Sore itu, sepulang dari kantor, Siska berencana pergi menemui Teddy di apartemennya.
Dengan wajah gembira, sambil menenteng makanan kesukaan calon suaminya tersebut Siska memasuki unit apartemen Tedy.
Baru saja kakinya melangkah masuk, Siska dikejutkan oleh suara desahan yang saling bersautan dari arah kamar.
Pelan - pelan dia melangkahkan kakinya menuju kearah sumber suara sambil memastikan bahwa apa yang didengarnya adalah nyata.
Ceklekk.....
Saat pintu kamar terbuka, betapa kagetnya Siska saat melihat pemandangan yang ada didepannya.
Tanpa berkata, dia segera berlari keluar sambil berderai air mata. Dirinya masih tidak percaya bagaimana bisa calon suaminya yang akan dia nikahi tiga hari lagi tega mengkhianatinya seperti itu.
Sesampainya di loby Siska segera menghubungi Adrian, sepupunya agar menjemputnya.
Saat ini badannya seperti tak bertenaga mengetahui kenyataan yang begitu menyakitkan.
Dengan perlahan dia mulai mencari tempat bersandar agar tubuhnya tersebut tidak jatuh kelantai.
Teddy yang kaget melihat kedatangan calon istrinya tersebut segera mencari pakaiannya dan bangkit untuk mengejar Siska.
Resty yang melihat Teddy hendak meninggalkannya berusaha untuk menghalangi, tapi usahanya tersebut tidak berhasil.
Teddy dengan kasar melepas pelukan Resty dan berlari mengejar Siska, tapi usahanya tersebut gagal karena Siska sudah masuk kedalam mobil yang menjemputnya.
Dengan wajah panik, Teddy berusaha untuk menghubungi Siska tapi tidak berhasil. Beberapa kali panggilannya ditolak oleh Siska, sampai akhirnya ponsel Siska dimatikan.
Sementara itu Adrian yang mendengar cerita Siska terlihat sangat marah.
Rahangnya mulai mengeras dan matanya memerah menahan amarah yang ada didalam hatinya.
Jika saja dia tidak memikirkan kondisi Siska saat ini, mungkin dia sudah berbalik arah dan menghajar laki - laki b******k tersebut.
"Apa kamu sudah yakin dengan keputusanmu" , tanya Adrian pelan
" Ya, aku yakin" , jawab Siska singkat.
" Biarlah bunga ini layu sebelum mekar. Setidaknya aku bersyukur tahu hal ini sebelum aku menikah ", ucap Siska sambil berkaca kaca.
" Kurang tiga hari lagi dan undangan juga sudah disebar. Bagaimana bisa b******n itu melakukan hal ini kepadamu ", ucap Adrian penuh emosi.
" Jika kamu mengijinkan, aku akan mem....", belum selesai Adrian berbicara, Siska sudah mengarahkan telunjuk ke mulut Adrian.
" Sttt.....Cukup Adrian, aku sudah tidak ingin membahas masalah ini lagi ", ucap Siska sedih.
Melihat ekspresi kekecewaan dan kesedihan dimata Siska, Adrian pun diam dan fokus menyetir.
Sedangkan sepupunya tersebut memalingkan wajah menatap jalanan dengan berbagai pikiran yang berkecamuk.
Rasa sedih, marah, dan kecewa yang teramat sangat terasa begitu menyesakkan.
Kenapa disaat dirinya sudah membuka hati dan berusaha untuk mencintai seseorang dengan segenap jiwanya, kekecewaan yang teramat dalam yang didapatkannya.
Tak terasa air mata yang sedari tadi berusaha ditahannya akhirnya turun dengan derasnya. Beberapa kali dia seka airmatanya dan mencoba mengalihkan pikirannya, tapi bayangan perselingkuhan Teddy cukup kuat melekat dalam ingatannya.
Siska pun menangis sesengukan selama perjalanan.
Adrian yang melihat hal tersebut hatinya terasa teriris - iris, dia merasa telah salah merelakan Siska untuk menikah dengan Teddy.
Seharusnya saat itu dia memperjuangkan perasaannya, dan mempertahankan Siska disisinya agar bisa selalu menjaga dan melindunginya. Bukan memberikannya pada b******n itu.
Ya...Adrian mencintai Siska sejak lama. Awalnya perasaan tersebut dia anggap hanya perasaan sayang kepada saudara saja, mengingat mereka sudah bersama semenjak masih kecil.
Tapi lambat laun dia sadar kalau perasaannya ke Siska lebih dari itu. Dan semua hal tersebut dia pendam sendiri, mengingat hubungan persaudaraan yang ada diantara mereka.
Dia sudah cukup bahagia saat bisa melihat Siska tersenyum riang, meski itu bukan bersama dirinya.
Tapi, disaat Siska menangis seperti ini hatinya terasa sesak. Rasa sedih dan marah bercampur jadi satu.
Seandainya saja Siska tidak menahannya, mungkin sekarang Tedy sudah terkapar di rumah sakit akibat dipukuli oleh Adrian.
Hanya ada keheningan dalam mobil, Siska maupun Adrian saat ini sedang berkutat pada pikirannya masing - masing. Menahan berbagai rasa perih yang ada dalam hati.
Tak terasa mobil sudah masuk halaman rumah. Siska segera turun, disusul Adrian yang mengikutinya dari belakang.
Adelia, perempuan paruh baya itu langsung memeluk putri tercintanya saat melihat Siska membuka pintu.
Ya,Adelia sudah diberi kabar oleh Adrian sebelumnya tentang pembatalan pernikahan oleh Siska akibat perselingkuhan yang dilakukan oleh Teddy.
" Maafkan Mami sayang ", ucapnya parau. Dan tak terasa air mata meleleh dipipihnya.
" Mami tidak salah, mungkin Tedy bukan jodoh Siska, anggap saja begitu ", ucap Siska berusaha tegar.
"Siska capek Mi, mau istirahat " , ucapnya sambil berlalu menuju kamar.
Adelia hanya bisa menatap putri semata wayangnya yang mulai melangkah menjauh dengan hati remuk.
Dia tahu kalau yang dibutuhnya Siska saat ini adalah sendiri untuk menenangkan diri. Sementara itu di ruang keluarga, Adrian duduk dengan kepala tertunduk.
"Tolong ceritakan semuanya Adrian, jangan ada yang ditutup - tutupi ", perintah Adelia menatap Adrian tajam.
Adrian pun menceritakan semua yang telah diketahuinya selama ini kepada tantenya. Bahwa Tedy bertemu kembali dengan mantan pacarnya yang bernama Resti dan diam - diam mereka menjalin hubungan lagi.
Beberapa kali Siska memergoki Resti berkunjung kekantor dan membawakan makan siang untuk Tedy.
Saat ditanya, Teddy selalu mengelak dengan alasan bahwa Resty hanya kebetulan lewat dan mampir kekantornya.
Kecurigaan Siska semakin besar saat dirinya beberapa kali tanpa sengaja mencium bau pafum Resti di tubuh Tedy.
Dan puncaknya, Siska hari ini memergoki Teddy dan Resty sedang bercinta diapartemen Teddy.
Hal itulah yang membuat Siska akhirnya memutuskan untuk membatalkan pernikahannya.
Adelia langsung lemas setelah mendengar semua penuturan Adrian, dia tak menyangka jika Teddy yang terlihat baik dan bertanggungjawab bisa berbuat hal seperti itu pada putri kesayangannya. Hatinya terasa hancur lebur saat itu juga..
"Pembatalan apa..???" , tanya Frans yang tiba tiba muncul diruang tamu dengan wajah datar.
"Pernikahan Siska dan Teddy Pi ", ucap Adel dengan berderai air mata.
" Kenapa..?", Tanya Frans binggung sambil merusaha menenangkan sang istri yang sudah banjir air mata kedalam pelukannya.
Dengan sesengukan, Adelia menceritakan kepada suaminya semua hal yang telah disampaikan Adrian kepada dirinya. Muka Frans terlihat memerah menahan amarahnya mendengar penjelasan sang istri.
"Apa semua itu benar Adrian?", tanya Frans dengan tatapan geram dan dibalas angukan oleh Adrian.
"Sekarang dimana siska?" , tanyanya sambil mengedarkan pandangan keseluruh ruangan
" Siska ada dikamar lagi menenangkan diri om ", ucap Adrian sambil menunduk.
Frans menarik nafas cukup dalam dan menghembuskannya dengan mata terpejam. Dia sangat menyesal karena telah memaksa Siska menerima pertunangan ini.
Dia sama sekali tidak menyangka bahwa anak dari sahabat baiknya dan juga merupakan partner bisnisnya tersebut bisa berbuat seperti ini terhadap putri kesayangannya.
" Baiklah, jika itu memang sudah keputusan Siska. Besok aku akan bicara dengan keluarga Subroto ", ucap Frans dengan mata merah.
Hatinya terasa mendidih, dia tidak terima dengan penghinaan ini. Apalagi putri kesayangannya telah menjadi korban.
"Adrian, antar tantemu kekamar untuk istirahat " , ucapnya lagi.
Adrian kemudian beranjak dari kursi dan segera membantu tantenya berjalan menuju kamar, sedangkan Frans langsung menelpon Subroto untuk mbicarakan mengenai pembatalan pernikahan putrinya tersebut.
Frans merasa sangat bersalah dengan putrinya. Dia sungguh menyesal telah memaksa Siska untuk menerima Tedy.
Yang dia inginkan adalah melihat kebahagiaan putri tunggalnya tersebut. Dia tidak menyangka kalau ternyata dia malah menyakiti putrinya. Tak terasa airmata menetes dipipinya.
Dengan langkah berat Frans menuju kamar Siska. Diranjang kingzise terlihat putri kesayangannya sudah tidur sambil meringkuk dengan dahi berkerut.
Airmatanya tak terasa mulai menetes lagi, dan dengan kasar dia usap dengan tangannya.
Frans duduk diranjang dan meluruskan kaki putrinya, menyelimuti tubuhnya dan mencium kening Siska sambil berguman " Maafkan Papi sayang ".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Jeankoeh Tuuk
💔💔
2024-08-06
0