Di suatu pagi, terlihat sepasang anak manusia masih asik bergelung di bawah selimut tebal yang membungkus tubuh polos keduanya. Dua insan yang baru semalam merajut hubungan terlihat kelelahan setelah memadu kasih untuk menyalurkan hasrat masing-masing. Adam Clarence, pria tampan nan berkuasa itu perlahan-lahan mulai membuka mata. Dia tersenyum begitu melihat wajah cantik dari seorang gadis yang sedang terlelap di pelukannya.
"Selamat pagi, istriku" sapa Adam lirih.
Satu tangan Adam bergerak mengusap bibir ranum milik istrinya yang semalam dia nikmati. Sungguh, Adam di buat gila dengan tubuh candunya Rose. Rasanya dia ingin sekali mengulang apa yang terjadi semalam, namun dia berusaha untuk tahu diri. Adam tidak ingin Rose berfikir macam-macam tentangnya jika dia terlalu memaksakan kehendak.
Drrrttttt, ddrrttttt
Adam celingukan begitu mendengar suara dering ponsel miliknya. Dia kemudian ingat kalau ponsel itu berada di saku celana yang masih teronggok di lantai. Dengan hati-hati Adam menarik tangannya yang dia gunakan untuk menyanggah kepala Rose kemudian turun dari ranjang. Sebelum mengambil ponsel, Adam terlebih dahulu mengambil kemeja kemudian memakainya. Baru setelah itu dia menjawab panggilan yang ternyata adalah Cesar yang menelfon.
"Ada apa?" tanya Adam dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Ckckckck, sombong sekali ya pengantin baru kita. Hehe, bagaimana? Kau suka dengan kejutanku tidak, Dam?.
Kening Adam mengerut, dia sedikit bingung dengan ucapan Cesar. Saat Adam sedang mencerna ucapan sahabatnya, terdengar suara lenguhan dari arah ranjang. Adam kembali naik ke atas ranjang kemudian mengelus pipi istrinya agar kembali terlelap. Dia terkekeh begitu mendengar gumaman Rose yang memintanya untuk berhenti.
"Tidurlah lagi Hon. Hari masih sangat pagi" bisik Adam sebelum akhirnya menyingkir kearah jendela. "Apa maksudmu bicara seperti itu, Ces? Kejutan apa yang kau maksud?.
"Aih kau ini. Kau pikir karena rencana siapa sehingga kau bisa menikah dengan Rose? Itu aku Dam, aku yang sengaja mengirim orang-orang itu untuk menggerebek kalian berdua. Hahahaha, aku benar-benar tidak menyangka akan menemukanmu yang sedang menindih tubuh gadis itu. Kau sangat buas, Tuan Adam Clarence!.
Adam mencengkeram ponselnya dengan kuat begitu Cesar mengatakan kalau apa yang terjadi semalam adalah hasil dari perbuatannya. Dia tidak menyangka kalau sahabatnya akan mempunyai ide segila itu hanya demi bisa menyatukannya dengan Rose.
"Kau benar-benar sudah tidak waras. Apa kau tidak memikirkan dampak seperti apa yang akan di alami oleh Rose jika seandainya dia menolak untuk menikah denganku? Otakmu sungguh tidak berguna, Cesar. Kau gila!" umpat Adam pelan. Dia tak ingin Rose sampai mendengar pembicaraannya dengan Cesar.
"Sudahlah Dam, tidak perlu marah-marah seperti ini. Toh sekarang kalian sudah resmi menikah secara hukum dan agama. Dimana ruginya coba? Aaaa.... Atau jangan-jangan kau belum mendapat jatah ya makanya uring-uringan seperti ini. Ayo mengaku saja Dam, ayo!.
Wajah Adam memerah. Seandainya saja Cesar ada disini, si pria Casanova itu pasti akan langsung meledeknya habis-habisan. Adam tanpa sadar tersenyum ketika mengingat percintaannya dengan Rose semalam. Dia mengusap tengkuknya yang tiba-tiba meremang.
"Kami sudah melakukannya, Ces. Dan aku adalah yang pertama. Rose masih tersegel rapi ketika aku menyentuhnya."
"Wooaaahhhhhhhh, kalau sudah seperti ini apa kau masih ingin memarahiku Dam? Bagaimana? Rasanya sangat enak dan membuat ketagihan bukan? Hahahaha, akhirnya pria yang selama ini merasa kesepian bisa merasakan surga dunia juga. Aku ikut merasa bahagia untuk pernikahan kalian. Jangan lupa untuk memberiku bonus ya nanti?.
Adam berdehem.
"Ada apa kau menghubungiku sepagi ini, Ces? Perusahaan baik-baik saja kan?" tanya Adam mengalihkan pembicaraan.
"Semua aman terkendali, bos. Hanya saja semalam Rolland menelfon dan meminta kita untuk datang ke Negara N hari ini juga."
"Kenapa begitu cepat? Bukankah kita masih memiliki waktu sampai besok ya?" tanya Adam yang tidak rela berpisah dengan istrinya di hari pertama pernikahan mereka.
"Meeting di majukan dan sekarang aku sudah menunggumu di dekat kostnya Rose. Cepat datang kemari atau aku yang akan mendatangi kalian. Aku yakin sekali saat ini kalian pasti tidak memakai busana apapun. Iya kan?.
Adam langsung mematikan ponselnya begitu mendengar ucapan gila Cesar. Dia kemudian menatap kearah ranjang dimana istrinya masih tertidur dengan sangat lelap.
"Rose, sepertinya kita harus berpisah dulu untuk beberapa hari ke depan. Seandainya aku tahu akan ada kejadian seperti ini di antara kita, aku pasti akan meminta Rolland untuk memajukan jadwal pertemuan kami. Hemmm, sayang sekali. Padahal aku ingin sekali menemanimu seharian ini. Kau pasti akan merasa sedikit tidak nyaman akibat perbuatanku semalam."
Setelah berargumen sendiri Adam bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh. Dia meringis ketika merasakan perih di bagian punggung akibat cakaran kuku Rose semalam. Tak berlama-lama, Adam segera menyudahi acara mandinya kemudian keluar dari sana. Dia lalu meraih pakaiannya yang tergeletak di lantai kemudian memakainya sembari menatap penuh cinta kearah istrinya yang masih berada di alam mimpi.
"Honey, aku janji tidak akan lama di sana. Aku akan berusaha secepat mungkin membereskan pekerjaan yang ada kemudian pulang untuk menemanimu disini.".
Sebenarnya Adam ingin sekali mengobrol dengan Rose sebelum pergi. Namun apa daya, dia sangat tidak tega untuk membangunkan Rose dari tidurnya. Adam tahu kalau istrinya itu sangat kelelahan, jadi dia terpaksa pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu. Biarlah, nanti dia akan menjelaskannya setelah pulang dari bertemu dengan Rolland.
Di kejauhan, Cesar yang sedang duduk di kap mobil nampak terkekeh-kekeh melihat bosnya yang datang sambil memperlihatkan aura permusuhan yang begitu besar. Dia dengan santai mengacungkan jari jempol kemudian menjilatnya.
"Apakah semalam sukses besar?" goda Cesar begitu bosnya sampai. "Ckckck, pakaianmu terlalu kusut. Aku yakin sekali semalam pasti sangat panas."
"Lain kali berilah aba-aba dulu kalau kau mau bertindak, Ces. Kau hampir membuatku mati kebingungan asal kau tahu" omel Adam kemudian meninju lengan sahabatnya. "Rolland bilang apa?.
"Dia bilang terpaksa memajukan pertemuan ini karena beberapa hari ke depan dia sudah harus kembali ke luar negeri. Bisnis yang di sana sedang membutuhkan banyak perhatiannya. Itu yang dia katakan padaku semalam" jawab Cesar kemudian mengambil sebuah paperbag besar dari dalam mobil. "Nah, pakaianmu. Ganti sendiri atau aku yang akan membantumu memakai baju?.
Adam menatap ngeri kearah Cesar. Dia dengan kesal merebut paperbag tersebut lalu membawanya masuk ke dalam mobil. Sebelum menutup pintu, Adam lebih dulu memberikan sedikit peringatan pada sahabatnya yang tidak waras itu.
"Jangan coba-coba mengintipku, Ces. Kalau kau tetap melakukannya maka aku akan langsung mencongkel bola matamu."
"Iyuuhhhh, aku takut sekali" ledek Cesar dengan sengaja memperlihatkan ekpresi ketakutan di wajahnya. "Biarkan aku mengintip sebentar saja Dam. Aku penasaran junior siapa yang paling gagah di antara kita berdua."
"Sudah pasti juniorku lah pemenangnya. Milikmu itu kecil dan lemah, karena itulah kau tidak pernah mempunyai kekasih" sahut Adam kemudian membanting pintu mobil dengan sangat kuat.
Cesar terpingkal-pingkal mendengarnya. Yah, memang benar sih kalau selama ini dia tak pernah memiliki kekasih. Sebenarnya bukan karena Cesar tidak laku, tapi karena dia yang belum menemukan wanita yang tepat. Sehari-harinya, Cesar selalu di keliling oleh para bidadari. Namun hatinya tak pernah bergerak untuk menjadikan salah satu dari mereka sebagai tambatan hati. Dia lebih suka berpetualang sebagai pria Casanova yang selalu membuat para wanita merengek ketagihan.
"Kalau ada yang sulit kenapa harus yang mudah? Kalau ada banyak wanita yang mengejarku, kenapa harus mempunyai kekasih? Ahahaha Cesar, syairmu sangat luar biasa. Amazing!.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
...🌹 Jangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss 🔪🔪🔪...
...🌹 IG: emak_rifani...
...🌹 FB: Rifani...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 280 Episodes
Comments
epifania rendo
astga adam kenapa tidak pamit dulu
2022-11-22
1
Mia Nurmiati Putra
.
2022-09-16
0
Otin Frankenstein Jr.
lanjut thor
2022-08-07
0