Karena kesal cindy menyusun rencana untuk membalas erica, cindy pun menyewa seorang preman untuk mencelakai erica. Dia mendatangi preman itu dan memberi foto erica agar dia dapat mencelakainya.
"Siapa ketua di tempat ini?" tanya cindy.
"Ada apa nona cantik kau mendatangiku" jawab seseorang yang keluar dari ruangan belakang.
Cindy menoleh dan terkejut melihat orang itu.
Badan nya besar tinggi hitam ada bekas luka di wajahnya.
"Oo iya aku kesini mencari ketua preman disini," ucap cindy gemetar.
"Ada keperluan apa kau mau bertemu dengannya?" tanya orang itu.
"Aku ingin dia mencelakai seseorang yang sangat aku benci," jawab cindy geram.
"Ooo ternyata gadis cantik ini mau balas dendam, heem," ucap orang itu sambil menatap cindy.
"Sanggup berapa kau membayar kami nona cantik?" tanya mereka.
"Aku hanya mau berbicara dengan ketuanya !!!" sentak cindy.
"Aku ketua disini, namaku genta," jawab orang itu sambil mendekati cindy.
"Ooo iya pak genta, aku akan membayar berapapun kepadamu asal kau bisa mencelakai seseorang," ucap cindy.
"Tawaran yang menarik," ucap genta.
"Ini foto orangnya, dia satu sekolah denganku," ucap cindy sambil menunjukkan foto kepada genta.
"Baiklah jika bayarannya sesuai aku akan melakukannya," jawab genta sambil melipat kedua tangannya.
"Setuju" kata cindy.
"Baiklah setuju" jawab genta.
Cindy dan genta ketua preman itu menyusun rencana untuk menjebak dan mencelakai erica.
"Baiklah aku akan menelepon dia untuk datang menemuiku" ucap cindy.
"Ok" jawab genta.
"Setelah itu terserah mau kau apakan erica yang penting kau harus membuatnya menderita" ucap cindy geram.
"Ok baiklah sesuai permintaan nona cantik" jawab genta.
Keesokan hari nya disekolah, cindy mendatangi erica yang sedang duduk di kelas.
"Erica" ucap cindy mendekatinya.
"Iyaa" jawab erica sambil melihat ke sampingnya.
Erica terkejut melihat di sampingnya ternyata cindy, yang sedang melihatnya dengan tersenyum senang. Saat itu maya tidak memasuki tubuh erica, jadi perilaku dia pun berbeda dan membuat cindy heran.
"Setelah pulang sekolah apa kau ada acara?" tanya cindy menatap erica.
"Tidak ada cindy, memangnya ada apa?" tanya erica agak sedikit takut.
Mendengar jawaban erica yang sedikit takut membuat cindy heran.
"Kenapa kau seperti takut melihatku erica? bukannya kemarin kau begitu berani melawanku?" tanya cindy.
"Aku tak berani melawanmu cindy," ucap erica.
"Ada apa denganmu? apa kau sedang sakit?" tanya cindy.
"Tidak aku baik baik saja" jawab erica.
"Ooo baiklah kalau begitu, nanti sepulang sekolah aku akan menelponmu, dan kita akan bertemu di suatu tempat" ucap cindy.
"Ada acara apa cindy? dimana itu?" tanya erica.
"Aku hanya mencoba berteman baik denganmu erica, nanti kau akan tahu dimana kita bertemu aku akan menelepon" ucap cindy sambil memegang bahu erica.
"Baiklah cindy" jawab erica.
Erica langsung pergi keluar kelas dan menelepon genta bahwa hari ini mereka akan mencelakai erica, tanpa cindy sadari evan mendengar percakapan cindy dan mencurigainya.
"Siapa yang akan di celakai cindy?" ucap evan.
Evan sedang melihat erica dan mendekatinya di kelas.
"Hai erica" ucap evan sambil duduk di samping erica.
"Ooo evan ada apa ya?" tanya erica malu melihat evan yang duduk di sampingnya.
"Nanti sepulang sekolah apa kau ada acara? ikut gabung latihan basket ya bersamaku," ucap evan menatap erica.
"Ooo begini evan, aku sudah ada janji dengan teman, mungkin aku tak bisa kalau hari ini" jawab erica.
"Kalau boleh aku tahu siapa nama temanmu itu?" tanya evan.
"Cindy" jawab erica.
"Apa katamu cindy!!!" sentak evan.
"Iya cindy, dia mau mengajakku pergi" ucap erica.
"Dia mau mengajakmu kemana?" tanya evan.
"Cindy tak memberi tahuku dia mau mengajakku kemana" jawab erica dengan polosnya.
"O iya erica kalau ada apa apa nanti kau telpon aku ya," ucap evan sambil memegang bahu erica.
"Iya" jawab erica tersenyum.
Evan pun keluar kelas dan merasa khawatir bahwa yang ingin di celakai cindy adalah erica, tetapi evan belum terlalu yakin dan dia berniat akan mengikuti erica hari ini. Karena dia mengkhawatirkan erica jika akan di celakai oleh cindy. Sepulang sekolah pun diam diam evan mengikuti erica. Cindy pun menelepon erica untuk bertemu sepulang sekolah di depan gerbang sekolah untuk pergi bersama, erica pun menunggu cindy sambil menelepon supirnya untuk tidak menjemputnya.
"Halo, pak darmin tidak usah menjemputku hari ini, karena aku mau pergi dengan temanku nanti kalau sudah selesai aku akan pulang naik taksi" ucap erica sambil memegang handphone .
"Iya non" jawab pak darmin.
Tidak lama kemudian cindy datang dan langsung mengajaknya pergi dengan taksi.
"Ayo erica kita pergi sekarang, itu taksinya sudah datang," ucap cindy memegangi tangan erica dan mengajaknya memasuki taksi.
"I..iiiiyaa cindy" jawab erica.
Mereka pun pergi dengan mengendarai taksi menuju tempat yang telah di persiapkan cindy dan genta untuk mencelakai erica. Cindy mengirim pesan dengan handphone nya kepada genta untuk bersiap siap. Tanpa di sadari cindy evan mengikuti mereka dengan mobilnya dari belakang.
"Apa yang akan dilakukan cindy kepada erica?benar benar membuatku sangat cemas" ucap evan sambil menyetir mobil.
Tak lama cindy dan erica sampai di sebuah rumah. Disana sudah menunggu genta dan anak buah nya yang bersembunyi. Cindy pun mengajak erica untuk turun dan masuk ke dalam rumah.
"Ayo erica turun kita sudah sampai," ucap cindy sambil membuka pintu mobil.
"Iya cindy, ini rumah siapa? kok sepi sekali tak ada satu orang pun?" tanya erica heran.
"Masuk aja dulu erica, nanti kau akan tahu! ayo cepat," ucap cindy menarik tangan erica dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.
"Hari ini kau akan hancur erica," ucap cindy di dalam hati tersenyum sinis.
Setelah masuk ke dalam rumah cindy menyuruh erica untuk duduk di ruang tamu, dan cindy membuatkan minum yang telah di campur dengan obat tidur.
"Erica kau duduk di sini! aku akan membawakan minuman dan makanan untuk kita," ucap cindy menuju ke dapur.
Di dapur telah menunggu genta dan anak buahnya menunggu perintah dari cindy.
"Genta setelah aku memberinya minuman ini kepadanya, kau rusak kehormatannya dan kau buang dia di jurang atau di pinggir jalan" ucap cindy.
"Sipp itu tugas yang mudah bagi kami, apalagi dia gadis cantik sangat nikmat jika menyentuhnya" jawab genta tersenyum sinis.
Cindy kemudian membawa makanan dan minuman yang telah di campur obat tidur.
"Ini erica makanan dan minumannya" ucap cindy sambil menaruh makanan dan minuman di atas meja.
"Iya cindy, terimakasih" jawab erica sambil mengambil minuman dan meminumnya.
Erica pun meminum minuman yang di berikan cindy sampai habis.
"Cindy, kenapa kepalaku sangat pusing?" ucap erica memegang kepalanya.
"Tak apa apa erica berbaringlah dulu jika kau pusing" jawab cindy menatapnya.
Kemudian erica pun jatuh dan tertidur di sofa, Cindy memanggil genta dan anak buahnya untuk masuk ke ruang tamu.
"Masuklah sekarang!!" teriak cindy memanggil genta dan anak buahnya.
Kemudian mereka pun masuk ke dalam ruang tamu.
"Apa dia sudah tidak sadar lagi?" tanya genta.
"Kau lihat saja dia! apa dia masih sadar" ucap cindy.
Genta mendekati erica dan memegang pipinya dan tangannya untuk memastikan jika dia sudah pingsan dan tertidur.
"Benar dia sudah tidak sadarkan diri lagi" ucap genta.
"Baiklah lakukan tugasmu dengan baik, aku akan meninggalkan kalian ingat, lakukan apapun yang kalian suka" ucap cindy tersenyum sinis.
"Ok, mana sisa bayarannya harus kau lunasi dulu" ucap genta.
Cindy membuka tas nya dan mengambil amplop yang berisi uang.
"Ini sisa bayaran kalian, ingat lakukan tugas kalian dengan benar," ucap cindy.
"Baiklah sesuai keinginanmu nona cantik," jawab genta sambil mengambil uang dari tangan cindy.
Cindy langsung pergi keluar rumah dan meninggalkan erica dengan genta dan anak buahnya. Evan yang melihat cindy keluar seorang diri merasa curiga dan mencoba mengintip rumah itu untuk memastikan jika erica baik baik saja.
"Itu cindy, kemana erica? kenapa dia keluar sendirian?" ucap evan.
Evan pun keluar dari mobil dan mengintip rumah itu mencari erica.
"Dimana erica?" ucap evan sambil mengintip dari luar jendela rumah.
"Teman teman ini saatnya kita bersenang senang dengan gadis cantik," ucap genta senang.
Saat genta mau mulai memegangi tubuh erica, evan melihatnya dan menerobos masuk dari jendela.
"Byarrrrrrrr" suara pecahan kaca yang di tendang evan.
"Apa yang akan kau lakukan pada erica?" teriak evan marah.
"Siapa kau?, berani masuk kemari mengganggu saja," ucap genta kesal.
"Aku temannya erica!! berani kau menyentuhnya akan kuhabisi kau, keparat!!!!" teriak evan sambil menunjuk genta dengan tangannya.
"Hei kalian habisi dia!!!" teriak genta menyuruh anak buahnya.
"Siap bos,"
"Baakkkkkk buuukkkk bakkkkkk bukkkk bukkkkk," suara pukulan evan dan anak buah genta.
Erica agak sedikit tersadar dan memanggil maya.
"Maya, tolong aku," ucap erica dengan terkulai lemas di sofa.
Maya langsung mendengar suara erica, dan merasakan jika erica dalam bahaya. Maya menghilang dan muncul di samping erica.
"Erica!!! apa yang terjadi denganmu?" tanya maya sambil memegangi tangan erica.
"Tolong aku maya," ucap erica dengan pelan.
Maya melihat sekeliling erica dan dia sangat marah dengan keadaan erica, maya melihat evan yang sendirian melawan anak buah genta. Maya pun langsung memasuki tubuh erica, dan membuat erica menjadi tersadar kembali.
"Hei kau!!! pria jelek!!!" teriak maya sambil bangun dari sofa.
Genta pun menoleh ke belakang dan terkejut melihat erica yang bisa berdiri kembali.
"Kau bukannya tadi kau sudah pingsan? kenapa bisa bangun kembali?" ucap genta heran sambil menunjuk kearah erica.
"Kau salah memilih lawan pria bodoh!!!!" teriak maya marah.
"Hee kau hanya seorang gadis berani melawanku," ucap genta mendekati erica.
Maya pun langsung meninju muka genta dengan sangat keras.
"Bukkkkkkkkk" suara pukulan maya.
"Aduh" ucap genta kesakitan.
"Kau berani menyentuhku pria jelek!!!" teriak maya sambil melayangkan pukulan di wajah genta.
Maya memukul dan menendang genta sampai babak belur, dan tak memberikan satu kesempatan pun kepada genta untuk membalas.
"Tolong aku!!!" teriak genta kesakitan sambil memegangi *********** yang di tendang maya.
"Rasakan kau pria jelek," ucap maya.
Anak buah genta pun heran melihat erica yang bangun dari tidur dan memukuli genta sampai babak belur. Evan pun yang melihatnya merasa sangat heran dan takjub.
"Bos!! apa kau tidak apa apa?" ucap anak buah genta.
"Apa kau melihat kalau aku baik baik saja," ucap genta sambil menahan sakit.
"Hajar gadis itu!!!!" teriak genta.
"Baik bos," ucap anak buah genta.
"Apa kau butuh bantuan evan?" tanya maya sambil merapikan rambutnya.
"Tentu," jawab evan tersenyum menatap erica.
"Hajar mereka teman teman!!!!" teriak anak buah genta.
"Hiyaaaaaaaaa baaaaakkkkk buuuuukkkk bakkkkk buuuuukkk bukkkkkkk hiyaaaaaaaa" suara pukulan dan teriakan mereka.
Maya dan Evan berhasil menghajar semua anak buah genta sampai babak belur. Mereka menyerah dan mengatakan akan segera pergi dari rumah itu. Genta dan anak buahnya meminta maaf dan tak akan lagi berani mengganggu erica.
"Siapa yang menyuruh kalian untuk mencelakaiku?" tanya maya sambil menjambak rambut genta.
"Nona cindy" jawab genta.
"Kami akan pergi sekarang" ucap genta sambil berlari meninggalkan maya dan evan.
"Ternyata gadis itu lagi, tidak bosan bosan dia selalu ingin mengganggu erica," ucap maya.
"Apa katamu erica?" tanya evan heran.
"Ooo maksudku dia tidak bosan terus menggangguku" jawab maya.
"Uuh hampir saja aku membuat evan curiga" ucap maya dalam hati.
"Erica kalau boleh aku tahu sejak kapan kau pintar bela diri?" tanya evan penasaran.
"Oo itu aku belajar bela diri taekwondo sedikit" jawab maya.
"Ooo taekwondo, kau belajar taekwondo dimana boleh aku ikut juga?" tanya evan menatap erica.
"Apa kau ingin belajar juga?" ucap maya.
"Iya" jawab evan.
"Baiklah nanti kita akan belajar bersama" ucap maya.
Sebenarnya maya semasa hidupnya memang sangat menyukai olahraga dan bela diri, maya pemegang sabuk hitam taekwondo serta kapten di club basketnya semasa di sekolah. Serta maya sangat pintar menyanyi dan pintar di pelajaran yang sering membuat teman temannya sangat iri kepadanya.
"Ayo evan kita pulang, ini sudah hampir malam" ucap maya menatap evan.
"Baiklah erica" jawab evan.
Mereka keluar dari rumah itu dan masuk ke dalam mobil evan. Evan pun mengantar erica pulang kerumahnya. Setelah sampai di rumah erica.
"Ini rumahmu erica sudah sampai" ucap evan menatap erica.
"Ooo iyaa sebelumnya terimakasih karena sudah membantuku hari ini" ucap maya.
"Sama sama erica" jawab evan tersenyum.
"Aku akan memberikanmu sesuatu" ucap maya.
"Apa itu erica?" tanya evan.
"Inii!!" ucap maya sambil mencium pipi evan.
Evan hanya terdiam sambil memegangi pipi yang di cium oleh maya.
"Terimakasih untuk semuanya! baiklah sampai jumpa besok," ucap maya sambil keluar mobil dan melambaikan tangan pada evan.
"I...iiiiyaaaa erica, sampai jumpa" jawab evan tersenyum malu.
Maya langsung memasuki rumah, dan evan langsung pulang dengan mengendarai mobilnya. Maya langsung masuk ke dalam kamar dan berbaring di atas tempat tidur, maya kemudian keluar dari tubuh erica. Tetapi erica masih belum sadar dari pingsannya.
"Erica kau masih belum sadar juga" ucap maya sambil memegangi tangan erica.
"Lihat saja aku akan membuat cindy menyesal karena telah mengganggumu" ucap maya geram.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 266 Episodes
Comments
youuu
bisa gasih setiap ngobrol ga ush nyebut nama, klo mo nyebut nama harus nya ga tiap di obrolan nya dungs
2025-03-13
0
Anisbasri
hampir aja erica ternoda.... untung maya datang tepat waktu, semangat thor
2021-09-02
1
Zaitun
erika terlalu culun sih bagus jadi maya kan keren
2021-08-23
4