Setelah kejadian dikantor Adrian waktu itu, Siska dan sepupunya mulai menjaga jarak.
Bukan hanya dikantor, tapi juga dirumah. Mereka saling hindar dan sebisa mungkin untuk tidak bertegur sapa.
Untuk menenangkan dirinya, Adrian sering tidak pulang kerumah dan lebih memilih tidur diapartemennya.
Setiap ditanya maminya Siska, Adrian selalu beralasan banyak pekerjaan yang mengharuskannya lembur sampai malam.
Dan untuk menghemat waktu dia lebih memilih tinggal diapartemen miliknya yang letaknya tidak jauh dari kantor.
Diamnya Adrian dan Siska ini membuat asisten mereka kelabakan. Pasalnya, Fani dan Andrew sudah seperti merpati pos yang menyampaikan apapun pesan atasannya karena kedua orang ini mau berbicara secara langsung.
Dan renggangnya hubungan Siska dengan Adrian ini dimanfaat oleh Keenan untuk masuk kedalam ruang kosong yang ada. Dia ingin sekali bisa mendapatkan posisi Adrian dihati Siska.
Sedangkan Siska yang mendapat perhatian lebih dari Keenan merasa risih.
Sejak dari awal dirinya sama sekali tidak ingin berurusan dengan pria aneh ini.
Semua barang dan makanan pemberian dari Keenan dikembalikan oleh Siska. Bahkan saling jengkelnya, dia sampai harus memblok apapun yang berbau Keenan agar jangan sampai masuk kedalam kantornya.
Penolakan Siska tersebut tidak membuat laki - laki itu berhenti menganggunya.
Justru Keenan semakin penasaran dan bertekad untuk meluluhkan hati Siska. Gadis yang selama ini diidamkannya.
Devian yang melihat pergerakan Keenan yang belum membuahkan hasil akhirnya berinisiatif untuk turun tangan.
Berbekal wajah tampannya, dia mulai mendekati asisten Siska, Andrew yang sedari awal terlihat tertarik dengannya.
Meski Devian termasuk lelaki normal, tapi dirinya juga bukan orang yang anti dengan dengan seseorang yang belok seperti Andrew.
Bahkan kali ini dia ingin memanfaatkan wajah tampannya untuk memuluskan tujuannya.
Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, akhirnya disinilah dirinya bersama Andrew, di salah satu club terbesar dikota itu.
" Sudah lama datang Ndrew...", tanya Devian sambil tersenyum manis.
" Enggak kok....Aku juga baru aja datang. Ayo duduk disini ... , ucap Andrew lembut sambil mengeser pantatnya agar Devian bisa duduk disampingnya.
Setelah cukup lama mengobrol sambil menikmati alunan musik yang dimainkan oleh DJ didepan, akhirnya Devian mulai membicarakan apa yang menjadi tujuannya bertemu dengan Andrew.
Devian sangat kaget saat mengetahui bahwa sahabatnya tersebut ternyata sangat bucin pada Siska. Dan semua tindakan berlebihan dari Keenan membuat Siska muak.
" Kurasa aku harus meminta bantuan tante Rosalie jika kondisnya seperti ini " , batin Devian cemas.
Devian sama sekali tidak menyangka kalau sahabatnya tersebut sangat terobsesi dengan gadis yang ada dimimpinya sampai dia ingin Siska menjadi seperti apa dan menerima apapun yang sering dilakukannya didalam mimpi.
Dia juga baru mengetahui kalau seorang Andriano Keenan Wisnudharta ternyata bisa seagresif itu terhadap cewek.
" Memang ya, kalau orang sedang jatuh cinta itu pasti sifatnya berubah " , ucap Devian sambil tersenyum.
" Ya...begitulah. Tapi sayangnya bosku itu bukanlah wanita pada umumnya yang bisa ditaklukan dengan cara seperti itu ", ucap Andrew membuat penasaran Devian yang langsung menatapnya tajam.
" Maksudmu? " , ucap Devian penasaran.
" ya....si bos itu tidak suka dikejar dan hal - hal yang berbau romantis seperti yang temanmu itu lakukan ", ucap Andrew menjelaskan.
" Maksudmu dia suka lelaki yang cuek gitu..." , tanyanya penasaran.
" Nggak juga...", ucap Andrew singkat sambil memainkan gelas yang ada di tangannya dan menyesap isinya.
" Lalu....apakah dia suka lelaki yang jinak - jinak merpati...? , tanya Devian semakin penasaran.
" Bukan juga...", ucap Andrew singkat sambil melirik Devian yang terlihat semakin penasaran.
" Lalu....dia suka tipe yang gimana? " , tanya Devian mulai frustasi.
" Aku sendiri tidak tahu tipe seperti apa yang disukainya. Yang jelas, sejak awal bertemu dengan temanmu itu bosku sudah tidak ada respect dengannya " , ucap Andrew serius.
" Kenapa...", tanya Devian ikut serius.
" Menurut si bos...Keenan itu orang yang aneh. Kalau dilihat dari ekspresinya waktu mengucapkan hal itu, kurasa si bos sama sekali tidak suka dengan sahabatmu itu. Jika awalnya sudah seperti itu, akan sangat sulit... ", ucap Andrew sambil mengingat perkataan bosnya waktu itu.
" Maksudmu, Keenan sudah tidak ada harapan sama sekali untuk bisa dekat dengan bos mu itu ", ucap Devian meminta penjelasan.
" Kurasa begitu. Jadi jangan terlalu berharap..." , ucap Andrew santai.
Devian sama sekali tidak menyangka kalau sahabatnya bisa meninggalkan kesan yang begitu buruk didepan Siska.
Saat itu memang perhatiaannya hanya fokus kepada Keenan, dan mengupayakan agar sahabatnya itu bisa tertarik dengan Siska tanpa memikirkan apakah gadis itu tertarik dengan sahabatnya atau tidak.
Menurutnya, selama ini belum ada gadis yang menolak pesona dari seorang Keenan. Wajah yang tampan, tubuh atletis, dan kekayaan yang dimilikinya , membuat banyak wanita bertekuk lutut dihadapannya. Tapi ternyata hal tersebut tidak berlaku bagi Siska.
" Hai Ndrew....", sapa Alexander yang tiba - tiba sudah berdiri dibelakangnya sambil tersenyum
" Ada masalah apa kok tadi aku sempat mendengar nama Siska di sebut ", ucap Alexander penasaran.
" Oh my god....mampus aku " , batin Andrew ketakutan.
Dirinya sangat tahu kalau Alexander itu sangat protektif terhadap bosnya.
Mengenai apa keterikatan antar mereka, dia sendiri tidak tahu. Yang jelas Alexander tidak akan membiarkan siapapun mengusik gadis itu.
" Kenapa diam...", tanya Alexander dengan tatapan tajam.
Andrew yang ditatap seperti itu tiba - tiba tenggorakannya sangat kering. Beberapa kali dia menelan ludahnya untuk membasahi kerongkongannya.
" Ok, sebentar lagi aku kesana ", ucap Alexander saat anak buahnya datang dan membisikkan sesuatu kepadanya.
Kemudian di sedikit membungkuk dan mendekat kearah Andrew.
" Apapun yang kamu rencanakan, sebaiknya batalkan jika masih sayang dengan nyawamu " , bisik Alexander pelan.
Ucapan pria itu membuat Andrew merinding. Dia baru bisa bernafas dengan lega setelah bayangan Alexander sudah menghilang dibalik dinding.
" Kenapa kamu sangat ketakutan begitu ? Siapa dia ? " , tanya Devian penasaran.
" Dia pemilik club ini namanya Alexander " , ucap Andrew bergidik ngeri saat menyebut nama itu.
" Pemilik club ini bukannya Nicholas Leopard ", ucap Devian sambil mengkerutkan keningnya.
" Nicholas hanya bonekanya. Dalangnya adalah dia " , ucap Andrew pelan, takut ada yang mendengar.
Selama ini memang banyak yang tidak tahu mengenai siapa Alexander dan apa perannya di club ini.
Karena yang ditonjolkan memang Nicholas, hanya orang - orang tertentu saja yang tahu dan bisa bertemu dengannya.
" Lalu....apa hubungan dia dengan Siska ?" , tanya Devian penasaran
" Soal itu aku juga nggak terlalu tahu, karena bos nggak pernah membicarakan atau mengungkit tentang pria itu. Yang jelas, Alexander sangat protektif pada bos ", ucap Andrew pelan sambil melirik kanan dan kiri, takut ada yang mendengar ucapannya.
Devian sama sekali tidak menyangka kalau terjadi Siska bukanlah wanita yang sederhana.
Banyak hal yang semakin dikulik semakin membuatnya terkejut.
Tapi karena dirinya sudah memasukkan sahabatnya dalam permainan ini maka dirinya juga mempunyai kewajiban untuk melanjutkan permainan yang telah dibuatnya.
Dia bertekad, sesulit apapun jalannya, dia akan membantu sahabatnya itu melewati semuanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments