Hallo semuanya! Terimakasih banyak ya udah mau klik & baca novel ini, semoga kalian suka! Happy reading❤️🌼
°°°°°°°°°°
Saat Amanda sedang melangkahkan kakinya untuk keluar dari rumah, tiba-tiba saja Naura menangis.
"Eyy kenapa sayang? Onty Nda mau pergi dulu sebentar," ucap Poppy
"Ah drama deh nih bayi," celetuk Ayah
"Ayo deh anterin Onty Nda sampe depan rumah," ucap Poppy
Ayah, Poppy, dan juga Naura pun ikut mengantar Amanda sampai depan pintu rumah.
"Nda, Naura nangis tuh," ucap Bunda
"Tau nih, yang satu belum dipamitin," ucap Poppy saat sudah berada di depan pintu rumah
Amanda pun tertawa, lalu ia berlari mendekat ke arah Naura, "Naura, Onty pergi dulu yaa. Jangan kangen sayang," ucapnya lalu mencium pipi Naura
"Iya Onty, hati-hati yaa," saut Poppy
"Makasih Naura sayang," ucap Amanda, "Udah yaa, Amanda jalan. Babayy," lanjutnya
Amanda dan Bunda segera masuk ke dalam mobil karena Emir sudah siap di dalamnya. Dan mereka pun berangkat.
Perjalanan dari rumah ke bandara sekitar 1 jam, cepat karena mereka melewati jalan tol. Sudah secepat itu saja, saat di perjalanan Amanda sudah di telfon oleh Kelvin.
Mereka semua memiliki janji datang tepat waktu pada pukul 4 pagi, Devian yang memintanya. Sementara saat itu waktu sudah menunjukan pukul 4 tetapi Amanda belum saja sampai di bandara.
Drrtt... Drrtt...
Handphone Amanda berdering, ia segera mengambilnya dari dalam sling bag, "Pak Kelvin?" ucapnya, ia pun segera mengangkatnya
"Amanda, kamu udah dimana?" tanya Kelvin
"Hmm.. Masih di jalan Pak, tadi saya kesiangan," jawab Amanda
"Oh gitu ya? Soalnya hampir semua karyawan sudah datang, tinggal kamu dan 2 lainnya. Saya takut kamu kena marah Pak Devian, karena sebelum berangkat mau ada yang dibicarakan terlebih dulu," jelas Kelvin
"I-iya Pak sebentar lagi saya sampe kok," ucap Amanda
"Oke hati-hati."
Amanda pun mematikan telfonnya, lalu ia menyuruh Emir untuk membawa mobilnya lebih cepat lagi.
"Kak Emir, cepetan lagi yaa. Aku takut diomelin," pinta Amanda
"Oke, Nda."
Emir pun menambah kecepatan mobilnya, untungnya jalanan masih sangat sepi, jadi tidak terganggu oleh macetnya Kota Jakarta.
10 menit kemudian, Amanda sudah tiba di bandara. Ia menurunkan kopernya, dibantu oleh Emir.
"Nda, hati-hati ya di sana. Jaga diri, jangan lupa kabarin Bunda," ucap Bunda
"Iya Bunda, nanti Amanda kabarin Bunda terus kok," saut Amanda
"Hati-hati Nda, jangan lupa oleh-oleh buat gue," ledek Emir
"Siap Kak, santai aja kalo itu," ucap Amanda
Lalu tiba-tiba ada Kelvin yang menghampiri Amanda, "Permisi Mas, Tante," ucapnya
Amanda, Bunda, dan Emir langsung menoleh ke arah Kelvin.
"Temen kantornya Amanda ya?" tanya Bunda
"Iya Tante, saya Kelvin," ucap Kelvin sembari menyalimi Bunda dan Emir
"Sana titip anak saya ya Kelvin," ucap Bunda
"Ih apa sih Bunda asal titip aja," saut Amanda, Emir yang mendengar itu pun tertawa
"Iya Tante aku jagain Amanda kok di sana," ucap Kelvin, "Ya udah yuk, udah pada nungguin kamu Nda," lanjutnya
"Oiya?! Ya udah ayooo. Aku pamit ya Bun, Kak," ucap Amanda sambil menyalimi Bunda dan Emir
"Iyaaaa."
Amanda berlari menuju ke titik kumpul mereka. Saat sudah sampai, benar saja, sudah banyak orang yang berkumpul di sana. Amanda pun langsung bersalaman dengan beberapa karyawan di sana.
"Maaf ya saya telat," ucap Amanda
Bagaimana dengan Devian? Ia sangat kesal saat melihat Amanda yang baru saja datang dengan wajah yang sama sekali tidak merasa bersalah sedikit pun. Ia pun berjalan menghampiri Amanda lalu menarik tangannya untuk menjauhi dari kumpulan para karyawan.
"Sini ikut saya," ucap Devian
"I-iya Pak iya tunggu," ucap Amanda
Bagaimana dengan Kelvin? Ia hanya terdiam, sebenarnya ia sangat kesal juga dengan tingkah Devian, mengapa bisa-bisanya ia bertingkah dan bersikap sekasar itu dengan perempuan? Apa lagi dengan Amanda.
"Pak sakit Pak lepasin," pinta Amanda
Devian pun melepaskan tangan Amanda dengan kasar, "Belum berangkat aja udah nimbulin masalah! Gimana udah sampe di sana?" tanya Devian
"Masalah apa, Pak? Saya baru dateng," jawab Amanda
"Justru itu! Kamu tau sendiri kan saya itu gak suka kalo ada yang telat?! Kita janji jam berapa kemarin? Jam 4 pagi udah harus ngumpul di sini, se-mu-a-nya! Sekarang jam berapa?" tanya Devian
Amanda melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya, "Ma-maaf Pak, tadi saya kesiangan," ucapnya
"Bisa-bisanya ya kamu! Coba kalo ka---"
"Sayang, ada apa?"
Tiba-tiba ada wanita yang menghampiri Amanda dan Devian. Mungkinkah ini calon istri Devian?
"Kamu ngapain kesini?" tanya Devian pada wanita itu
"Kamu kenapa marah-marahin dia?" tanyanya balik
"Laf, dia itu emang harus dimarahain. Udah dimarahin aja masih suka bikin salah, apa lagi didiemin?" ucap Devian
"Udah ah sayang jangan gitu. Udah yuk," ajaknya lalu mereka pergi meninggalkan Amanda
"Ih dasar lo CEO galak!" kesal Amanda lalu ia kembali menghampiri para karyawan yang sedang berkumpul
Amanda duduk di salah satu bangku yang ada di sana, ia hanya berdiam diri karena tidak tahu ingin mengajak ngobrol siapa. Lalu tiba-tiba ada yang menghampiri Amanda dan membawakannya susu hangat.
"Hallooo," ucapnya sambil menyodorkan susu itu
Amanda menaikan kepalanya, "Pacarnya Pak Devian? Ngapain?" ucapnya dalam hati
"Ini saya bawain kamu susu hangat loh, buat hangatin badan kamu. Ayo terima," ucapnya
Amanda pun menerimanya, lalu wanita itu duduk di bangku kosong yang berada di samping Amanda.
"Maafin pacar saya ya, soalnya saya tadi liat dia lagi bentak-bentak kamu," ucapnya
"I-iya Bu gapapa kok, saya udah biasa," ucap Amanda
"Gak usah panggil saya pake Bu. Nama saya Pamela Olivia, kamu panggil saya Olivia aja," ucapnya
"Olivia? Tadi saya denger Ibu dipanggil Laf sama Pak Devian," tanya Amanda
Olivia tertawa, "Dia panggil saya Olaf karena nama saya Oliv," ucapnya
"Oalaaah hehehe by the way makasih banyak ya Bu susu hangatnya," ucap Amanda lalu menyeruput susu itu
"Jangan panggil saya Ibu. Okey?" pinta Olivia
"Oiya lupa, okey."
Amanda pun mengobrol dengan Olivia, mereka seperti sudah sangat akrab, bahkan seperti sudah saling mengenal sejak lama. Ada banyak hal yang mereka bicarakan, mulai dari bertukar akun sosial media, bahkan sampai ke make-up dan fashion.
"Olivia baik banget! Kok mau ya sama Pak Devian yang galaknya bukan main, dia gak takut hidupnya bakal sengasara apa ya?" ucap Amanda dalam hati, "Eh tapi kalo kata Bu Angel, Pak Devian baik banget sama pacarnya. Mungkin emang beda perlakuannya," lanjutnya
Setelah selesai mengobrol, mereka pun mengurus bagasi dan lain-lainnya. Amanda selalu saja berdekatan dengan Kelvin, karena ia memang benar-benar tidak mengenal dengan baik para karyawan yang lain.
Amanda juga selalu melirik memperhatikan Devian dan Olivia, sebenarnya ia sangat iri dengan Olivia karena Devian sangat perhatian dengannya. Bukan iri karena Amanda ingin memiliki Devian seperti Olivia, tetapi ia iri karena ingin memiliki lelaki di hatinya yang bisa menjaga dan menyayanginya seperti Devian kepada Olivia.
"Nda, kamu kenapa kok dari tadi ngelamun terus? Mikirin apa sih?" tanya Kelvin
"Ngga kok Pak hehehe."
Setelah mengurus beberapa berkas keperluannya untuk naik ke pesawat, mereka semua pun sudah bisa masuk ke dalam pesawat. Di dalam pesawat, Amanda juga duduk di samping Kelvin. Namun, lagi dan lagi ia sesekali melirik ke Devian dan Olivia.
"Bikin iri banget sih! Semoga gue cepet dapet jodoh, pengen kaya Pak Devian yang seperhatian itu sama pacarnya, tapi gak mau yang galak sama orang lain," ucap Amanda dalam hati
°°°°°°°°°°
Alhamdulillah part 17 selesai! Terimakasih sudah mau baca sampai kalimat terakhir❤️ Aku juga mau minta tolong untuk like, comment, dan juga vote yah! Biar aku tambah semangat buat lanjutin ceritanya❤️
...Facebook : Kinderjoy Estrin...
...Instagram : kinderjoy_estrin...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 318 Episodes
Comments
Farisi Caem
amnda psti nkh sama pk devian
2022-01-19
0
Maura
visul dong kak
2021-07-17
1
Aqiyu
jangan iri tar Manda juga dapaet yang kaya gitu
2021-06-20
0