Devian yang diseret oleh Keenan menuju mobil hanya terdiam mengikuti keinginan sahabatnya tersebut.
Kemudian mobil mulai melaju meninggalkan rumah kuno itu.
Didalam mobil mereka berdua hanya terdiam membisu hingga mobil berhenti disebuah danau yang cukup asri.
" Keluar kamu...", ucap Keenan kasar dan langsung membanting pintu mobil.
Tidak ingin menambah emosi sahabatnya, Devian pun melangkah keluar mobil dan mengikuti arah Keenan berjalan.
Setelah melalui jalan setapak yang dikanan dan kirinya terdapat bunga aneka warna, akhirnya langkah Keenan terhenti disebuah bangku kayu berwarna coklat dengan tekstur asli kayu yang masih menonjol.
Dalam diam Keenan segera duduk dibangku tersebut sambil menatap Devian dengan tajam.
Aura pembunuh tampak jelas terpancar dari kedua sorot matanya.
" Sekali lagi aku bertanya, apa sebenarnya rencanamu...", ucap Keenan tajam.
Mendapat tatapan seperti itu dari sahabatnya membuat hati Devian sedikit menciut.
Setelah menghela nafas dalam - dalam dan menghembuskannya secara perlahan, Devianpun mulai duduk disamping sahabatnya itu.
" Kamu jangan salah paham dulu, ini semua tidak seperti apa yang kamu pikirkan" , ucap Devian tenang.
" Aku hanya ingin membantu hubunganmu dengan Siska agar bisa berkembang " ucap Devian menjelaskan.
" Maksudmu...", tanya Keenan penasaran.
" Jadi, kapan hari aku sempat bertemu dengan Andrew di club. Dia sempat mrenceritakan bahwa bosnya itu akhir - akhir ini sering marah karena diganggu oleh seseorang ", ucap Devian sambil melirik Keenan sekilas.
" Dan kurasa kamu paham siapa orang yang aku maksud itu ", ucap Devian menyindir Keenan.
" Maksudmu aku....", tanya Keenan dan dijawab anggukan oleh sahabatnya itu.
" Aku hanya ingin dekat dengannya dengan memberi apa yang dia sukai, tidak ada maksud lain ", ucap Keenan membela diri.
" Aku tahu maksudmu baik, tapi Siska tidak menganggapnya seperti itu. Baginya kamu adalah penganggu..." , ucap Devian menjelaskan.
" Apa tujuan kamu mengatakan semua ini kepadaku...", ucap Keenan sambil memincingkan matanya curiga.
" Aku tidak ada maksud apa - apa.Tujuanku hanya mencoba membantumu, itu saja ", ucap Devian berusaha meyakinkan sahabatnya.
" Terimakasih atas perhatianmu, tapi aku tidak butuh ", ucap Keenan sambil berdiri.
" Hanya aku yang tahu bagaimana Siska senenarnya, jadi kamu jangan ikut campur mengenai hal ini ", ucap Keenan penuh emosi.
" Sebaiknya kamu jauhi Siska, jika tidak....maka aku tidak akan segan lagi terhadapmu, meski kamu sahabatku ", ucap Keenan sambil melangkah pergi meninggalkan Devian yang masih terdiam.
" Dia pikir dia siapa berani mengaturku ", batin Keenan marah.
Kemudian dia segera melajukan mobilnya meninggalkan danau.
Keenan mulai berjalan - jalan melihat desa tersebut sambil mengingat - ingat semua tempat yang pernah dia datangi bersama Siska didalam mimpinya.
Dan semua tempat tersebut benar - benar nyata adanya.
Hal itu semakin menambah keyakinan dirinya bahwa apa yang dialaminya didalam mimpi tersebut adalah pertanda dan merupakan takdir yang harus dia dapatkan.
" Jika ini semua nyata....tapi kenapa Siska masih belum mengenalku. Bahkan dia seolah menolak kehadiranku disisinya " , guman Keenan penasaran.
" Apakah ada sesuatu yang terlewatkan ", gumannya lagi.
Semua pertanyaan seakan bermunculan dikepalanya, tentang semua kejadian didalam mimpi dan kenyataan yang ada, hingga membuatnya harus menepikan mobilnya sejenak karena tidak bisa fokus mengemudi.
Sedangkan Devian yang ditinggalkan di danau segera menghubungi Andrew untuk menjemputnya.
Meski sempat tersesat karena tidak terlalu tahu mengenai daerah tersebut, akhirnya Andrew tiba juga ditepi danau.
Setelah mengedarkan pandangannya kesegala arah, akhirnya Andrew menemukan pria tampan yang dicarinya sedang duduk melamun disebuah bangku yang menghadap ke danau.
" Sudahlah...jangan dipikir terlalu keras" , ucap Andrew menepuk pundak Devian.
Devian yang sedikit terkejut akan kehadiran Andrew yang tiba - tiba hanya menatapnya dalam diam.
Pria tampan ini sedang memikirkan apa langkah yang selanjutnya akan dia ambil setelah sahabatnya tersebut mengetahui dan mengagalkan rencananya.
" Daripada kamu memikirkan Keenan, lebih baik pikirkan bos dulu...", ucap Andrew pelan.
" Sekarang bagaimana nasibku jika sampai bos benar - benar memecatku..", ucapnya lagi dengan nada sedih.
" Jika Siska memecatmu, maka kamu bekerja saja di tempatku " , ucap Devian santai.
" Jadi asisten pribadimu ? ", tanya Andrew dengan mata berbinar.
" Bukan, jadi OB...", ucap Devian sambil tertawa, sedangkan Andrew yang mendengar guyonan tidak lucu itu hanya bisa mengerucutkan bibirnya.
Setelah puas berkeliling, Keenan kembali ketempat neneknya Siska berada.
Dari jauh dia mengamati mobil *** putih itu perlahan mulai meninggalkan halaman rumah.
Setelah dirasa mobil tersebut sudah menghilang dipertigaan maka Keenan pun memacu mobilnya masuk halaman rumah nenek Siska.
Si mbok yang hendak menutup pintu mengurungkan niatnya saat dilihatnya ada sebuah mobil masuk kedalam halaman rumah.
" Siapa mbok ?" , tanya Riana yang mendengar ada suara mobil masuk.
" Sepertinya teman non Siska tadi bu " , jawab si mbok sambil mengintip dari balik jendela.
" Selamat sore..." , ucap Keenan sopan.
Riana yang melihat kedatangan Keenan hanya bisa mengerutkan dahi.
Namun untuk menjaga kesopanan dia tetap mempersilahkan pria tersebut masuk.
" Kalau kamu ingin mencari Siska, dia baru saja pulang ", ucap Riana sambil menatap tajam Keenan.
" Saya tidak sedang mencari Siska. Saya hanya ingin berbincang - bincang dengan ibu sebentar, itupun jika saya tidak menganggu ", ucap Keenan sopan.
" Dengan saya...", ucap Riana ragu
" Benar bu...apa ibu ada waktu sebentar saja ", ucap Keenan memohon.
" Baiklah...apa yang ingin kamu bicarakan denganku anak muda ", ucap Riana curiga.
Kemudian Keenanpun memperkenalkan dirinya dan menjelaskan arah tujuannya kemari.
Dia juga menceritakan semua mimpi - mimpi yang dialaminya sejak kecil.
Bagaimana tentang pertemuannya dengan Siska kecil sampai rumah dan taman bunga mawar milik Riana yang sering hadir dalam mimpinya.
Pada awal mendengar cerita Keenan, Riana merasa bahwa pria didepannya tersebut agak sedikit aneh.
Namun setelah pria itu menceritakan semuanya, tiba - tiba wanita tua itu teringat sesuatu.
" Mbok...tolong ambilkan album merah yang ada di almari belakang " , ucap Riana terlihat seperti berpikir.
" Yang ini ya bu...", tanya si mbok sambil membawa sebuah album foto yang cukup besar dan tebal.
Satu persatu halaman foto dia buka untuk mencari foto cucunya bersama seorang anak lelaki kecil yang usianya lima tahun lebih yua dari cucunya.
" Apakah ini kamu...?", tanya Riana sambil menunjukkan foto anak kecil laki - laki dengan cucunya sedang bermain ditepi danau.
" Ini..kenapa aku tidak ingat kalau pernah berfoto disini ", ucap Keenan terkejut melihat foto dirinya bersama Siska.
" Sebenarnya apa yang kamu impikan tersebut adalah ingatanmu dimasa lalu ", ucap Riana sambil menghela nafas panjanh.
Kemudian Riana pun mulai bercerita bahwa dulu Keenan bersama keluarganya baru saja pindah kedesa tersebut karena papanya ada proyek pembangunan didesa sebelah.
Karena rumah mereka yang berdekatan, ditambah dengan kesamaan antara Keenan dan Siska yang merupakan anak tunggal menyebabkan kedua anak kecil tersebut menjadi akrab.
Namun semua hal tersebut tidak berlangsung lama, Siska dan Keenan mengalami kecelakaan yang menyebabkan kedua bocah tersebut mengalami gegar otak dan hilang ingatan.
Bahkan Siska sempat dilarikan oleh papinya ke luar negeri demi mendapatkan pengobatan yang maksimal.
Sedangkan Keenan dan papinya yang sama - sama mengalami kecelakaan meninggalkan desa tanpa ada yang tahu kemana mereka pindah.
Karena kecelakaan tersebut, selain hilang ingatan Siska juga mengalami trauma yang cukup hebat sehingga butuh waktu cukup lama bagi gadis itu bisa menginjakkan kakinya didesa ini lagi.
Mendengar penuturan dari Riana, akhirnya Keenan sadar bahwa Siska adalah cinta masa kecilnya, dan bukan hanya khayalan atau obsesinya semata.
Untuk itu dia akan bertekad untuk sedikit demi sedikit mengembalikan ingatan gadis itu akan dirinya, meski hal tersebut tidaklah mudah.
Namun Keenan tidak akan menyerah untuk meraih cinta sejatinya.
Setelah mendapat sedikit pencerahan akan mimpinya selama ini, akhirnya Keenan undur diri agar Riana bisa segera beristirahat.
Didalam perjalanan pulang, hati Keenan terasa menghangat, satu petunjuk penting berhasil dia dapatkan.
Sekarang langkah selanjutnya yang harus dia lakukan adalah bertanya kepada kedua orang tuanya.
" Aku harus mencari tahu semuanya dan membawamu kembali ke sisiku, Siska...", ucap Keenan penuh keyakinan sambil memandang foto yang sempat dimintanya tadi kepada Riana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments