Hallo semuanya! Terimakasih banyak ya udah mau klik novel ini, semoga kalian suka! Happy reading❤️🌼
°°°°°°°°°°
Ada sesorang yang datang menghampiri mereka berdua.
"Ngapain berduaan di kantor? Bukannya pulang," tanyanya
Amanda dan Kelvin pun segera menoleh ke sumber suara.
"Pak Devian," ucap Amanda lalu membungkukan badannya
"Kita gak lagi berduaan kok Pak, saya cuma mau temenin Bu Amanda untuk menyelesaikan pekerjaannya aja," ucap Kelvin
"Berduaan aja? Nanti yang ketiga setan?" tanya Devian
Amanda dan Kelvin pun saling tatap, lalu mereka berdua menatap Devian. Devian yang mengerti apa maksud dari Amanda dan Kelvin pun langsung merasa canggung.
"Saya gak mau ada kejadian yang nggak-nggak terjadi di kantor saya, apa lagi yang melakukannya itu karyawan saya sendiri," ucap Devian
"Kita gak akan ngelakuin hal sampe di luar batas kaya gitu kok Pak, apa lagi di kantor," ucap Amanda
"Berarti kalo di luar kantor bisa ya?" tanya Devian
Amanda sudah mulai kesal dengan apa yang sudah difikirkan oleh Devian, tangan kanannya sudah mengepal dengan baik dan keras, ingin rasanya ia memukul CEO di perusahaannya itu sekencang mungkin.
"Dasar nih orang satu! Bisa gak sih berfikir yang positif sedikit!" ucap Amanda dalam hati
"Kita gak akan ngelakuin itu Pak," ucap Kelvin
Devian tertawa, lalu ia pergi meninggalkan Amanda dan Kelvin. Sementara Amanda mendengus kesal, dan ia duduk di meja kerjanya.
"Sabar Nda, dia emang gitu," ucap Kelvin, sambil mengelus punggung Amanda
"Dia ngeselin banget sih! Fikirannya terlalu negatif sama orang lain, kaya yang paling bener aja," omel Amanda
Kelvin tertawa, "Biarin aja, Nda. Mending kamu lanjutin lagi kerjaan kamu," suruhnya
Amanda menganggukan kepalanya pelan lalu kembali mulai menyelesaikan pekerjaanya.
Pukul setengah 7 malam, akhirnya Amanda sudah selesai mengerjakan pekerjaannya itu. Ia segera mengirimkannya kepada Pak Elwin melalui e-mail lalu mulai merapihkan meja kerjanya.
"Akhirnya selesai juga pekerjaan kamu hari ini, Nda. Semoga besok gak ada kejadian yang macem-macem kaya gini ya," ucap Kelvin
"Aamiin, terimakasih banyak ya Pak Kelvin," saut Amanda
"Iya sama-sama," saut Kelvin
Setelah meja kerjanya rapih, Amanda langsung mematikan latpopnya dan pulang. Keadaan di kantor sudah sangat sepi, walaupun masih ada beberapa karyawan yang masih mengerjakan pekerjaannya di ruangan yang lain.
"Nda, kamu mau langsung pulang?" tanya Kelvin saat mereka sudah berada di dalam lift
"Hmm.. Iya Pak, kenapa?" tanya Amanda balik
"Mau temenin saya makan malem dulu gak?" tawarnya
"Demi apa gue diajak makan malem sama Pak Kelvin?! Mau banget dongg," ucap Amanda dalam hati
"Gimana, Amanda?" tanyanya lagi
"Hmm.. Bo-boleh Pak boleh," saut Amanda
"Oke, saya mau rekomendasiin restoran yang makanannya enak. Kamu pasti suka," ucap Kelvin
"Iya Pak." Senyum Amanda tiba-tiba merkah, dia sangat senang saat Kelvin mengajaknya untuk makan malam
Ting!
Lift berbunyi dan pintunya terbuka, mereka pun segera keluar dari dalam sana untuk menuju parkiran.
"Kamu bawa mobil sendiri ya, Nda?" tanya Kelvin
"Iya Pak," jawab Amanda
"Ya udah, nanti lokasi restorannya saya share ya. Jadi kita ketemu langsung aja di sana," ucap Kelvin
"Oke siap Pak."
Saat sudah di parkiran, Amanda dan Kelvin berpisah. Hal ini karena mobil mereka berdua terpakir cukup jauh satu sama lain.
"Nda! Lo diajak makan malem sama Pak Kelvin! Jangan-jangan dia suka sama gue? Aduhh happy bangett," ucap Amanda saat ia sudah berada di dalam mobil
Selama perjalanan menuju restoran, Amanda menyetel lagu dengan volume yang cukup keras. Itu sudah menjadi kebiasaan Amanda, saat senang ia akan bernyanyi, walaupun dengan nada sesukanya.
30 menit kemudian, Amanda dan Kelvin sudah sampai di restoran itu. Restoran yang menyediakan berbagai macam jenis daging sapi.
Mereka pun masuk ke dalam restoran itu.
"Selamat malam Pak, Bu," ucap beberapa pelayan yang ada di pintu masuk restoran
"Malam," ucap Amanda dan Kelvin
"Saya mau pesan meja untuk 2 orang," lanjut Kelvin
"Mari Pak, Bu, ikut saya."
Pelayan itu berjalan mendahului Amanda dan juga Kelvin, mereka pun mengikuti pelayan itu.
Sesampainya di meja, ada pelayan lagi yang datang ke meja mereka.
"Permisi Pak, Bu, ini buku menunya," ucapnya sembaru meletakan buku menu di hadapan Amanda dan Kelvin
"Terimakasih ya," ucap Amanda dan Kelvin
"Sama-sama Pak."
Pelayan itu pun pergi meninggalkan Amanda dan Kelvin. Nanti, setelah selesai memesan Kelvin yang akan menepukan tangannya untuk kembali memanggil pelayan itu.
"Nda, di sini kamu bebas pilih mau daging bagian apa aja pasti ada. Saya yang akan bayar semuanya, jadi kamu jangan malu-malu ya ambilnya, kalau ada yang kamu suka langsung pesan aja," suruh Kelvin
"Maaf ya Pak kalo saya ngerepotin Bapak," ucap Amanda
"It's oke, gak ngerepotin kok."
Amanda pun meresponnya dengan senyuman, lalu mereka memilih dan memesannya. Setelah sudah, mereka mengobrol sembari menunggu makanan yang mereka pesan datang.
"Nda, saya mau tanya sama kamu," ucap Kelvin
"Tanya apa, Pak?" tanya Amanda
"Hmm.. Menurut kamu, saya itu orangnya seperti apa?" tanya Kelvin
"Gimana ya, Pak? Hehehe karena saya baru bekerja selama 2 minggu bareng Bapak, jadi saya belum terlalu kenal dan tau tentang Bapak," jawab Amanda
Kelvin sedikit kecewa dengan jawaban yang keluar dari mulut Amanda, karena ia sudah berekspetasi lebih dengan itu.
"Oh gitu ya? Ya sudah gapapa," ucap Kelvin
"Hmm.. Tapi Pak Kelvin baik banget sama saya, Pak Kelvin selalu bantu saya sejak awal bekerja di sini. Pak Kelvin juga sabar orangnya, jadi saya senang bisa deket sama Bapak," ucap Amanda
Kelvin tersenyum, "Makasih ya sudah berfikir hal-hal yang baik tentang saya," ucapnya
"Terimakasih kembali, Pak."
Mereka pun melanjutkan obrolannya. Tak lama, makanan yang mereka pesan datang.
"Permisi Pak, Bu, ini steak pesanannya ya," ucap pelayan sembari meletakan makanan itu di atas meja
"Terimakasih Mba," ucap Amanda
"Terimakasih," ucap Devian
"Sama-sama Pak, Bu, kalau ada yang ingin ditambah, bisa panggil kami lagi ya," ucapnya
"Oke."
Pelayan itu pun pergi. Kelvin mulai memotong satu persatu daging steak itu.
"Amanda, ini saya aja yang potong dagingnya," ucap Kelvin
"Gak usah Pak, saya bisa sendiri kok," saut Amanda
"Saya gak mau kamu kesusahan Nda, karena seharian ini kamu udah disusain sama karyawan yang lain," ucap Kelvin
"Gapapa Pak, gak usah," ucap Amanda
"Shuttt."
Kelvin pun mempercepat potongannya. Setelah sudah, ia langsung menyodorkannya kepada Amanda. Dengan pasrah, Amanda pun menerimanya.
"Makasih banyak ya Pak, maaf ya ngerepotin," ucap Amanda
"Sama-sama, kamu sama sekali gak ngerepotin kok," ucap Devian
Mereka pun mulai memakan makanan yang sudah dipesan tadi.
Setelah makanan mereka habis, mereka mengobrol-ngobrol sebentar, lalu kembali pulang ke rumah masing-masing.
"Pak Kelvin, makasih ya udah mau ajak saya makan di sini," ucap Amanda saat sudah berada di parkiran
"Sama-sama Nda. Kamu hati-hati ya bawa mobilnya," ucap Kelvin
"Iya Bapak juga ya." Amanda pun mulai naik ke dalam mobilnya.
°°
Saat sudah sampai di rumah, Amanda langsung menghampiri Bunda dan Ayahnya yang sedang duduk di ruang TV, mereka sedang menonton salah satu film favorite mereka. Amanda menyempatkan waktunya untuk mengobrol sebentar dengan kedua orang tuanya itu.
"Selamat Malam Ayah Bunda," ucap Amanda lalu menyalimi orang tuanya itu
"Kok kamu baru pulang sih, Nda? Lembur ya?" tanya Bunda
"Iya Bunda, hari ini banyak kerjaan di kantor," jawab Amanda
"Coba kamu kerja di perusahaan Ayah, pasti enak," saut Ayah tiba-tiba
"Eheem... Amanda menang undian loh di kantor," ucapnya mengalihkan ucapan Ayahnya
"Undian apa?" tanya Bunda
°°°°°°°°°°
Alhamdulillah part 10 selesai! Terimakasih sudah mau baca sampai kalimat terakhir❤️ Aku juga mau minta tolong untuk like, comment, dan juga vote yah! Biar aku tambah semangat buat lanjutin ceritanya❤️
...Facebook : Kinderjoy Estrin...
...Instagram : kinderjoy_estrin...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 318 Episodes
Comments
QÚËÊŃ PHOENIK
hmm
2023-06-29
0
Moonlight
wah .. kode ni pak kelvin
2021-12-18
0
Yota-chan
berarti .......
2021-12-13
0