Keluarga Subroto sudah bersiap didalam mobil. Hari ini mereka berniat melamar Resti sebagai pendamping Teddy.
Meski hati Subroto hancur berkeping - keping karena gagalnya pernikahan Siska dan Teddy yang hanya kurang tiga hari berlangsung.
Tapi dia juga tidak ingin putra sulungnya itu lari dari tanggung jawab.
Dia berusaha berbesar hati menerima semuanya, bahkan dia juga harus mulai memikirkan sumber keuangan yang baru untuk perusahaanya agar tidak gulung tikar.
Karena selama ini Frans lah yang selalu memberikan suntikan dana untuk perusahaannya hingga berkembang pesat seperti saat ini.
Dan akibat pembatalan pernikahan ini, Frans langsung menarik semua asset yang diberikan dan menghentikan suntikan dana serta mengembalikan semua biaya yang dikeluarkan oleh Subroto untuk acara pernikahan tersebut.
Subroto berusaha untuk memaklumi kekecewaan yang dialami oleh sahabatnya itu dengan langsung memutuskan hubungan dengannya.
Dia berusaha untuk menerima semuanya dengan lapang dada, tapi tidak dengan Lucy ibunda Teddy.
Dia masih tidak bisa menerima apa yang telah diperbuat oleh putranya tersebut.
Akibat perbuatan bodoh anaknya itu, persahabatannya dengan Adelia yang telah terbangun lama hancur seketika.
Jika tidak dipaksa Subroto, Lucy tidak akan mau ikut melamar Resti.
Didepan rumah type delapan puluhan, dengan desain minimalis terlihat keluarga Resti berjejer rapi menyambut kedatangan keluarga Subroto yang akan melamar anak keduanya tersebut.
Semua keluarga sudah duduk rapi di ruang tamu yang dibuat lesehan agar bisa menampung seluruh keluarga.
Dari ruang tengah muncul gadis cantik berkulit kuning langsat dengan rambut disanggul sederhana memakai kebaya putih.
KAMU !!!! ucap Resti dan Daniel adik Teddy berbarengan.
Semua orang terdiam dan memandang Resti dan Daniel secara bergantian dengan tatapan penuh tanda Tanya.
Daniel mengeram dengan muka merah menahan amarah, sedangkan Resti langsung pucat pasi.
Dia sama sekali tidak menyangka kalau Daniel adalah adik dari Teddy.
Selama ini dia hanya mengetahui kalau Teddy punya adik laki - laki. Tapi tidak pernah bertemu atau berkenalan dengannya.
" Jadi kakak meninggalkan kak Siska hanya untuk wanita murahan ini... !!! ", ucap Daniel geram.
" Tutup mulutmu Daniel ", ujar Subroto dengan muka merah padam akibat menahan malu dan marah oleh ucapan putra bungsunya tersebut yang dianggap tidak sopan.
"Apa kamu yakin anak yang dikandung itu anakmu ", ucap Daniel kepada Teddy sambil menunjuk Resti dengan tatapan tajam.
"Kamu tahu sudah berapa bulan usia kandungan Resti.." , tambahnya dengan wajah geram.
"Kalau nggak salah sekarang menginjak tiga bulan ya ma.." , celetuk Ayu yang merupakan keponakan Resti kepada mamanya.
"Sttt...jangan ikut campur ", ucap wanita paruh baya yang merupakan mama Ayu.
"Bagai disambar petir...",Teddy hanya diam terpaku mendengar hal tersebut.
Bagaimana mungkin Resti sedanh hamil tiga bulan, sedangkan dia dan Resti baru bertemu satu bulan yang lalu. Banyak pertanyaan yang berkecamuk dihatinya.
Teddy menatap tajam Resti untuk meminta penjelasan, Resti yang sedari tadi diam membisu ditatap begitu akhirnya menangis sesenggukan.
Tiba tiba kakinya terasa lemas, Resti hampir jatuh seandainya Ruslan papa Resti tidak sigap menangkapnya.
"Maafkan Resti pa.." , ucapnya sambil memeluk papanya dan menangis sesenggukan.
" Berhenti menangis dan katakan dengan jelas. Ada apa ?" , ucap Ruslan berusaha menenangkan
" Tedy bukanlah ayah dari anak yang Resti kandung. Cowok itu tidak mau bertanggung jawab pada Resti. Hanya Teddy yang mau menikahi Resti pa ", ucapnya semakin histeris
" Jadi kamu mau menjebak kakak ku..!!! ", teriak Daniek geram.
" Damar, Andi, dan Sony bukannya tidak mau bertangungg jawab, mereka hanya tidak yakin bahwa anak yang kamu kandung itu adalah anak mereka. Mengingat begitu banyaknya lelaki yang pernah menidurimu " , Teriak Daniel garang dan disambut tatapan tajam Ruslam.
" Om nggak usah kaget seperti itu. rumah, mobil, tanah, dan semua fasilitas mewah yang om dan keluarga dapat ini dari mana kalau bukan dari Resti menjual diri " , ucapnya tajam.
Kedua keluarga sangat terkejut mendapatkan fakta yang dibeberkan Daniel kepada mereka.
Daniel sudah tidak bisa menahan emosinya. Selama ini dia sudah geram dengan tingkah pola Resti yang sengaja merusak persahabatan mereka dengan menjalin kasih dengan ketiga sahabatnya.
Tujuan Resti hanyalah menguras harta mereka. Bahkan dia tidak segan untuk memberikan tubuhnya agar keingginannya untuk mendapatkan uang ataupun barang mewah dari ketiga sahabatnya tersebut terpenuhi.
Dan sekarang dia ingin menjebak kakak kandunganya, Tedy. Daniel tidak mengira kalau kakaknya dengan mudahnya masuk dalam perangkap Resti bahkan rela mencampakkan calon istrinya demi j****g itu.
Tidak ingin lepas kontrol, Danielpun memilih untuk pergi meninggalkan acara yang belum berlangsung tersebut.
Melihat Daniel keluar dari rumah dan meninggalkan acara, satu persatu keluarga Subroto juga meninggalkan kediaman Ruslan.
Keluarga besar Resti hanya bisa diam mematung, mereka sama sekali tak menyangka kalau gadis cantik dan polos, itu anggapan mereka dulu sebelum mengetahui kenyataan sebenarnya bisa melakukan hal yang sangat mempermalukan nama keluarga.
" Jadi yang memicu pertengkaran Damar, Andy, dan Sony satu bulan yang lalu itu karena Resti ", tanya Teddy saat mereka sudah berada didalam mobil, meninggalkan kediaman Resty.
" Iya..", jawab Daniel datar
" Dan dengan bodohnya kamu masuk kedalam perangkapnya ", ucapnya mengejek.
Tedy yang mendapat jawaban tidak mengenakkan dari adiknya hanya bisa terdiam membisu.
Dirinya membenarkan semua ucapan yang dikatakan oleh adiknya itu.
Dia memang bodoh telah melepas wanita sebaik dan secantik Siska.
Dia tidak berpikir panjang waktu Resti menawarkan kehangatannya. Saat itu pikirannya hanya dipenuhi oleh kenangan manis masa lalu yang belum sepenuhnya dilupakan tanpa memikirkan perasaan Siska akibat perbuatannya.
Semua orang terdiam dengan pikiran mereka masing - masing selama perjalanan.
"Sudah sampai pak ", ucap pak Andi supir keluarga Subroto yang dibalas anggukan.
Satu persatu anggota keluarga turun dari mobil dan masuk kedalam rumah yang masih dihiasi dengan keheningan.
Andi hanya bisa mengeleng - gelengkan kepala pelan.
"Seharusnya rumah keluarga ini dipenuhi dengan kebahagiaan pesta pernikahan, tapi sekarang sunyi seperti berada di kuburan", batin Andi.
"Semoga tuan beserta keluarga dapat melalui cobaan ini dan segera mendapatkan jalan keluar ", ucap Andi sambil melangkah masuk kekamarnya untuk beristirahat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments