Setelah pulang sekolah maya langsung menaiki mobil dan menuju pulang kerumah, namun saat perjalanan pulang ditengah jalan maya melihat ada seorang siswa laki laki yang di ganggu oleh segerombolan anak anak siswa laki laki. Maya pun menyuruh supir untuk berhenti, lalu di mendekati orang orang itu.
"Pak berhenti sebentar" ucap maya.
"Iya non erica" jawab pak darmin.
"Hei kau yang ada di sana!" teriak maya mendekati mereka sambil menaruh tangannya dipinggang.
"Apa kalian nggak ada kerjaan lain selain mengganggu orang?" teriak maya sambil menunjuk orang orang itu.
"Jangan ikut campur kau dasar perempuan aneh! hahahahaha!" kata mereka sambil menertawakan maya.
Maya pun sangat geram dia langsung berlari menuju mereka dan menonjok serta menendang mereka.
"Berani sekali kau melawan kami!!!" ayo teman teman kita beri dia pelajaran" teriak mereka.
"Hei kau sini ke belakangku" ucap maya memanggil orang yang di ganggu mereka.
Dia pun berlari dan langsung bersembunyi di belakang maya.
"Baiklah sudah lama sekali aku tidak memukul orang" jawab maya sambil menggenggam tangannya.
"Ayo kemari kalian!!!" teriak maya.
"Ayo maju teman teman!!!" teriak siswa siswa nakal itu.
"Prakkkk bukbukbuuk hiiiiyaaaa" suara maya memukuli dan menendang mereka sampai babak beluk semuanya.
Pak darmin supir erica pun sampai kaget melihatnya.
"Sejak kapan non erica bisa bela diri? setahu saya non erica hanya belajar saja?" kata pak darmin sambil menggaruk garuk kepalanya.
Siswa siswa nakal tersebut kemudian menyerah dan meminta maaf, mereka duduk jongkok sambil memegang telinga masing masing.
"Ampun kita nggak akan mengganggu dia lagi" ucap siswa siswa nakal itu sambil menahan rasa sakit karena di pukuli.
"Baiklah aku akan memaafkan kalian! tapi jika aku melihat kalian melakukan ini lagi akan ku buat kalian menyesal seumur hidup," ucapmaya sambil menunjuk mereka.
"Iya kami berjanji" ucap siswa siswa nakal tersebut.
"Baiklah silahkan pergi dan pulang kerumah kalian" ucap maya.
"Te..te..terima kasih" ucap siswa siswa nakal itu sambil berdiri dan meninggalkan tempat itu.
"Wah kau benar benar hebat, dimana kau belajar ilmu bela diri seperti itu?" tanya orang yang di bantu maya.
Maya pun mendekati dia dan memegang bahunya.
"Saya lupa belajar dimana ilmu bela dirinya!" jawab maya sambil tersenyum.
"Kalau boleh tahu siapa namamu?" tanya orang yang dibantu maya.
"Kau bisa panggil aku maya, oh maaf maksudku erica, dan kau siapa namamu?" tanya maya.
"Namaku rey" sambil tersenyum menatap maya.
"Baiklah sekarang kita berteman ya rey!" kata maya sambil menjabat tangan rey.
"Iyaaa terimakasih karena mau berteman denganku" jawab rey.
"Kalau boleh aku tahu kenapa kau di ganggu orang orang tadi?" tanya maya.
Rey hanya menunduk dan terdiam karena ditanya oleh maya. Maya memegang kepala rey dan menatap matanya.
"Tak apa cerita kepadaku siapa tahu aku bisa membantumu" kata maya sambil memegang bahunya rey.
"Sebenarnya aku di benci di sekolah katena penampilanku yang cupu dan karena aku pintar di kelas mereka memanfaatkanku dengan selalu menyuruh membuat tugas tugas sekolah mereka, serta kadang sering meminta uang karena mereka tahu kalau orang tuaku kaya" kata rey sambil menunduk.
"Oooo ternyata begitu, tapi kenapa kau tak dijemput supirmu?" tanya maya.
"Kebetulan supirku sedang sakit jadi tidak bisa menjemputku, aku berdiri disini karena sedang menunggu taksi" jawab rey.
"Jadi mereka mengganggu setelah melihatmu berdiri sendirian disini?" tanya maya.
"Iyaa" jawab rey.
"Baiklah ayo aku antar pulang ke rumahmu rey" teriak maya sambil menarik tangan rey.
"Terimakasih erica" jawab rey.
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan menuju rumah rey, begitu sampai dirumah rey. Maya terkejut melihat rumah rey yang sangat besar dan mewah.
"Wah ternyata kau pun anak orang kaya sama seperti erica," ucapmaya.
"Apa maksudmu erica?" kata rey yang heran.
"Ooo maksudku kau sama kaya nya denganku" jawab maya sambil menutup mulutnya.
"Aduh mulutku hampir saja ketahuan dikira aneh nanti erica" kata maya di dalam hati.
"Mau mampir ke rumahku?" tanya rey sambil membuka pintu mobil dan turun.
"Tidak lain kali saja nanti aku main ke rumahmu, sekarang aku lagi ada keperluan yang lain" jawab maya.
"Ooo iya baiklah sekali lagi terimakasih karena telah membantuku" ucap rey sambil melambaikan tangannya.
"Erica kalau aku boleh tahu kau bersekolah dimana?" tanya rey.
"SMA kusuma bangsa" jawab maya sambil melambaikan tangannya.
"Sampai jumpa lagi rey," ucap maya.
Maya pun akhir nya pergi dari rumah rey.
"Wah dia benar benar perempuan yang cantik dan keren," kata rey sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya.
"Pak darmin sebelum ke rumah kita mampir dulu di mall ya," ucap maya.
"Mau belanja non" tanya pak darmin.
"Iya ada yang mau saya beli" jawab maya.
"Jika aku mengubah penampilan erica berarti semuanya harus aku ubah dari gaya rambut, baju, make up, dan perlengkapan lainnya, ayo kita shopping," ucap maya di dalam hati sambil tersenyum senang.
Setelah tiba di mall maya membeli semua pakaian, sepatu, tas, make up, parfum, dan perlengkapan lainnya. Dia pun pergi ke salon kecantikan dan merubah gaya rambutnya.
Setelah selesai belanja dan ke salon maya langsung pulang ke rumah. Maya turun dari mobil dan menyuruh pembantunya membawa semua barang belanjaannya ke kamar.
"Bik mina!!!" teriak maya.
"iya non erica" jawab bik mina.
"Tolong bawa semua ini dan susun rapi di kamarku ya, sebelumnya terimakasih ya bik" kata maya sambil memegang bahu bik mina.
"Iya non" jawab bik mina heran.
"Perasaan kok non erica berubah ya" gumam bik mina.
"Haaaaaaa kenapa kamu ngelamun," ucap pak darmin mengejutkan bik mina.
"Begini kok perasaan saya non erica berubah ya, seperti bukan biasanya loh" kata bik mina sambil menyusun barang belanjaan.
"Eehhhmmm iya aku juga tadi sempat kaget juga dengan perilaku non erica" jawab pak darmin.
"Apanya apa terjadi sesuatu ya?" tanya bik mina.
"Tadi pas waktu kita mau perjalanan pulang non erica membantu orang" kata pak darmin sambil memegang dagunya.
"Membantu gimana maksudnya?" tanya bik mina.
"Membantu orang yang diganggu anak anak nakal, terus non erica memukuli dan menendang mereka semua sampai babak belur" jawab pak darmin.
"Haaaaaaaa yang bener pak? masa non erica bisa seperti itu? kapan dia bisa bela diri nya?" ucap bik mina.
"Itu yang saya heran, apa dia punya kemampuan alami ya?" kata pak darmin sambil menggaruk kepalanya.
"Hussss jangan asal ngomong nanti kamu dimarahi sama nyonya loh," ucap bik mina.
"Iya iya bik" jawab pak darmin.
"Ya sudah aku mau membawa barang belanjaan non erica dulu ke kamar dan membereskannya" jawab bik mina sambil berjalan menuju kamar erica.
Setelah sampai di kamar maya langsung merebahkan dirinya di tempat tidur karena kelelahan.
"Ah akhirnya bisa istirahat juga sungguh hari yang melelahkan," kata maya sambil merebahkan badannya di atas tempat tidur.
Kemudian maya pun keluar dari tubuh erica, dan erica pun kembali sadar. Erica langsung duduk dan berdiri sambil melihat dirinya di cermin.
"Haaaaaaaaaa apa yang kau lakukan pada tubuhku maya" teriak erica sambil menjerit.
"Tentu membuat penampilanmu menjadi lebih baik dari yang dulu" jawab maya sambil tidur di tempat tidur.
"Hei apa kau gila nanti apa pendapat orang melihat diriku seperti ini," ucap erica.
"Yang jelas semua teman temanmu menyukai dirimu yang sekarang erica" jawab maya.
Kemudian maya langsung bangun dari tempat tidur dan mendekati erica sambil berbisik padanya.
Ehmmm apa kau tahu erica karena penampilanmu yang sekarang evan menjadi perhatian padamu," kata maya sambil tersenyum menatap erica.
"Apa katamu? evan dia mulai memerhatikanku?" tanya erica.
"Yappsss betul sekali erica sayanggg" jawab maya sambil mengelus rambut erica.
"Sebenarnya apa yang terjadi di sekolah?" tanya erica.
"Tentunya sesuatu yang baik baik saja, tidak ada yang buruk," jawab maya sambil menggoyang goyangkan kakinya.
"Apa benar kau tidak berbuat sesuatu yang buruk di sekolah?" tanya erica.
"Iyaaaa aku tak melakukan apapun yang buruk," jawab maya.
"Tok tok tok" suara mengetuk pintu.
"Non ini bik mina," ucap bik mina.
"Iya bik, masuk," ucap erica.
Bik mina langsung masuk dan membawa semua barang belanjaan dan menyusun nya di lemari erica. Erica pun kaget melihat semua itu.
"Bik itu barang belanjaan siapa sebanyak itu?" tanya erica sambil melihat lihat barang belanjaan.
"Lah bukannya non tadi yang habis pulang belanja ya?" jawab bik mina heran.
"Apa!!!saya yang belanja?" jawab erica sambil menatap maya.
"Iya non" jawab bik mina.
"Oo iya bik saya saya lupa tadi, udah bik nanti saja membereskan semuanya saya mau istirahat dulu," kata erica sambil memegang keningnya.
"Baik non, saya permisi" jawab bik mina.
Bik mina keluar dari kamar erica dengan perasaan yang heran.
"Masa non erica lupa kalau dia abis belanja?" gumam bik mina sambil berjalan menuju dapur.
"Maya apa ini semua? kenapa kamu belanja sebanyak ini!!!" teriak erica.
"Yaa semua itu untuk keperluanmu erica" jawab maya sambil duduk di atas tempat tidur.
"Apa perlu sampai sebanyak ini?" ucap erica.
"Tentu erica sayang perlengkapan untuk cantik dan modis itu harus banyak" jawab maya sambil tersenyum melihat erica.
"Sudahlah aku butuh istirahat sebentar untuk berpikir," kata erica sambil menghela nafasnya.
Erica pun duduk di atas tempat tidur dan melihat semua barang barang yang di beli maya. Sesekali dia memandang dirinya di cermin, ada perasaan aneh, senang , dan sedih bercampur menjadi satu. Tapi erica berusaha memahami semuanya secara perlahan lahan.
"Baiklah aku akan menggunakan semua barang yang kau beli maya," jawab erica.
"Itu lebih baik," ucap maya.
"Tapi bagaimana cara aku menggunakan ini semuanya maya? aku tak bisa!" kata erica sambil menunjuk semua barang belanjaan itu.
"Tenang ada maya disini! untuk saat ini lebih baik aku akan tetap memasuki tubuhmu saat ke sekolah," kata maya sambil memegang bahu erica.
"Memang kenapa maya?" tanya erica.
"Tidak apa apa, aku hanya ingin melakukan sesuatu untuk dirimu erica," jawab maya.
"Apa itu maya?" tanya erica.
"Nanti kau akan tahu," jawab maya.
"Baiklah malam ini kita akan belajar menggunakan semua barang barang ini," ucap maya sambil memeluk erica.
"Iya baiklah maya," jawab erica.
Malam itu pun di habiskan mereka berdua dengan belajar saling memahami satu sama lain. Mereka mulai belajar saling mengerti dan berteman baik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 266 Episodes
Comments
Erica nya yg bodoh mau aja di manfaatin sama Maya.. semakin sering Maya masuk ke dalam tubuhnya Erica, akan semakin mendominan Maya yg lebih menguasai tubuh Erica, dan lambat laun Erica bakalan lemahmm klo yg gw baca di novel2 ttg indogo sih..
jadi sebenarnya, makhluk halus ga boleh trrlalu lama masuk ke dalam tubuh yang masih hidup. kecuali klo yg punya tubuh itu rohnya udah hilang atau Raganya lagi koma.
2021-07-24
6
Yuli Eka Puji R
tubuh erica bs di kuasai maya kaya begitu thor kan kasihan erica
2021-07-20
5