Perhatian

Meskupun gerimis masih terus bercucuran, hal itu tak merubah keputusan para pendamping pengambilan bantara untuk menunda. Bahkan ketika sampai lokasi pemakaman gerimis semakin menjadi. Jadilah mereka basah-basahan akibat guyuran gerimis.

Satu persatu santriwan di panggil untuk mengambil bantara yang diletakkan dilokasi pemakaman. Sedangkan yang lin menunggu di tengan jalan setapak depan pemakaman. Pemakaman yang dituju lumayan besar. Dan disisi selatan, ada sebuah hutan.

Suasana semakin dingin kali ini. Gerimis yang semakin deras membuat Wardah tak tahan untuk mengusap-usapkan telapak tangannya mengurangi rasa dingin. Anisa dan Wardah duduk di barisan depan bersama para santri yang menunggu giliran maju. Tapi, lagi-lagi pandangan dan kenyamanan mengobrol Wardah terganggu dengan kehadiran Ustadz Zainal bersama temannya yang duduk tepat di depan Wardah.

“Ini pakai,” Ujar Ustadz Zainal dengan menyodorkan setangkai lilin kepada Wardah.

“Buat apa Ustadz?” Tanya Wardah linglung. Apa ia harus ikut mengambil bantara lagi?

“Biar gak kedinginan tangannya,” Jawab beliau. Spontan Wardah menggeleng.

Bertolak belakang dengan tindakkan Anisa. Ia malah mengambil lilin itu dan menyodorkan pada Wardah.

“Udah, pakai aja. Dari pada kedinginan. Nanti pingsan kayak waktu itu,” Ujar Anisa.

Terlihat jelas wajah berseri Ustadz Zainal. Meski tak ada penerangan, Wardah masih bisa melihat wajah itu dengan remang-remang.

“Ini buat pegangan santri masuk ke pemakaman,” Ujar Wardah.

“Shyuut, membuat orang tersenyum itu pahala,” Bisik Anisa.

Wardah pun pasrah. Jadilah, lilin ini untuk penghangat jemarinya. Tiba-tiba mata indah Wardah tertuju pada sepasang mata yang memandanginya dari arah lain. Bang Fadhil, dia berdiri di pintu masuk pemakaman dan tengah melihat manik mata Wardah. Ekspresinya tak dapat ditebak. Datar saja bak landasan bandara.

Kenapa Wardah seolah terciduk berselingkuh? Apa-apaan ini. Tatapannya begitu menakutkan. Wardah yang salah tingkah pun mengalihkan pandangannya dari Bang Fadhil.

Baru beberapa santri yang berhasil mengambil bantara, hujan mengguyur dengan derasnya. Akhirnya Ustadz Zainal mengintruksikan untuk segera kembali ke pesantren dan dilanjutkan ketika telah reda.

Para santri berlarian tunggang-langgang agar segera sampai di pesantren. Begitupun dengan Anisa dan Wardah.

“Anisa! Tasbihku terjatuh!” Teriak Wardah dan putar balik untuk mencari tabihnya. Tak peduli dengan santriwan yang ia lewati, yang ada dipikirannya hanyalah menemukan tasbih berharga itu.

Tak ingin sahabatnya sendirian mencari, akhirnya Anisa mmengikuti Wardah.

“Ini, ayo segera ke pesantren,” Ujar seorang laki-laki memberikan tasbih itu kepada Wardah. Wardah pun hanya terbengong melihat tetesan air darri rambut sang lelaki itu. Tepukan Anisa menyadarkannya.

“Ayo! Hujannya sudah sangat deras!” Ujarnya lagi.

Wardah mengangguk dan segera berbalik haluan. Jadilah kini Wardah dan Anisa berada di tengah-tengah santriwan. Jika ada yang melaporkan pada pihak berwajib pastilah mereka terkena takziran.

Tak disangka Bang Fadhil melepaskan jaket yang dikenakannya dan disampirkan menutupi kepala Wardah. Agar tak terkena hujan. Sedangkan Anisa diberi topinya.

“Ceweek! Kok bisa di sini sih?” Goda salah seorang santriwan.

“Jangan macam-macam kamu!” Seru Bang Fadhil yang berjalan di samping Wardah.

“Ampun Bang,” Cicit santri itu. Bang Fadhil sangat disegani ternyata. Hahaha.

“Permisi! Bagi jalan! Bagi jalan! Minggir-minggir!” Seru Bang Fadhil membukakan jalan untuk Wardah dan Anisa.

Tenang! Santri putra mulutnya tak senyinyir kaum hawa. Jadi tak begitu khawatir, mereka tak akan mengadukan adegan peminjaman jaket itu.

Sampai di gerbang pesantren mereka berpisah. Untung saja suasana sepi. Orang-orang sudah berteduh di posko keamanan atau ruang rapat pramuka. Sedangkan Wardah dan Anisa kembali ke arama untuk mandi dan berganti baju.

Tak tahan dengan kedinginan yang sesungguhnya ini. Tak lupa Wardah mencuci jaket sang penolong. Jangan ditanya bagaimana perasaannya. Ia begitu bahagia. Disela-sela kegiatan mencuci,

“Awas lho War, nanti ada yang curiga ama kedekatan kamu sama Bang Fadhil lhoo! Apalagi sekarang kamu memegang jaket persatuan kelas kita,” Ujar Anisa.

“Jangan menakutiku! Aku gak punya hubungan apapun dengan dia,” Sanggah Wardah.

“Gimana ya, kalau mantan pacarnya tahu?” Anisa semakin mengompori.

Wardah tak menggubris ujaran Anisa. Ia harus segera menyelesaikan kegiatannya saat ini. Ia harus segera ke kantor pramuka.

Wardah dan Anisa kini mengenakan baju olah raga. Tak mungkin mereka mengenakan baju pramuka yang basah kuyup itu.

.

Setelah hujan deras itu mereda, ternyata proses pengambilan bantara masih tetap dilanjutkan. Asal kalian tahu, rasa kantuk itu tak dapat dibendung lagi gaesss. Sepanjang malam mereka tak tidur.

Pengambilan bantara dilakukan hingga waktu subuh berkumandang. Daebak! Di saat dingin-dingin seperti ini mereka mandi dua kali. Setelah salat subuh Wardah dan Anisa langsung merebahkan diri di tenda mereka.

Terserah di luar akan ada acara apa lagi. yang terpenting sekarang Wardah, Anisa dan tiga teman lainnya mengistirahatkan mata. Sepertinya di luar masih tersisa lumayan banyak panitia, yng terdengar suaranya sih geng dari mantannya Bang Fadhil. Hehehe. Malumlah, merekaa itu penggila pramuka. Tidak seperti Wardah dan Anisa yang ikut karena diwajibkan.

.

.

"Wardah! Wardah! Dipanggil Ustadz Zainal tuhh!" Panggil seseorang dari luar.

Wardah tak menyahut. Tak sabar menunggu Wardah, akhirnya Nina masuk ke tenda Wardah.

"Ini, makanan dari Ustadz Zainal. Di makan ya," Ujarnya dengan memberikan pada Wardah dan segera berlalu.

"Makan gih! Aku gak mau". Ujar Wardah pada Anisa dan kedua teman yang lain.

"Waaah, alhamdulillah, gak harus keluar ambil nasiii," Celetuk Anisa.

"Kamu gak boleh gitu War, makan aja dikit-dikit. Aku tahu dari nasi ini ada niat terselubung, tapi kamu juga ngehargain pemberiannya. Toh ini juga rezeki kamu. Kita bertiga dapat cipratannya, hehehe." Ujar Eva.

"Huufft, ya udah. Aku makan, tapi sedikit ajah. Aku gak pengen makan, ini juga banyak banget satu bungkusnya" Jawab Wardah.

"Iya gak papa, yang penting menghargai sedikit," Sambung Anisa.

Anisa tahu betul, porsi makan Wardah memang sedikit. Jika terlalu banyak, ia malah akan keluarkan semua.

.

.

Jika hari kemarin merupakan hari istirahat sepesantren, maka hari ini tak ada kata istirahat. Mereka para panitia sudah sibuk hilir-mudik menyiapkan tugasnya.

Wardah dan Anisa menjadi satu tim penanggung jawab lomba Cerdas Cermat. Kini mereka berdua tengah disibukkan dengan pembuatan soal-soal untuk bahan. Untung saja lombanya masih nanti siang.

"Soalnya apa lagi ya Dah?" Tanya Anisa.

"Sek bentar, tak pikirkan dulu," Jawab Wardah memasang wajah sok serius.

Mengetok-ngetokan bolpoin ke keningnya seolah ide cemerlangnya akan muncul. Sebuah tangan menyahut bolpoin itu secara tiba-tiba dari jendela belakangnya. Sontak Wardah melengos mencari pelakunya.

"Jangan kebiasaan diketokin tuh kepala," Ujar sang empu.

"Ngapain disitu Bang? Ngagetin aja!" Celetuk Anisa.

"Nih! Aku habis keluar tadi," Ujar Bang Fadhil memberikan dua escreem mini pada Wardah.

"Makasih," Ujar Wardah. Senyuman manisnya seolah menghipnotis manusia di depannya.

"Perlu bantuan gak?" Tanya Bang Fadhil.

"Bantuin buat soal," Lirih Wardah.

"Boleeh, sebaiknya jangan soal serius semuanya. Diselingi sama soal yang kocak-kocak," Anisa dan Wardah masih menyimak.

"Jangan gitu lihatinnya, aku salting nanti. Soal receh seperti nomor plat motor ustadz, jumlah pohon mangga, atau apaa gitu," Sambung Bang Fadhil.

"Harus gitu ya?" Tanya Wardah.

"Biar gak vakum nanti," Jawab Bang Fadhil.

Wardah dan Anisa manggut-manggut paham. Setuju sih, inikan bukan acara resmi banget. Oke! Mari kita ciptakan suasana LCC yang baru.

.

.

Obrolan mereka terhenti di saat Ustadz Zainal datang.

"Udah siap belum?" Tanya beliau.

"Sudah Ustadz, dua jam lagi di mulai lombanya," Jawab Anisa.

Melihat sang Paman di sana, Bang Fadhil pergi dari tempat berdirinya. Ya! Bang Fadhil merupakan ponakan dari Ustadz Zainal. Dan ternyata wanita yang disukainya juga wanita yang sama.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

xixicu

xixicu

waduhh! Gaswat nih!

2023-03-26

0

xixicu

xixicu

Fadhiil, kamu berhasil mengamankan hati Wardah sepertinya

2023-03-26

0

xixicu

xixicu

Di satu sisi seneng, satu sisinya lagi serem ya, hahaha

takut ditakzir

2023-03-26

0

lihat semua
Episodes
1 Berubah dalam Sehari
2 Teman Baru
3 Bergidik
4 AKU PUN TAK TAHU ITU APA!
5 Pramuka (1)
6 Tampan-Tampan
7 Tanda Tangan
8 Pembukaan Pramuka
9 Ajakan Nikah?
10 -
11 Perhatian
12 -
13 Lamaran Cak Ibil
14 -
15 Kaku 1
16 Harus Kuat!
17 Aneh!
18 Kekeluargaanv
19 -
20 Eksperimen
21 Go
22 Dug Dig Dag
23 Uneg-uneg
24 Utara Hati
25 -
26 Ungkapan
27 Tertangkap Basah
28 ..
29 Go
30 ..
31 ...
32 Lolos
33 Angry
34 :")
35 -
36 ?
37 Belajar
38 2
39 Menyibukkan Diri
40 Flashback
41 Yuuu
42 Sabar...
43 Izin
44 Comeback
45 Utara hati Inayah
46 Sesal
47 Ngebo
48 Lunch
49 Jakarta
50 Tidur
51 Rencana Esok
52 Awalu
53 Presenter
54 Ngintil
55 Kejar-Kejaran.
56 Ngebo lagi
57 Dag Dig Dug
58 Pindahan 1
59 Cook
60 Ngilang
61 Pelor
62 Pulkam
63 Cmbr
64 Siap-siap tisu!
65 Pulkam
66 PDKT
67 Terkoyak
68 Dongeng
69 0813********
70 Optimis
71 Kiss?
72 Gagal Pulang
73 Body Shaming
74 JJ
75 Beraktifitas
76 Perdana
77 Fiks
78 Jalan-jalan
79 Rencana
80 OTW
81 Kebo 2
82 Muualu
83 Lamaran
84 Lamaran 2
85 Insyaallah menuju Sah
86 Pulang
87 Up lagi
88 Bentar lagi
89 Rebutan
90 Berulah
91 Sambang
92 Nyamuk
93 Barokah
94 Susunan Acara
95 95
96 Pulang
97 Lelah
98 Lengket
99 Phobia
100 Barbeque
101 Survey
102 Hari H
103 Work!
104 Wartawan yg Meresahkan
105 Double date
106 H-1
107 Qobiltu
108 Terkejoed
109 Pelukan Perdana
110 Resepsi
111 Molor
112 Candu
113 Up
114 Mak Lampir
115 Rencana
116 Packing
117 Tahan
118 Up
119 21+
120 Lanjuut
121 Jln Jln
122 Otw
123 Mendaki 1
124 Siapa?
125 Puncak
126 Gass poll
127 Cemburu?
128 Packing
129 Nyaris
130 Parasit
131 Bukan Mantan
132 Comeback
133 Rutinitas
134 Rutinitas
135 Dikit dulu yee
136 Menjemput
137 Study Banding Faiz
138 Upload Revisi
139 Lhu-Lhu Comeback
140 Pendamping Acara
141 Harus Tegar
142 Liza
143 Makan Malam
144 Berangkat
145 BA
146 Penggemar
147 Cute
148 Api
149 Jealous
150 Tak mau Kalah
151 Tersipu
152 Ngeledek
153 Lanjuut
154 Last
155 Piknik
156 Ocehan Dinda
157 Tenggelam?
158 Masih Liburan
159 Snorkeling
160 Tenggelam?
161 Pengakuan
162 Simulasi Orang Tua
163 Pulang
164 Setelah Sekian Lama
165 Insyaallah bakalan sering up!
166 Up lagi nih!
167 Bocil Pengganggu
168 Yang Terjadi
169 Pindah Hak Asuh?
170 Tanggapan Keluarga
171 Eza Dahulu
172 Pengumpulan Berkas
173 Pengusulan Berkas
174 Permohonan
175 Akhirnya
176 Kunjungan
177 Pulang
178 Baby Z
179 Mulai Akrab
180 Kesibukan Baru
181 Next
182 Begadang
183 Mama The Best
184 Morning
185 ........,..
186 Bertingkah
187 Up Legee
188 Fans Sakha
189 PW (Pweenak)
190 aktif
191 Terciduk
192 Lupa Waktu
193 Night Walk
194 Night Walk 2
195 Bertemu Mantan?
196 Jealous
197 Malam Berdua
198 Free
199 Kak Winda Kenapa?
200 Bad Mood
201 Mendadak Manja
202 Sakha Ilang
203 Tamu 1
204 Tamu 2
205 Tamu 3
206 Curahan Hati
207 Salahkah Curiga?
208 Telepon Misterius
209 Tugas Dadakan
210 Perjalanan
211 Cek Sound
212 Dadakan
213 Cauple
214 Persiapan
215 Penampilan Memukau
216 Makan Siang
217 Bertemu Mantan?
218 Hati Ke Hati
219 Pulang
220 Bobrok Berdua
221 Pengenalan
222 Canda
223 pulang
224 Mbak Winda
225 I See
226 Buncis
227 Go To!
228 Heeling malah Tumbang
229 Seriuss?
230 Liburan Akhir
231 Pulang
232 Fadhil?
233 Prakata Lhu-Lhu
234 Arem²
235 Dapat!
236 Mendem Loro
237 Keputusan Sulit
238 Last
239 Janji ini Pov Kak Winda yg terakhir....
240 Sibuk
241 Ketok Palu
242 Balik Nama
243 Keputusan Direksi
244 Kembali Muncul
245 New
246 CCTV PENGINTAI?
247 Melemu
248 reuni
249 lanjuttt
250 Berkunjung
Episodes

Updated 250 Episodes

1
Berubah dalam Sehari
2
Teman Baru
3
Bergidik
4
AKU PUN TAK TAHU ITU APA!
5
Pramuka (1)
6
Tampan-Tampan
7
Tanda Tangan
8
Pembukaan Pramuka
9
Ajakan Nikah?
10
-
11
Perhatian
12
-
13
Lamaran Cak Ibil
14
-
15
Kaku 1
16
Harus Kuat!
17
Aneh!
18
Kekeluargaanv
19
-
20
Eksperimen
21
Go
22
Dug Dig Dag
23
Uneg-uneg
24
Utara Hati
25
-
26
Ungkapan
27
Tertangkap Basah
28
..
29
Go
30
..
31
...
32
Lolos
33
Angry
34
:")
35
-
36
?
37
Belajar
38
2
39
Menyibukkan Diri
40
Flashback
41
Yuuu
42
Sabar...
43
Izin
44
Comeback
45
Utara hati Inayah
46
Sesal
47
Ngebo
48
Lunch
49
Jakarta
50
Tidur
51
Rencana Esok
52
Awalu
53
Presenter
54
Ngintil
55
Kejar-Kejaran.
56
Ngebo lagi
57
Dag Dig Dug
58
Pindahan 1
59
Cook
60
Ngilang
61
Pelor
62
Pulkam
63
Cmbr
64
Siap-siap tisu!
65
Pulkam
66
PDKT
67
Terkoyak
68
Dongeng
69
0813********
70
Optimis
71
Kiss?
72
Gagal Pulang
73
Body Shaming
74
JJ
75
Beraktifitas
76
Perdana
77
Fiks
78
Jalan-jalan
79
Rencana
80
OTW
81
Kebo 2
82
Muualu
83
Lamaran
84
Lamaran 2
85
Insyaallah menuju Sah
86
Pulang
87
Up lagi
88
Bentar lagi
89
Rebutan
90
Berulah
91
Sambang
92
Nyamuk
93
Barokah
94
Susunan Acara
95
95
96
Pulang
97
Lelah
98
Lengket
99
Phobia
100
Barbeque
101
Survey
102
Hari H
103
Work!
104
Wartawan yg Meresahkan
105
Double date
106
H-1
107
Qobiltu
108
Terkejoed
109
Pelukan Perdana
110
Resepsi
111
Molor
112
Candu
113
Up
114
Mak Lampir
115
Rencana
116
Packing
117
Tahan
118
Up
119
21+
120
Lanjuut
121
Jln Jln
122
Otw
123
Mendaki 1
124
Siapa?
125
Puncak
126
Gass poll
127
Cemburu?
128
Packing
129
Nyaris
130
Parasit
131
Bukan Mantan
132
Comeback
133
Rutinitas
134
Rutinitas
135
Dikit dulu yee
136
Menjemput
137
Study Banding Faiz
138
Upload Revisi
139
Lhu-Lhu Comeback
140
Pendamping Acara
141
Harus Tegar
142
Liza
143
Makan Malam
144
Berangkat
145
BA
146
Penggemar
147
Cute
148
Api
149
Jealous
150
Tak mau Kalah
151
Tersipu
152
Ngeledek
153
Lanjuut
154
Last
155
Piknik
156
Ocehan Dinda
157
Tenggelam?
158
Masih Liburan
159
Snorkeling
160
Tenggelam?
161
Pengakuan
162
Simulasi Orang Tua
163
Pulang
164
Setelah Sekian Lama
165
Insyaallah bakalan sering up!
166
Up lagi nih!
167
Bocil Pengganggu
168
Yang Terjadi
169
Pindah Hak Asuh?
170
Tanggapan Keluarga
171
Eza Dahulu
172
Pengumpulan Berkas
173
Pengusulan Berkas
174
Permohonan
175
Akhirnya
176
Kunjungan
177
Pulang
178
Baby Z
179
Mulai Akrab
180
Kesibukan Baru
181
Next
182
Begadang
183
Mama The Best
184
Morning
185
........,..
186
Bertingkah
187
Up Legee
188
Fans Sakha
189
PW (Pweenak)
190
aktif
191
Terciduk
192
Lupa Waktu
193
Night Walk
194
Night Walk 2
195
Bertemu Mantan?
196
Jealous
197
Malam Berdua
198
Free
199
Kak Winda Kenapa?
200
Bad Mood
201
Mendadak Manja
202
Sakha Ilang
203
Tamu 1
204
Tamu 2
205
Tamu 3
206
Curahan Hati
207
Salahkah Curiga?
208
Telepon Misterius
209
Tugas Dadakan
210
Perjalanan
211
Cek Sound
212
Dadakan
213
Cauple
214
Persiapan
215
Penampilan Memukau
216
Makan Siang
217
Bertemu Mantan?
218
Hati Ke Hati
219
Pulang
220
Bobrok Berdua
221
Pengenalan
222
Canda
223
pulang
224
Mbak Winda
225
I See
226
Buncis
227
Go To!
228
Heeling malah Tumbang
229
Seriuss?
230
Liburan Akhir
231
Pulang
232
Fadhil?
233
Prakata Lhu-Lhu
234
Arem²
235
Dapat!
236
Mendem Loro
237
Keputusan Sulit
238
Last
239
Janji ini Pov Kak Winda yg terakhir....
240
Sibuk
241
Ketok Palu
242
Balik Nama
243
Keputusan Direksi
244
Kembali Muncul
245
New
246
CCTV PENGINTAI?
247
Melemu
248
reuni
249
lanjuttt
250
Berkunjung

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!