Ujian semester sangat menguras pikiran tiap santri. Bukan hanya ujian sekolah, tapi ditambah dengan Imtihan dirosah (ujian pesantren). Dalam imtihan dirosah, mereka akan disuguhi oleh soal-soal yang berkaitan dengan kitab-kitab yang telah mereka pelajari selama satu semester. Selain kitab, mereka juga akan diberi target hafalan kitab atau nadhom sebagai syarat kenaikan kelas.
Untuk kelas Tahfidzul Quran ditambah dengan setoran ayat-ayat yang telah mereka peroleh. Mulai dari awal hingga akhir. Yang lebih menegangkan, mereka haruslah bilghoib (tanpa memegang ataupun membaca Al-Qur'an).
Maka, saat-saat seperti inilah yang ditunggu para santri. Classmeeting. Sembari menunggu waktu pembagian raport, para santri akan dipandu untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan, tentunya juga sebagai ajang pendinginan otak setelah bekerja keras selama ujian.
Kegiatan yang dipilih kali ini adalah pramuka. Santri laki-laki dan perempuan dipisah, tapi masih dalam lingkup yang sama. Mereka hanya di pisahkan oleh sebuah lapangan besar sebagai titik kumpul. Mengapa tidak dipisahkan lokasinya? Karena pemandu kegiatan pramuka yang masih minim, akhirnya para guru dan asatidz memutuskan untuk menggabungkan.
Meski begitu, jangan harap mereka bisa mengobrol satu sama lain. Sekeliling lokasi telah diberi keamanan dari mata-mata, asatidz, ataupun pihak lain yang ditunjuk untuk mengawasi.
Yang dimaksud pemandu di sini yaitu pembina pramuka dan guru-guru yang paham betul akan pramuka. Sedangkan mereka yang menjaga keamanan dari santri putra dan putri merupakan utusan untuk membantu keberlangsungan classmeeting ini.
Kebetulan sekali Wardah dan Anisa ditunjuk untuk menjadi panitia. Anak kelas 2 Aliyah /MA sudah mengikuti pramuka pengambilan bantara di tahun kemarin. Jadilah kini mereka sebagai panitia. Untuk terjun langsung membantu inspektur dan pembina pramuka.
Mereka juga telah dilantik sebagai Dewan Ambalan Penegak Pramuka. Wardah sendiri terpilih sebagai kerani (sekretaris). Sedangkan Anisa sebagai anggota seksi perlengkapan. Anisa memang mengikuti pramuka. Tapi dengan ketidak tulusan. Sering kali ia mengeluh pada Wardah, tak jarang pula ia tak mengikuti pelatihan untuk penggerak pramuka.
Alasannya sepele, "Maaf ya, aku gak bisa ikut. Aku diminta Umi (bu nyai) untuk menjaga koprasi". Begitulah ujarnya. Umi sendiri mendukung alasan Anisa. Umi mau-mau saja di ajak bersandiwara oleh Anisa. Hahaha. Tenang gaess, Anisa memang benar-benar menjalankan tugas menunggu koprasi kok! Jadi tidak bisa dikategorikan berbohong. Hehehe.
.
.
Pagi ini Wardah telah disibukkan dengan dokumen-dokumen laporan penunjang acara pengambilan bantara pramuka. Laptop yang menyala dengan jemari yang menari di atas kyboard tak lupa dengan suara ketikannya yang menghiasi ruang kepengurusan. Sendiri. Tentu saja.
Yang lain sibuk mempersiapkan perlengkapan outdor. Seperti tenda, dapur umum, dan kelengkapan lainnya. Memang berada di dalam pesantren, tapi tetap memakai tenda. Agar lebih terkesan saja. Hehehe.
"Wardah?" Sapa Fadhil.
"Eh! Bang Fadhil? Ada yang bisa dibantu Bang?" Tanya Wardah.
"Gak ada kok. Aku cuma mau ngambil tali koor (tali pramuka) aja. Ini apa," Jawabnya dengan menunjukkan pada Wardah, bahwa ia telah menemukan.
"Oalah, iya-iya," Timpal Wardah.
"Istirahat dulu Wardah, kasihan matanya. Dari tadi nengok laptop terus," Ujar Fadhil sebelum benar-benar keluar dari ruang pengurus pramuka.
Kalian tahu? Hati Wardah mencelos begitu diperhatikan oleh seorang Fardhil. Kalian penasaran siapa Fadhil? Hayoooo? Siapa hayoooo?
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 250 Episodes
Comments
xixicu
aku mampir' kak
2023-03-26
0
I'm beautifull
Kaaakkkkk, mo manggil ajah!
2021-07-14
2
Ghendis
entah lah aku tak tahu😂😂
2021-03-21
2