Rencana ziarah akan berlangsung lusa. Tapi anehnya Mas Aibil mengajak sore ini untuk berangkat. Mau apa sebenarnya dia itu? Ingin merepotkan keluarga Anisa? Mau tak mau aku harus menyiapkan keperluan ziarah saat ini. Semoga saja, kado Anisa kali ini dapat menjadikan aku dan Mas Aibil lebih terbuka dan dekat.
Di saat aku menyiapkan perbekalan ziarah, Mas Aibil dengan santainya membolak-balikkan kitab tanpa membantu atau menegur sedikit pun. Aku masih saja di selimuti rasa penasaran dengan sikap Mas Aibil. Ketika ditanya selalu berkilah dan pergi, jika begitu dari mana aku bisa mendapatkan jawabannya? Aku tak berani jika menanyakan pada Umi ataupun Abah Kyai. Hendak bertanya pada mertua pun aku juga tak berani. Bahkan aku belum pernah bertemu lagi setelah hari resepsi pernikahan kami.
Aku menata perlengkapan lebih banyak dari biasanya ketika ziarah. Menurut saja dengan perintah Anisa. Katanya ada tambahan lokasi. Khusus! Untuk hanymoon katanya. Hehehe, terima kasih banget untuk pasangan pasutri satu itu. Mereka seolah berusaha membantuku untuk menaklukkan Mas Aibil.
.
.
Sore hari, Mas Aibil langsung mengajak-ku untuk berpamitan pada Ahah dan Umi. Dia juga sudah mengabari Kak Ical untuk menjemput. Memang! Seenak hatinya sendiri. Jika biasanya sepasang suami istri akan saling bertukar pendapat atau memutuskan suatu perkara dengan diskusi, tidak untuk kali ini. Aku hanya perlu mengikuti dan menurut. Apapun itu keputusan sepihaknya. Walaupun aku membantah pun tak ada gunanya. Tak akan di dengar oleh-nya.
Lebih baik aku diam saja dari pada sakit hati terlalu banyak. Setelah pamit, Mas Aibil meminta tolong pada Cak Mat (salah satu supir di pesantren) untuk mengantarkan ke terminal. Kami menggunakan bus untuk pergi ke rumah Anisa. Aku seolah anak tiri yang mengikuti bapak tirinya kabur. Aku hanya mengikutinya tanpa komen sedikit pun. Dia duduk aku ikut duduk, dia berdiri aku ikut berdiri, dia berjalan aku ikut berjalan. Bagai anak itik saja. Ntah kenapa banyak sekali perumpamaan untukku.
"Kita kenapa buru-buru ke rumah Anisa sih Mas?"
Kan! Kan! Kan! Tak direspon lagi. Aku berbicara dengan patung bernyawa saat ini. Diam! Hanya itu senjataku. Tak ada percakapan sama sekali. Pasti kalian bosan membaca "tak ada percakapan sama sekali". Tapi, memang itu kenyataannya saat ini.
Setelah melewati perjalanan terhening dan hanya di temani alunan lagu dangdut khas pak supir yang sangat membosankan, akhirnya sampai juga di kota Jombang. Sungguh sangat membosankan.
Terima kasih kepada pak supir yang sudah menyalakan lagu dangdut itu walaupun sama sekali aku tak suka.Kulirik manusia batu di sampingku. Dia tengah memainkan gawai-nya. Heran! Dari tadi kulihat, pasti sedang main hp. Apa tidak pusing sih? Bodoamat.
Kami menunggu kurang lebih 5 menit hingga Kak Ical menjemput. Di mobil, aku hanya bertindak sebagai pendengar setia. Aku ingin segera sampai agar tak merasa canggung seperti ini. Bahkan aku berada di jok belakang sendiri. Mas Aibil duduk di samping kemudi.
"Kok kamu diem aja sih Wardah? Kenapa? Biasanya ceria banget," Ujar Kak Ical.
"Gak papa kak, hehehe," Jawabku dengan sedikit bingung. Takut kalau salah cakap.
Jarak terminal dengan rumah Umi tak begitu jauh. Hanya sekitar 10 menit saja. Alhamdulillah! Sudah sampai. Aku ingin segera bertemu Anisa. Atau Umi, Kak Aisy juga gak papa, Abi pun gak papa. Yang terpenting aku ingin segera bebas dari manusia batu itu. Tak tahan rasanya melihat dia diam membisu setiap saat kepadaku. Tapi anehnya, dia tampak enjoy jika bersama yang lain. Contohnya saat berbincang ria dengan Kak Ical tadi. Dia terlihat bahagia sekali mengeluarkan uneg-uneg pembicaraan. Bahkan, mobil tampak ramai dengan perbincangan yang dia ciptakan!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 250 Episodes
Comments
Uswatun
suami Gila km. enek aku... nysekkk bgt jdi wardah d paksa nikah joddohkan melalu bu nyai pak yai mau gmn. knpa wardah jujur kak y. atw bunda y. sabar km kuat wardah. rmh Tangga Ada ga Ada ngmong. istri ngmong pura2 GA denger hindariin suami laknut km ibil... Astagfirillah sakit HAti bgt. 😫😥😤😤😭
2021-12-15
0
Anjar Lembayung Senja
masak iya wardah d sruh naklukin hati mas aibil,,,kan kasihan itu si wardah,,,
2021-07-12
1
Sugeng Yestiwi
kasian Wardah jadi istri yg tak di anggap, keterlaluan cak ibil jadi suami laknat
2021-05-25
0