendapat beasiswa untuk kuliah di tempat yang sama denganku, Ma. Tahu tidak, dia itu begitu sombong dan sok cantik. Dia bahkan tidak takut mencari masalah denganku!.

"Apaa??? Dengan status keluarga kita sebagai pemegang saham terbesar di Universitas itu masih ada yang berani berurusan denganmu? Dia sudah gila ya!.

Vanya kesal. Dia tidak terima anak kesayangannya di pandang remeh oleh orang lain. Semua orang haruslah menghormati keluarganya, terutama dia dan putrinya.

"Kemarin dia mengejekku, Ma. Dia bilang aku ini jelek dan tubuhku gendut. Harga diriku di rusak di hadapan semua teman-temanku, Ma. Aku malu!" ucap Grace sengaja melebih-lebihkan cerita.

"Kurang ajar!" geram Vanya semakin tak terima. "Besok Mama akan ikut pergi denganmu, Grace. Gadis kampungan itu harus tahu sedang berhadapan dengan siapa. Beraninya dia merendahkan satu-satunya pewaris di Keluarga Clarence. Cari mati!.

Grace diam-diam tersenyum licik setelah berhasil membuat amarah ibunya memuncak. Dia sudah tidak sabar menantikan hari esok dimana Rose akan di permalukan balik oleh ibunya.

'Tunggu saja, Rose. Memang benar kalau aku tidak pernah bisa menang melawanmu, tapi apakah kau mampu bertahan dari serangan Mama-ku? Tidak Rose, besok adalah hari kehancuranmu. Aku pastikan itu.'

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

...🌹Jangan lupa vote, like, dan comment...

...ya gengss 🔪🔪🔪...

...🌹 Ig: rifani_nini...

...🌹 Fb: Rifani...

Terpopuler

Comments

epifania rendo

epifania rendo

dasar pasti awal nya hidup melarat dasar tidak tau diri

2022-11-22

0

Sri Astuti

Sri Astuti

wah.. dihina hina pdhl jd iparnya.. serùu ini

2022-09-09

0

Otin Frankenstein Jr.

Otin Frankenstein Jr.

yg ada nyokap lu bkl nyaho ma rose

2022-08-07

0

lihat semua
Episodes
1 Rose: Gadis Pendiam
2 Rose: Seorang Teman
3 Rose: Phobia
4 Rose: Sebuah Keputusan
5 Rose: Hubungan Serius
6 Rose: Selamat Pagi Istriku....
7 Rose: Rasa Yang Menyedihkan
8 Rose: Kecerobohan Adam
9 Rose: Keluarga Clarence
10 Rose: Di Intai
11 Rose: Orang Berhodie
12 Rose: Kegalauan Rolland
13 Rose: Penjelasan Adam
14 Rose: Keluarga Yang Hangat
15 Rose: Pagi Yang Tak Biasa
16 Rose: Peretas Misterius
17 Rose: Mr.X Yang Misterius
18 Rose: Pria Kurang Ajar
19 Rose: Menunggu
20 Rose: Fitnah
21 Rose: Wanita Setengah Pria
22 Rose: I Miss You, Honey
23 Rose: Di Temukan
24 Rose: Tentang Mimpi
25 Rose: Mandi Visual Di Malam Minggu
26 Rose: Ketakutan Mona
27 Rose: Ucapan Manis
28 Rose: Seperti Mengenal
29 Pemenang Giveaway
30 Rose: Harapan Yang Kandas
31 Rose: Tabir Rahasia
32 Rose: Bayangan Yang Nyata
33 Rose: Suara Ketukan
34 Rose: Curiga
35 Rose: Mirip
36 Rose: Rasa Sakit
37 Rose: Kegelisahan Adam
38 Rose: Pingsan
39 Rose: Kebersamaan
40 Rose: Tawaran Makan Malam
41 Rose: Cemilan Haram
42 Rose: Rumah Megah
43 Rose: Menguak Rahasia
44 Rose: Ajakan
45 Rose: Penolakan
46 Rose: Tentang Rindu
47 Rose: Jamuan Malam
48 Rose: Pulang Ke Desa
49 Rose: Cucu Konglomerat
50 Rose: Ancaman Seseorang
51 Rose: Fakta
52 Rose: Tentang Ingatan
53 Rose: Ada Yang Janggal
54 Rose: Arti Satu Detik
55 Rose: Bayangan-bayangan
56 Rose: Di Antara Dua Pilihan
57 Rose: Dua Wanita Mengerikan
58 Rose: Pecandu
59 Rose: Di Jodohkan
60 Rose: Ponsel Kuno
61 Rose: Bukan Manusia
62 Rose: Gadis Bermental Baja
63 Rose: Nasib Baik
64 Rose: Serpihan Ingatan
65 Rose: Yang Manis
66 Rose: Sulit Tertebak
67 Rose: Kode
68 Rose: Jalan Rahasia
69 Rose: Darah Yang Sama
70 Rose: Pria Beristri
71 Rose: Pertemuan Tak Di Duga
72 Rose: Suatu Kebetulan Atau...
73 Rose: Kejutan Yang Mengejutkan
74 Rose: Denting Piano
75 Rose: Jangan Memberi Kesempatan
76 Rose: Kemarahan Seorang Sahabat
77 Rose: Perkumpulan Sesat
78 Rose: Pesona Sang Ketua
79 Rose: Satu Alasan
80 Rose: Wanita Dalam Bayangan
81 Rose: Alasan Di Balik Rahasia
82 Rose: Waktunya Membalas
83 Rose: Balasan Yang Setimpal
84 Rose: Daerah Terlarang
85 Rose: Peta Harta Karun
86 Skipidadap
87 Rose: Denting Piano
88 Rose: Rasa Yang Salah
89 Rose: Ajakan Bergabung
90 Rose: Tangis Di Pemakaman
91 Rose: Kebimbangan Hati
92 Rose: Bermain Peran
93 Rose: Lelah
94 Rose: Potongan Puzzle
95 Rose: Gadis Kecilku
96 Rose: Dia Datang
97 Rose: Kunjungan Gheana
98 Rose: Tak Di Sangka
99 Rose: Pria Asing
100 Rose: Rasa Kasihan
101 Rose: Tertekan
102 Rose: Waspada!
103 Rose: Si Kecil
104 Rose: Masalah Besar
105 Rose: Misi Penting
106 Rose: Hukuman Setimpal
107 Rose: Pawang
108 Rose: Hampir Kecolongan
109 Rose: Kematian Yang Setimpal
110 Rose: Jurang Kenikmatan
111 Rose: Badut Bodoh
112 Rose: Di Balik Lemari
113 Rose: MA : Mona-Agler
114 Rose: Kesalahan Terbesar
115 Rose: Nyawanya, Nyawaku
116 Rose: Rahasia Kelam
117 Rose: Tembok Yang Runtuh
118 Rose: Kerumunan Berjubah
119 Rose: Waktu Yang Sempurna
120 Rose: Mawar Hitam
121 Rose: Akhir Yang Tragis
122 Rose: Rasa Sesak Tertahan
123 Rose: Manis Di Akhir Yang Pahit
124 Rose: Kebenaran Yang Sesungguhnya
125 Rose: Kolam Renang Merah
126 Rose: Pria Asing
127 Rose: Tersadar
128 Rose: Bertingkah Manja
129 Rose: Kekasihku, Zalina
130 Rose: Sikap Yang Berbeda
131 Rose: Memutuskan Untuk Memendam
132 Rose: Seorang Pemimpin
133 Rose: Rasa Yang Hangat
134 Rose: Bicara Empat Mata
135 Rose: Permintaan Yang Gagal
136 Rose: Lelah Berpura-pura
137 Rose: Di Ancam
138 Rose: Di Ujung Tanduk
139 Rose: Kemeja Dan Mawar Putih
140 Rose: Kepanikan Zidane
141 Rose: Hari Yang Menyenangkan
142 Rose: Ingin Di Akui
143 Rose: Hadiah Perpisahan
144 Rose: Menuntaskan Hasrat
145 Rose: Malam Yang Berkesan
146 Rose: Keraguan Rose
147 Rose: Pendosa Yang Sebenarnya
148 Rose: Gugup
149 Rose: Menginginkan Perhatian
150 Rose: Kabar Penting
151 Rose: Tak Ada Kata Keberatan
152 Rose: Keterkejutan
153 Rose: Mati Kutu
154 Rose: Latar Belakang
155 Rose: Si Manis Ungu
156 Rose: Tak Sadarkan Diri
157 Rose: Dua Kelebihan
158 Rose: Khayalan
159 Rose: Mencoba Melepaskan
160 Rose: Marcellino Alltezza Lorenzo
161 Rose: Sekelompok Iblis
162 Rose: Saling mengancam
163 Rose: Kebahagiaan Semua Orang
164 Rose: Tiga Pria Kekar
165 Rose: Aura Penuh Penekan
166 Rose: Ingin Memberi Pelajaran
167 Rose: Misi Gagal
168 Rose: Kematian Para Sampah
169 Rose: Tahu Akan Semuanya
170 Rose: Kucing Ompong
171 Rose: Membangunkan Macan Tidur
172 Rose: Antara Gila Dan Tidak Waras
173 Rose: Rela Bertekuk Lutut
174 Rose: Senyum Tersirat
175 Rose: Buah Simalakama
176 Rose: Iblis Berwujud Manusia
177 Rose: Anjing Dalam Kegelapan
178 Rose: De Javu
179 Rose: Manusia Keji
180 Rose: Kesempatan Dalam Kesempitan
181 Rose: Deritaku, Nerakaku
182 Rose: Keharuan
183 Rose: Calon Istri
184 Rose: Kebimbangan
185 Rose: Tentang Latar Belakang
186 Rose: Tamu Tak Di Undang
187 Rose: Sedikit Bermain
188 Rose: Pinggiran Sungai
189 Rose: Menciptakan Neraka
190 Rose: Sedia Payung Sebelum Hujan
191 Rose: Penyiksaan Yang Sebenarnya
192 Rose: Mawar Beracun
193 Rose: Kelalaian Lorus
194 Rose: Sebuah Insting
195 Rose: Tangis Perjuangan
196 Rose: Ada Yang Tidak Beres
197 Rose: Drama Jalanan
198 Rose: Ayah Dan Suami Siaga
199 Rose: Mengakui Dosa
200 Rose: Pilihan Sendiri
201 Rose: Sikap Yang Angkuh
202 Rose: Orang-orang Berbahaya
203 Rose: Alat Terbaru
204 Rose: Obat Yang Sebenarnya
205 Rose: Tujuan Yang Sebenarnya
206 Rose: Mengakui Kesalahan
207 Rose: Ukiran Bunga Mawar
208 Rose: Peluru Beracun
209 Rose: Mengirim Bantuan
210 Rose: Minuman Aneh
211 Rose: Menjilat Ludah Sendiri
212 Rose: Mati Mengenaskan
213 Rose: Iblis Betina
214 Rose: Wanita Bodoh
215 Rose: Cambuk Berduri
216 Rose: Mengadu
217 Rose: Terjebak Dalam Perintah
218 Rose: Berburu Nyawa
219 Rose: Malaikat Cantik Pencabut Nyawa
220 Rose: Simbiosis Mutualisme
221 Rose: Wanita Mengerikan
222 Rose: Sebuah Rencana
223 Rose: Sebuah Kesetiaan
224 Rose: Berbisik Rahasia
225 Rose: Barter Yang Menguntungkan
226 Rose: Pertunjukan Sirkus
227 Rose: Salam Terakhir
228 Rose: Dia Bukan Manusia
229 Rose: Jurang Kegelapan
230 Rose: Menegaskan Hubungan
231 Rose: Aku Datang
232 Rose: Something
233 Rose: Ilusi Kesakitan
234 Rose: Jantung Serigala
235 Rose: Di Antara Dua Orang
236 Rose: Berbuah Manis
237 Rose: Berbuah Kebaikan
238 Rose: Tembok Penghalau
239 Rose: "Tuan"
240 Rose: Tempat Yang Salah
241 Rose: Hukuman
242 -
243 Rose: Karma Yang manis
244 Rose: Rasa Khwatir
245 Rose: Dilarang Takut
246 Rose: Orang Terpilih
247 Rose: Si Tuan
248 Rose: Bermain Dengan Perasaan
249 Rose: Pikiran Konyol
250 Rose: Kabar Baik
251 Rose: Manusia Setengah Iblis
252 Rose: Makhluk Abadi
253 Rose: Bisikan Burung
254 Rose: Penderitaan Zidane
255 Rose: Terima Kasih ...
256 Rose: Di Antara Dua Pilihan
257 Rose: Kekhawatiran Rose
258 Rose : Suasana Mencekam
259 Rose : Rahasia Yang Tersimpan
260 Rose: Sambutan Hangat
261 Rose: Salah Bicara
262 Rose: Pergerakan Mencurigakan
263 Rose: Gudang Harta Karun
264 Rose: Sedikit Melunak
265 Rose: Jalan Terakhir
266 Rose: Rasa Sakit Yang Sama
267 Rose: Mengambil Alih
268 Rose: Merengek
269 Rose: Kesetiaan Tiga Serangkai
270 Rose: Keberpihakan Adam
271 Rose: Rasa Takut Dan Khawatir
272 Rose: Sebuah Pengakuan #1
273 Rose: Sebuah Pengakuan #2
274 Rose: Sebuah Pengakuan #3
275 Rose: Mari Kita Berperang
276 Rose: Musuh Yang Sebenarnya
277 Rose: Tentang Keluarga Xia
278 Rose: Berburu Mangsa
279 End
280 Extra Part 1
Episodes

Updated 280 Episodes

1
Rose: Gadis Pendiam
2
Rose: Seorang Teman
3
Rose: Phobia
4
Rose: Sebuah Keputusan
5
Rose: Hubungan Serius
6
Rose: Selamat Pagi Istriku....
7
Rose: Rasa Yang Menyedihkan
8
Rose: Kecerobohan Adam
9
Rose: Keluarga Clarence
10
Rose: Di Intai
11
Rose: Orang Berhodie
12
Rose: Kegalauan Rolland
13
Rose: Penjelasan Adam
14
Rose: Keluarga Yang Hangat
15
Rose: Pagi Yang Tak Biasa
16
Rose: Peretas Misterius
17
Rose: Mr.X Yang Misterius
18
Rose: Pria Kurang Ajar
19
Rose: Menunggu
20
Rose: Fitnah
21
Rose: Wanita Setengah Pria
22
Rose: I Miss You, Honey
23
Rose: Di Temukan
24
Rose: Tentang Mimpi
25
Rose: Mandi Visual Di Malam Minggu
26
Rose: Ketakutan Mona
27
Rose: Ucapan Manis
28
Rose: Seperti Mengenal
29
Pemenang Giveaway
30
Rose: Harapan Yang Kandas
31
Rose: Tabir Rahasia
32
Rose: Bayangan Yang Nyata
33
Rose: Suara Ketukan
34
Rose: Curiga
35
Rose: Mirip
36
Rose: Rasa Sakit
37
Rose: Kegelisahan Adam
38
Rose: Pingsan
39
Rose: Kebersamaan
40
Rose: Tawaran Makan Malam
41
Rose: Cemilan Haram
42
Rose: Rumah Megah
43
Rose: Menguak Rahasia
44
Rose: Ajakan
45
Rose: Penolakan
46
Rose: Tentang Rindu
47
Rose: Jamuan Malam
48
Rose: Pulang Ke Desa
49
Rose: Cucu Konglomerat
50
Rose: Ancaman Seseorang
51
Rose: Fakta
52
Rose: Tentang Ingatan
53
Rose: Ada Yang Janggal
54
Rose: Arti Satu Detik
55
Rose: Bayangan-bayangan
56
Rose: Di Antara Dua Pilihan
57
Rose: Dua Wanita Mengerikan
58
Rose: Pecandu
59
Rose: Di Jodohkan
60
Rose: Ponsel Kuno
61
Rose: Bukan Manusia
62
Rose: Gadis Bermental Baja
63
Rose: Nasib Baik
64
Rose: Serpihan Ingatan
65
Rose: Yang Manis
66
Rose: Sulit Tertebak
67
Rose: Kode
68
Rose: Jalan Rahasia
69
Rose: Darah Yang Sama
70
Rose: Pria Beristri
71
Rose: Pertemuan Tak Di Duga
72
Rose: Suatu Kebetulan Atau...
73
Rose: Kejutan Yang Mengejutkan
74
Rose: Denting Piano
75
Rose: Jangan Memberi Kesempatan
76
Rose: Kemarahan Seorang Sahabat
77
Rose: Perkumpulan Sesat
78
Rose: Pesona Sang Ketua
79
Rose: Satu Alasan
80
Rose: Wanita Dalam Bayangan
81
Rose: Alasan Di Balik Rahasia
82
Rose: Waktunya Membalas
83
Rose: Balasan Yang Setimpal
84
Rose: Daerah Terlarang
85
Rose: Peta Harta Karun
86
Skipidadap
87
Rose: Denting Piano
88
Rose: Rasa Yang Salah
89
Rose: Ajakan Bergabung
90
Rose: Tangis Di Pemakaman
91
Rose: Kebimbangan Hati
92
Rose: Bermain Peran
93
Rose: Lelah
94
Rose: Potongan Puzzle
95
Rose: Gadis Kecilku
96
Rose: Dia Datang
97
Rose: Kunjungan Gheana
98
Rose: Tak Di Sangka
99
Rose: Pria Asing
100
Rose: Rasa Kasihan
101
Rose: Tertekan
102
Rose: Waspada!
103
Rose: Si Kecil
104
Rose: Masalah Besar
105
Rose: Misi Penting
106
Rose: Hukuman Setimpal
107
Rose: Pawang
108
Rose: Hampir Kecolongan
109
Rose: Kematian Yang Setimpal
110
Rose: Jurang Kenikmatan
111
Rose: Badut Bodoh
112
Rose: Di Balik Lemari
113
Rose: MA : Mona-Agler
114
Rose: Kesalahan Terbesar
115
Rose: Nyawanya, Nyawaku
116
Rose: Rahasia Kelam
117
Rose: Tembok Yang Runtuh
118
Rose: Kerumunan Berjubah
119
Rose: Waktu Yang Sempurna
120
Rose: Mawar Hitam
121
Rose: Akhir Yang Tragis
122
Rose: Rasa Sesak Tertahan
123
Rose: Manis Di Akhir Yang Pahit
124
Rose: Kebenaran Yang Sesungguhnya
125
Rose: Kolam Renang Merah
126
Rose: Pria Asing
127
Rose: Tersadar
128
Rose: Bertingkah Manja
129
Rose: Kekasihku, Zalina
130
Rose: Sikap Yang Berbeda
131
Rose: Memutuskan Untuk Memendam
132
Rose: Seorang Pemimpin
133
Rose: Rasa Yang Hangat
134
Rose: Bicara Empat Mata
135
Rose: Permintaan Yang Gagal
136
Rose: Lelah Berpura-pura
137
Rose: Di Ancam
138
Rose: Di Ujung Tanduk
139
Rose: Kemeja Dan Mawar Putih
140
Rose: Kepanikan Zidane
141
Rose: Hari Yang Menyenangkan
142
Rose: Ingin Di Akui
143
Rose: Hadiah Perpisahan
144
Rose: Menuntaskan Hasrat
145
Rose: Malam Yang Berkesan
146
Rose: Keraguan Rose
147
Rose: Pendosa Yang Sebenarnya
148
Rose: Gugup
149
Rose: Menginginkan Perhatian
150
Rose: Kabar Penting
151
Rose: Tak Ada Kata Keberatan
152
Rose: Keterkejutan
153
Rose: Mati Kutu
154
Rose: Latar Belakang
155
Rose: Si Manis Ungu
156
Rose: Tak Sadarkan Diri
157
Rose: Dua Kelebihan
158
Rose: Khayalan
159
Rose: Mencoba Melepaskan
160
Rose: Marcellino Alltezza Lorenzo
161
Rose: Sekelompok Iblis
162
Rose: Saling mengancam
163
Rose: Kebahagiaan Semua Orang
164
Rose: Tiga Pria Kekar
165
Rose: Aura Penuh Penekan
166
Rose: Ingin Memberi Pelajaran
167
Rose: Misi Gagal
168
Rose: Kematian Para Sampah
169
Rose: Tahu Akan Semuanya
170
Rose: Kucing Ompong
171
Rose: Membangunkan Macan Tidur
172
Rose: Antara Gila Dan Tidak Waras
173
Rose: Rela Bertekuk Lutut
174
Rose: Senyum Tersirat
175
Rose: Buah Simalakama
176
Rose: Iblis Berwujud Manusia
177
Rose: Anjing Dalam Kegelapan
178
Rose: De Javu
179
Rose: Manusia Keji
180
Rose: Kesempatan Dalam Kesempitan
181
Rose: Deritaku, Nerakaku
182
Rose: Keharuan
183
Rose: Calon Istri
184
Rose: Kebimbangan
185
Rose: Tentang Latar Belakang
186
Rose: Tamu Tak Di Undang
187
Rose: Sedikit Bermain
188
Rose: Pinggiran Sungai
189
Rose: Menciptakan Neraka
190
Rose: Sedia Payung Sebelum Hujan
191
Rose: Penyiksaan Yang Sebenarnya
192
Rose: Mawar Beracun
193
Rose: Kelalaian Lorus
194
Rose: Sebuah Insting
195
Rose: Tangis Perjuangan
196
Rose: Ada Yang Tidak Beres
197
Rose: Drama Jalanan
198
Rose: Ayah Dan Suami Siaga
199
Rose: Mengakui Dosa
200
Rose: Pilihan Sendiri
201
Rose: Sikap Yang Angkuh
202
Rose: Orang-orang Berbahaya
203
Rose: Alat Terbaru
204
Rose: Obat Yang Sebenarnya
205
Rose: Tujuan Yang Sebenarnya
206
Rose: Mengakui Kesalahan
207
Rose: Ukiran Bunga Mawar
208
Rose: Peluru Beracun
209
Rose: Mengirim Bantuan
210
Rose: Minuman Aneh
211
Rose: Menjilat Ludah Sendiri
212
Rose: Mati Mengenaskan
213
Rose: Iblis Betina
214
Rose: Wanita Bodoh
215
Rose: Cambuk Berduri
216
Rose: Mengadu
217
Rose: Terjebak Dalam Perintah
218
Rose: Berburu Nyawa
219
Rose: Malaikat Cantik Pencabut Nyawa
220
Rose: Simbiosis Mutualisme
221
Rose: Wanita Mengerikan
222
Rose: Sebuah Rencana
223
Rose: Sebuah Kesetiaan
224
Rose: Berbisik Rahasia
225
Rose: Barter Yang Menguntungkan
226
Rose: Pertunjukan Sirkus
227
Rose: Salam Terakhir
228
Rose: Dia Bukan Manusia
229
Rose: Jurang Kegelapan
230
Rose: Menegaskan Hubungan
231
Rose: Aku Datang
232
Rose: Something
233
Rose: Ilusi Kesakitan
234
Rose: Jantung Serigala
235
Rose: Di Antara Dua Orang
236
Rose: Berbuah Manis
237
Rose: Berbuah Kebaikan
238
Rose: Tembok Penghalau
239
Rose: "Tuan"
240
Rose: Tempat Yang Salah
241
Rose: Hukuman
242
-
243
Rose: Karma Yang manis
244
Rose: Rasa Khwatir
245
Rose: Dilarang Takut
246
Rose: Orang Terpilih
247
Rose: Si Tuan
248
Rose: Bermain Dengan Perasaan
249
Rose: Pikiran Konyol
250
Rose: Kabar Baik
251
Rose: Manusia Setengah Iblis
252
Rose: Makhluk Abadi
253
Rose: Bisikan Burung
254
Rose: Penderitaan Zidane
255
Rose: Terima Kasih ...
256
Rose: Di Antara Dua Pilihan
257
Rose: Kekhawatiran Rose
258
Rose : Suasana Mencekam
259
Rose : Rahasia Yang Tersimpan
260
Rose: Sambutan Hangat
261
Rose: Salah Bicara
262
Rose: Pergerakan Mencurigakan
263
Rose: Gudang Harta Karun
264
Rose: Sedikit Melunak
265
Rose: Jalan Terakhir
266
Rose: Rasa Sakit Yang Sama
267
Rose: Mengambil Alih
268
Rose: Merengek
269
Rose: Kesetiaan Tiga Serangkai
270
Rose: Keberpihakan Adam
271
Rose: Rasa Takut Dan Khawatir
272
Rose: Sebuah Pengakuan #1
273
Rose: Sebuah Pengakuan #2
274
Rose: Sebuah Pengakuan #3
275
Rose: Mari Kita Berperang
276
Rose: Musuh Yang Sebenarnya
277
Rose: Tentang Keluarga Xia
278
Rose: Berburu Mangsa
279
End
280
Extra Part 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!