Hallo semuanya! Terimakasih banyak ya udah mau klik & baca novel ini, semoga kalian suka! Happy reading❤️🌼
°°°°°°°°°°
Saat Amanda sedang memperhatikan Devian, tiba-tiba saja ada Kelvin yang menghampiri Amanda, ia membawa 2 gelas yang berisi minuman beralkohol itu.
"Nda, mau minum?" tawarnya
"Minum gak ya? Tapi semua orang di sini minum semua," ucapnya dalam hati sambil melihat kesekelilingnya
"Nda, mau gak?" tawar Kelvin lagi
"Hmm.. Ma-mau Pak mau," saut Amanda, ia pun segera mengambil gelas itu dari tangan Kelvin
"Cheers," ucap Kelvin
Ting! Gelas mereka saling beradu, mereka pun meminumnya.
Awalnya Amanda tidak terlalu menyukai minuman itu, karena rasanya sangat aneh. Ini adalah kali pertamanya ia meminum minuman seperti itu, tapi lama kelamaan Amanda mulai menyukainya, ia merasa seperti terbang bebas.
1 gelas..
2 gelas..
3 gelas..
Bahkan Amanda sudah meneguk hampir 5 gelas, namun Kelvin melarangnya karena Amanda sudah sangat terlihat mabuk.
"Nda, udah Nda. Kamu udah mabuk berat," ucapnya
"Gapapa Pak, enak, saya suka sama rasanya," ucap Amanda
Amanda pun terus meminum alkohol itu, sampai ia rasa kepalanya sudah sangat pusing. Ia pun memutuskan untuk pergi kembali ke dalam kamarnya.
"Pak Kelvin, saya mau pulang," pinta Amanda
"Pulang?" tanya Kelvin bingung
"Iya! Saya mau ke kamar saya, saya capek, saya ngantuk, saya mau istirahat," ucap Amanda
"Ya udah ayo saya anterin," ucap Kelvin
Kelvin pun membantu Amanda untuk bangun dan berjalan menuju ke dalam kamarnya. Ia membopong Amanda yang sudah sulit untuk berjalan. Kelvin sendiri tidak terlalu mabuk, karena ia sebenarnya sudah terbiasa untuk meminum minuman beralkohol seperti itu, berbeda dengan Amanda.
Saat mereka sudah berada di depan pintu kamar resort Amanda, Kelvin tiba-tiba saja menerima telfon, ia pun mengangkatnya. Ternyata telfon itu dari Pak Elwin, ia meminta Kelvin untuk segera mengirimkan berkas perusahaan.
"Siapa, Pak? Pacar Bapak ya?" ledek Amanda dalam keadaan setengah sadar
"Bukan Nda, Pak Elwin. Dia suruh saya untuk segera mengirimkan berkas data perusahaan," jawab Kelvin
"Ooo gitu hehehe kirain pacar Bapak," ucap Amanda
"Saya belum punya pacar Nda," ucap Kelvin malu-malu
"Oiya?! Pas banget dong Pak sama saya hehehe"
"Apa, Nda? Saya gak salah denger?" tanya Kelvin
Amanda menggelengkan kepalanya lalu ia memeluk Kelvin dengan erat, "Makasih ya Pak udah temenin saya di sini," ucapnya
"Sama-sama Nda, saya akan selalu ada kok kalo kamu butuh saya," ucap Kelvin
Amanda pun melepaskan pelukannya, lalu ia memegang kedua pipi Kelvin, ia mendekatkan wajahnya dengan wajah Kelvin dengan maksud ingin mencium bibirnya. Namun....
Drrt... Drrtt...
Handphone Kelvin kembali berdering, Pak Elwin yang menelfonnya lagi.
"Angkat dulu aja Pak," suruh Amanda
Kelvin menganggukan kepalanya. Setelah selesai, Kelvin mematikan telfonnya lalu ia memegang kedua tangan Amanda, "Nda, saya ke kamar dulu ya. Pak Elwin udah nungguin saya," ucapnya
"Iya Pak gapapa kok, semangat ya," ucap Amanda
"Makasih." Kelvin langsung mencium kening Amanda, lalu ia pergi menuju kamarnya
Amanda merasakan senang yang luar biasa, ia meloncat kegirangan. Namun, karena sudah sangat semopyongan karena efek minuman alkohol itu, Amanda pun langsung mengambil kunci kamarnya dari dalam sling bag miliknya, lalu ia membuka pintu kamarnya.
Namun, saat ingin masuk, Amanda melihat nomor yang ada di pintu kamarnya itu, "Coklat! Ahh coklat favorite aku! Kenapa sih resort ini baik banget," ucapnya lalu mengambilnya dan memakannya
"Ah apaan sih ini?! Kok keras?" Amanda bertanya-tanya mengapa coklat yang ia makan ini keras
Bagaimana tidak keras? Nyatanya yang ia makan itu adalah nomor pintu kamar di resortnya. Nomor itu berwarna coklat lalu di letakan pada sebuah kotak bening, karena Amanda sedang mabuk berat, maka ia berhalusinasi kalau nomor itu adalah coklat. Amanda pun kembali meletakan nomor itu lagi di pintunya, namun ia melakukan kesalahan, dan di sinilah awal mula semuanya terjadi.
Amanda menaruh nomor itu dengan posisi yang salah. Kamar resort Amanda yang sebenarnya itu memiliki nomor 16, namun karena Amanda menaruh dengan posisi yang salah, kamar resort itu berubah menjadi nomor 19.
Setelah kembali meletakan nomor pintu itu pada tempatnya, Amanda pun segera masuk tanpa mengunci pintunya lagi. Ia langsung melangkahkan kakinya ke kasur dan merebahkan badannya disana.
"Huaa tadi gue hampir mau cium Pak Kelvin ya? Hahahaha dan itu semua gak jadi gara-gara Pak Elwin! Dasar rusuh! Orang lagi liburan aja masih dikejar-kejar sama urusan kerjaan!" ucap Amanda lalu ia memejamkan matanya
***
Devian sendiri juga sangat mabuk, ia hampir meminum setidaknya 3 botol alkhol non stop. Ia merasa sangat stress saat itu, ia merasa tidak ada yang peduli dan juga sayang dengan dirinya terutama pacarnya, Olivia.
"Laf! Kamu jahat! Kenapa kamu lebih milih cita-cita kamu dari pada aku? Aku udah nunggu kamu selama bertahun-tahun, tapi kenapa aku harus nunggu kamu lagi? Kenapa kamu gak bisa sabar, Laf?! Aku mau ngelamar kamu besok Laf, besok! Kenapa kamu gak bisa sabar?!"
Devian berbicara sendiri sambil berjalan menuju ke kamarnya, ia juga berjalan sembari melihat tiap-tiap nomor yang ada di pintu resort.
Tak lama, Devian menemukan kamarnya, kamar itu bernomorkan 19. Tetapi?.…...
Devian langsung mendekat ke arah pintu itu, namun ia bingung, "Perasaan kamar sebelumnya nomor 15, kok ini udah nomor 19 ya? Apa ngacak?" tanyanya pada diri sendiri
Tetapi ia sudah merasa tidak peduli dengan semua itu, ia hanya ingin cepat-cepat bertemu dengan kasur untuk merebahkan badannya di atas sana. Devian mengeluarkan kunci dari saku celananya.
Namun, lagi dan lagi, ia merasa bingung, "Kenapa pintunya gak ke kunci? Jangan-jangan gue lupa ngunci tadi? Kalo ada maling gimana?" tanyanya panik, lalu ia segera masuk ke dalam kamar itu
Saat sudah di dalam, Devian melihat ada seorang wanita yang sedang tertidur dengan posisi tengkurap di atas kasur.
"Laf? Kamu kok di kamar aku?" ucap Devian, karena ia sedang merasa galau akibat ditinggal oleh pacarnya, ditambah lagi karena ia sedang mabuk, maka saat ia melihat Amanda, ia seperti sedang melihat pacarnya
Devian mendekat ke arah Amanda, lalu ia menyingkirkan sebagian rambut yang menutupi wajah Amanda.
"Sayang? Ini beneran kamu?! Sayang tolong jangan tinggalin aku," ucap Devian lalu ia memeluk tubuh Amanda
Amanda yang sedang asik tertidur itu pun terusik, ia membuka matanya untuk melihat siapakah yang sudah membangunkannya itu.
Namun.....
°°°°°°°°°°
Alhamdulillah part 20 selesai! Terimakasih sudah mau baca sampai kalimat terakhir❤️ Aku juga mau minta tolong untuk like, comment, dan juga vote yah! Biar aku tambah semangat buat lanjutin ceritanya❤️
...Facebook : Kinderjoy Estrin...
...Instagram : kinderjoy_estrin...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 318 Episodes
Comments
Yota-chan
Manda 😔😕
2021-12-13
0
@🔵🍁⃟𐍹 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ⬪ᷢ♛⃝꙰ ❤
Hallo kk aku mampir
boom Like sampai bab ini dulu ya
2021-08-19
0
busu risda
waduch kcau jdinya gra2 mbk
2021-08-17
0