Sejak pertemuannya dengan Siska di sebuah restoran tempo hari membuat Keenan terus kepikiran tentang sosok pria yang bersamanya.
Meski dirinya sudah tahu bahwa sosok pria yang bernama Adrian tersebut adalah sepupu Siska, tapi hati kecilnya mengatakan sebaliknya.
" Jika dilihat dari sorot matanya saat memandang, tidak mungkin kalau hubungan mereka hanya sebatas saudara " , batin Keenan curiga.
" Aku juga laki - laki. Aku paham apa arti tatapan dan perhatian itu " , batinnya cemas.
Kemudian dia mulai menerawang tentang gadis dalam impiannya itu, wajah dan apapun yang dilakukannya masih tergambar sengan jelas dalam ingatan.
Diapun mulai mencatat semua hal yang berkaitan dengan gadis itu. Mengenai apa saja yang disukai dan apa saja yang dibencinya. Serta mode pakaian yang dikenakannyapun tidak luput dari pengamatannya.
" Kurasa sudah semua ", ucapnya bernafas lega.
" Dan sekarang yang perlu kulakukan adalah membuktikannya sendiri, apa benar itu adalah DIA...", ucapnya sambil mulai menghubungi sekretarisnya untuk menjalankan apa yang sudah menjadi rencananya.
Sementara itu disebuh gedung tinggi berlantai dua puluh terlihat seorang wanita cantik terlihat sedikit sebal dengan adanya bucket bunga yang terus berdatangan tanpa henti.
" Cepat buang semua bunga itu. Emang dipikir disini toko bunga apa !!!..., bentak Siska sebal.
" Tapi sayang lho bu... bunganya cantik - cantik. Coba lihat ", ucap Andrew lembut sambil mengambil satu bucket bunga mawar merah yang sangat cantik.
" Dan semua bunga disini kan bunga kesukaan Ibu " , ucap Andew lagi.
" Jangan banyak bicara..., cepat bereskan..." , ucapnya sambil kembali menghadap kearah laptopnya.
Karena merasa sayang dengan bunga - bunga yang ada, Andrew pun menghubungi petugas kebersihan agar menaruh bunga bunga tersebut kedalam vas dan meletakkannya di ruangan yang ada di setiap divisi.
" Wah...ada acara apa meriah banget" , ucap Adrian kaget saat melihatnya banyak bunga disana.
Dia cukup terheran - heran dengan banyaknya bucket bunga mawar yang ada diruang kerja sepupunya itu.
Dipandanginya satu persatu bucket bunga yang hampir saja menutupi ruangan itu, bahkan untuk berjalan saja dia harus mencari celah yang ada.
" Tampaknya pengemarmu semakin banyak saja " , ucap Adrian tersenyum mengejek saat dirinya sudah berada dikursi yang ada di depan Siska.
"Jika kamu datang kesini hanya untuk mengolok - olok ku lebih baik kamu pergi " , ucap Siska marah.
Adrian yang mendengar kalimat pengusiran yang keluar dari mulut sepupu tersayangnya itu hanya bisa tersenyum lebar.
" Apalagi yang kau tunggu...cepat keluar...", ucap Siska sebal melihat senyuman Adrian yang semakin lebar.
Melihat ekspresi sebal yang tersirat dari muka Siska membuat Adrian akhirnya tak bisa menahan tawanya. Diapun mulai tertawa terpingkal - pingkal sambil memegangi perutnya. Tentu saja hal itu membuat Siska semakin geram.
" Nggak asyik....aku pergi saja kalau begitu " , ucap Adrian mulai bangkit dari posisi duduknya.
" Padahal aku kesini mau mengajakmu pergi ke café masakan korea yang lagi viral itu, tapi sepertinya kamu sangat sibuk, jadi kapan - kapan saja kalau begitu " , ucap Adrian yang langsung beranjak keluar ruangan sambil melirik sepupunya yang sedikit berpikir saat dirinya menyebut "masakan korea" tadi.
" satu...dua...ti...", batin Adrian menghitung untuk melihat reaksi sepupunya.
" Hey....tunggu ", ucap Siska yang langsung berlari kecil menuju Adrian sambil menyambar tas yang berada di atas meja.
" Ayo kita berangkat ...", ucapnya bersemangat.
Siska yang cukup bersemangat untuk pergi langsung mengandeng tangan Adrian dengan erat.
Adrian yang melihat perubahan raut muka sepupu kesayangannya tersebut merasa sangat bahagia.
" Ndrew....aku pergi dulu. INGAT !!!...saat aku kembali ruangan harus sudah bersih dari bunga ", perintahnya mengingatkan.
" Baik bu...", ucap Andrew sambil tersenyum.
Sementara itu dikantornya Alfredo yang mendapatkan laporan dari sekretarisnya hanya bisa mengerutkan dahi.
" Bagiamana dia bisa sangat marah, padahal itu adalah bunga kesukaannya " , ucap Keenan sambil mengerutkan dahi.
" Kalau mendengar dari ucapan pak Andrew, sekretaris bu Siska , sepertinya bukannya bu Siska tidak suka dengan bunga yang bapak kirim, tapi jumlahnya saja yang terlalu banyak " , ucap Fani, sekretaris Keenan seakan menjawab pertanyaan yang ada dikepala pimpinannya itu.
" Jadi menurutmu aku terlihat berlebihan gitu..." , ucap Keenan tidak senang.
" Saya rasa ibu Siska itu termasuk wanita yang simpel dan tidak suka hal - hal yang terlalu berlebihan. Maaf jika pendapat saya salah " , ucap Fani sambil menunduk.
"Ya sudah....kamu boleh keluar ", ucap Keenan datar.
Fanipun keluar ruagan kerja Keenan dan langsung menghubungi Rosalie untuk melaporkan semua hal yang berkaitan dengan pimpinannya itu.
Meski bosnya itu termasuk lelaki yang sempurna dalam segala hal, tapi tidak untuk urusan mengambil hati orang lain, apalagi seorang wanita.
"Baik nyonya, akan saya jalankan" , ucap Fani sambil menutup telepon.
" Memberi saran kepada pak Keenan bukanlah hal yang mudah. Harus melihat waktu yang tepat, jika tidak.hiii....", batin Fani bergidik ngeri.
Tadi saja waktu mengemukakan pendapatnya Fani sebenarnya agak sedikit ragu. Tapi demi misi yang diberikan kepadanya, maka dia harus melakukannya jika tidak ingin masa depannya berakhir sampai disini.
Sementara itu disebuah restoran korea yang baru saja dibuka terlihat Siska sangat menikmati setiap makanan yang tersaji didepannya dengan lahap.
Adrian yang melihat hal tersebut hanya bisa tersenyum tipis. Tiba - tiba hatinya menghangat setiap sepupunya tersebut memandangnya dengan binar mata bahagia.
" Kamu memang selalu mengerti aku Adrian ", ucap Siska bahagia.
" Coba saja kamu buka sepupuku, sudah aku nikahin kamu " , ucapnya lagi sambil tersenyum.
Deg.....
Tiba tiba jantung Adrian berhenti berdetak mendengar ucapan sepupunya itu. Sementara Siska yang baru saja melontarkan ucapan yang membuat hati sepupunya campur aduk tersebut terlihat cuek dan masih fokus pada makanan yang ada didepannya.
" Kalau semisal kita tidak ada hubungan darah, apa kamu benar - benar mau menikah denganku ", ucap Adrian berusaha meyakinkan apa yang barusan didengarnya.
" Tentu saja...", ucap Siska dengan mulut masih penuh makanan.
" Kenapa...?" , tanya Adrian penasaran.
" Seperti yang aku bilang, hanya kamu lah orang yang bisa mengerti aku selama ini. Dan aku sangat nyaman berada didekatmu ", ucap Siska sambil meminum es yang ada didepannya.
" Aku mencintaimu Adrian....sarange...."ucap Siska sambil menunjukkan jarinya dengan bentuk hati dengan tatapan mengoda.
" Uhukkk.....apa...", ucap Adrian kaget sambil menyemburkan minuman yang ada dimulutnya.
" Jorok...", ucap Siska sambil membersihkan mukanya yang terkena semburan air dari mulut Adrian dengan muka sebal.
" Maaf..", ucap Adrian sambil membantu membersihkan muka sepupu yang sangat disayanginya itu.
" Dasar gadis bodoh....jangan pernah mengucapakan kata cinta dengan mudah seperti itu lagi, terutama dengan orang asing " , ucap Adrian sambil menyentil kening Siska.
" Aww.....sakit..." , renggek Siska dengan muka cemberut.
" Tapi aku hanya akan mengatakan itu padamu Adrian, tidak kepada orang lain..." , ucap Siska dengan wajah serius.
" Sudah....ayo kita cepat pergi. Bukannya jam dua kamu ada meeting dengan divisi perencanaan ", ucap Adrian mengingatkan.
Merekapun berdua kemudian pergi meninggalkan restoran dan kembali kekantor.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments