Hallo semuanya! Terimakasih banyak ya udah mau klik novel ini, semoga kalian suka! Happy reading❤️🌼
°°°°°°°°°°
Tak lama ada pelayan yang datang menghampiri meja mereka, "Pak Devian, ini cappucino latte yang Bapak pesan," ucapnya
"Mana bill-nya?" tanya Devian
Pelayan itu pun menyodorkan nampan kecil yang di atasnya sudah terdapat kertas yang berisikan harga dari minuman itu. Saat sudah melihatnya, Devian langsung mengeluarkan uang sebesar 35 ribu dan memberikannya kepada pelayan itu.
"Makasih ya Pak," ucapnya
"Sama-sama."
Pelayan itu pun pergi.
"Nih buat kamu," ucap Devian sambil menyodorkan cappucino latte itu kepada Amanda
Amanda sangat terkejut dengan hal itu, "Bu-buat saya, Pak?" tanyanya
Devian pun menganggukan kepalanya, "Biar badan kamu hangat, di luar lagi ujan soalnya," ucapnya
"HAHHHHH? KESAMBET APA SIH NIH ORANG?!"
Amanda sangat terkejut dengan perilaku yang Devian berikan untuknya
"Bu Amanda, kenapa? Kok diam?" tanyanya
"BU?! BIASANYA DIA GAK PERNAH PANGGIL GUE PAKE BU?!"
Devian sangat bingung melihat tingkah Amanda, mengapa ia diam? fikir Devian. Ia pun melambaikan tangannya di depan wajah Amanda, "Hallooo.." ucapnya
"I-iya Pak iya? Kenapa?" tanya Amanda
"Kamu kok diem? Kenapa? Lagi sakit?" tanya Devian balik
"Ngg-ngga Pak ngga, saya cuma ngantuk aja," jawab Amanda
"Ya udah diminum ya cappucino lattenya, semoga gak ngantuk lagi biar kerjanya semangat," suruh Devian
"Iya Pak, makasih banyak ya, Bapak ternyata baik juga sama saya," ucap Amanda lalu ia mengambil minuman yang sudah dibelikan oleh Devian tadi
"Saya baik juga karena ada alasannya. Kamu itu selalu bikin masalah di perusahaan saya, makanya saya beliin kamu kopi biar gak ngantuk pas kerja. Karena saya gak mau kamu nimbulin masalah baru," ucap Devian lalu ia pergi meninggalkan Amanda begitu saya
"WHAAAATTTT???????"
Amaanda sangat kesal dengan ucapan Devian, ingin rasanya ia memukul perut Devian sekencang mungkin.
"Hah?! Fix dia emang gak bakalan baik sama gue!!!" ucap Amanda dalam hati
Ia pun bangun dari duduknya dan mulai melangkahkan kakinya untuk keluar dari coffee shop itu. Namun, saat sudah berada di depan pintu, tiba-tiba ada pelayan yang memanggil Amanda.
"Bu Amanda!"
Amanda pun menoleh, ia melihat pelayan itu berjalan ke arah Amanda sambil membawa 1 gelas cappucino latte yang tadi.
"Ini Bu minumannya ketinggalan," ucapnya
"Buat Mba aja, itu belum saya minum kok," ucap Amanda lalu ia segera pergi dari coffee shop itu
Amanda berjalan menuju ke kantornya dengan perasaan yang sangat kesal, bagaimana bisa sepagi ini sudah ada orang yang membuatnya kesal seperti itu? Bisa saja! Karena orang itu adalah Devian.
"Amanda!" Ada yang memanggil Amanda, ia pun menoleh
"Ehh Bu Angel, selamat pagi Bu," ucap Amanda dengan lesu
"Ada apa? Kok pagi-pagi udah lesu gitu?" tanyanya
Amanda menggelengkan kepalanya.
"Ihh kamu kenapa, Nda? Cerita dong sama saya," pinta Angel
"Nanti aja ya Bu kalo udah di atas, saya harus cepet-cepet nih mau anterin ini," ucap Amanda sambil mengangkat paper bag
"Kamu gak ikutin suruhan saya ya?" tanya Angel, mereka pun mulai melangkahkan kakinya lagi
"Maaf ya Bu Angel, bukannya saya gak mau. Karena saya sudah hampir terbiasa dengan hal seperti ini, saya jadi refleks tadi pagi setelah parkir mobil langsung ke coffee shop buat beli makanan ini semua," jelas Amanda
"Astaga Nda, please, saya mohon sama kamu, sudahi Nda. Saya gak mau kamu capek karena sesuatu yang bukan tugas kamu," ucap Angel
"Iya Bu Angel, maaf yaa."
Angel sebenarnya sangat kesal dengan Amanda, tapi ia tidak bisa marah karena itu bukan haknya.
Saat sudah berada di lantai 17, lantai dimana ruangannya berada, Amanda langsung membagikan makanan itu di tiap-tiap meja karyawan.
"Pak, ini ya donat coklatnya."
"Selamat pagi Ibu Tsania, ya ampun cantiknya. Ini ya pesanannya."
"Mba Erren, ini pesanannya."
"Tumben kamu gak kesiangan lagi?" tanya salah satu karyawan di sana
"Hehehe iya Bu, biar bisa beliin sarapan," jawab Amanda
"Bagus deh kalo gitu," ucapnya lalu pergi
"Sama-sama Bu," gumam Amanda lalu tertawa kecil
Setelah selesai membagikan makanannya itu, ia langsung menghampiri meja Angel untuk menceritakan apa yang sudah dia alami tadi pagi.
"Bu Angel, udah sibuk belum?" tanya Amanda
"Belum, kenapa? Mau cerita ya?" ledek Angel
Amanda pun menganggukan kepalanya, lalu ia menarik kursi kosong dan duduk di samping Angel. Amanda mulai menceritakan semuanya dari awal sampai akhir.
"Jadi gitu Bu Angel, aneh di awal doang. Akhirnya sama aja, sama-sama ngeselin," ucap Amanda diakhir ceritanya
"Dia itu gak pernah bersikap baik sama para karyawannya, Nda. Dia itu cuma baik sama orang yang dia sayang, contohnya itu Mama dan pacarnya. Bucin ya?" ucap Angel diakhiri dengan tawanya
"Dia kayanya mau ngelamar pacarnya pas di Singapore nanti deh, Bu. Tadi saya denger dia ngobrol sama orang lewat telfon, ngomongin lamaran gitu. Masa gak modal banget ya, mau ngelamar cewe tapi nebeng sama acara perusahaan," ucap Amanda
"Oiya? Hahahaha sekalian Nda biar uangnya hemat, bisa buat tabungan nikah."
Mereka pun terus mengobrol, hingga satu persatu kayawan berdatangan. Waktu juga sudah menunjukan pukul 8 pagi, itu tandanya jam kantor sudah di mulai dan mereka sudah harus bekerja.
"Bu Angel, saya ke meja kerja saya dulu ya," ucap Amanda
"Oke, semangat, Nda!" ucap Angel
"Siap Bu."
Saat sudah sampai di meja kerjanya, Amanda langsung membuka laptopnya untuk bekerja. Ia bekerja sebaik dan secepat mungkin agar hari ini ia tidak lembur lagi seperti kemarin.
Setelah 3 jam Amanda duduk dan menatap layar laptopnya, ia merasa bingung dan aneh. Kenapa?
"Kok tumben ya gak ada yang nyuruh gue? Mereka juga dari tadi foto copy, print, jilid, semuanya sendiri," tanya Amanda pada dirinya sendiri, "Pancing ah," lanjutnya
Amanda segera bangun dari duduknya, ia berpura-pura untuk membuang sampah. Ia melangkahkan kakinya dengan perlahan, agar semua karyawan yang ada di sana dapat melihatnya. Namun bagaimana hasilnya? Nihil. Memang, ada beberapa karyawan yang melihat Amanda, tapi mereka sama sekali tidak meminta bantuan kepadanya. Bahkan, ada satu karyawan yang berpas-pasan dengan Amanda, karyawan itu juga ingin membuang sampah, tapi ia sama sekali tidak meminta tolong pada Amanda.
"Ih kenapa sih?!" kesal Amanda
Tiba-tiba saja ada Angel yang mencolek pundak Amanda, "Kenapa sih, Bu? Kok marah-marah kaya gitu?" ledeknya
"Bu Angel, masa dari tadi belum ada yang minta tolong sama saya. Saya jadi aneh," bisik Amanda
Angel pun tertawa, "Kamu ih, bukan bersyukur malah merasa aneh. Ini dunia kerja kamu yang sesungguhnya, Nda!" ucapnya
"Masa iya?" tanya Amanda bingung
"Iyaaaaa, udah ah jangan mikirin yang aneh-aneh. Jalanin aja, enak kan?" tanya Angel
"Enak sih Bu," saut Amanda
"Jam kerja malah ngobrol."
Tiba-tiba saja ada yang menegur Amanda dan Angel, mereka pun segera membalikan badan untuk melihat siapa yang sudah menegurnya itu.
"Ehhh Pak Elwin hehehe gak ngobrol kok," ucap Angel
"Masaaaa?" ledek Elwin
"Benelan Pak, ciyus," saut Amanda sambil mengangkat jarinya menjadi seperti huruf V
Mereka bertiga pun tertawa.
"Bagus ya, jam kerja bukannya kerja malah ngumpul terus ketawa-ketawa."
Deg! Amanda, Angel, dan Elwin langsung menghentikan tawa mereka.
"Ma-maaf ya Pak Devian," ucap Angel
"Pak Elwin, tadi saya suruh apa?" tanya Devian
"I-iya Pak, ini saya mau panggil Bu Amanda kok," jawab Elwin
"Oke saya tunggu secepatnya," ucap Devian lalu ia pergi begitu saja
°°°°°°°°°°
Alhamdulillah part 12 selesai! Terimakasih sudah mau baca sampai kalimat terakhir❤️ Aku juga mau minta tolong untuk like, comment, dan juga vote yah! Biar aku tambah semangat buat lanjutin ceritanya❤️
...Facebook : Kinderjoy Estrin...
...Instagram : kinderjoy_estrin...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 318 Episodes
Comments
Yota-chan
iya ih Bu, aku juga Gedeg banget Manda gitu
2021-12-13
0
Ikbal Hafiz
cius🤣🤣🤣🤣
2021-08-14
1
syafridawati
nyicil baca lagi ya say
2021-07-26
0