Dari sebuah mobil mewah terlihat sosok laki - laki tampan berkulit sawo matang dengan jambang yang tercukur rapi yang menghiasi wajahnya menambah kesan maskulin dari dalam dirinya melangkah masuk ke sebuah gedung berlantai dua puluh satu.
Dengan tubuh tegap dan tinggi seratus tujuh puluh enam membuat siapapun yang memandangnya akan terkesima.
Dia adalah Andriano Keenan Wisnudharta Direktur Utama disebuah perusahaan otomotif yang sudah menguasai pasar asia dan eropa.
Masih lajang, berusia tiga puluh tiga tahun, bukannya tidak suka terhadap wanita tapi Keenan masih belum menemukan sosok yang sangat diidam - idamkannya.
Sejak kecil, Keenan selalu memimpikan bersama seorang gadis, dimana gadis tersebut akan selalu datang disaat dirinya sedang resah dan bersedih hati.
Menemaninya hingga perasaan sedihnya tersebut menghilang. Hal tersebut terus berlangsung hingga dia tumbuh dewasa.
Gadis kecil yang dia temui tersebut tumbuh besar bersama dirinya.
Gadis yang mengerti dirinya lebih dari siapapun.
Yang mampu menenangkan dalam setiap kondisi yang paling buruk sekalipun. Yang selalu berada disisinya dan tidak pernah meninggalkankannya.
Perasaan tenang, aman, dan nyaman itulah yang Keenan rasakan saat bersama dengannya.
Tapi sayang, semua itu hanya dapat dirasakan dalam dunia maya, alam bawah sadarnya saat dia tertidur.
Dan saat dia bangun sosok tersebut menghilang, tapi semua ingatan dan tindakan yang dlakukannya terasa begitu nyata.
Bahkan Keenan dapat mengingat setiap kata yang gadis itu ucapkan kepadanya.
Karena permasalahn tersebut, Keenan sampai saat ini masih melajang.
Dirinya sangat terobsesi dengan gadis yang sering hadir dalam mimpinya itu. Hal tersebut tentunya membuat orang tua Keenan frustasi.
Beberapakali perjodohan yang mereka lakukan gagal hanya karena alasan yang cukup konyol, bahwa gadis tersebut bukanlah gadis impiannya yang selama ini selalu hadir menemani dan menghiburnya, dalam dunia mimpi.
Bahkan psikiater yang menanganinya pun tidak bisa berbuat apa - apa. Karena Keenan sudah membuat keputusan mutlak mengenai siapa nantinya yang akan bersanding dengannya, dan hal itu tidak bisa diganggu gugat.
Sifat teguhnya terhadap suatu hal yang sudah menjadi keputusannya itu sangat baik jika diterapkan dalam dunia bisnis, artinya dia tidak mudah untuk digoyahkan.
Tapi dalam hal ini, sangat buruk. Bagaimanapun keluarga Wisnudharta membutuhkan seorang keturunan, yang hanya bisa diberikan oleh Keenan sebagai satu - satunya generasi kelima mereka yang masih hidup.
" Apakah generasi kita akan berakhir disini pi" , ucap Rosalie, mami Keenan sedih.
" Kamu tenang dulu. Aku baru dapat kabar baik dari Devian. Semoga kali ini berhasil ", ucap Bagus menenangkan istrinya.
" Apa Devian sudah mendapatkan gadis itu? ", ucap Rosalie bersemangat dan langsung menghapus air mata yang sempat meleleh dipipinya.
" Sudah... aku berharap kali ini akan berhasil ", ucap Bagus penuh harap.
" Siapa namanya.....siapa keluarganya.....cantik tidak....di....", ucapan Rosalie terpotong saat Bagus menutup mulut sang istri dengan telunjuknya.
" Sabar...kita akan mengetahuinya besok saat bertemu dengan Devian. Sekarang kamu istirahat dulu ", ucap Bagus sambil memberikan kecupan selamat malam kepada sang istri.
Rosalie pun segera menutup matanya, dalam hati dia berharap besok mendapatkan kabar baik sehingga impiannya untuk segera melihat anak semata wayangnya duduk dipelaminan dapat terwujud.
.
.
.
Disebuah restoran Jepang, dalam ruangan VIP terlihat tiga orang sedang membicarakan sebuah permasalahan yang cukup serius, terlihat dari raut tegang yang ada diwajah mereka.
" Langkah pertama yang kita ambil adalah mempertemukan mereka. Kita harus melihat bagaiman respon Keenan terhadap gadis ini. Baru kita memikirkan langkah selanjutnya ", ucap Devian bersemangat.
" Betul apa katamu Devian, kalau Keenan tidak ada respon percuma juga kita berusaha. Hasilnya pasti zonk" , ucap Rosalie sedih mengingat sudah berapa banyak gadis yang diberikan kepada anaknya itu tapi semuanya di tolak mentah - mentah.
" Tidak ada salahnya kita coba dulu ya ma ", ucap Bagus menenangkan kegelisahan sang istri.
Akhirnya mereka berunding untuk mencari cara mempertemukan mereka tanpa menimbulkan kecurigaan dari Keenan.
Setelah berunding cukup lama akhirnya mereka putuskan untuk melaksanakan rencana pada saat ulang tahun Rosalie, yaitu minggu depan.
.
.
.
Pesta ulang tahun Rosalie
Ballromm hotel bintang lima tempat acara berlangsung tersebut terlihat sangat mewah dengan berbagai macam hiasan bernuansa emas.
Bungga - bungga hidup yang menghias di setiap sudut ruangan dan tersebar di sepanjang meja semakin menambah ceria suasana pesta yang sarat dengan unsur politik itu.
Kalangan yang hadirpun bukanlah orang yang sembarangan, mereka adalah orang - orang yang cukup berpengaruh dalam dunia bisnis yang ada dalam negeri ini
Keenan yang tidak tidak terlalu senang berada dalam pesta seperti ini, dimana semua orang memakai topeng demi mendapatkan keinginannya akhirnya memilih untuk keluar menuju balkon.
Dihirupnya udara malam yang dingin sambil menikmati segelas wine yang ada ditangannya.
Cukup lama Keenan menikmati ketenangan yang ada, sampai akhirnya dia mendengar suara seorang gadis.
Aroma vanilla yang cukup kuat tercium membuat pria tampan itu berjalan mendekat sumber suara.
Aroma yang tidak asing dalam indera penciumannya, membuatnya jalan perlahan untuk melihat siapa sosok dibalik aroma yang menyegarkan dan memabukkan ini.
" Apakah itu dia...aroma ini...suara ini....", batin Keenan bahagia.
Saat Siska membalikkan badan, Keenan terpaku diam membisu.
Badannya tidak bisa digerakkan saat melihat gadis yang selama ini hanya berada dalam impiannya akhirnya berdiri nyata di hadapannya.
Siska yang baru saja selesai menghubungi Andrew asistennya sedikit merasa aneh melihat pria yang ada didepannya itu diam terpaku dengan tatapan kagum kepadanya.
" Aku tahu aku cantik, tapi nggak segitunya kali " , batin Siska acuh.
Kemudian gadis cantik tersebut masuk kedalam ruangan pesta meninggalkan Keenan yang masih berdiri seperti orang bodoh.
Menyadari gadis yang ada dihadapannya sudah tidak ada, Keenan dengan perasaan resah mulai masuk kedalam ruangan.
Diedarkannya pandangan keseluruh ruangan, berharap sosok gadis tersebut nyata, bukan hanya halusinasinya.
Devian yang sudah melihat semua kejadian di balkon langsung menghampiri sahabatnya itu dengan senyum licik karena rencananya berhasil.
" Hey....bukankah gadis itu sangat cantik" , tunjuk Devian kearah gadis cantik dengan balutan baju berwarna merah maroon.
Melihat Keenan yang cuek dan tidak menanggapi perkataannya membuat Devian sedikit geram.
Dengan senyum devilnya diapun mulai menarik lengan sahabatnya itu saat melihatnya hendak pergi dari sampingnya.
" Kulihat tadi dia keluar balkon. Ayo taruhan, jika aku bisa mendapatkannya malam ini juga, mobil sport barumu menjadi milikku" , ucap Devian menepuk pundak Keenan dan segera berjalan menuju gadis yang dimaksud.
" Keluar dari balkon...jangan - jangan ", batin Keenan curiga.
Diapun segera berjalan menyusul Devian saat instingnya mengatakan bahwa gadis yang dimaksud sahabatnya itu adalah gadis impiannya.
" Dasar lamban ", guman Devian gemas.
Saat sudah dekat, lagi - lagi tubuh Keenan tidak bisa bergerak menatap keindahan yang ada di hadapannya.
" Selamat malam nona Siska, senang bisa bertemu dengan anda disini ", sapa Devian ramah.
" Selamat malam, dengan tuan...., ucap Siska ragu karena dirinya merasa belum pernah bertemu dengan pria didepannya itu.
" Devian Wijaya ", ucapnya sambil mengulurkan tangan.
"ohh...tuan Wijaya. Kalau tidak salah anda sepupunya Sarrah Wijaya kan..." , ucap Siska tersenyum sambil mencoba mengingat - ingat pertemuannya dengan Devian.
" Wah....saya salut... anda memiliki ingatan yang cukup bagus. Pantas jika banyak proyek besar berhasil anda dapatkan dengan mudah " , puji Devian sambil tersenyum manis.
" Anda terlalu memuji tuan Wijaya, itu masih belum sebanding dengan luasnya pasar yang berhasil dimasuki perusahaan anda " , ucap Siska balik memuji, kemudian mereka tertawa bersama.
Entah kenapa tiba - tiba hati Keenan terasa panas melihat kedekatan mereka. Dengan tangan mengepal dan muka memerah menahan amarah, Keenanpun berjalan mendekat.
" Wah....tampaknya sahabatku ini memiliki mangsa baru " , sindir Keenan sambil tersenyum sinis.
Ingin rasanya Devian tertawa dengan keras melihat tingkah kekanak - kanakan sahabatnya itu, tapi semuanya dia tahan demi berhasilnya misi yang sedang dijalankannya.
" Akhirnya terpancing juga ", batin Devian senang.
"Tentu saja, siapa yang tidak akan tergoda dengan kecantikan dan kecerdasan yang nona Siska miliki ", ucap manis Devian sambil tersenyum menggoda.
Siska yang sudah terbiasa mendapat rayuan dari laki - laki seperti Devian hanya bisa tersenyum tipis dan segera pamit undur diri, meninggalkan dua sahabat yang saling memberikan tatapan tajam.
" Lihat...kau membuatnya takut " , ejek Devian sambil tersenyum.
" Sepertinya aku harus berjuang lebih keras untuk mendapatkannya " , guman Devian sambil menarik nafas dalam.
Sebelum Devian melangkahkan kakinya, tangannya sudah lebih dulu ditarik oleh Keenan.
" Apa - apaan kamu..." , ucap Devian marah, padahal dalam hatinya menertawakan kebodohan sahabatnya itu.
" Apa kamu masih belum puas dengan gadis - gadis yang selalu menemanimu selama ini " , bentak Keenan penuh emosi.
" Ini beda bro....aku janji, setelah mendapatkan yang ini aku akan insyaf dan tidak bermain wanita lagi" , janji Devian dengan wajah bersungguh - sungguh.
" Kamu boleh mendekati siapapun, tapi jangan ganggu gadis ini " , ucap Keenan penuh penekanan dengan tatapan tajam.
" Kenapa...", tanya Devian penasaran.
" Karena dia MILIKKU. Camkan itu " , bisik Keenan sambil menepuk pundak Dave dan berlalu meninggalkannya.
" Menarik..." , guman Devian dengan seyum devilnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Ai
triple like
feedback playboy saling dukung kk
2021-04-24
0