Hallo semuanya! Terimakasih banyak ya udah mau klik & baca novel ini, semoga kalian suka! Happy reading❤️🌼
°°°°°°°°°°
Amanda sangat takut dengan tatapan yang diberikan oleh Devian untuknya. Dengan refleks, Amanda langsung menundukan kepalanya, "Maaf Pak atas semua perilaku saya terhadap Bapak. Saya janji gak akan berbuat kesalahan lagi sama Bapak," ucapnya
"Saya ada di bawah ya? Makanya kamu nundukin kepala kamu kaya gitu?" tanya Devian
Amanda pun kembali menaikan kepalanya dan menatap wajah Devian, "Maaf Pak," ucapnya
"Kalau berbicara dengan orang lain itu tatap wajahnya, mau kamu salah atau tidak. Apa lagi kamu sedang bicara sama saya, atasan kamu. Mengerti?" ucap Devian
"Iya Pak saya mengerti. Maaf ya Pak, saya janji gak akan ulangi hal itu lagi," saut Amanda
Devian saat itu memandang wajah Amanda dengan tatapan yang sangat datar, "Kecerdasan bisa diubah, tapi kalau attitude? Saya gak jamin itu akan berubah," ucapnya
"Hah?! Dia ngatain gue gak punya attitude?!" ucap Amanda dalam hati
"Saya akan kasih kamu kesempatan bekerja lagi, tapi kalau kamu mengulangi kesalahan yang sama, saya akan keluarkan kamu dari perusahaan ini," jelas Devian
Amanda menelan air liurnya, "I-iya Pak, saya janji gak akan buat kesalahan lagi," ucapnya
"Baik, sekarang kamu boleh keluar dari ruangan saja."
Devian mengatakan kalimat terakhir itu tanpa menatap Amanda sama sekali, ia malah sibuk dengan laptopnya.
"Baik, Pak. Permisi," ucap Amanda lalu bangun dari posisi duduknya dan membungkukan badannya, lalu ia keluar dari ruangan Devian
"Ngatain gue gak punya attitude! Padahal sendirinya juga gak punya!" omel Amanda saat sudah berada di luar ruangan Devian
Amanda pun segera kembali menuju meja kerjanya. Saat sudah sampai di meja kerjanya, langsung saja ada beberapa karyawan yang menghampirinya untuk meminta tolong.
"Amanda, boleh tolong bikinin kopi gak?"
"Amanda, tolong foto kopi berkas ini ya, 5 lembar aja, terus kalo udah tolong langsung taro di meja saya."
"Amanda, bisa tolong kasih berkas ini ke lantai 2 gak?"
Amanda merespon semua permintaan para seniornya itu dengan senyuman, "Baik, ditunggu ya Bu, Pak," ucapnya
Ia pun segera mengerjakan semuanya.
"Semangat Amanda, harus ikhlas gak boleh marah gak boleh kesel," ucapnya dalam hati
Setelah selesai, ia langsung kembali duduk di meja kerjanya. Lalu ia melihat ada tas yang berisi bekal untuknya dari Bunda, ia baru ingat kalau ia belum sarapan.
"Huh! Saking sibuknya urusin sarapan sama kerjaan buat orang lain sampe lupa kalo diri gue sendiri belum sarapan dan tugas gue juga masih numpuk," ucap Amanda, "Aduhh laper banget, mau makan sekarang tapi udah masuk jam kerja," lanjutnya sambil memegangi perutnya
Lalu Amanda teringat dengan cookies pemberian pelayan toko tadi, ia merogoh saku roknya, "Cookies, kamu penyelamat pagi ku," ucapnya, dan ia pun segera memakannya
Setelah cookies itu habis, Amanda segera mengeluarkan laptop milkinya dari dalam tas kecil, lalu mulai menyalakannya. Tiba-tiba saja ada salah satu karyawan senior yang menghampirinya.
"Amanda, kamu bukan pekerja magang loh, kamu juga sibuk sama pekerjaan kamu sendiri. Tapi kenapa kamu mau disuruh kaya gitu? Kenapa gak nolak aja?" tanyanya
"Ehh Bu Angel hehehe gapapa kok Bu, itu semua saya lakukan sebagai bentuk pendekatan diri saya aja sama senior yang lain," jawab Amanda
"Kalau mau dekat dan terlihat baik di depan yang lain, bukan seperti itu caranya Amanda," ucap Angel, "Tapi saya salut sama kamu, walaupun mereka selalu menyuruh kamu tanpa bilang terimakasih sesudahnya, kamu tetep mau dengerin dan ngejalanin permintaan mereka tanpa mengeluh," ucapnya
Mengeluh? Jelas saja Amanda sebenarnya mengeluh, tetapi tidak ia tunjukan kepada orang lain.
Amanda yang mendengar ucapan Angel pun tertawa, "Bu Angel emang bener-bener kaya malaikat ya, sesuai sama namanya," ucapnya
"Iya malaikat, malaikat pencabut nyawa," sautnya
Mereka berdua pun tertawa.
Angel sendiri adalah karyawan senior yang berada pada divisi yang sama seperti Amanda, sama seperti Kelvin. Di divisi itu, hanya Angel dan Kelvin yang berbaik hati dengan Amanda.
"Amanda, udah ya," ucap Angel
Amanda mengerutkan dahinya, ia tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Angel.
"Maksudnya apa, Bu?" tanya Amanda
"Coba untuk belajar bilang tidak. Memang, pada awalnya semua akan terasa sulit, tapi kalau kamu sudah terbiasa dengan hal itu, pasti akan mudah. Percaya sama saya," ucap Angel
"Hmm.. Gimana ya Bu hehehe saya gak enak kalo nolak permintaan mereka," ucap Amanda
"Harus dibiasakan Amanda, kamu pasti bisa kok. Yang saya takutkan adalah, saya takut kalau hal seperti ini bukan cuma terjadi 2 atau 3 minggu saja. Saya takut ini terjadi selama kamu sedang bekerja disini," ucap Amanda
"Oke deh Bu, Siap sedia, nanti akan saya coba," saut Amanda
"Latihan di rumah. Kamu pasti punya boneka, kan? Anggap saja boneka itu adalah orang-orang yang suka menyuruh kamu di sini," ucap Angel
"Iyaa Bu," ucap Amanda
"Belajar untuk bilang tidak dengan boneka itu. Mudah, kan?" suruh Angel
"Iya Bu, pasti akan saya coba," ucap Amanda sambil tersenyum
"Amanda!"
Tiba-tiba saja, ada yang memanggil Amanda. Amanda dan Angel pun langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Ehh Pak Elwin," ucap Amanda dan Angel lalu bangun dari duduknya dan membungkukan badannya
Elwin Pratama, seorang kepala divisi di tempat Amanda bekerja. Tugasnya adalah memimpin dan mengatur divisi yang dipimpinnya, meliputi pelaksanaan program kerja, penggunaan budget dan membina anggotanya.
"Ada apa ya Pak Elwin?" tanya Amanda
"Hmm.. Jadi gini Nda, saya mau minta tolong sama kamu. Kamu sibuk gak?" tanyanya
Amanda pun langsung melirik ke arah Angel, sementara Angel mencolek-colek jari Amanda.
"Gimana, Amanda?" tanya Elwin
"Hmm.. Maaf ya Pak Elwin, saya gak bisa bantu dulu, soalnya kerjaan saya lagi banyak banget dan harus diselesaikan hari ini juga," jawab Amanda
"Yes, mantap Amanda, lanjutkan!" ucap Angel dalam hati
"Yahh gitu ya? Padahal hari ini hari ulang tahun anak saya. Saya mau minta tolong kamu untuk belikan dia kue ulang tahun karena saya sedang sibuk untuk proyek baru. Saya ingin menyenangkan hati anak saya dengan cara membelikan kue untuknya," ucap Elwin dengan nada sedih
Amanda yang mendengar itu pun menjadi tidak tega, dan akhirnya ia menuruti permintaan Elwin.
"Pak Elwin, saya ada waktu lebih kok. Saya bisa bantu Bapak," ucap Amanda sambil menampilkan deretan giginya yang bersih dan rapih
"Aduh terimakasih ya Amanda," ucap Elwin, ia pun segera memberikan 3 lembar uang 100.000 kepada Amanda, "Ini ya uangnya, kalau lebih ambil aja," lanjutnya
"Oiya Pak baik, ditunggu yaaa," ucap Amanda
"Hmm.. Kalau kamu bisa, saya juga minta tolong sekalian anterin ke sekolahannya ya. Karena ulang tahunnya akan dirayakan di sekolahnya. Kalau bisa sebelum jam 11 siang kamu dan kuenya udah sampai ya," pinta Elwin
"Iya Pak baik, saya jalan sekarang ya," ucap Amanda, "Bu Angel saya berangkat yaa," lanjutnya lalu ia langsung mengambil sling bag miliknya dan pergi
"Astaga Amanda!!! Baru aja bilang siap sedia," ucap Angel kesal
°°°°°°°°°°
Alhamdulillah part 4 selesai! Terimakasih sudah mau baca sampai kalimat terakhir❤️ Aku juga mau minta tolong untuk like, comment, dan juga vote yah! Biar aku tambah semangat buat lanjutin ceritanya❤️
...Facebook : Kinderjoy Estrin...
...Instagram : kinderjoy_estrin...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 318 Episodes
Comments
Suswarina
ngpo idg minta tolong ob sih.... amanda kan juga harus kerja
2022-01-01
0
Yota-chan
😑
2021-12-13
0
Yota-chan
nah gitu dong
2021-12-13
0