Singkat cerita mengenai bang Fardhil. Ia memiliki nama lengkap Fadhil Islah. Ia merupakan seorang santri putra yang berhasil membawa dirinya menjadi goodlooking. Berkat sifat wibawa dan bertanggung jawabnya ia berhasil menyeret perhatian para guru dan asatidz.
Ia dikenal sangat baik oleh para pimpinan. Tak jarang ia selalu ditunjuk untuk menjadi penanggung jawab suatu acara ataupun sebagai salah satu pengurus santri. Bahkan beberapa minggu lalu ia ditunjuk menjadi ketua Dewan Ambalan yang disebut dengan Pradana.
Daebak! Ditambah dengan paras wajahnya yang lebih bersinar dan tampan menjadi nilai plus.
Bang Fardhil merupakan teman satu angkatan Wardah sejak bangku Tsanawiyah (MTS). Hanya beda ruang kelas. Karena memang dipisahkan antara santriwan dan santriwati. Mengapa dipanggil Bang? Karena sifat kewibawaannya dalam menghadapi suatu masalah, para santri sering memanggilnya Bang. Karena ia darah melayu pula menjadi salah satu alasannya.
Masuk di bangku Aliyah mulailah mereka satu kelas. Karena di bangku Aliyah tak dibedakan antara santriwan dan santriwati. Benih-benih kekaguman mulai muncul di hati Wardah. Ia begitu bersemangat jika itu mengenai Fadhil.
Sayang sekali, Bang Fadhil sudah memiliki kekasih saat itu. Kekasihnya juga teman sekelas Wardah. Sering kali mereka mojok berdua dalam kelas. Menjadikan tanda mines menurut Wardah.
Ternyata mereka menjalin hubungan sejak bangku Tsanawiyah. Ish! Ish! Ish! Tak patuuut!
Apakah tak ditakzir? Bukankah di pesantren tidak boleh berpacaran? Memang! Tapi hebatny mereka menutupi hubungan itu. Pernah sekali mereka ditakzir, janjinya tak akan mengulanginya. Bulsit! Mereka tetap menjalani secara backstreet.
Tak menghabiskan waktu lama, beredar kabar bahwa mereka putus. Sang cewek selingkuh katanya. Hingga kini tak ada kabar Bang Fadhil menjalin hubungan dengan seseorang.
"Huufft! Akhirnya selesai juga. Saatnya mengeprint dan menyerahkan surat ini ke PakKet (Pak Ketua/Bang Fadhil)" Wardah menggegam flashdisk di tangannya keluar ruangan.
Clingak Clinguk. Mencari sosok Anisa. Tak ditemukannya sama sekali. Hanya beberapa sabtri laki-laki tengah memasang bendera, spanduk, dan tenda di sana. Kemana anak itu sebenarnya.
"Anisa di dapur umum tuh!" Ujar Dewi, salah satu panitia pramuka juga. Satu lagi, ialah mantan Pak Ket yang dimaksud.
"Oh! Okee, makasih Wi" Jawabku.
.
.
"Anisa?" Panggilku pada Anisa yang asik melihag kang-kang santri membuat pawon (tungku masak).
Tega sekali dia, masak aku dibiarkan di kantor sendiri. Sedangkan dia malah asik menonton.
"Iya Dah, ada apa?" Tanya Anisa menghampiriku.
Ku tarik tangan Anisa mengikuti langkahku. Tak hu hiraukan pertanyaan yang ia lontarkan.
"Tega banget dah! Aku di ruang kantor sendiri gak ditemenin," Ujar ku.
"Ya, aku gak tahu kalau kamu di sana," Sanggahnya.
"Ya udah,minta maaf deh.. Sekarang mau kemana?" Tanya Anisa.
"Ke kantor yayasan. Mau minta tolong ke Ustadz Zainal buat ngeprint data pramuka sama surat-surat yang perlu ditanda tangani Abah Kyai," Jawabku.
Dirangkulnya pundak-ku melanjutkan perjalanan kami. Beginilah kami, selalu bersama. Mungkin kami berpisah hanya saat buang hajat atau salah satu dari kami pulang kampung. Hehehe.
"Assalamu'alaikum," Sapa kami setelah sampai kantor yayasan.
"Wa'alaikumussalam, Wardah, Anisa... Ada apa?" Jawab Ustadz Zainal sambil mengecek sesuatu di komputernya.
Ustadz Zainal merupakan salah satu Ustadz sekaligus TU single dan jomblo di pesantren ini. Tentu saja, tampan! Uhhhh! Pesantren-ku memang dipenuhi dengan Ustadz dan Kang Santri yang ganteng-ganteng.
Aku menghampiri beliau di mejanya. Terlalu sering berurusan mengenai kertas-kertas ketikan, membuatku sering bertemu Ustadz Zainal. Yaaa, walaupun hanya sekedar cetak print. Aku tak begitu sungkan, karena beliau mudah bergaul dengan para santri.
"Ustadz, saya mau minta tolong ngeprint," Ujarku.
"Boleh-boleh, sebentar ya, saya selesaikan dokumen saya sebentar. Kamu duduk saja dulu di sini. Anisa, duduk dulu sini!" Jawab beliau.
Akhirnya aku dan Anisa duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Ustadz Zainal. Suasana kantor tampak sepi, mungkin karena para guru masih sibuk mempersiapkan raport kelasnya. Biasanya, para guru akan berdiskusi di ruang rapat.
Lima menit, sepuluh menit. Sebenarnya sebentarnya Ustadz Zainal itu berapa waktunya? Hedeehh, Anisa juga sudah menoel-noel tanganku seolah mengintruksikan agar aku lekas bertindak.
"Nah sudah, flashdisk-nya mana Wardah?" Tany beliau. Alhamdulillah, akhirnya mulai dieksekusi.
"Ini Ustadz," Jawabku sembari memberikan flashdisk.
"Yah! Tintanya habis," Celetuk beliau. Spontan Aku dan Anisa menghembuskan napas tanda geram.
"Tenang, ngisi tinta tidak selama tadi kok," Sambung beliau.
.
.
"Anisa!" Panggil seseorang dari luar kantor.
"Aku keluar dulu ya," Bisiknya. Wardah hanya mengangguk mengiyakan.
"Saya permisi sebentar Ustadz," Pamit Anisa.
"Iya, monggo," Jawab Ustadz Zainal.
Tinggallah di ruangan itu mereka berdua. Wardah hanya diam membisu sembari mengamati Ustadz Zainal yang mulai mengotak-atik laptopnya mulai mengeprint.
"Wardah?" Panggil Ustadz Zainal.
"Iya Ustadz," Jawab Wardah.
"Kamu ada pacar di pesantren ini?" Tanya Ustadz Zainal.
Wardah yang mendengar itupun langsung melongo. Kenapa Ustadz menanyakan hal itu? Apa beliau pernah memergoki ia berbincang dengan Kang Santri waktu malam horor itu? Gawat ini mah!
"Ndak Ustadz," Jawab Wardah.
"Beneran?" Selidik beliau.
"Iya Ustadz, saestu. Kulo mboten nate pacaran," (Beneran. Saya tidak pernah pacaran) .
"Kalau di luar pondok?" Tanya beliau lagi.
"Mboten Ustadz," Jawab Wardah dengan menunduk. (Tidak).
"Oke, saya percaya!" Sambung beliau dengan santainya. Sembari mengambil kertas-kertas yang telah di cetak. Lalu kenapa tanya-tanya seperti itu tadi? Jika ujung-ujungnya hanya kata percaya yang muncul.
"Ini sudah selesai," Ujar beliau sembari menyerahkan beberapa lembar kertas cetakan pada Wardah.
"Terima kasih Ustadz, saya permisi... Assalamu'alaikum,"
"Wa'alaikumussalam," Jawab beliau.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 250 Episodes
Comments
xixicu
Dan sepertinya hanya di novel Lhu-Lhu stok kegantengan paripurna laki-laki 🤣
2023-03-26
0
xixicu
definisi santri idaman, hehehe
2023-03-26
0
Jumadin Adin
siapa yg panggil anisa
2022-05-30
0