Suasana pagi yang teramat sangat kusukai. Suasana dingin yang begitu menusuk tulang. Kenapa harus senang? Bukankah suasana dingin lebih enak jika menyumpel pada selimut tebal? Kok bahasamu campur-campur sih Wardah? Kamu tuh kalau mau ngomong pakai bahasa Indonesia ya udah, gak usah disisipin bahasa Jawa juga. Menyumpel? Apalah itu? Ntah lah, biarkan para pembaca berfikir sendiri. Hahaha.
Iya, aku begitu menyukai suasana dingin. Dengan begitu pasti tidak akan mengantuk. Kecuali jika aku mendusel pada selimut tebalku. Mendusel pula! Bahasamu diperbaiki Wardah!
Mendusel di selimut? Itu tak akan dilakukan oleh seorang Wardah. Ia akan lebih memilih untuk mandi atau sekedar berwudhu. Ia tak ingin menuruti hawa nafsunya yang ingin mencari kehangatan tubuh. Ia harus bangun, tahajud, bermunajat, dan dilanjutkan dengan menghafalkan Al-Quran.
Kota Jombang. Tidak! Bukan dibagian kotanya. Melainkan dibagian desanya. Iya, pesantrennya masih tergolong di daerah pedesaan. Tak heran jika suasana pagi di sepertiga malam terakhir akan terasa dingin. Apalagi jika berbarengan dengan hujan rintik-rintik air bergembang. Kok malah nyanyi sih?
Wardah sudah terbiasa terbangun di waktu-waktu saat ini. Dapat dikatakan sejak kecil ia sudah diajari sang Ayah untuk menghidupkan waktu malam.
“Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya berteptan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya” (HR. Muslim).
“Gusti Pangeran kita setiap malam turun ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu beliau dawuh: ‘Siapa yang berdoa kepadaku, aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang memainta kepadaku, pasti akan kuberi. Dan siapa yang meminta ampun padaku, pasti akan kuampuni’” (HR. Bukhari Muslim).
Begitulah tuturan Abah Kyai saat mengisi kajian kitab.
Dilihatnya Anisa masih pulas tertidur. Biasanya para santri akan melaksanakan sholat malam ketika pukul setengah empat. Sedangkan saat ini masih pukul setengah tiga. Begitulah Wardah, ia terbiasa pergi ke masjid di awal waktu. Agar memiliki lebih banyak waktu untuk menambah hafalan.
Sepertinya suasana saat ini lebih dingin dari malam-malam sebelumnya. Terbesit rasa ragu hendak beranjak ke kamar mandi. Tapi aku tak boleh menunda waktu. Kupaksakan mengambil jilbab segi empatku dan kubalutkan menutupi rambut indahku. Eaaakk! Idah katanya!
Kamar mandi terdekat ada di samping asrama tepat. Biasanya tak ada perasaan takut sedikit pun. Berjalan di teras asrama memmbuat bulu kudukku tegak berbaris siap bertempur. Mata indahku tertuju pada pohon tembesi yang cukup besar di sebrang asrama. Lumayan jauh sebenarnya, perawakan pohon yang besar tak memungkiri mataku yang sehat ini dapat melihat dengan jelas
“Bismillah, bismillah, bismillah, bismillah,” Tak henti-hentinya bibir ini menyebut asma Allah.
Tumben banget kang-kang santri tak ada yang patroli malam. Biasanya kang-kang santri kelas 3 aliyah akan ditugaskan secara bergilir untuk menjaga keamanan pesantren.
Mereka akan duduk di depan kantor yayasan yang letaknya tak jauh dari asrama putri pada jam-jam saat ini. Tapi kenapa kali ini tak ada? Aku berlari agar cepat sampai di kamar mandi. Kali ini aku lebih memilih untuk berwudhu saja. Nyali-ku tak cukup kuat untuk melawan bulu kuduk yang semakin lama semakin menjadi ini.
“Astaghfirullah!” Betapa kagetnya aku melihat sesosok makhluk entah apa itu. Hanya terlihat hitam karena tak ada cahaya.
“Wardah? kamu Wardah to? Kenapa kaget gitu,” Ternyata itu Kang Saipul. Salah satu kang santri.
“Ngapain di sana?” Tanyaku sedikit berteriak karena jarak kami yang lumayan jauh.
“Tadi kayak lihat sesuatu masuk ke semak-semak ini. Makanya ssaya dan Najib ngecek,” Jawabnya. Tak berselang lama muncullah Kang Najib dari arah yang sedikit serong dari tempat Kang Saipul.
Aku tak ingin berkomunikasi lebih lama pada mereka. Kalau ada yang memergoki dan salah paham bisa berabe. Ditakzir aku nanti. Kan gak lucu.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 250 Episodes
Comments
Kim Michelle
oallaaaa mbak Wardah mondok di Jombang toh,saya juga dari jombang,kapan2 mampirlah ke rumah q,kebetulan rumah q juga dekat dengan salah satu pondok
2021-10-22
0
Yuyun Asri
jombang tuh 1 jam kalau dari rumahku
2021-10-19
0
tita ajalah
dkrangkengin d favorit biar bisa tandem sama novel the best of bucin anisa vs farhan 😋😋😋
2021-07-11
0