Beberapa hari ini Adrian merasa galau. Perasaannya yang campur aduk membuat dirinya sulit untuk berkonsentrasi.
Alhasil Dino sang asistenlah yang harus kerja ekstra untuk menghandle semuanya.
Sejak kejadian dicafe, dirinya terus kepikiran ucapan Siska yang terus berdengung ditelinganya.
Tidak dapat dipungkiri kalau dirinya sangat bahagia mendengar pernyataan itu.
Seandainya saja mereka tidak punya hubungan darah, tentu saja hal ini sangat mengembirakan karena mereka berdua bisa menjadi sepasang kekasih.
Tapi Adrian masih belum yakin kalau " Cinta " yang dibilang sepupunya itu adalah hubungan antar pria dan wanita, bukan antar saudara.
Semakin dipikirkan semakin membuat kepala pusing hingga mau pecah rasanya.
" Adrian.....Adrian....", panggil Siska tapi tidak ada respon.
" Cup....", pipi Adrian dicium Siska.
Deg....Deg....Deg......
Adrianpun spontan langsung melotot, pipinya memerah karena malu dan jantungnya berdetak cukup kencang.
Belum sempat dirinya mengontrol debaran yang ada, sepupunya tersebut berulah kembali yang membuatnya semakin diam membeku.
" Mikirin apa sih...., serius amat " , ucap Siska sambil mengacak - acak rambut Adrian dengan gemas.
" Kok muka kamu merah banget, lagi sakit ya ", ucap Siska khawatir sambil menempelkan punggung tangannya didahi Adrian.
Deg....Deg....Deg.....
Debar jantung Adrian semakin kencang.
"Nggak panas, tapi kenapa masih memerah (, ucap Siska sambil berkali - kali menempelkan punggung tangannya didahi Adrian dan kedahinya dengan muka seolah berpikir.
" Apa - apan sih gadis ini " , batin Adrian dengan perasaan bercampur aduk.
" A....aku nggak apa - apa, hanya sedikit gerah " , ucap Adrian panik sambil melonggarkan dasinya.
" ini sudah maksimal ", ucap Siska sambil memencet remote AC ditangannya.
" Dasar tidak peka " , ucap Adrian kesal sambil menyeka keringat di dahinya.
"Ada apa kamu kesini..." , ucap Adrian sewot sambil berusaha meredakan debaran jantungnya.
" Aku cuma penasaran aja...apa yang bisa membuat seorang Adrian Septiano Putra galau seperti ini " , ucap Siska sambil memainkan jarinya diwajah Adrian.
Siska yang niat awalnya ingin mengoda sepupunya itu tidak menyadari jika apa yang telah diperbuatnya dapat membangkitkan sesuatu dalam diri Adrian.
" Siska....hentikan sekarang...", ucapAdrian dengan mengertakan giginya.
Bukannya menghentikan tindakannya, Siska malah semakin mengoda sepupunya yang sekarang sudah terlihat seperti kepiting rebus.
Sekarang tangan Siska sudah beralih keleher Adrian, memainkan jemarinya disana sambil tersenyum nmengoda.
" Hentikan sekarang....atau kau akan menyesal ", ucap Adrian dengan penuh penekanan.
Untuk kesekian kalinya ucapan Adrian tidak digubris oleh Siska. Karena sudah tidak bisa menahan gejolak yang ada, Adrianpun langsung berdiri dan m*****t b***r mungil yang ada didepannya.
Siska yang awalnya cukup terkejut dengan tindakan sepupunya itu akhirnya hanya bisa pasrah dan menikmati apa yang terjadi.
Melihat sepupunya merespon apa yang dilakukannya membuat Adria semakin memperdalam c********a.
Tok....tok...tok....
Suara ketukan dipintu menyadarkan mereka, setelah membenahi pakaian masing - masing mereka berdua segera duduk dengan posisi wajar.
" Masuk " , ucap Adrian datar.
Dino, asisten Adrian masuk membawa berkas hasil meeting tadi pagi dengan wajah menunduk.
Setelah menyerahkan berkas, Dino segera beranjak pergi karena ada Siska disana.
Dirinya tidak mau kena marah bosnya mengingat beberapa hari ini bosnya itu sedang dalam kondisi perasaan yang tidak terlalu bagus dan suka marah - marah tidak jelas.
Setelah kepergian Dino, kondisi canggung menyelimuti mereka.
Baik Siska maupun Adrian sama - sama terdiam dan sibuk dengan pikiran mereka masing - masing.
Tidak terasa Siska yang sedang memegang bibir dengan jarinya dilihat oleh Adrian.
Dengan perlahan Adrian bangkit dan menuju kearah Siska duduk.
Diusapnya dengan lembut bibir mungil yang berwarna merah mengoda itu dengan jarinya.
" Manis....sangat manis " , batin Adrian sambil terus mengusap bibir mungil itu.
Dengan perlahan Adrian mulai mendekatkan wajahnya kearah Siska sampai nafas merekapun saling terasa dipermukaan wajah.
" Masih mau lagi...", ucap Adrian lembut.
Melihat sepupunya tersebut tidak menolak ataupun mengiyakan perkataanya, Adrianpun kembali m*****t bibir mungil itu dengan rakusnya.
Siska mulai memejamkan mata dan menikmati apa yang terjadi.
Suara yang keluar dari bibir Siska semakin membangkitkan h****t yang terpendam dalam diri Adrian, membuatnya semakin liar.
" Jangan....", ucap Siska dengan wajah sendu saat Adrian hendak membuka kancing bajunya.
"Maaf, aku lepas kendali " , ucap Adrian penuh penyesalan.
Siskapun segera membenahi kemejanya yang berantakan, begitu juga dengan Adrian yang mulai menhirup nafas dalam - dalam untuk menekan gejolak yang ada di dalam dirinya.
" Aku balik keruanganku " , ucap Siska datar dan mulai melangkah pergi.
Saat hendak melangkah keluar, tiba - tiba Adrian memeluknya dari belakang. Dihirupnya aroma mawar yang segar dari rambut Siska.
" Nanti kita pulang bareng ya " , bisik Adrian sambil m******p leher Siska dengan lembut.
Blush....
Muka Siska merona menahan malu. Takut terjadi hal - hal yang diinginkan, dirinya segera meninggalkan ruangan Adrian dengan cepat.
" Kenapa jantungku berdebar kencang begini....tidak....tidak boleh ", ucap Siska sambil mengeleng - gelengkan kepalanya.
Dino yang berada diluar ruangan hanya bisa terbenggong melihat Direktur Utamanya tersebut bertingkah aneh.
" Kenapa ya bu Siska bertingkah seperti itu. Pak Adrian juga, akhir - akhir ini bertingkah sangat aneh ", batin Dino sambil mengaruk- ngaruk kepalanya yang tidak batal.
Diruangannya Adrian segera meruntuki kebodohannya, bagaimana bisa dirinya lepas kendali seperti itu.
Bagaimanapun Siska adalah sepupunya dan hubungan seperti ini tidak boleh terjadi lagi.
Kemudian dia segera beranjak menuju kamar mandi untuk menuntaskan sesuatu yang harus dia salurkan.
Sementara itu, Andrew yang melihat kedatangan bosnya dengan badan terlihat letih dan muka yang memerah segera menghampirinya.
" Ibu kenapa kok mukanya merah....lagi demam kah...?, tanya Andrew panik.
Cepat dia ambil termometer yang ada dikotak obat, sambil membawakan bosnya tersebut air hangat untuk diminum.
" Normal kok..", guman Andrew melihat suhu yang ada ditermometer.
" Aku pulang dulu ya Ndrew...., meeting nanti sore reschedule ulang ", ucapnya segera beranjak pergi dari ruangannya.
" Ada masalah apa lagi ya...", batin Andrew cemas.
" Semoga bukan sesuatu yang buruk ", batinnya lagi sambil menghubungi seseorang untuk merescedule jadwal yang ada.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Ilan Irliana
brarti ending'y Siska m Adrian y bkn m Keenan
2022-08-11
0