Hallo semuanya! Terimakasih banyak ya udah mau klik & baca novel ini, semoga kalian suka! Happy reading❤️🌼
°°°°°°°°°°
Tanpa basa-basi terlebih dahulu, orang itu langsung menembak Amanda dengan kata-katanya yang sangat menyeramkan.
Siapakah penelfon itu? Siapa lagi kalau bukan Devian.
"I-iya Pak iya, ini saya udah di jalan kok," saut Amanda berbohong
"Cepat!" Devian langsung mematikan handphonenya
Amanda pun panik, ia langsung mendekat ke arah Tante Astrid untuk berpamitan dengannya dan mengambil paper bag yang berisikan jas Devian.
"Tante Astrid, saya permisi ya. Pak Devian sudah menunggu saya di kantor," ucap Amanda
"Iya-iyaa, hati-hati ya kamu bawa mobilnya," ucap Tante Astrid
"Iya Tante, terimakasih."
Amanda segera berlari keluar dari rumah Devian untuk menuju ke mobilnya, setelah itu ia langsung kembali pergi menuju ke kantornya.
"Bisa-bisanya malah ngobrol sama Tante Astrid!" ucap Amanda
Amanda yang saat itu sangat panik hanya bisa pasrah, ia membawa mobilnya begitu cepat.
Sesampainya di kantor, waktu sudah menunjukan pukul 2 kurang 15 menit, itu tandanya 15 menit lagi Devian sudah harus segera meeting.
"Aduh 15 menit lagi nih, kenapa sih lift rame terus?!" ucap Amanda
Akhirnya, ia pun memutuskan untuk berlari menaiki tangga untuk menuju lantai dimana ruangan Devian berada. Ruangan kerja Devian berada di lantai yang sama seperti divisi Amanda di tempatkan. Jadi, Amanda kembali harus menaiki tangga sambil berlari seperti tadi pagi, ke lantai 17.
Keringat Amanda sudah mulai bercucuran. Menurutnya, hari itu adalah hari yang paling melelahkan baginya dibanding hari-hari sebelumnya. Sebenarnya Amanda sudah hampir kehabisan tenaganya, namun karena waktu terus berjalan dengan cepat, ia juga semakin mempercepat langkahnya.
Yang ditunggu-tunggu oleh Amanda tiba, akhirnya ia sampai juga di lantai 17, ia segera berlari untuk menuju ke ruang kerja Devian.
Tokk... Tokk.. Tokk...
"Permisi Pak Devian." Tanpa berlama-lama, Amanda langsung membuka pintu ruangan Devian, terlihat di dalam sana ada Devian yang sedang duduk sambil memainkan handphonenya
"Lama banget!" ucap Devian
"I-iya Pak maaf, tadi jalanannya macet," ucap Amanda, ia pun segera berlari mendekat ke meja kerja Devian dan meletakan paper bag itu di atas mejanya
"Ini ya Pak jasnya," ucap Amanda
"Oke," ucap Devian
"Makasihnya mana, Pak?" tanya Amanda
"Makasih," saut Devian
"Hehehehe sama-sama Pak."
Amanda pun terdiam, ia tidak tahu akan berbuat apa lagi. Dan ia juga sedang menunggu apakah Devian akan menyuruhnya lagi atau tidak.
"Ngapain kamu diem?" tanya Devian
"Hmm... Bapak mau minta tolong apa lagi?" tanya Amanda balik
"Gak ada. Udah sana keluar dari ruangan saya. Jangan lupa pake parfume dan juga lap keringat kamu, saya gak mau punya karyawan bau," ucap Devian
"I-iya Pak."
Amanda pun segera keluar dari ruangan Devian, lalu ia mencium bajunya, "Ya gimana gak mau bau, orang dari pagi gue dikerjain mulu sama orang sini," gumam Amanda, ia pun segera menuju ke toilet untuk membersihkan dirinya
Di dalam toilet, Amanda menuju ke wastafel, ia mencuci tangan lalu membasuh wajahnya. Setelah itu ia menatap wajahnya sendiri dari pantulan cermin yang ada di toilet itu.
"Nda, lo gak capek kaya gini terus? Hari ini parah loh, bahkan lo cuma bisa pegang 25% aja dari total keseluruhan kerjaan lo sendiri. Sisanya? Lo harus urusin kerjaan orang lain yang sama sekali gak ada hubungannya sama hidup lo," ucap Amanda
Ia pun kembali mencuci wajahnya dengan air, lalu mengelapnya dengan tissue, "Amanda, semangat! Lo gak boleh nyerah! Ini masih awal, jadi ini masih ujian kecil. Ujian besar juga pasti ada saatnya kok nanti. Ayo semangat, Nda! Ayo bertahan," ucapnya lalu ia tersenyum, "Lagian, lo tuh baru aja dapetin undian gratis ke Singapore! Anggep aja itu hadiah awal buat lo," lanjutnya
Setelah menyemangati dirinya sendiri, Amanda pun mulai kembali bangkit, ia tersenyum dengan lebar di hadapan cermin itu untuk menunjukan kalau sebenarnya ia sendiri adalah perempuan yang kuat. Dengan rasa percaya diri yang sudah memuncak, Amanda pun keluar dari toilet itu dan menuju ke meja kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Amanda mengerjakan pekerjaannya dengan tekun, sampai-sampai waktu sudah menunjukan pukul 5 sore dimana para karyawan yang bekerja di perusahaan itu sudah mulai merapihkan mejanya untuk pulang ke rumah masing-masing. Berbeda dengan Amanda, ia masih harus menyelesaikan pekerjaannya karena semua hasil data itu harus ia kirim kepada kepala divisinya sebelum pukul 7 malam ini.
Tiba-tiba saja ada Angel yang datang menghampiri Amanda, "Nda, kok kamu belum beres-beres sih? Ini udah jam 5 sore loh," tanyanya
"Iya Bu Angel, soalnya kerjaan saya masih banyak. Terus kata Pak Elwin deadlinenya sebelum jam 7 malem ini," jawab Amanda
"Ya ampun, pasti kami lembur kaya gini karena habis bantu-bantu karyawan lain dari tadi pagi ya?" tanya Angel lagi
Amanda menganggukan kepalanya pelan.
"Saya bilang juga apa, kamu harus belajar bilang tidak. Pokoknya kamu harus belajar! Setiap kamu mau tidur, latihan bilang tidak sama guling atau boneka kamu," suruh Angel
"Siap Bu Angel, saya usahakan. Makasih banyak ya Bu," ucap Amanda
"Iya sama-sama. Saya sebenernya mau Nda temenin kamu, tapi kamu tau sendiri kan kalo saya harus cepet-cepet pulang untuk urus Mama saya," ucap Angel
"Iya Bu Angel, saya paham kok, saya selalu doain juga semoga Bu Angel dan keluarga selalu sehat," ucap Amanda
"Aamiin, terimakasih ya Nda. Ya udah, saya pamit ya, kamu nanti pulangnya hati-hati," ucap Angel
"Iya Bu, Ibu juga ya," ucap Amanda
"Oke, saya permisi."
Angel pun pergi meninggalkan Amanda. Lalu Amanda melihat kesekeliling ruangannya, ia hanya melihat 1 orang di ujung sana, "Tinggal Pak Kelvin, dia juga lagi beres-beres meja kerjanya, pasti udah mau pulang juga," ucapnya
Amanda pun kembali menatap layar laptopnya dan melanjutkan pekerjaannya. Tak lama, Kelvin pun datang menghampiri Amanda.
"Amanda, kamu belum pulang?" tanyanya
"Belum Pak Kelvin, saya masih harus menyelesaikan pekerjaan saya karena akan di kirim ke Pak Elwin sebelum jam 7 malam hari ini," jawab Amanda
"Mau saya bantuin gak?" tawar Kelvin
"Gak usah Pak gapapa kok," saut Amanda
"Ya udah deh, saya temenin aja ya? Saya gak tega sama kamu, seharian ini ribet banget ngurusin urusan orang sampe kerjaan kamu sendiri gak kepegang," ucap Kelvin
Amanda pun tertawa, "Gapapa Pak, buktinya dengan saya kaya gitu, Tuhan berbaik hati loh, dia menangin saya di event anniversary perusahaan buat berangkat ke Singapore. Gratis lagi," ucapnya
"Iya juga sih, semangat ya, jadiin semuanya sebagai motivasi buat diri kamu sendiri," ucap Kelvin
"Siap Pak pasti," ucap Amanda
"Hmm.. Kalo kamu gak mau saya bantuin, saya boleh gak temenin kamu aja? Kantor udah sepi loh, kamu gak takut?" tanya Kelvin
"Boleh deh Pak, makasih ya udah mau temenin saya," ucap Amanda
"Sama-sama."
Kelvin pun akhirnya menemani Amanda untuk mengerjakan pekerjaan kantornya. Namun tiba-tiba...
°°°°°°°°°°
Alhamdulillah part 9 selesai! Terimakasih sudah mau baca sampai kalimat terakhir❤️ Aku juga mau minta tolong untuk like, comment, dan juga vote yah! Biar aku tambah semangat buat lanjutin ceritanya❤️
...Facebook : Kinderjoy Estrin...
...Instagram : kinderjoy_estrin...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 318 Episodes
Comments
Moonlight
wah parah biasa y kalo cowok sama cewek cma berdua duaan nnt yg ketiga y setan .. nah bentah lg nyumul dah tuh syaiton nirojim y 🤣🤣😂😂😂🙏🙏
2021-12-18
0
Yota-chan
😑
2021-12-13
0
Yota-chan
nyadar tapi gak berubah
2021-12-13
0