Hallo semuanya! Terimakasih banyak ya udah mau klik & baca novel ini, semoga kalian suka! Happy reading❤️🌼
°°°°°°°°°°
Amanda merasakan kesedihan yang teramat dalam. Dari yang awalnya ia sangat senang karena sudah bisa mendapatkan undian itu, sampai akhirnya ia merasa sedih karena banyak karyawan yang protes dengan hasil undian itu.
"Tuh kan Bu Angel, banyak yang gak suka kalo saya bisa dapetin undian itu," ucap Amanda, " Apa saya tolak aja ya, Bu?" lanjutnya
"Ehhh enak aja kamu. No! Pokoknya no, kalo kamu tetep nekat buat batalin, saya marah besar sama kamu," ancam Angel
Amanda pun kembali menundukan kepalanya, karena banyak dari karyawan senior itu yang menatap Amanda dengan tatapan tajam.
Akhirnya, Pak Elwin pun angkat bicara.
"Tenang ya semua, jangan ribut. Lagi pula ini sistemnya undian, dikocok. Saya juga gak tau kalau nama yang akan keluar itu namanya Amanda. Kalian fikir saya gak mau menang juga?" ucap Pak Elwin
"Ya tapi gak bisa gitu dong," celetuk salah satu karyawan di sana
Dan akhirnya ruangan itu kembali ramai karena ada beberapa karyawan yang protes.
"Stop!"
Tiba-tiba saja ada yang berteriak dan memberhentikan keributan itu. Semua orang pun langsung terdiam dan menoleh ke sumber suara.
"Ada apa sih ribut-ribut kaya gini?" tanyanya
Mereka semua diam, tak ada yang berani menjawab pertanyaannya.
"Saya tanya sekali lagi, ada apa ribut-ribut?"
"Ma-maaf Pak Devian, maaf kalau divisi kami menimbulkan keributan," ucap Pak Elwin
"Saya tanya ada apa ribut-ribut? Saya bukan suruh kamu minta maaf sama saya!" ucap Devian
"Hmm... Jadi gini Pak, kami baru aja mengocok undian untuk mencari pemenang yang akan pergi ke Singapore pada event anniversary kantor. Pemenangnya adalah Amanda, tapi karena dia karyawan baru, banyak karyawan senior di sini yang kurang setuju," jelas Pak Elwin
"Apa benar?" tanya Devian
Karyawan di sana tidak ada yang mengaku, mereka malah menundukan kepalanya.
"Oke, diam dari kalian adalah jawaban iya untuk saya. Ingat, saya hanya butuh 1 karyawan yang memiliki attitude dibanding 100 karyawan yang tidak memiliki attitude. Paham?" ucap Devian
"Paham Pak," ucap beberapa karyawan di sana
"Kalian udah dewasa, kan? Bahkan beberapa dari kalian sudah ada yang menikah dan punya anak, harusnya bisa lebih bijak lagi. Yang bikin saya bingung, mengapa hal sepele kaya gini diributin? Apa lagi ini hasil undian, gak ada yang tau hasilnya akan seperti apa. Mungkin itu emang keberuntungan buat si pemenang," ucap Devian
"Iya Pak maaf ya," ucap salah satu karyawan disana
"Saya gak mau kejadian ini terulang lagi," ucap Devian
"Iya, Pak."
"Good. Divisi ini Amanda yang dapet?" tanya Devian
"Iya Pak," jawab Pak Elwin
Devian pun tertawa kecil lalu ia menghampiri Amanda, "Nanti jangan bikin masalah di sana," bisiknya tepat di telinga Amanda lalu pergi
"Dasar gak jelas!" gumam Amanda
"Shuttt berani banget ih kamu," ucap Angel, mereka pun tertawa
"Guys, jadi fix ya, Amanda yang jadi pemenang undian di event anniversary perusahaan. Kalian harus ikhlas, ini juga hasil dari undian, gak ada yang tau dan ini semua untung-untungan. Mungkin tahun ini rezeki Amanda," ucap Pak Elwin
"Iya Pak."
"Ya udah ayo kerja lagi, bubar-bubar," suruh Pak Elwin
Mereka semua pun bubar dan kembali ke meja kerjanya masing-masing. Begitu pun dengan Amanda, ia kembali mengerjakan pekerjaannya yang sudah tertunda sejak pagi tadi.
Amanda mengerjakan pekerjaannya sampai pukul 12 siang, sampai waktu untuk istirahat telah tiba. Untungnya, selama mengerjakan pekerjaannya itu, tidak ada lagi karyawan lain yang meminta tolong dengan Amanda.
"Amanda, gimana kerjaannya?" tanya Kelvin yang tiba-tiba datang
"Ehh Pak Kelvin, masih belum selesai Pak kerjaan saya karena tertunda dari pagi. Jadi masih banyak banget deh hehehe," jawab Amanda
"Emang tega ya orang-orang di sini," ucap Kelvin
"Bapak sama saya juga dong?" Tiba-tiba saja ada Angel yang datang menghampiri Amanda dan Kelvin.
"Kecuali kita Bu," saut Kelvin
Mereka bertiga pun tertawa.
"Makan siang dulu yuk! Laper nih," ajak Angel
"Yuk Nda makan dulu nanti kerjanya dilanjut lagi," ajak Kelvin
"Pak Kelvin, saya gak diajak?" tanya Angel
"Ajak juga dong Bu."
Akhirnya mereka bertiga pun pergi menuju kantin yang ada di kantor. Kantin di sana sangatlah besar, ada beberapa jenis makanan yang disediakan di sana, mulai dari makanan ringan seperti camilan bahkan sampai makanan berat seperti nasi dan lauk-lauknya.
Enaknya, semua makanan dan minuman yang disediakan di sana itu gratis untuk para semua karyawan yang bekerja, mereka juga bebas mengambil sepuasnya.
Amanda sendiri membawa tas kecil yang berisikan bekal dari Bundanya, ia fikir itu sangat sayang jika tidak dimakan. Jadi, di kantin Amanda hanya mengambil beberapa camilan saja.
Mereka pun memakan makanan yang sudah mereka ambil tadi. Sembari makan, mereka juga menyelipkan beberapa candaan dan juga obrolan.
"Nda, nanti biasanya setiap orang boleh ajak temennya tau," ucap Angel tiba-tiba
"Ajak kemana, Bu?" tanya Amanda, ia bingung dengan apa yang sudah diucapkan oleh Angel
"Itu loh ke Singapore, biasanya boleh ajak 1 temennya. Kamu mau ajak siapa nih?" tanya Angel
Amanda pun melirik ke arah Kelvin, sedangkan Kelvin meresponnya dengan senyuman.
"Ajak Bu Angel aja deh, mau gak? Temenin saya ya Bu," pinta Amanda
"Aduh gak bisa Nda, sebenernya saya pengen sih temenin kamu, sekalian jalan-jalan juga. Tapi saya harus urus Mama saya karena dia lagi sakit," ucap Angel
"Uhukk... Uhuk... Eheemm..." Kelvin berpura-pura batuk
"Kenapa, Pak Kelvin?" tanya Amanda
"Ngga gapapa kok," jawabnya
"Kirain kenapa."
Mereka pun menghentikan obrolan mereka lalu melanjutkan makannya.
Setelah selesai, mereka langsung kembali pergi ke ruangannya lagi. Namun, sebelum kembali, Amanda dan Angel mengambil kue terlebih dahulu untuk dibawa ke meja kerjanya sebagai camilan.
Saat sedang jalan menuju kembali ke ruangannya tiba-tiba.....
BRUK!!!
Lagi dan lagi, hari ini ntah sudah keberapa kalinya Amanda menabrak orang.
"Hah? Pak Devian?" gumam Amanda
Ia pun langsung membantu Devian untuk bangun, "Pak Devian, maaf ya Pak," ucapnya
"Kamu lagi kamu lagi," ucap Devian
"Aduh Pak Devian, di jas Bapak ada cream kue," ucap Amanda sembari mengelap cream itu dari jas Devian
Devian pun langsung membelalakan matanya, "Amanda!!! Jam 2 siang nanti saya akan meeting sama perusahaan lain!" omelnya
"Pak maaf ya Pak saya gak senagaja," ucap Amanda
"Emangnya dengan kamu minta maaf seperti ini jas saya jadi bersih lagi?!" tanya Devian
Amanda pun terdiam.
"Gimana nih? Kamu harus tanggungjawab, jangan diem aja," ucap Devian
"Maaf ya Pak, apa harus saya cuci jas Bapak? Saya cuci ya Pak," ucap Amanda
"Mana mungkin bisa?!" ucap Devian, "Kamu pulang ke rumah saya, ambil jas yang baru," lanjutnya
"Hah? Ke rumah Bapak?" tanya Amanda kaget
°°°°°°°°°°
Alhamdulillah part 7 selesai! Terimakasih sudah mau baca sampai kalimat terakhir❤️ Aku juga mau minta tolong untuk like, comment, dan juga vote yah! Biar aku tambah semangat buat lanjutin ceritanya❤️
...Facebook : Kinderjoy Estrin...
...Instagram : kinderjoy_estrin...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 318 Episodes
Comments
Yota-chan
ternyata selain tolol Amanda juga gak peka
2021-12-13
0
Yota-chan
kode?
2021-12-13
0
rkive.rin_
tabrakan cinta ini nama nya 😁
2021-08-27
0