Hallo semuanya! Terimakasih banyak ya udah mau klik & baca novel ini, semoga kalian suka! Happy reading❤️🌼
°°°°°°°°°°
Setelah berlari cukup jauh, Amanda pun akhirnya sampai di lantai tujuannya. Ia segera berjalan memasuki ruangan divisinya dengan sangat amat hati-hati karena ia takut kalau para senior di kantornya itu akan memarahinya.
"Aduhh gue harus pelan-pelan nih, kalo ngga bakal diomelin abis-abisan," gumam Amanda
Namun.....
"Amanda, kemana aja sih? Ini udah siang loh. Gara-gara kamu, kita jadi telat sarapannya."
"Amanda, kamu kenapa dateng sesiang ini? Cepet beliin kami sarapan."
"Amanda, kamu denger gak? Dari pada kamu cuma diem di tempat kaya gitu, lebih baik kamu cepet pergi ke coffee shop!"
Benar saja, beberapa karyawan senior di sana langsung menatap ke arah Amanda saat ia sudah datang. Bahkan, ada beberapa orang dari seniornya itu yang memarahinya.
"I-iya maaf ya, tadi saya kesiangan," ucap Amanda sambil menaruh tas dan laptopnya di meja kerjanya, "Pesenannya kaya biasa, kan?" lanjutnya
"Iya."
"Inget ya Amanda, kalo kamu lama, terus makanan dan minumannya dingin, kita gak akan bayar," ucap salah satu karyawan yang menyuruh Amanda
"Iya saya inget kok. Tunggu ya," Amanda pun keluar dari ruangannya. Kini ia nekat untuk tetap menunggu lift saja karena tenaganya sudah hampir habis
Saat sudah berada di dalam lift, ada beberapa karyawan lain yang melihat ke arah Amanda sambil menutup hidungnya. Amanda yang peka terhadap hal itu pun langsung mencium bajunya, "Aduh, gilaa kali ya? Sepagi ini badan gue udah bau keringet aja," ucapnya dalam hati
"Mba, lain kali kalo mau ke kantor itu mandi dulu ya. Kalo males mandi, seenggaknya pake parfume, biar gak bau-bau banget kaya gini."
Tiba-tiba saja ada orang yang mengucapkan kalimat bodoh itu kepada Amanda. Kesal? Iya, apakah Amanda akan marah padanya? Tidak. Tetapi, ingin rasanya ia memiliki ilmu untuk menghilang, ia ingin menghilang saat itu juga. Rasa malu sudah tidak dapat terbendung lagi, "Malu banget!" gumamnya sambil mengepalkan tangan
Ting!
Lift berbunyi, pada bagian LCD terlihat jelas kalau mereka sudah sampai di lantai 1, Amanda langsung berlari untuk keluar dari lift dan langsung menuju ke coffee shop yang berada tepat di sebelah kantor.
Saat sudah sampai di coffee shop, Amanda langsung memesannya.
"Mba, saya pesen americano yaa 2, cappucino 3, hot chocolate 2, donat coklat 3, donat keju 4."
Amanda menyebutkan semuanya minuman dan makanan yang akan ia beli. Sejauh ini Amanda sudah cukup hafal dengan menu pesanan itu, karena ini adalah hari ke 4 ia pergi ke coffee shop itu untuk membelikan sarapan untuk para seniornya.
"Oke Bu Amanda, ditunggu yaa," ucap pelayan itu
"Siap, makasih yaa." Amanda langsung duduk di kursi yang sudah disiapkan di sana
Tiba-tiba saja ada 1 pelayan yang menghampiri Amanda, "Bu Amanda kesiangan ya? Tumben banget jam segini baru dateng," tanyanya
"Iya Mba, tadi saya bangunnya kesiangan," saut Amanda diakhiri dengan tawa renyahnya
Pelayan itu pun berjalan ke arah kasir, lalu ia mengambil 1 bungkus cookies dan membawanya ke Amanda, "Bu Amanda, ini saya kasih cookies ya. Saya yang bayar kok nanti, jadi tenang aja ya," ucapnya sambil menyodorkan cookies itu
"Aduh Mba, gak usah. Makasih banyak ya tawarannya," ucap Amanda
Pelayan itu tersenyum, lalu mengambil tangan Amanda dan meletakan cookies itu atas telapak tangan Amanda, lalu ia pergi.
"Makasih ya!" ucap Amanda
Pelayan itu membalikan badannya, lalu tersenyum singkat dan kembali berjalan.
"Baiknyaaaaa."
Tak lama, pesanan yang dipesan oleh Amanda sudah siap, ia segera kembali untuk menghampiri kasir dan membayarnya.
"Totalnya 286 ribu ya Bu Amanda," ucap kasir itu
Amanda pun segera merogoh kantongnya untuk mengambil dompetnya. Namun nihil, dompetnya tak ada di sana.
"Aduh, gue lupa bawa dompet!" gumam Amanda
"Kenapa, Bu?" tanyanya
"Saya lupa bawa dompet, Mba. Saya boleh bawa makanan sama minumannya dulu gak? Nanti saya kesini lagi," ucap Amanda
"Boleh kok Bu, santai aja, kan kita udah kenal. Bawa dulu aja gapapa kok," ucapnya
"Beneran nih? Saya gak enak," tanya Amanda
"Bener, Bu. Bawa aja dulu gapapa kok, soalnya kalo ditinggal dulu takut gak hangat lagi nanti kopi dan donatnya," ucapnya
"Ya udah deh kalo gitu, makasih yaaa Mba," ucap Amanda
"Iya Ibu sama-sama. Hati-hati ya Bu," ucap pelayan
Amanda pun meresponnya dengan senyuman dan segera mengambil paper bag yang berisikan pesanannya itu, lalu ia keluar dari coffee shop dan berlari menuju kantornya. Amanda berlari sangat kencang sampai-sampai ia menabrak beberapa orang yang berada di dekatnya. Banyak yang marah dengan perbuatan Amanda itu, tapi Amanda hanya bisa meresponnya dengan permintaan maaf saja, itu pun sambil berlari.
"Maaf yaa maaf."
"Maaf ya saya buru-buru."
"Maaf Pak."
"Maaf Bu."
Amanda terus saja berlari tanpa memikirkan orang yang ada di dekatnya. Sampai-sampai.....
BRUK!!
Amanda menabrak orang itu dengan sangat kencang, orang itu pun sampai jatuh tersungkur. Untungnya, makanan yang sedang dibawanya tidak jatuh dan tumpah sama sekali. Amanda pun meminta maaf kepada orang itu, sama seperti orang lain yang ia tabrak tadi.
"Maaf ya Pak maaf, saya gak sengaja."
Setelah meminta maaf tanpa melihat siapa yang sudah ia tabrak, Amanda kembali melanjutkan langkahnya lagi. Namun, sebelum jauh, orang itu meneriaki Amanda.
"Hey!!!!"
"Tolong berhentiin dia!"
Orang-orang yang mendengar suruhan lelaki itu pun menurutinya, mereka mengejar dan mencegah Amanda agar tidak berlari lagi.
"Mba, itu dipanggil."
"Bu stopp, itu dipanggil."
"Aduh siapa sih?!" ucap Amanda, lalu ia menoleh ke belakang
Terlihat jelas oleh mata kepalanya sendiri, kalau di sana ada Devian yang sedang duduk di jalanan.
"Sini kamu!" suruh Devian
"Aduh mampuss gue! Jangan-jangan tadi gue nabrak dia," gumam Amanda
"Denger gak?! Sini!" suruh Devian lagi
Amanda pun menuruti suruhan Devian, ia berjalan dengan perasaan yang sangat amat ketakutan.
"Ma-maaf ya, Pak. Saya lagi buru-buru soalnya, saya harus an---" ucapan Amanda dipotong
"Emang yang lagi buru-buru cuma kamu aja? Jalan itu pake mata!" ucap Devian lalu ia memposisikan badannya menjadi berdiri
"Jalan pake kaki Pak," gumam Amanda
"Apa kamu bilang?!" tanya Devian
"Nggg-ngga Pak ngga. Maaf ya Pak," ucap Amanda
"Kamu karyawan baru, tapi udah sering banget buat masalah," ucap Devian, "Nanti ke ruangan saya, secepatnya saya tunggu," lanjutnya lalu pergi meninggalkan Amanda
"Aduhh mau diapain ya gue? Kalo gue mau dipecat gimana? Ya elah baru juga kerja 2 minggu, masa udah mau dipecat sih," ucap Amanda
Lalu ia teringat dengan makanan dan minuman yang sedang ia bawa, ia pun kembali berlari untuk menuju ke lantai dimana divisinya itu berada.
Amanda masih saja berlari sekuat tenaganya, lalu saat ia ingin masuk ke dalam lift, tiba-tiba saja pintu lift itu tertutup, Amanda pun langsung menutup kedua matanya, ia sudah ingin menangis dan sangat pasrah, karena ia fikir, "Masa sih gue naik tangga lagi?!"
Namun tiba-tiba ada yang memegang pundak Amanda, "Yuk naik," ucapnya
°°°°°°°°°°
Alhamdulillah part 2 selesai! Terimakasih sudah mau baca sampai kalimat terakhir❤️ Aku juga mau minta tolong untuk like, comment, dan juga vote yah! Biar aku tambah semangat buat lanjutin ceritanya❤️
...Facebook : Kinderjoy Estrin...
...Instagram : kinderjoy_estrin...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 318 Episodes
Comments
Takarina Yuliarti
ikutan capek jadinya 😂
2021-09-26
0
Okky Widiastuti
anak orang kaya dibudakin ama senior ny..
hehehe,, cerdas ny kluarin dikit dunk amanda, dikiiiit aja...
2021-09-03
0
anja
ngos2an aku tuh bayangin amanda lari2an.....
2021-08-31
0