"Nona, bolehkah aku berkenalan denganmu? Aku adalah pelanggan lama di restoran ini dan aku juga sudah cukup lama memperhatikanmu. Kalau boleh tahu namamu siapa?.
Rose diam tak menanggapi ucapan pria yang mencoba untuk mendekatinya. Tangannya sibuk menata makanan di atas meja, membiarkan si pria terus memandanginya sembari menunggu jawaban.
"Nona, ayolah. Jangan sok jual mahal padaku!" desak si pria tak sabar. "Lihat aku. Jasku terbuat dari bahan yang sangat mahal, jam dan sepatuku adalah barang branded. Kau pasti akan sangat bersyukur jika bisa berkenalan dengan pria berkelas sepertiku, nona. Ayolah, beritahu aku siapa namamu!.
Mungkin karena kesal terus di abaikan, pria itu dengan kurang ajarnya menarik tangan Rose ketika melihatnya ingin pergi. Dia nampak tersenyum mesum ketika Rose menatapnya dengan begitu dingin.
"Lepas!.
"Kalau aku tidak mau?" tantang si pria yang bernama Jonas.
Sebuah seringai muncul di sudut bibirnya Rose. Dalam sekali serangan, Jonas sudah jatuh tersungkur di lantai dengan hidung yang mengeluarkan darah segar.
"Shiitt!! Yakk brengsek, apa-apaan kau hah!.
Teriakan Jonas menarik perhatian seluruh pengunjung yang sedang makan di restoran. Orang-orang itu mulai saling berbisik sembari menatap aneh kearah Jonas yang duduk di lantai dengan hidung mengeluarkan darah.
Begitu menyadari kalau dirinya menjadi pusat perhatian, dengan wajah merah padam menahan malu Jonas segera bangkit berdiri. Dia lalu menatap tajam kearah pelayan wanita yang tengah menatapnya dengan datar. Tubuh Jonas sedikit bergidik ketika ekor matanya tidak sengaja menangkap sebuah senyum yang sangat samar di bibir pelayan tersebut.
"K-kau, beraninya kau melakukan kekerasan kepadaku!" maki Jonas dengan suara yang terdengar gugup.
Rose diam tak bergeming. Dia kemudian melirik kearah jendela dimana Lorus tengah menatapnya. Rose lalu mengangguk, setelah itu dia kembali menatap pria yang tengah sibuk menyeka darah di hidungnya.
"Minta maaf padaku!.
Tak ada jawaban dari Rose. Dia acuh, tapi matanya tetap terarah pada pria tersebut.
"Aku bilang cepat minta maaf padaku sebelum aku memanggil si pemilik restoran untuk memecatmu!" ancam Jonas semakin geram.
"Ada apa ini?.
Manager restoran segera datang menghampiri Rose yang sedang di teriaki oleh pelanggan restoran. Sambil menelan ludah manager tersebut meminta Rose untuk menjelaskan apa yang terjadi.
"R-Rose, ada apa ini?.
"Aku memukul wajahnya" jawab Rose jujur.
Glukkk
Tidak hanya manager restoran saja yang merinding mendengar kejujuran Rose, tapi Jonas juga. Entah kenapa Jonas seperti merasa kalau ada bahaya besar yang sedang mengincarnya. Segera dia memperhatikan ke sekeliling restoran untuk memastikan apakah ada sesuatu yang mencurigakan atau tidak.
'Huftt, mungkin hanya perasaanku saja.'
"Kau siapa?" tanya Jonas mengalihkan ketakutannya.
"Saya manager di restoran ini, tuan."
"Nah kebetulan sekali" sahut Jonas sambil tersenyum licik kearah Rose. "Aku ingin kau memecat gadis ini sekarang juga. Lihat, dia membuat hidungku berdarah hanya karena aku bertanya tentang siapa namanya!.
Sang manajer melihat kearah Rose. Dia lalu mengelap keringat yang entah kapan sudah membasahi wajahnya.
"Maaf tuan, sepertinya saya tidak bisa memenuhi keinginan anda. Rose adalah waiters favorit di restoran ini, jadi saya tidak bisa memecatnya."
Bosan mendengar percakapan yang tidak bermutu itu, Rose berniat pergi dari sana. Namun, lagi-lagi tangannya di tarik oleh Jonas. Rose kemudian menarik nafas panjang, berbalik lalu memutarkan kaki hingga mengenai wajah pria kurang ajar tersebut.
Brraaakkk
Jonas jatuh tertelungkup di atas meja. Para tamu restoran yang melihat kecepatan kaki Rose nampak ternganga lebar. Bahkan beberapa anak kecil langsung berdiri kemudian menatap tak berkedip kearah Rose yang kini tengah mengelap tangannya menggunakan tisu basah.
"Silahkan lakukan pengaduan ke kantor polisi. Kita bertemu di meja hijau!" ucap Rose dingin kemudian pergi ke belakang.
Manager restoran yang sedang mematung langsung berteriak memanggil penjaga untuk membantu sang tamu yang sedang meringik kesakitan di atas meja. Dia kemudian melihat kearah bawahannya yang sedang berjalan menuju dapur. Sungguh, Rose adalah gadis yang tidak bisa di sentuh. Cantik, tapi juga mematikan.
"Hei kau, pokoknya aku tidak mau tahu mulai besok pelayan itu sudah tidak boleh lagi bekerja di restoran ini. Jika aku masih melihatnya melayani tamu di sini, akan kubuat kalian semua mendekam di penjara!" ancam Jonas kemudian pergi dari sana sambil memegangi bagian wajahnya yang memar.
Di luar restoran, Lorus yang memang sudah menanti kemunculan Jonas segera mengirim pesan pada seseorang saat melihat targetnya masuk ke dalam mobil. Dan begitu mobil Jonas membaur ke jalanan, dari arah berlawanan muncul sebuah truk besar yang melaju dengan kecepatan tinggi kemudian dengan sengaja menabrak mobil Jonas hingga terpental melewati pembatas jalan.
Suara teriakan orang-orang yang melihat kecelakaan itu membuat Rose tersenyum misterius. Inilah akibatnya jika berani melakukan sesuatu yang tak senonoh kepadanya. Terlebih lagi sekarang Rose sudah mempunyai seorang suami, membuatnya semakin ketat menjaga harga diri demi perasaan Adam. Sebenarnya, tanpa sepengetahuan siapapun Rose itu selalu di jaga oleh salah satu tangan kanannya. Entah itu Resan atau Lorus, salah satu dari mereka akan selalu mengawasinya diam-diam dari kejauhan.
"Rose, ada sesuatu yang ingin aku beritahukan padamu."
Rose menoleh. Dia menatap datar kearah sang manager yang terlihat gugup.
"Semalam ada seorang pria yang memaksa meminta nomor ponselmu. Awalnya aku tidak mau memberikan nomormu padanya, tapi pria itu bilang dia sedang dalam keadaan darurat. Jadi aku terpaksa menuruti keinginannya" ucap si manager. "Pria itu tidak melakukan hal buruk kepadamu kan?.
"Tidak!.
'Astaga, aku bicara panjang lebar begini dia malah hanya menjawab tidak. Rose-Rose, kau ini kenapa irit sekali sih saat bicara. Membuatku gugup saja.'
"Ada lagi?" tanya Rose. "Sudah waktunya aku untuk pergi ke kampus."
"O-oh tidak ada, tidak ada. Silahkan kalau kau mau berangkat ke kampus. Pekerjaan di sini biar pelayan lain saja yang membereskan" jawab si manager tergagap.
Rose mengangguk.
"Em, Rose!.
Rose yang hendak masuk ke kamar ganti menoleh.
"Tamu yang tadi bertengkar denganmu mengalami kecelakaan. Sepertinya kondisi pria itu cukup serius karena mobilnya rusak parah setelah di hantam truk besar!.
"Baguslah. Itu karma untuk pria kurangajar sepertinya."
Sang manager tercengang. Setelah itu dia buru-buru kabur dari sana saat Rose terus menatapnya dengan sorot mata yang penuh ancaman. Pergi atau mati, begitulah kira-kira arti tatapan Rose menurut sang manager.
Tanpa membuang waktu lagi, Rose bergegas masuk ke ruang ganti untuk bersiap diri. Setelahnya dia segera keluar dari dalam restoran kemudian menunggu taxi yang akan mengantarkannya pergi ke Universitas.
"Rooseee!!.
Dari seberang jalan terlihat Mona yang sedang duduk di dalam mobil sambil melambaikan tangannya.
"Ck,"
Rose berdecak ketika menyadari kalau pakaian yang dipakai oleh Mona adalah miliknya.
"Dasar kucing pencuri" gumam Rose sambil menyebrang jalan menghampiri Mona yang terus berteriak memanggilnya.
Mona membenarkan letak kacamatanya begitu Rose duduk di dalam mobil. Dia kemudian tersenyum.
"Hehe, maaf aku memakai bajumu. Aku pikir dengan begini aku bisa tertular kepintaranmu, Rose. Jangan marah ya,"
Rose diam saja. Dia merasa tergelitik mendengar alasan Mona memakai pakaiannya. Sungguh lucu. Rose memejamkan mata saat Mona tak berhenti berceloteh tentang hal-hal yang menurutnya tidak penting, tapi bisa membuat hati menghangat. Rose ternyata sangat menyayangi gadis culun ini, dan itu adalah fakta.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
...🌹Jangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss 🔪🔪🔪...
...🌹 Ig: rifani_nini...
...🌹Fb: Rifani...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 280 Episodes
Comments
Al Firdaus Surbakti
rose punya penjaga, tp pas kena trauma hujan waktu itu knapa mrka gak ad? tp Adam yg dtg nolong..kmna mereka?
2025-02-24
0
Putri Kurniasari
rose hilang ingatan trus kapan rose kembali ingat akan keluarga besarnya..... jangan lama lama dong.....
2023-07-12
1
epifania rendo
mona mona
2022-11-22
0