Hallo semuanya! Terimakasih banyak ya udah mau klik & baca novel ini, semoga kalian suka! Happy reading❤️🌼
°°°°°°°°°°
Amanda pun membuka matanya perlahan, lalu ia melihat kalau pintu lift sudah terbuka, ia juga menoleh ke arah sebelah kanannya untuk melihat siapa yang sudah memegang pundaknya itu.
"Pak Kelvin?" ucap Amanda
"Cepet dong, mau naik gak?" teriak salah satu orang yang ada di dalam lift
"I-iyaa."
Amanda dan Kelvin pun segera naik ke dalam lift itu.
Ternyata, saat tadi pintu lift ingin tertutup, ada Kelvin yang membantu menahannya untuk Amanda agar pintu lift itu tidak jadi tertutup.
Kelvin sendiri adalah senior Amanda, ia juga berada pada satu divisi yang sama dengan Amanda. Ia berusia 2 tahun lebih tua dari pada Amanda dan ia sebenarnya memendam perasaan kepada Amanda, ia sudah menyukai Amanda sejak pertama kali Amanda bekerja di sana.
Menurut Kelvin, Amanda adalah sosok wanita yang sangat cantik, mata lelaki tidak bisa berbohong. Namun, Kelvin menyukai Amanda bukan karena kecantikan yang ia miliki saja, melainkan ketekunan dan kebaikan yang Amanda miliki.
"Pak Kelvin, makasih ya," bisik Amanda karena keadaan di lift sangat penuh
"Sama-sama," saut Kelvin, "Sini saya bantu bawa," lanjutnya lalu mengambil paper bag yang sedang dipegang oleh Amanda
"Gak usah Pak, saya bisa bawa sendiri kok," ucap Amanda sembari mengambil alih kembali paper bag itu
"Aw! Aduhh panas! Bisa hati-hati gak sih?!"
Ada wanita yang memarahi Amanda, Amanda pun segera menoleh ke arah wanita itu, "Maaf ya Bu saya gak sengaja," ucapnya
"Lain kali hati-hati," ucapnya
"I-iya Bu," saut Amanda
"Lift emang lagi penuh Bu, jadi wajar kalo saling senggol," celetuk Kelvin
"Ya saya tau kalo itu Pak, tapi bukan kesenggol sama minuman yang masih panas juga kali," ucapnya dengan sewot
Amanda pun terdiam, ia merasa tidak enak. Karena ulah yang sudah ia lakukan, ia jadi membuat dua orang ini saling bertengkar.
"Kan dia juga udah minta maaf," ucap Kelvin
"Pak udah ya gak usah dilanjutin, itu emang salah saya kok," ucap Amanda, "Bu, maafin saya ya," lanjutnya
Akhirnya mereka pun terdiam, tak lama lift itu berbunyi. Mereka sudah tiba di lantai 17, lalu mereka langsung turun dari lift.
"Pak Kelvin, makasih banyak ya sekali lagi. Gara-gara saya, tadi Bapak jadi berantem deh," ucap Amanda
"It's oke Amanda," saut Kelvin, "Tapi saya mau tanya sama kamu, kenapa kamu selalu nurut sama setiap suruhan mereka? Kadang saya aja liatnya capek loh, belum lagi kamu harus ngerjain kerjaan kamu sendiri," lanjutnya
Amanda tertawa kecil, "Gapapa kok Pak, saya ikhlas lahir batin. Karena saya juga mau mendekatkan diri sama senior yang lain, dan saya juga mau dikenal sebagai pribadi yang baik," jawabnya
"Mau dekat dan dikenal baik kan tidak harus pake cara yang seperti itu," ucap Kelvin
"Gapapa Pak, selagi saya masih sanggup, akan saya lakukan," ucap Amanda
"Hmm.. Ya sudah. Saya duluan ya, mau ke ruangan Pak Elwin," ucap Kelvin
"Iya Pak silahkan,"
Amanda sangat senang dengan sikap Kelvin kepadanya, Kelvin selalu saja membantunya sejak awal ia bekerja di perusahaan itu. Kelvin selalu mengajari Amanda baik dari hal-hal kecil sampai besar, "Seandainya gue punya pacar kaya Pak Kelvin," gumamnya
Tiba-tiba ada orang yang menabrak Amanda dari belakang, sangat kencang. Untungnya Amanda dan beberapa makanan yang sedang dibawanya tidak sampai terjatuh.
"Ngapain berdiri di depan lift?!"
Amanda pun membalikan badannya untuk melihat siapa orang yang sudah menabraknya itu. Saat sudah membalikan badan, Amanda sudah tau siapa yang telah menabraknya tadi.
"Pak Devian, maaf ya Pak," ucap Amanda sambil membungkukan badannya
"Ngapain berdiri di depan lift?!" tanyanya lagi
"Hmm... Itu Pak tadi saya kelupaan sesuatu, jadinya saya lagi inget-inget lagi apa yang lupa hehehe," jawab Amanda berbohong, karena ia sudah tidak tahu lagi ingin menjawab apa
"Alasan kamu! Ke ruangan saya sekarang, saya tunggu," ucap Devian lalu pergi meninggalkan Amanda
"Ihh galak banget sih! Gue sumpain gak dapet jodoh lo!"
Amanda sangat kesal dengan Sang pemilik perusahaan itu. Apa semua CEO di tiap perusahaan selalu galak dan dingin seperti itu?
Lalu ia kembali teringat dengan makanan yang ada di tangannya, ia pun segera berlari menuju ke masing-masing meja karyawan seniornya itu untuk membagikan makanan yang sudah mereka pesan.
"Ini ya Pak, hot chocolate sama donat kejunya."
"Bu, ini ya donat coklatnya."
"Bu, ini donat kejunya."
Amanda meletakan satu persatu makanan dan minuman itu dengan baik dan ramah, tak lupa ia juga memberikan senyum terbaiknya untuk para seniornya itu.
Namun, bagaimana dengan mereka? Tak ada satupun dari mereka yang mengucapkan terimakasih kepada Amanda. Amanda sudah menganggap itu hal yang sangat biasa untuknya, walaupun sebenarnya perilaku seperti itu sangat amat tidak baik untuk dilakukan.
Setelah selesai membagikan makanan yang sudah dibeli tadi, Amanda langsung menuju ke ruangan Devian. Jantungnya sudah berdegup begitu kencang, hanya ada 1 hal yang ia takuti, ia sangat takut dipecat. Mengingat kalau dari awal bekerja di perusahaan itu Amanda selalu saja membuat kesalahan dengan Devian.
"Kalo gue dipecat gimana ya? Gue kan bikin salah terus sama dia," ucap Amanda dalam hati
Saat sudah sampai di depan ruangan Devian, Amanda diam sejenak, rasanya tangannya tidak sanggup untuk mengetuk pintu ruangan CEO galak itu.
"Aduh, gue deg-degan banget kaya ginii," gumam Agatha sambil memegang dadanya
Lalu....
"Ngapain di depan pintu?"
Ada orang di belakang Amanda, ia pun segera membalikan badannya. Terlihat dengan jelas kalau orang itu adalah Devian. Ia sedang menampilkan wajah galaknya, kedua tangannya juga ia masukan ke dalam saku celananya.
"Hmm.. Ma-mau masuk ke ruangan Bapak," jawab Amanda
"Terus kenapa gak masuk? Kenapa diem aja di depan pintu kaya gini?" tanya Devian lagi
"Sa--"
"Takut?"
Devian dengan sigap langsung memotong ucapan Amanda.
"Ngga Pak, sa---"
Lagi-lagi Devian memotong ucapan Amanda, ia menyingkirkan badan Amanda dari depan pintu ruangannya, lalu ia masuk begitu saja.
"Ihh!!! Dasar orang gilaaa!!" ucap Amanda
Tiba-tiba saja Devian membuka pintu ruangannya, "Bilang apa barusan?" tanyanya
"Ngg-ngga Pak ngga, saya gak bilang apa-apa kok. Kayanya Bapak salah denger deh," ucap Amanda
"Berani-beraninya kamu bilang gitu, emangnya kamu fikir pendengaran saya gak baik?" tanya Devian
"Ngga Pak gak gitu maksud saya," ucap Amanda
"Terserah." Devian pun kembali menutup pintu ruangannya.
"Gue itu bilang, kalo lo orang gila!!" ucap Amanda lagi
Namun secara tiba-tiba lagi, Devian kembali membuka pintunya, "Nunggu apa lagi? Cepet masuk!" suruhnya
Amanda pun menganggukan kepalanya dengan cepat, lalu ia masuk ke dalam ruangan Devian.
Sesampainya di dalam, Amanda langsung duduk di bangku yang tepat berada di depan bangku kerja Devian.
"Amanda Caroline," ucap Devian
"I-iya Pak saya," saut Amanda
"Hmm.. Kamu pegawai baru kan?" tanya Devian
"Iya Pak, saya baru bekerja selama 2 minggu di perusahaan Bapak ini," jawab Amanda
"Ya, dan selama 2 minggu itu juga kamu sering membuat kesalahan. Terutama dengan saya," ucap Devian
°°°°°°°°°°
Alhamdulillah part 3 selesai! Terimakasih sudah mau baca sampai kalimat terakhir❤️ Aku juga mau minta tolong untuk like, comment, dan juga vote yah! Biar aku tambah semangat buat lanjutin ceritanya❤️
...Facebook : Kinderjoy Estrin...
...Instagram : kinderjoy_estrin...
Visualilasi Kelvin
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 318 Episodes
Comments
linamaulina18
g dpt jdh tp yg ada jdh nya mlh kmu amanda
2023-05-04
0
Rinnie Erawaty
aq jd suka karena visualnya 🤭🤭🤭🤗🤗🤗🤗
2022-02-16
0
Yota-chan
ya udah berhenti dong Amanda
2021-12-13
0