Cahaya matahari pagi mulai masuk kedalam kamar yang dihuni oleh gadis cantik yang sedang terbaring tak berdaya diatas ranjang rumah sakit.
Saat hendak menutupi wajahnya dengan selimut, Siska merasakan tangan kanannya sakit dan tidak bisa digerakkan.
Meski terasa berat, Pelan pelan dia mulai membuka matanya.
Asing....., itulah yang dia rasakan. Diedarkannya pandangan keseluruh ruang yang terlihat dominan berwarna putih itu. Samar - samar tercium bau alkohol yang cukup menyengat.
" Dimana aku, baunya seperti rumah sakit " , ucapnya sambil menutup hidungnya.
Siska sangat tidak suka dengan rumah sakit. Karena terlahir premature dengan kondisi yang tidak sempurna pada pencernaanya, Siska sejak kecil selalu keluar masuk rumah sakit. Keadaan tersebut baru berhenti pada saat dirinya berada di sekolah menengah atas.
Kondisi tersebutlah yang membuat dirinya benci berada ditempat dengan bau alcohol dan obat yang cukup menyengat itu.
Pelan - pelan dia coba untuk mengingat apa yang menyebabkan dirinya bisa berada disini.
Saat dia mencoba mengingat apa yang telah terjadi, Samar - samar ingatan tentang saat dia mengalami kecelakaan muncul dalam kepalanya.
" Awww.....", rintih Siska kesakitan sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing.
Adelia yang baru saja masuk ruangan setelah menebus obat diapotik, segera menghampiri putrinya saat melihat Siska merintih kesakitan sambil memegangi kepalanya.
" Bagian mana yang sakit sayang " , ucap Adelia lembut sambil mengusap kepala putrinya.
" Kepalaku terasa sangat sakit mi...", rintih Siska, masih memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit.
Adelia yang tidak tega melihat putrinya kesakitan segera memanggil dokter.
Pelan - pelan dibaringkannya Siska diatas ranjang sambil mengelus kepala putrinya yang masih saja mengerang kesakitan.
Tak berselang lama, dokter yang ditunggu telah datang.
Setelah memeriksa keadaan pasien, dokter memerintahkan perawat untuk menyuntikan obat lewat cairan infus.
"Akibat benturan yang keras saat kecelakaan, putri ibu mengalami gegar otak ringan, jadi untuk sementara waktu jangan terlalu berpikir keras dulu dan usahakan banyak istirahat ”, ucap dokter yang memeriksa Siska dengan lembut.
" Disini ada obat pereda nyeri yang bisa mengurangi rasa sakit yang ada " , ucapnya lagi sambil menunjuk obat yang baru saja ditebus Adelia diapotik.
Setelah selesai memeriksa Siska, dokter dan perawat yang bersamanya segera pergi untuk memeriksa keadaan pasien lainnya.
Melihat makanan yang ada di atas nakas masih utuh, Adelia segera menyuapi putrinya tersebut agar bisa segera minum obat.
" Sudah mi, perut Siska sudah penuh ", ucapnya sambil meminum air putih yang ada diatas nakas.
" Makanan rumah sakit memang tidak enak ", batin Siska sambil meminum obat yang telah disodorkan oleh maminya.
Tok....tok....
Dari arah pintu terlihat lelaki tampan berbadan tegap dengan kulit sawo matang tersenyum kepadanya sambil membawa bucket bunga mawar kesukaan Siska.
Dia adalah Teddy, anak sahabat orang tuanya, lelaki yang dijodohkan dengan dirinya.
Meski sudah dicuekin, tapi tampaknya lelaki itu pantang menyerah untuk mendapatkan hatinya.
" Apa ini ?" , tanya Adelia sambil menerima kotak makanan dari Teddy.
" Rendang sama lontong ", ucap Teddy ramah.
" Kata mama Siska tidak suka makanan rumah sakit, jadi dimasakin Rendang kesukaan Siska supaya mau makan" , ucap Teddy sambil mulai menaruh rendang dan lontong diatas piring dan memberikannya ke Siska.
" Aduh....tante jadi ngerepotin ", ucap Adelia tidak enak.
" Kata mama biar calon menantunya cepat sembuh ", ucap Teddy tersenyum sambil melirik ke arah Siska.
Siska yang merasa dijadikan objek pembicaraan hanya diam tidak merespon.
Sesekali dia menatap kearah mereka saat namanya disebut dengan wajah datar sambil menyantap lontong Rendang buatan mamanya Teddy yang terkenal super lezat.
Meskipun Teddy sedikit kecewa dengan sikap Siska, tapi dirinya tidak akan menyerah.
Berbekal informasi yang telah didapatkannya, dia yakin lambat laun gadis yang ada didepannya tersebut akan jatuh hati padanya.
Selama tiga bulan pasca kecelakaan, Teddy dengan setia mendampingi Siska.
Perhatian dan tindakan Teddy yang sabar selama merawat dirinya membuat Siska akhirnya luluh dan mulai membuka hati untuk Teddy.
Adelia yang melihat kedekatan antara putrinya dan Teddy merasa bahagia.
Sebelum Siska berubah pikiran, orang tuanya segera bersiap untuk mengadakan pesta pertunangan mereka berdua secepatnya.
Keinginan dari orang tua Siska tersebut disambut baik oleh keluarga Subroto.
Teddy sangat bahagia karena usahanya untuk bisa mempersunting pujaan hatinya membuahkan hasil.
Dan tibalah hari itu, hari dimana Teddy dan Siska mengadakan pesta pertunangan disebuah hotel bintang lima.
Pesta mewah tersebut dihadiri oleh kolega dan teman dekat kedua keluarga.
Banyak yang mendoakan kebahagiaan pasangan tersebut sampai ke jenjang pernikahan.
Tapi tidak sedikit yang merasa sirik dengan kebahagiaan dua sejoli tersebut.
Salah satunya adalah Resty, mantan kekasih Teddy yang kebetulan hadir saat mendengar kabar bahwa mantannya tersebut hari ini bertunangan dengan putri tunggal keluarga Fransico.
Teddy yang melihat kehadiran Resty sangat terkejut. Cinta lama yang sebelumnya sempat dia kubur dalam dalam akhirnya muncul kembali.
Resty sangat bahagia saat melihat respon mantan kekasihnya tersebut kepadanya.
Dia cukup jelas melihat sorot mata kerinduan yang teramat dalam terpancar disana.
Hal tersebutlah yang akan dibuat Resty sebagai senjata untuk mendapatkan kembali perhatian dan kasih sayang Teddy.
Sedangkan disisi lain, Siska yang memperhatikan tingkah laku laki laki yang baru saja resmi menjadi tunangannya tersebut sangat akrab dengan seorang wanita merasa cemburu.
Karena sepengetahuan dirinya, Teddy bukanlah orang yang bisa sangat ramah terhadap seorang wanita, jika itu bukan orang yang special.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments