Setelah gagal menikah dengan Teddy, Siska membenamkan diri dalam pekerjaan.
Hasilnya sangat memuaskan, beberapa proyek besar yang cukup sulit didapatkan kini sudah berada didalam genggamannya.
Demi kelancaran semua proyek yang didapatkannya, dia harus rela bolak - balik keluar negeri untuk mengurus semuanya secara langsung.
Sebagai seorang yang perfect, dia tidak ingin ada sedikitpun kesalahan dalam setiap proyek yang sedang ditanganinya.
Untungnya ada Adrian yang selalu berada disisinya. Sepupunya itu selalu mensupport dan memberikan semangat untuknya.
Sejak pernikahan Siska tersebut kandas ditengah jalan, Adrian bertekad akan selalu ada disisinya, menjaganya dan tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya.
Cukup sekali dia kecolongan dan hampir membuat gadis itu terpuruk.
Untungnya, cinta yang berkembang dihati Siska belum terlalu dalam, sehingga dia dapat segera bangkit dalam kondisi yang sulit itu.
Dan diwaktu senggangnya, Siska sering hang out bersama teman - temannya ke club untuk mengurangi rasa sakit yang tertinggal dan sedikit mengangkat beban yang ada dipundaknya.
Meski untuk hal yang satu ini Adrian kurang setuju, tapi dia juga tidak bisa terlalu mengekang sepupunya.
Bagaimanapun juga, Siska adalah gadis dewasa yang bisa menjaga dirinya, meski kadang perasaan cemas dan khawatir melanda hatinya.
" Kamu mau kemana? ", tanya Adrian sambil bersandar dipintu kamar Siska sambil menyilangkan kedua tangannya didada.
" Mau ke club, Chelsea hari ini ulang tahun dan dirayain disana" , ucapnya sambil tersenyum lebar.
" Harus ya berpakain seperti itu" , ucap Adrian tidak senang saat melihat pakaian ketat dan sexy yang digunakan Siska malam ini.
" Ayolah Adrian...aku mau ke club. Dan menurutku pakaian ini masih wajar" , ucap Siska sambil berputar putar melihat dirinya di cermin.
Tidak ingin membuang waktu dengan perdebatan kecilnya dengan Adrian, gadis cantik itupun segera menyambar tas kecil hitam diatas meja rias.
" Aku pergi dulu ya ", ucap Siska sambil berlalu.
" Jangan terlalu pagi pulangnya. Ingat, besok pagi kamu ada meeting penting" , teriak Adrian dari lantai atas yang hanya dijawab lambaian tangan oleh Siska.
Adrian yang melihat kepergian sepupunya itu hanya bisa mengehela nafas panjang.
Jika saja dirinya tidak ada masalah saat mendengar alunan musik yang super keras, tentunya dia akan ikut.
Tapi sayangnya, dia memiliki trauma terhadap suara musik yang keras. Trauma yang masih menghantuinya hingga sekarang.
FLASH BACK ON
Malam itu, Adrian yang masih duduk di bangku kelas tiga sekolah menengah pertama melihat konser music rock bersama teman - temannya.
Ini adalah pengalaman pertamanya dia datang melihat langsung konser musik yang diadakan disebuah lapangan terbuka.
Pada awalnya konser musik berjalan dengan lancar, hingga tiba - tiba mulai ricuh saat sekelompok orang berjaket hitam dengan lambang tengkorak di belakangnya memukul salah satu pengunjung yang ada disana.
Tidak terima dipukul, laki - laki tersebut langsung memukul balik orang yang menyerangnya.
Baku hantam yang awalnya hanya satu lawan satu akhirnya merembet menjadi besar saat yang lainnya juga ikut berkelahi.
Darah dan suara teriakan mewarnai konser music tersebut. Semua orang yang terlibat perkelahian mulai mengeluarkan pisau dan senjata tajam lainnya.
Adrian yang terjebak ditengah - tengah perkelahian terlihat sangat syok saat melihat kedua sahabatnya tertusuk pisau akibat salah sasaran.
Perkelahian baru berhenti saat petugas tiba dilokasi.
Para petugas medis beberapa kali bolak - balik untuk mengangkat korban perkelahian yang jumlahnya tidak sedikit.
Sedangkan Adrian yang sangat syok dengan kejadian tersebut hanya bisa terdiam membisu ditempatnya.
Kondisi mentalnya benar - benar terguncang oleh kejadian yang telah merengut nyawa dua sahabatnya di depan matanya.
Melihat kondisi mental anak semata wayangnya yang semakin hari bertambah buruk membuat orang tuanya segera membawanya ke seorang psikiater.
Berkat pengobatan yang dilakukan serta menjalani terapi secara rutin dan hadirnya Siska untuk menemani keseharian Adrian selama masa perawatan membuat keadaan mentalnya perlahan - lahan mulai pulih kembali.
Meski sudah dinyatakan sembuh, tapi Adrian masih belum mampu mendengar suara musik dengan volume yang cukup keras terlalu lama.
Terutama musik yang bisa membuat jantung berdetak dengan kencang.
FLASH BACK OFF
Sementara itu disebuah club ternama di kota tersebut, sekelompok gadis cantik terlihat sedang bersenang - senang.
Ya...., mereka adalah Siska dan teman - temannya yang sedang merayakan pesta ulang tahun Chelsea.
Karena tema pesta kali ini adalah "Girl party " , maka yang ikut hanya para gadis, tanpa membawa pasangan mereka masing - masing.
" Let's go girl....enjoy the party ", ucap Chelsea sambil mengajak teman - temannya untuk turun ke lantai dasar menikmati alunan musik yang dibawakan oleh Dj di depan.
" Kamu nggak ikut turun..", tanya Sarrah sambil menatap Siska yang masih belum beranjak dari tempat duduknya.
" Ayolah sis....hari ini kita bersenang - senang sampai pagi ", ucap Alice menimpali sambil merangkul Siska.
" Kalian turun duluan aja, nanti aku susul ", ucap Siska sambil meneguk minuman yang ada di tangannya.
" Ok....kita tunggu di bawah ya. Jangan lama- lama ", ucap mereka berdua yang langsung melangkah turun ke bawah membaur bersama pengunjung club lainnya yang sedang asyik berdansa mengikuti alunan music yang dibawakan oleh DJ.
Tok… tok…. Tok.…
" Masuklah..." , ucap seorang pria dengan suara beratnya dari balik ruangan yang didominasi oleh warna hitam dan putih.
" Nona Siska sudah datang bos ", ucap Fian yang merupakan tangan kanan Alexander, pria tampan berdarah Indo - Italia yang merupakan salah satu pemilik club terbesar dikota ini.
" Seperti biasa, jangan biarkan siapapun mendekatinya, sepuluh menit lagi aku akan turun ", perintahnya.
" Baik bos....", ucan Fian yang kemudian melangkahkan kaki menuju lantai satu dimana para tamu mulai bergoyang mengikuti iringan lagu yang dimainkan oleh DJ.
Pandangannya tajam menatap kearah wanita cantik dengan kulit putih, dengan rambut lurus yang dia biarkan tergerai bebas sedang duduk sendiri dilantai dua yang merupakan tempat VIP di club ini.
Dia terlihat tengah asyik menikmati minuman yang ada ditangannya sambil sesekali mengoyangkan tubuhnya mengikuti alunan musik yang ada.
Selama gadis itu tidak turun kelantai satu, Fian merasa tenang karena tidak perlu khawatir akan ada pria hidung belang yang akan memangsanya.
Sudah hampir lima bulan terakhir, diwaktu senggangnya Siska selalu menyambangi club tersebut.
Entah itu hanya untuk nongkrong ataupun clubbing.
Hal itu dilakukannya untuk menghilangkan sosok Tedy, tunangan yang telah mengkhianatinya, sehingga dia terpaksa harus membatalkan acara pernikahan yang hanya kurang tiga hari.
Menyakitkan memang, tapi dia masih bersyukur bahwa dia mengetahui hal itu sebelum dirinya menjadi istri sah Tedy.
Siska sungguh beruntung saat pertama kali menginjakkan kaki di club tersebut dia bertemu dengan Alexander sang pemilik club.
Siska yang pada saat itu sedang patah hati, minum alkohol hingga mabuk, untung saat itu ada Alexander yang segera mengantarkannya pulang.
Entah karena apa sejak kejadian itu sampai sekarang Alexander selalu menyuruh anak buahnya untuk mengawal Siska selama berada di club agar tidak ada pria iseng yang mendekatinya, bahkan pria itu juga menyuruh anak buahnya untuk mengawal Siska pulang. Tapi hal itu tentu saja tanpa sepengetahuan Siska.
Kalau dipikir lagi mungkin agak berlebihan, tetapi Alexander selalu berusaha untuk membuat Siska aman dan nyaman selama berada di clubnya.
Karena yang diperlukan gadis itu sekarang hanya bercengkrama, minum, dan kadang - kadang bergoyang mengikuti alunan lagu yang dimainkan DJ.
Semua itu dilakukan semata - mata untuk melupakan Tedy dan meringankan sedikit beban yang ada dipundaknya.
" Sudah lama? ", tanya Alexander sambil menuang wine yang dia bawa ke dalam gelas kosong yang ada ditangan Siska.
" Baru sepuluh menit " , ucap Siska sambil melihat jam yang ada ditangan kirinya.
" Kenapa tidak ikut turun bersama teman - temanmu. Bukannya hari ini Chelsea berulang tahun.. ", tanya Alexander sambil menyesap minuman yang dibawanya.
" Lagi malas ", jawab Siska singkat
Mereka pun kemudian mulai ngobrol sampai seorang wanita berpakaian sangat sexy dengan baju kurang bahan tiba - tiba datang dan bergelayut manjah dilengan Alexander.
" Aku pergi dulu ya, jangan pulang terlalu pagi " , ucapnya cepat sambil mengelus kepala Siska yang dibalas dengan anggukan.
Kemudian sosok pria tampan itupun hilang dibalik kerumunan orang.
Sementara itu Siska masih menikmati minumannya sambil melamun, pikirannya kembali kepada kejadian yang cukup menyesakkan dada.
FLASH BACK ON
Siang itu dengan penuh semangat Siska melangkah menuju apartement Tedy untuk memberikan kejutan kepada tunangan yang sebentar lagi akan menjadi suaminya tersebut.
Senyum yang sepanjang perjalanan selalu menghiasi wajah Siska tiba - tiba menghilang saat dia melihat sepasang sepatu wanita ada di apartemen Tedy.
Dari arah dalam terdengar suara kekasihnya bersama seorang wanita.
Dengan langkah pelan Siska segera menuju sumber suara yang ternyata berasal dari dalam kamar Tedy.
Alangkah terkejutnya Siska saat membuka pintu kamar dan didapatinya calon suminya sedang bercinta dengan Resti, mantan pacar Tedy.
Siska pun langsung berlari meninggalkan apartemen dengan menangis sesengukan tanpa menghiraukan Tedy yang masih terus memanggilnya.
Hati Felicia terasa hancur berkeping - keping. Kenapa saat dia sudah berusaha untuk membuka hati kepada seorang lelaki dan bersedia menikah malah ini yang didapatkannya.
Sebuah pengkhianatan, yang tidak bisa dia maafkan.
FLASH BACK OFF
Siska hanya bisa menghela nafas panjang saat teringat kenangan pahit tersebut.
Saat dirinya sedang mengedarkan pandangan untuk mencari posisi para sahabatnya, tiba tiba tatapan mata Siska bertemu dengan seseorang yang juga memandangnya dengan tajam.
Cukup lama mereka saling bertatapan , Siska yang merasa risih dengan tatapan tersebut segera mengalihkan pandangannya ke tempat lain.
Namun tidak dengan Devian, dia masih saja fokus memandang dan mengamati setiap gerak - gerik gadis yang cukup menarik perhatiannya sejak memasuki club bersama teman - temannya itu.
" Akhirnya aku menemukan gadis seperti yang ada dikhayalanmu selama ini, sahabatku " , ucap Devian tersenyum bahagia.
Devian pun segera mengambil gambar Siska dan mengirimnya ke orang kepercayaannya agar mencari informasi mengenai gadis tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments