Melihat tak ada tanda-tanda suaminya akan bangun, Wardah memilih untuk keluar dari kamar tanpa izin. Keluar dari kamar pun ia bingung akan melakukan apa. Mau membereskan rumah pun tak mungkin, di rumah ini sudah banyak pekerja. Nanti malah dikira cari perhatian. Wkwkwk.
Wardah melangkahkan kaki menuju ruang tengah. Tak ada tanda-tanda kehidupan di sana. Apa karena ini memang masih terlalu pagi?
Klunting!
Suara benda jatuh! Sepertinya dari arah dapur. Mungkin di jam segini si Mbok sudah masak. Mengingat keberangkatan mereka tepat setelah subuh.
"Anisa?" Panggil Wardah. Ternyata hanya ada Anisa seorang di sana.
"Hay! Ayo kita masak, sudah lama sekali kita tidak memasak bareng," Jawab Anisa.
Wardah mengangguk kemudian tersenyum. Ia juga kangen. Dulu terbiasa memasak bersama di ndalemnya Ustadzah Halimah ataupun Umi. Eksperimen-eksperimen masakan pun muncul dari keisengan mereka berdua. Dan Ustadzah ataupun Umi lah yang menjadi juri sekaligus yang memakan pertama kali atas percobaan mereka.
Untung saja beliau-beliau tak pernah sakit perut setelah mencoba masakan mereka. Kali ini Anisa bertugas mengiris bumbu-bumbu. Urusan memasak dan membuat adonan menjadi tanggung jawab Wardah kali ini. Ntah mengapa tiba-tiba Anisa ingin memakan masakan sang sahabat. Dengan senang hati Wardah menyanggupinya.
Biarlah pagi-pagi ini orang rumahan disuguhi menu ini. Tujuannya tentu saja agar mengganjal perut kenyang lebih lama. Ini bukan sarapan biasa. Kali ini lebih seperti sahur puasa. Hahaha. Tepat pukul setengah lima, masakan mereka berdua selesai.
Para penghuni rumah pun sudah rapi-rapi bersiap untuk salat subuh berjamaah. Farhan menghampiri sang istri yang tengah mengamati hasil masakannya. Tak berselang lama, Cak Ibil pun datang.
"Padahal Mas pengen meluk, tapi gak mau ah kalau wudhu lagi," Celetuk Farhan. Anisa dan Wardah pun terkekeh mendengar celetukannya.
Ide iseng pun muncul di benak Anisa. Sesegera mungkin ia menyentuh lengan baju Farhan.
"Sayang, jangan kena kuliit. Mas udah wudhu, udah mandi lhoo," Rengek Farhan.
"Gak papa dong wudhu lagi," Lirih Anisa.
"Mas udah di tunggu Abi," Rengek Farhan lagi.
"Ya udah-ya udah. Sana pergi!" Usir Anisa.
"Kok diusir sih?" Tanya Farhan.
Anisa berbalik, kemudian menghadap Farhan kembali. Farhan bingung dibuatnya. Kiranya Sang istri murka.
"Kenapa?" Tanya Farhan.
"Adek lupa gak nyiapin baju Mas Faridz," Lirih Anisa.
"Siapa bilang? Bajunya udah disiapin kok. Kemarin kan adek nyetrika plus nyiapin baju buat hari ini," Jawab Farhan.
"Ya udah, Mas ke mushola dulu," Pamit Farhan hendak berlalu.
"Bentar!"
Cup! Berhasil, sang suami batal wudhu! Hahaha.
Farhan melotot pada Anisa tanda geram. Tapi yang menjadi lawannya malah terkikik bahagia. Bermaksud hendak membalas,
"Perhatian-perhatian, Farhan? Dimana kamu? Ayo iqomah," Abi dengan lantangnya memanggil Farhan dari microphone.
Anisa masih terkekeh melihat wajah kesal suaminya. Ia harus berwudhu lagi. Untung saja di depan mushola tersedia tempat berwudhu.
Wardah tersenyum melihat kemesraan keluarga sahabatnya itu. Akankah ia merasakan kebahagiaan itu juga kelak? Wardah juga melirik kepada Mas Aibil. Ternyata ia juga tengah melihatnya. Wardah mendekati dan,
"Mas,"
"Saya ke mushola dulu ya," Potongnya dan berlalu.
"Ya udah! Mas memenuhi panggilan komandan dulu," Pamit Farhan.
"Aku seneng deh lihat rumah tangga kamu Nis," Ujar Wardah menghampiri Anisa. Anisa sudah izin sebelumnya pada Farhan kalau akan sholat di kamar.
"Alhamdulillah Wardah, Mas Faridz gak pernah marah sama sekali," Jawab Anisa dengan antusias.
"Pernah gak sih kamu didiamin sama Mas Farhan?" Tanya Wardah.
"Emmm, gak pernah sih seingatku. Kalau aku yang diamin pernah banget. Apalagi ngambek, wooaaahhh, jagonya aku," Sambung Anisa.
"Sabar Wardah, aku selalu menyelipkan doa untuk sahabat terbaikku ini," Ujar Anisa sembari memeluk Wardah.
Wardah tersenyum dan pamit ke kamar. Terselip doa di benaknya.
Ya Allah, izinkan hamba merasakan manisnya bahtera rumah tangga ya Allah. Rumah tangga yang di penuhi dengan cinta dan kasih sayang...
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 250 Episodes
Comments
Vera Fitriani
sabar Wardah,semoga saja kamu bertemu dengan ustadz Zainal n semoga ustadz nya masih single,,,jdi mending terima aja ustadz Zainal ny😁
2021-06-24
1
Ismiyati
lanjut
2021-04-19
0
Malika Kanaya
kasian wardah
2021-04-19
0