"Zidane, teman arisanku mempunyai seorang anak gadis yang baru saja kembali dari Aussy. Bagaimana kalau kita mengenalkannya pada Adam? Aku rasa mereka berdua sangat cocok" ucap Vanya sembari mengambilkan lauk untuk suaminya.
Zidane Clarence, pendiri Group CL, ayah kandung dari Adamar Clarence, atau lebih biasa di kenal dengan sebutan Adam Clarence, hanya diam saja tanpa mempunyai niat untuk menjawab perkataan istrinya. Dia malas jika harus membahas masalah perjodohan putranya yang dingin itu. Zidane paham betul bagaimana watak putranya yang tidak suka di atur-atur, apalagi jika itu mengenai kehidupan pribadinya. Anak sulungnya akan menjadi sangat keras kepala dan hampir tidak bisa di ajak bicara dengan baik jika masalah pribadinya di recoki. Tapi meskipun begitu, istrinya ini tetap saja kekeh mencarikan jodoh untuk anaknya itu. Padahal Zidane sudah pernah memperingatkannya.
"Kenapa kau hanya diam saja? Ayo cepat berikan komentarmu" desak Vanya tak sabar.
"Ma, kenapa sih Mama ini suka sekali menjodohkan Kak Adam dengan anak dari teman arisan Mama. Mama kan tahu sendiri kalau Kak Adam itu tidak suka hidupnya di ganggu."
Gracia Clarence, anak bungsu di Keluarga Clarence tampak menimbrung percakapan orangtuanya begitu dia masuk ke dalam rumah. Dia yang baru saja kembali dari Universitas langsung duduk dan meminta pelayan untuk mengambilkan makan malam untuknya.
"Kau ini tahu apa, Grace. Urusi saja kuliahmu yang tidak selesai-selesai itu" omel Vanya sambil menatap tajam kearah putrinya.
"Ck, tidak usah menyinggung tentang kuliahku, Ma. Aku tahu apa yang harus aku lakukan" kilah Grace kesal.
"Ini meja makan, tempatnya orang untuk menyantap makanan. Kalau kalian hanya ingin mengobrol silahkan cari tempat lain. Seperti tidak pernah di didik saja!" tegur Zidane tak suka dengan kelakuan anak dan istrinya.
"Maaf Pa, tapi Mama yang mulai duluan."
"Grace..!.
Brraaakkkk
"Vanya, Grace, keluar kalian!.
Amarah Zidane memuncak. Dia sangat kesal jika ada orang yang mengobrol di meja makan. Sambil memelototkan mata Zidane memberikan nasehat tegas pada kedua wanita yang kini terdiam dengan wajah masam.
"Sudah berapa kali aku katakan pada kalian kalau aku sangat tidak suka ada yang melakukan aktivitas lain ketika kita sedang berada di meja makan. Ini adalah salah satu sikap yang perlu kalian jaga sebagai keluarga konglomerat. Mau di taruh dimana muka Keluarga Clarence kalau kebiasaan buruk kalian sampai terbawa di hadapan para tamu penting? Kalian mau nama keluarga kita tercoreng? Iya?!.
Grace tak jadi menyahut perkataan sang Papa ketika ibunya memelototkan mata kearahnya. Sambil mendengus kesal dia melipat tangan di dada, memanyunkan bibir ke depan saat ayahnya kembali menebar petuah yang menurutnya sangat tidak penting.
"Dan kau Grace. Kapan kau akan membuat Papa dan Mama bangga dengan gelar sarjanamu? Ini adalah tahun terakhirmu berada di sana, tapi kenapa Papa masih belum mendapat kabar baik juga dari para dosen? Mau jadi apa kau kalau hanya bermain-main seperti ini? Pria dari keluarga mana yang akan menerimamu sebagai menantu kelak?" marah Zidane tak puas dengan kelakuan putri bungsunya.
"Zidane, jangan terlalu keras pada Grace. Kalaupun tidak ada keluarga yang bersedia menerimanya sebagai menantu, maka kita sebagai orangtua haruslah membelikan seorang suami untuknya. Kita ini kaya raya, tidak akan ada pria yang sanggup untuk menolak tumpukan uang yang kita berikan" bela Vanya tak terima putrinya di sudutkan.
Lagi. Lagi-lagi Vanya memperlihatkan kesombongannya akan harta yang ada di keluarga ini. Sebagai istri seorang konglomerat, sudah pasti kearoganan dan juga kepongahan mendarah daging di tubuhnya. Vanya bahkan memiliki niat tersembunyi untuk merebut seluruh hak waris yang berada di tangan anak tirinya dengan cara menjodohkannya dengan wanita yang sudah dia pilih, dimana nantinya wanita itu akan membuat Adam melepaskan seluruh hak waris dan memberikannya pada Gracia. Namun sayangnya rencana itu sampai sekarang masih belum berhasil karena Adam selalu menolak para wanita yang dia kirim. Padahal Vanya sudah ingin segera pergi dengan bebas untuk memburu para brondong tampan yang berkeliaran di luar sana. Jujur, Zidane tak lagi bisa memberikan kepuasan di atas ranjang semenjak dia menderita sebuah penyakit. Membuat Vanya akhirnya mencari kehangatan dari para daun muda yang membutuhkan uang.
"Ibu macam apa kau ini, Vanya. Kau jangan selalu mengukur semuanya dengan uang!" teriak Zidane murka.
"Ma, Pa, aku bosan mendengar pertengkaran kalian. Aku jadi tak berselera untuk makan" kesal Grace kemudian pergi meninggalkan meja makan.
"Mama ikut Grace!.
Zidane mendengus jengkel sepeninggal anak dan istrinya. Dia lalu memutuskan untuk makan malam seorang diri. Dia lelah mengadapi kelakuan Vanya dan juga Grace yang semakin menjadi-jadi setiap harinya.
Vanya yang kini sudah berada di dalam kamar putrinya langsung merebahkan diri di atas ranjang. Rasanya kesal sekali setelah berdebat dengan suaminya yang impoten itu.
"Ma, Mama yakin ingin menjodohkan Kak Adam dengan anak teman arisan Mama?" tanya Grace penasaran. Dia ikut berbaring di samping ibunya.
"Iyalah. Mama mana mungkin membiarkan kakakmu menikah dengan wanita pilihannya sendiri. Bisa-bisa dia merebut semua harta warisan milik Papa-mu. Memangnya kau mau hidup miskin? Tidak kan?" jawab Vanya.
"Ya tidak sih. Tapi kan Kak Adam selalu menolak semua perjodohan yang Mama lakukan. Atau jangan-jangan Kak Adam sudah mempunyai kekasih di luar sana. Kira-kira dari keluarga mana ya kekasihnya itu?.
Aura kebencian langsung menguar di wajah Vanya ketika Grace menyinggung kemungkinan yang bisa saja terjadi. Tak ingin kecolongan, dia segera menghubungi seseorang untuk mencari tahu apakah benar Adam sedang menjalin hubungan dengan seorang wanita atau tidak. Dia tidak mau Adam menikah dengan seseorang yang tidak bisa dia kendalikan.
"Ada apa, Nyonya Vanya?.
"Cari tahu apakah Adam mempunyai kekasih atau tidak. Laporkan padaku sesegera mungkin jika kalian mendapatkan informasi tentang hal itu" ucap Vanya. "Masalah bayaran kalian tidak perlu risau. Aku akan langsung mentransfernya setelah ini. Ingat ya, periksa dengan teliti karena aku tidak mau kecolongan!.
Setelah berkata seperti itu Vanya langsung mematikan panggilan. Dia lalu menoleh kearah Grace yang sedang menatapnya.
"Kenapa menatap Mama seperti itu?.
"Mama benar-benar sangat licik, tapi aku bangga menjadi anaknya Mama. Haha.. akhirnya aku tidak perlu repot-repot meraih gelar sarjana untuk bisa mendapat hak waris harta keluarga kita, Ma. Huffttt!" jawab Grace sembari membuang nafas lega. "Rasanya aku benar-benar muak setiap hari harus mengikuti pelajaran yang sangat membosankan itu. Belum lagi si anak desa itu, membuat moodku selalu rusak setiap harinya."
"Si anak desa? Siapa itu Grace?" tanya Vanya penasaran.
"Rose, dia adalah mahasiswa pedesaan yang mendapat beasiswa untuk kuliah di tempat yang sama denganku, Ma. Tahu tidak, dia itu begitu sombong dan sok cantik. Dia bahkan tidak takut mencari masalah denganku!.
"Apaa??? Dengan status keluarga kita sebagai pemegang saham terbesar di Universitas itu masih ada yang berani berurusan denganmu? Dia sudah gila ya!.
Vanya kesal. Dia tidak terima anak kesayangannya di pandang remeh oleh orang lain. Semua orang haruslah menghormati keluarganya, terutama dia dan putrinya.
"Kemarin dia mengejekku, Ma. Dia bilang aku ini jelek dan tubuhku gendut. Harga diriku di rusak di hadapan semua teman-temanku, Ma. Aku malu!" ucap Grace sengaja melebih-lebihkan cerita.
"Kurang ajar!" geram Vanya semakin tak terima. "Besok Mama akan ikut pergi denganmu, Grace. Gadis kampungan itu harus tahu sedang berhadapan dengan siapa. Beraninya dia merendahkan satu-satunya pewaris di Keluarga Clarence. Cari mati!.
Grace diam-diam tersenyum licik setelah berhasil membuat amarah ibunya memuncak. Dia sudah tidak sabar menantikan hari esok dimana Rose akan di permalukan balik oleh ibunya.
'Tunggu saja, Rose. Memang benar kalau aku tidak pernah bisa menang melawanmu, tapi apakah kau mampu bertahan dari serangan Mama-ku? Tidak Rose, besok adalah hari kehancuranmu. Aku pastikan itu.'
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
...🌹Jangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss 🔪🔪🔪...
...🌹 Ig: rifani_nini...
...🌹 Fb: Rifani...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 280 Episodes
Comments
epifania rendo
dasar pasti awal nya hidup melarat dasar tidak tau diri
2022-11-22
0
Sri Astuti
wah.. dihina hina pdhl jd iparnya.. serùu ini
2022-09-09
0
Otin Frankenstein Jr.
yg ada nyokap lu bkl nyaho ma rose
2022-08-07
0