Setelah gagal mengejar Siska, Teddypun beranjak menuju lantai sepuluh dimana unit apartemen miliknya berada.
" Kamu pulang saja, aku lagi ingin sendiri " , ucap Teddy yang langsung menutup kamar dan menguncinya dari dalam.
Melihat wajah mantan kekasihnya tersebut sangat kusut, Resty tidak berani berkomentar apa - apa.
Dengan langkah enggan, diapun segera meninggalkan unit apartemen yang selama hampir satu bulan ini selalu dia singgahi.
Resty sebenarnya juga tidak tega untuk menjebak Teddy seperti yang dilakukannya saat ini.
Tapi dia tidak memiliki pilihan lain, semua dia lakukan untuk menyelamatkan muka keluarga besarnya dari rasa malu akibat perbuatan yang dilakukannya.
Sementara itu, didalam kamar Tedy berjalan lemas menuju ranjangnya.
Patah hati, itulah yang dirasakan Tedy sekarang. Hatinya benar - benar terasa kosong. Tidak seharusnya dia menanggapi kehadiran Resti yang merupakan masa lalunya.
Meski dalam hatinya masih ada secuil rasa cinta untuk Resty, tidak seharusnya dia mengorbankan wanita yang sangat dicintainya.
Tiga hari lagi adalah hari bahagia yang telah dinantikannya, bersanding bersama wanita yang dicintainya, tapi sekarang semuanya telah kandas.
Dengan pengkhianatan yang telah dilakukannya, Teddy cukup yakin jika Siska tidak akan pernah memaafkannya.
Dengan kasar dia mengusap mukanya, dan meruntuki semua kebodohannya.
" Tidak !!!..." , teriak Teddy sambil mengeleng - gelengkan kepala berulangkali.
" Siska tidak boleh membatalkan pernikahan ini. Bagaimanapun pernikahan harus tetap berlangsung mengingat undangan sudah tersebar, seluruh biaya yang tidak sedikit untuk pernikahan ini sudah dikeluarkan, dan papanya pasti akan membunuhnya jika sampai tahu dialah penyebab pernikahan ini batal ", ucapnya meracau.
Bagaimanapun juga nasi telah menjadi bubur. Menyesal sekarang sudah tidak berarti lagi. Calon istrinya itu sudah pergi meninggalkannya.
"Arrchhh !!!! .....", teriaknya frustasi sambil mengacak - acak rambut pendeknya.
Sekelebat, bayangan kebahagiaan diwajah gadis cantik itu saat menerima lamarannya terlintas dikepala.
Seyum bahagia terlihat jelas diwajah calon istrinya itu. Begitu juga dengan kedua orang tua serta adik semata wayangnya yang juga terlihat bahagia karena akhirnya Teddy bisa mendapatkan wanita sebaik Siska.
Ya...Teddy bisa dibilang sebagai lelaki yang cukup beruntung bisa mendapatkan hati wanita cantik itu.
Dari sekian banyak laki - laki yang mendekatinya, hanya Teddy lah satu - satunya lelaki yang bisa membuat hati Siska luluh.
Bahkan kedua orang tuanya sudah sepenuhnya memasrahkan putri tunggalnya tersebut agar bisa dijaga dengan baik oleh dirinya.
Teddy tidak bisa membayangkan bagaimana kecewanya semua orang yang telah menaruh kepercayaan dan harapan pada dirinya.
Satu bentuk kesalahan yang telah di buatnya kini telah menghancurkan semua kepercayaan yang telah didapatkannya dengan susah payah.
Pengorbanannya selama ini menjadi hal sia -sia, semuanya sirna hanya karena "Nafsu".
Dengan langkah gontai, dia menuju lemari pendingin yang berada diujung kamarnya, mengambil botol minuman yang ada disana, dan menegaknya sampai habis.
Hanya alkohollah yang bisa menjadi temannya bersandar saat ini.
Entah sudah berapa banyak botol yang telah dihabiskan. Tedy mulai meracau tak karuan, menumpahkan semua yang ada dalam hatinya sambil terus minum.
Berantakan, kata itu lah yang bisa digambarkan saat orang melihat Tedy saat ini.
Masih tergambar dengan jelas bagaimana Siska menangis didepannya. Saat itu dia ingin sekali memeluk dan menghapus air mata yang jatuh diwajah cantik calon istrinya tersebut. Tapi entah kenapa dirinya terpaku ditempat tidak bisa bergerak.
Bahkan saat Siska berlari meninggalkannya dia juga tak bisa mengejarnya. Yang dilakukannya hanya tertunduk lemas sambil memandang kepergian calon istrinya.
Dingin, kosong dan sepi itulah yang berada dihatinya saat ini. Tedy terus menangis sesenggukan meratapi kebodohannya hingga tak terasa matanya sudah terpejam.
Subroto yan baru tiba di apartemen anak sulungnya tersebut terlihat sangat marah.
Di tendangnya semua botol yang berserakan disamping tubuh Teddy hingga menimbulkan suara yang cukup berisik.
Mendengar suara gaduh, Teddy yang masih belum sepenuhnya sadar mulai membuka matanya.
Samar - samar dia mulai melihat sosok pria berbadan kekar berdiri dihadapannya.
Bruak....
Tubuh Teddy terpental menabrak nakas yang berada disamping ranjangnya dengan keras.
Belum sempat dia berhasil bangun, Subroto kembali melayangkan tinju kemuka anak sulungnya.
" Dasar tidak tahu diri...apa sebenarnya maumu ", ucap Subroto dengan wajah merah padam karena marah.
Teddy yang mendapatkan pukulan dari papanya hanya diam tak membalas.
Dia pasrah dengan semua kemarahan dan kekecewaan yang papanya rasakan terhadap dirinya.
" Maaf pa...ini semua adalah kesalahan Teddy" , ucap Teddy sambil terisak.
Saat Subroto ingin memukul Teddy kembali, tiba - tiba dari arah belakang, Lucy istrinya memeluknya dengan erat.
" Sabar pa...bagaimanapun juga dia adalah anak mu " , ucap Lucy terisak sambil terus memegangi tubuh Subroto agar tidak memukul Teddy lagi.
Meski hatinya cukup sedih dan kecewa atas apa yang telah dilakukan oleh anak sulungnya itu. Tapi dia juga tidak tega melihat kondisi Teddy sekarang.
Lucy mengambil dua gelas air putih dan kotak P3K untuk mengobati luka yang ada di wajah putranya.
Dengan sedikit meringis Teddy menahan rasa sakit saat luka yang ada dibibirnya itu diobati.
Sudah satu bulan peristiwa yang membuat seluruh keluarga Subroto kalut. Teddy dan papanya sampai saat ini masih belum bertegur sapa sejak peristiwa itu terjadi.
Subroto saat ini sangat sibuk untuk memulihkan kondisi saham perusahaan yang sempat terjun bebas akibat gagalnya pernikahan Siska dan Teddy.
Selain kondisi saham yang hancur, banyak rekan kerjanya yang selama ini berpatner dengan perusahaanya, memutuskan kontrak secara sepihak, padahal dana yang dikeluarga oleh Subroto terhadap beberapa proyek tersebut cukup besar sehingga perusahaannya harus menangung kerugian yang tidak sedikit jumlahnya.
Teddy sama sekali tidak menyangka jika kebodohan yang dilakukannya berdampak sangat besar, bukan hanya kedalam dirinya, tapi juga semua pihak ikut menanggungnya.
Jika hal ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin perusahaan yang telah didirikan oleh papanya mulai dari nol biaa dipastikan akan gulung tikar.
Tampaknya kemalangan di kelurga Subroto belum berakhir. Disaat dirinya sudah mulai tenang, Lucy harus mendengar kabar yang cukup mengejutkan dari Resty, wanita yang membuat putranya gagal menikah dengan Siska.
Siang itu, disaat dirinya sedang bersantai, tiba tiba Resty datang bersama kedua orang tuanya kerumah keluarga Subroto.
Sambil menangis sesenggukan, Resty mengatakan bahwa dirinya telah hamil anak dari Teddy.
Dan kedua orang tua Resty menuntut agar Teddy bertanggung jawab untuk secepat mungkin menikahi Resty yang telah berbadan dua agar keluarga mereka tidak malu.
Mendengar hal tersebut, Lusy seperti tersambar petir di sing bolong. Tak terasa kepalanya mulai pusing dan dia jatuh pingsan.
Teddy yang mendengar mamanya pingsan segera pulang ke rumah. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa perbuatannya dengan Resty telah menjadikan mamanya seperti ini.
Keluarga Resty segera undur diri saat Teddy menyangupi untuk segera melamar Resty dan akan melakukan pernikahan dalam bulan secepatnya sebelum kandungan Resty semakin besar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Ai
like favorite untuk mu
intip playboy mengejar cinta❤😘
2021-04-19
0