Hallo semuanya! Terimakasih banyak ya udah mau klik novel ini, semoga kalian suka! Happy reading❤️🌼
°°°°°°°°°°
Cincin milik Devian itu menggelinding jauh ntah kemana, sampai akhirnya cincin itu masuk ke kandang iguana karena pada saat itu ada suatu pameran binatang peliharaan yang di adakan di Mall itu.
"Astaga ada di kandang iguana! Gimana cara ambilnya? Minta tolong Mas penjaganya aja kali ya?" tanya Amanda pada dirinya sendiri
Saat Amanda ingin mencari penjaga pameran binatang itu, tiba-tiba saja Devian memanggilnya, "Amanda! Sini kamu," suruhnya
Amanda pun menghampiri Devian, "Ada apa, Pak?" tanyanya
Devian menunjuk kandang iguana yang di dalamnya terdapat cincin miliknya, "Itu cincin punya saya, kamu yang ambil ya," suruhnya.
"Hmm.. Pak, saya gak berani sama hewan reptil kaya gitu. Bapak aja deh yang ambil," ucap Amanda
"E-enak aja! Kan cincin itu masuk ke sana gara-gara kamu, jadi harus kamu yang ambil," ucap Devian
Sebenarnya, Devian sendiri juga takut dengan hewan reptil itu, maka dari itu ia menyuruh Amanda saja yang mengambilnya.
"Saya minta tolong sama Mas penjaganya aja deh. Tunggu ya Pak saya cari dulu."
"Gak, gak usah! Kelamaan, kamu aja yang ambil," ucap Devian
"Pak, tapi saya takut Pak. Saya gak berani sama hewan reptil kaya gitu," ucap Amanda dengan wajah yang memelas.
"Saya gak mau tau, pokoknya harus kamu yang ambil! Mana tanggungjawab kamu?" ucap Devian lalu ia melipat kedua tangannya di dada
"Rese!" gumam Amanda
Dengan rasa yang sangat pasrah, mau tidak mau Amanda akhirnya terpaksa untuk mengambil cincin yang berada tepat di depan mulut iguana itu.
"Astagaa, kenapa ada di depan mulutnya banget sih?" tanya Amanda, "Mana dia ngeliatin gue lagi," lanjutnya
Setelah berjuang melawan rasa takut terhadap binatang reptil itu, akhirnya Amanda berhasil mengambil cincin milik Devian.
Amanda menghembuskan nafasnya dengan lega, "Akhirnya gue bisa menaklukan iguana itu! Udah kaya panji petualang. Eh tapi ini kan cincin yang gue liat di toko emas tadi," ucapnya
Lalu Amanda pun memakai cincin itu di jari manisnya, "Cantik banget sih, ya ampun pasti calon istri Pak Devian seneng banget," ucapnya
Tak lama Devian datang menghampiri Amanda, karena dari tadi sejak Amanda sedang berusaha untuk mengambil cincin miliknya, ia malah duduk dan melihat Amanda dari kejauhan.
"Mana cincin saya?" tanyanya
"Ini," saut Amanda sambil menunjukan cincin itu yang sudah berada di jari manisnya
Devian yang melihatnya pun langsung membelalakan matanya, "Amanda! Kenapa kamu pake? Lepas gak!" suruhnya sembari melepaskan cincin itu dari jari Amanda
"Tunggu Pak susah," ucap Amanda
"Makanya jangan asal pake!"
Mereka pun masih berusaha untuk melepaskan cincin itu dari tangan Amanda.
"Pak, saya bawa dulu deh cincinnya. Soalnya saya harus pergi sekarang, mau anterin kue buat anaknya Pak Elwin," ucap Amanda
"Enak aja kamu! Saya gak percaya sama kamu, nanti kalo kamu jual cincin ini gimana?" ucap Devian
Karena kesal dengan Devian yang sudah berprasangka buruk terhadapnya, Amanda pun langsung melepaskan tangannya dari tangan Devian dengan kasar.
"Eeeh sebentar itu belum copot," ucap Devian
Amanda pun langsung mengambil box kue itu dan pergi meninggalkan Devian. Devian tak tinggal diam, ia berlari mengejar Amanda, "Amanda kamu bener-bener akan saya pecat ya!" ucapnya
Amanda pun menghentikan langkahnya, "Saya kau ke toilet buat cari sabun! Bapak gak usah suudzon gitu sama saya, saya gak akan nyuri cincin Bapak kok!" kesalnya lalu kembali berjalan menuju toilet
Devian terdiam sejenak, lalu ia kembali mengikuti langkah kaki Amanda.
"Makanya bilang, jangan asal pergi gitu aja," ucap Devian
Saat sudah sampai di toilet, Amanda langsung mencari sabun dan berusaha untuk mengeluarkan cincin itu dari jari manisnya. Akhirnya usaha Amanda itu tidak sia-sia, ia tetap bisa mengembalikan cincin itu kepada Devian.
"Dasar CEO gilaa! Kerjaannya marah-marah mulu, untung cincinnya bisa kelepas, kalo ngga udah game over gue," kesal Amanda
Amanda pun keluar dari toilet, lalu ia menghampiri Devian yang sedang berdiri di depan toilet. Ia menyodorkan cincin itu kepada Devian tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun.
"Lain kali hati-hati," ucap Devian
"Kan tadi Bapak yang nabrak saya, harusnya Bapak yang hati-hati," saut Amanda
"Jawab aja terus."
Devian pun langsung pergi begitu saja meninggalkan Amanda, ia sama sekali tidak mengucapakan kata terimakasih.
"Sama-sama!" teriak Amanda dengan maksud menyindir Devian
Devian pun membalikan badannya, lalu ia menatap Amanda dengan tatapan yang sangat tajam. Amanda yang melihat itu pun sangat takut, ia langsung berlari untuk pergi menuju parkiran.
Sebelumnya, Pak Elwin sudah memberikan location alamat sekolah anaknya pada Amanda. Setelah tahu dimana alamatnya, Amanda langsung membawa mobilnya cukup kencang, untung saja ia selamat sampai di tujuan, kue yang dibawa juga baik-baik saja, dan yang paling penting adalah ia sama sekali tidak terlambat untuk memberikan kue itu.
"Huaa untung gak telat," gumam Amanda
°°
Setelah selesai mengantarkan kue, Amanda kembali lagi ke kantornya. Namun saat sudah sampai di kantor, Amanda sangat bingung kenapa para karyawan yang ada di divisinya ini sedang berkumpul.
Amanda pun mendekat ke arah Angel, "Bu Angel, ada apa? Kok rame-rame ngumpul kaya gini sih?" tanyanya
"Ini loh Nda, sekarang itu mau pengocokan undian untuk pergi liburan ke Singapore," jawabnya
Amanda sangat bingung dengan apa yang sudah diucapkan oleh Angel, karena dia karyawan baru jadi ia masih belum tahu tentang apa-apa, "Maksudnya liburan apa ya, Bu?" tanyanya lagi
"Jadi kantor kita itu setiap tahun selalu merayakan anniversary. Nah, setiap 2 tahun sekali itu akan ada 1 orang tiap divisi yang dapet undian buat pergi liburan. 2 tahun lalu ke Thailand, dan sekarang ke Singapore," jelasnya
Amanda pun mengangguk-anggukan kepalanya tanda kalau ia sudah mengerti, "Oooo gitu ya, Bu."
Tak lama, acara pengundian pun dimulai.
"Oke, karena semua karyawan di divisi ini sudah lengkap, jadi kita udah bisa mulai acara pengundiannya ya," ucap Pak Elwin selaku kepala divisi, "Oiya Amanda, makasih ya udah mau bantu saja," lanjutnya
"I-iya Pak sama-sama," saut Amanda
"Ayo Pak mulai cepetan."
"Gara-gara Amanda nih jadi kelamaan"
"Amanda dari pagi telat terus."
Banyak yang menyalahkan Amanda, ia pun hanya bisa menundukan kepalanya saja.
"Iyaa tenang-tenang. Kita mulai yaa," ucap Pak Elwin
Undian itu di tempatkan pada 1 box kecil. Pak Elwin pun mengaduk-aduk isi dari kotak itu dan mengambil 1 kertas dari dalam sana.
"Oke, saya udah ambil 1 kertas nih, kita coba buka ya," ucap Pak Elwin, lalu ia pun membuka lipatan kertas itu
"Aduh siapa ya yang beruntung."
"Semoga gue yang beruntung!"
"Gue dong yang beruntung, kan lo udah ke Thailand, masa mau lagi."
"Rezeki anak soleh tolong ya Allah semoga menang."
Banyak yang berharap dengan perasaan yang sangat amat cemas, mereka berharap bisa mendapatkan undian itu agar bisa pergi ke Singapore dengan gratis.
"Waaa anak baru nih yang menang," ucap Pak Elwin
Semua orang pun langsung menoleh ke arah Amanda, sementara Amanda yang mendapat perlakuan itu pun langsung menundukan kepalanya.
"Yaa, betul. Yang menang undian kali ini adalah Amanda Caroline. Selamat ya Amanda, kamu yang mewakilkan divisi kita untuk ke Singapore," ucap Pak Elwin
Amanda senang bukan main, perasaannya sangatlah bahagia. Bagaimana bisa ia memenang undian itu? Padahal ia hanyalah seorang karyawan baru.
"Selamat Amanda," ucap Angel lalu memeluk Amanda
"Makasih Bu Angel," ucap Amanda, "Tapi saya gak enak deh sama karyawan senior yang lain, masa saya yang dapet sih," lanjutnya
"Gapapa ah, lagian itu undian kok, gak ada yang tau kalo ternyata emang kamu yang menang," ucap Angel
"Pak Elwin, kok Amanda yang menang sih?"
"Tau deh gak adil banget, kan kita lebih senior dari dia."
"Amanda karyawan baru Pak, mending kasih kita aja karyawan yang udah lebih senior."
"Jangan-jangan isinya nama Amanda semua."
Banyak karyawan yang protes dengan hasil undian itu. Bagaimana dengan reaksi Amanda? Ia hanya bisa terdiam, meratapi nasibnya, mengapa tidak ada yang suka dengannya?
°°°°°°°°°°
Alhamdulillah part 6 selesai! Terimakasih sudah mau baca sampai kalimat terakhir❤️ Aku juga mau minta tolong untuk like, comment, dan juga vote yah! Biar aku tambah semangat buat lanjutin ceritanya❤️
...Facebook : Kinderjoy Estrin...
...Instagram : kinderjoy_estrin...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 318 Episodes
Comments
Yota-chan
coba kamu tegas gak bakal di remehin manda
2021-12-13
0
rkive.rin_
ish... jadi pengen pites pala nya satu persatu satu deh 🙄
2021-08-27
0
Anita Lahat
itu namanya Rezeki anak soleh
2021-07-29
0